Pesan Cinta Dari Baju Lebaran


Saat saya kecil momen lebaran adalah saatnya punya baru baru. Jadi kalau mau beli baju nunggu lebaran dulu, akhirnya baju terbaik dan teranyar adalah baju yang dipakai saat hari raya. Biasanya baju lebaran tiap tahun modelnya berganti sesuai trend saat itu. Yang saya ingat, saya pernah memiliki baju lebaran dengan model seperti Dhea Ananda dengan lagunya 'Baju Baru' yang terkenal sampai sekarang. Perpaduan kulot dan blouse dengan model jilbab yang mirip peci pernah menjadi trend pada jamannya.

Sumber. Soundcloud.com

Seiring berkeluarga, saya merasakan bahwa baju baru saat momen lebaran bukan hanya untuk menyenangkan si kecil tapi juga membahagiakan orang tua. Bagaimana orang tua yang telah bersusah payah bekerja berusaha memberi pakaian terbaik untuk anaknya paling tidak saat lebaran. Meski baju baru tidak wajib, hal ini menjadi tradisi yang sulit dipisahkan.

Mengenakan baju baru atau baju lama bagi saya tidak menjadi masalah. Kembali ke keadaan keluarga masing-masing. Jangan sampai hal ini menjadi sesuatu yang memberatkan karena setelah berpuasa selama sebulan lamanya yang kita harapkan adalah menjadi pribadi yang lebih baik dengan lebih istiqomah menjalankan ibadah sebagaimana yang telah menjadi rutinitas selama ramadhan. Mengenakan baju baru atau baju lama pun perlu dikomunikasikan kepada anak, sehingga mereka tidak merasa bahwa memiliki baju baru saat lebaran adalah 'kewajiban'.

Orang tua dapat menyampaikan pesan cinta melalui baju baru dengan doa dan nasihat-nasihat yang baik agar anak dapat termotivasi untuk belajar dan beribadah sesuai dengan usianya. Lebaran bukan akhir dari berpuasa, namun awal untuk terus menjaga diri dan lisan dari keburukan, serta beribadah, shalat wajib, ibadah sunnah, bertadarus dengan rajin sebagaimana di bulan ramadhan. Demikian halnya jika kondisi mengharuskan baju lama, anak-anak perlu mengerti keadaan orang tua agar tidak memaksakan diri dan tetap berhari raya dengan baju terbaik yang dimiliki. Karena Allah melihat amal kita bukan harta. Melalui sepasang baju, orang tua dan anak dapat berkomunikasi dan menyampaikan perasaan, apalagi bulan ramadhan dan Idul Fitri merupakan momen kekeluargaan yang selalu terkenang. 

Untuk anak-anak, saya dan suami berusaha membelikan baju baru saat lebaran sebagai "bebungah", penyenang hati dan apresiasi karena mereka telah belajar berpuasa dan beribadah dengan rajin selama bulan ramadhan. Tahun lalu, di luar rencana masing-masing anak mendapat dua pasang baju baru. Yang sepasang ukurannya agak besar sehingga dipakai untuk lebaran tahun ini. Pada lebaran kali ini kami sekeluarga memilih untuk tidak membeli baju baru. Selain karena tidak mudik, anak-anak alhamdulillah dapat mengerti jika baju lebaran tahun lalu masih bagus. Bagi mereka tidak beli baju baru tak apa yang penting stok jajan untuk lebaran tercukupi hahaha...^^

Bagaimana dengan teman-teman, tim baju baru atau tim baju lama nih?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jamu, Menyingkap Sejarah Kesehatan Nenek Moyang Indonesia

Resep dan Cara Memasak Ikan Pari Goreng Gurih Tanpa Bau

Review Kosmetik Organik Aquila Herb: Day Cream, Gamat Cream, dan Sabun Sereh