Selasa, 26 November 2019

Menikmati Pesona Laut Jawa di Tanjung Kodok Resort Lamongan

Family trip kita kali ini adalah Tanjung Kodok Resort Lamongan. Ini adalah pengalaman pertama kami sekeluarga ke kota ini. Dari Wonosobo kami langsung menuju Semarang dan mengambil jalur tol Semarang -  Surabaya.  Alhamdulillah, lelah 10 jam perjalanan terbayar sudah, saat kami memasuki resort. Sesampainya di resort, anak-anak langsung mencari, di mana kodoknya? Apakah patung kodok bermata merah yang kita jumpai di pintu masuk?


Lamongan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki kekayaan wisata air karena lokasinya yang terletak di pantai utara Jawa. Ada banyak wisata yang menjadi magnet bagi para wisatawan untuk berkunjung, yang terkenal diantaranya pantai Tanjung Kodok.. Ciri khas Tanjung Kodok adalah pada batu karang yang berbentuk menyerupai kodok di tempat paling ujung. Sekilas tampak batu ini seperti kodok yang menghadap ke laut.

Selain batu karang yang menyerupai kodok tersebut, pantai ini juga memiliki legenda Tanjung Kodok. Alkisah, ada seorang pemuda tampan yang bekerja sebagai nelayan yang berasal dari daerah setempat menaruh hati pada seorang gadis bangsawan dari Pulau Bawean . Mereka saling menaruh hati, namun ayah sang gadis tidak menyetujui putrinya berhubungan dengan seorang nelayan. Cinta membuat kedua sejoli itu buta, gadis bangsawan itu hamil, sang ayah murka dan mengutuknya menjadi seekor kodok. Waktu terus berlalu hingga tiba masanya si gadis bangsawan melahirkan. Sng pemuda sangat terkejut karena kekasihnya melahirkan seekor kodok. Si pemuda murka dan hendak membunuh kekasihnya, Bayi kodok tidak terima lalu menggigit ayahnya dan mengutuknya menjadi seekor kodok. Pemuda itupun meninggal dengan tubuh yang makin mengeras layaknya batu. Si gadis pulang ke pulau Bawean untuk mendapatkan ramuan yang bisa mengubah diri dan anaknya menjadi manusia kembali, namun ketika akan kembali menyusul putranya kapal yang ditunggu tak kunjung datang, terlalu lama menunggu, meninggal pula si anak kodok di dekat pusara anaknya. Inilah kisah dari budaya tutur yang turut menjadi cikal bakal pantai Tanjung Kodok.

Meskipun legenda, kisah ini dimaksudkan untuk memberikan hikmah agar sebagai anak janganlah melukai hati orang tua, penting bagi anak meminta restu pada orang tua sebelum memasuki jenjang pernikahan dan tidak melakukan hal yang dilarang oleh Tuhan.

Seiring berjalannya waktu, tempat wisata ini makin terkenal. Beberapa tempat wisata terkenal di Lamongan diantaranya Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo & Goa, Pantai Kutang,  Pantai KlanyarTlogo Sadang, Istana Gunung Mas Mantup, Gunung Ratu (dipercaya sebagai tempat lahirnya Gajah Mada), Pemandian air panas Brumbung. Selain wisata bahari, Lamongan juga ramai dengan wisatawan muslim yang berkunjung untuk wisata religi karena di kota ini terdapat Makam salah satu dari Walisongo yaitu Makam Sunan Drajat, Makam Dewi Sekardadu (Ibu Sunan Giri), Museum Seni Islam Indonesia dan Masjid Sendang Duwur.

Tanjung Kodok Resort Lamongan juga melengkapi indahnya wisata bahari di kota ini. Selain terkenal dengan wisata baharinya, Tanjung Kodok Beach Resort merupakan hotel sekelas bintang tiga (plus),satu-satunya di Jawa yang berbatasan dan menghadap langsung ke perairan laut Jawa.

Akses dan Lokasi

Lokasi Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR) ini cukup mudah dijangkau, selain mudah di akses dengan google maps, jika kita dari arah Jawa Tengah bisa melewati tol ke Surabaya lalu melanjutkan perjalanan sekitar 1,5-2 jam hingga sampai ke hotel ini. Selain lewat tol kita juga bila melalui jalur pantai utara jawa (pantura)
Tanjung Kodok Beach Resort  berada tepat di sebelah barat Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo.


Harga kamar di hotel ini memang cukup menguras kantong, kami memesan kamar pavilion dengan  rate Rp.652.413  per malam termasuk sarapan pagi. Namun sebanding dengan pelayanan, fasilitas dan terutama pengalaman yang kita dapatkan.

Saat memasuki kawasan hotel, kami di sambut petugas hotel yang ramah dan langsung membantu kita check-in dan membawa barang bawaan ke kamar. Halaman hotel yang luas tampak rapi dengan taman-taman dan lampion binatang warna-warni.



Awalnya, saat memesan tiket hotel secara online, kami memilih paviliun dengan 3 bed, ternyata paviliun tidak menghadap ke laut melainkan menghadap ke taman, sehingga kami pindah ke deluxe room, yang kamanya langsung menghadap ke laut.

Lobby hotel ini sendiri berbentuk memanjang, dengan Cafe drink corner di sisi kiri. Jadi pengunjung bisa duduk-duduk di lobby sambil santai, ngemil menikmati suasana pantai. Sambil menunggu chek-in selesai, anak-anak gak bisa diam, sesekali lari-lari sambil mengamati  miniatur kapal yang menarik perhatian mereka. Tidak jauh dari lobby, terdapat sitting room, semacam tempat santai menikmati suasana dan pemandangan pantai. Hembusan angin pantai, miniatur kapal dan lukisan yang menghiasi dinding membuat suasana pesisir makin terasa.

Tanjung Kodok Beach Resort memiliki beberapa tipe kamar antara lain;
  • 43 kamar Deluxe, berkapasitas 2 orang dengan pemandanganpanorama pantai utara Jawa.
  • 30 Paviliun, berkapasitas 3 orang dengan pemandangan taman labirin yang indah.
  • 2 Junior Suite, tipe kamar VIP dengan konsep interior untuk bulan madu dan bisnis. Berkapasitas 2 orang dan memiliki ruang tamu, kamar mandi bathup, standing shower serta pemandangan pantai utara Jawa.
  • 2 kamar family, tipe kamar yang cocok untuk keluarga dengan kapasitas 4 orang.
  • 2 Villa Executive, memiliki 4 kamar dengan kapasitas 8 orang dengan fasilitas ruang tamu, ruang makan, dapur, tempat parkir pribadi serta pemandangan pantai.
  • 4 Villa Deluxe, memiliki 3 kamar berkapasitas 6 orang dengan fasilitas ruang tamu, ruang makan, dapur, tempat parkir pribadi serta pemandangan pantai.
Fasilitas Kamar

Resort ini memiliki 3 lantai, dan kamar yang akan kita tempati ada di lantai 2 letaknya lurus dari arah lobby. Jalan menuju kamar tidak terlalu lebar, berupa tanjakan dan turunan. Kamar yang kami tempati tipe deluxe yang menghadap langsung ke kolam renang dan  pantai utara Jawa (pantura), di samping kamar terdapat sitting room untuk duduk-duduk menikmati pemandangan pantai. Lukisan bertema abstrak dan laut banyak menghiasi dinding. Tampak pula bangunan resort yang melingkar di tepi pantai dengan pemandangan batu karang serta suara deburan ombak. Tampak kejauhan kapal-kapal nelayan yang tengah berangkat melaut.  


Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di kamar. Anak-anak langsung menjelajah isi kamar, dan begitu pintu balkon dibuka hembusan angin laut menyerbu tanpa ragu, debur ombak terdengar begitu jelas. Mengingat dekatnya jarak dari kamar ke bibir patai yang berada persis di tepi kolam renang.

Kamar kami memiliki fasilitas yang lengkap seperti king bed size, lemari baju, AC dan water heater, wifi, TV channel, safe deposite box, kulkas,  meja dan kursi santai, arah kiblat, dan balkon. Di balkon ada sepasang kursi untuk menikmati pemandangan laut. Kamarnya pun cukup longgar, cukup nyaman untuk tamu keluarga seperti kita.




Salah satu layanan hotel yang biasanya tak luput dari perhatian adalah masalah kamar mandi. Di dalam terdapat wastafel, 2 handuk, standing shower, dan amenities. Kamar mandinya cukup lebar, closet dan area bilas  terpisah. 

Fasilitas Lainnya

Setelah leyeh-leyeh sebentar, kita segera  turun ke kolam renang. Salah satu favoritnya anak-anak kalau pas menginap di hotel. Kebetulan kolam renang ini posisinya di bawah kamar kita. Daaaan, kolam renangnya nyaman banget. Ada dua kolam, untuk dewasa dan anak-anak. Kolam dewasa memiliki panjang 12 m, lebar 6 m dan kedalaman 1,2 m. Konsep outdoor dan letaknya di tepi pantai memberi sensasi  serasa menyatu dengan lautan. Di pinggir kolam anak ada pancuran singa laut lucu-lucu. Dan masih di area kolam renang, terdapat Baruna Terrace Cafe yang menyediakan aneka makanan dan minuman ringan. Sambil nunggu suami dan anak-anak berenang, saya bisa duduk nyante dpr (di bawah pohon rindang), tersedia banyak kursi santai di sisi kolam, dan yang paling tak terlupakan tentu menyaksikan mata hari yang mulai terbenam, suasana senja yang begitu eksotik, udara sore yang mulai dingin, dan kapal-kapal mulai terlihat untuk berangkat melaut. Benar-benar spot foto yang tidak boleh dilewatkan. 





Malamnya, setelah shalat maghrib kami keluar untuk mencari makan malam. Tujuan kami soto Lamongan, pak sekuriti menunjukkan warung soto Pak Tuki yang ternyata tidak begitu jauh dari resort. Di warung soto Pak Tuki, soto asli Lamongan ini cukup terjangkau, cukup 10K seporsi. Hanya saja tidak tersedia tempat parkir, warungnya pun tidak terlalu besar dan kondisi jalan yang sangat ramai karena berada di jalur pantura membuat kita harus hati-hati saat menyeberang dan berkendara.

Selain kolam renang, resort ini juga memiliki beberapa meeting room, lounge and cafe, karaoke, restaurant, sport center, fishing port, bersepeda, lapangan tenis, cctv, dan parkirnya juga luas. Insyaallah sebanding antara harga dan fasilitas yang diberikan.

Breakfast Time

Paginya, anak-anak kembali mengajak berenang. Tapi kami memilih sarapan dulu karena waktu sarapan terbatas pukul 07.00-10.00. Kami pun segera ke Jellyfish Dinning Room. Arahnya memutar dari kamar kami. Restoran ini memiliki kapasitas hingga 250 orang dan khusus untuk sarapan, makan siang dan makan malam prasmanan. Lokasi restoran yang tidak jauh dari pantai memberikan pengalaman yang unik, menikmati sarapan di tepi laut diiringi suara deburan ombak dan sepoi-sepoi angin laut. Para staff pun ramah-ramah, menawari aneka masakan dan kudapan, serta sigap membantu pengunjung resto. Menu breakfast yang disediakan antara lain nasi kuning, omelet, nasi prasmanan dengan aneka lauk. Kudapannya antara lain cereal, bubur, ubi rebus, kue-kue, dan buah-buahan. Kami memilih nasi kuning, dan nasi prasmanan, dan anak-anak tidak melewatkan kue-kue, bubur serta puding. Untuk minuman tersedia jus sirsak, jus semangka dan infused water.





Selesai breakfast, kami jalan-jalan di resort yang memang luas banget. Jellyfish Dinning Room ini bersebelahan dengan Sunset Coffe Shop dan Beach Lounge and Cafe, sepertinya tempat makan ini memang didesain agar tamu/pengunjung menikmati suasana makan sembari dimanjakan dengan pemandangan laut dan desain resort bertema bahari. Kami menuruni tangga, dan ternyata banyak spot foto yang instagramable, berfoto dengan latar belakang laut Jawa, rimbunnya pohon palem dan batu karang. Kata anak-anak, ini pengalaman yang seru. Karena pertama kali menginap dengan akses langsung ke alam.

Selesai makan dan berfoto, saya pun menemani anak-anak bermain di  kolam renang, suasana resort agak sepi karena memang kami datang saat hari senin, menurut keterangan petugas resort, saat weekend dan hari libur, resort ini cukup ramai pengunjung. Sementara kami bermain di pantai, pak suami masih menghandle kerjaan kantor yang belum selesai dan terbantu banget dengan wifi resort yang lancar jaya.


Berbeda  dengan pantai lain yang umumnya didominasi pasir putih yang halus, kawasan pantai Tanjung Kodok penuh dengan tebing dan batu cadas sehingga pantai  tidak cocok untuk berenang. Untungnya, posisi kolam yang berada di tepi pantai membuat senasi serasa berenang di laut lepas. Air pantainya cukup jernih, pemandangannya masih sangat asri dan alami sehingga cocok banget untuk bersantai dan staycation.

Fasilitas lain dari resort ini adalah kita dapat voucher tiket masuk Maharani Zoo dan Wisata Bahari Lamongan (WBL) berupa diskon 25% untuk hari tersebut. Nah, seru banget kan menginap di sini. Semoga bermanfaat teman-teman, happy holiday :)

Kamis, 20 Juni 2019

Staycation Bersama Keluarga di Hotel Grand Edge Semarang

Assalamualaikum..

Seru rasanya menghabiskan waktu sekeluarga. Apalagi saat ini anak-anak udah mulai masuk usia sekolah, bisa bareng seharian nunggu mereka libur. Jadi begitu pak suami mengajak kita ke Semarang pertengahan Januari lalu, langsung deh anak-anak hiphiphore, langsung browsing hotel yang family friendly. Karena bawa anak-anak, kita milih hotel yang memiliki beragam fasilitas, diantaranya  kolam renang. Sebagai ibukotanya Jawa Tengah, Semarang memiliki banyak sekali pilihan tempat menginap. Dalam perjalanan kami sekeluarga ke Semarang kali ini, kita memilih menginap di Hotel Grand Edge. Lokasinya yang strategis membuat hotel ini bisa menjadi pilihan menginap saat singgah di Semarang.


 Kesan pertama saat menginjakkan kaki di sana adalah, hotelnya besar, dengan dekorasi yang elegan dan cantik. Tempat parkirnya nyaman dan luas dan terdiri dari tiga lantai. Saat kendaraan kita memasuki basement, staff hotel langsung memandu sampai kami menemukan tempat parkir yang tepat.

Hotel berbintang 4 yang terdiri dari 10 lantai ini didirikan pada tahun 2015 ini mengambil konsep Hotel and Food Mall, sehingga di sisi hotel bisa kita temukan resto-resto yang memudahkan tamu hotel menginap sekaligus hang out. Berbeda dengan hotel pada umumnya yang memiliki inhouse restoran, Grand Edge menggandeng restoran dari luar Semarang untuk mengisi 3 lantai Food Arcade dan 1 lantai Sky Lounge. Hotel ini memiliki 5 tipe kamar yaitu, Deluxe Twin, Deluxe Double, Deluxe Emerald Double, Deluxe Premium Double, Deluxe Double dengan binatu dan Junior Suite.

Kami memesan kamar Deluxe room di Traveloka dengan rate Rp. 360.988 tanpa sarapan pagi. Sembari menunggu suami check in, saya dan anak-anak menunggu di lobbi yang cukup luas. Dekorasi lobbi terlihat mewah dengan desain lampu gantung yang unik di langit-langit lobbi, dipadukan  dengan sofa-sofa cantik berwarna pastel yang turut mempermanis ruangan. Tidak jauh dari lobb terdapat semacam mini bakery, sehingga tamu hotel bisa menikmati kudapan sambil duduk-duduk santai di lobbi (dengan tambahan biaya).




Setelah selesai check in, kami segera menuju ke kamar kita di lantai 5. Dari lobbi menuju lift, terdapat lorong dengan karpet tebal bermotif dengan logo hotel dengan warna keemasan di sisi kanan dan kiri dinding.



Kamar Nyaman dan Lapang
Dan, sesampainya di lantai 5, kamipun segera menuju ke kamar.
Taraaa, ini dia kamar yang kami tempati. Saat menginap di penginapan/hotel, saya menyukai kamar dengan kesan luas dan lapang. Nyaman untuk menginap, cukup untuk shalat, ada ruang untuk selonjoran atau sekedar untuk anak-anak lari-larian. Dan kamar yang kami tempati di Grand Edge ini bisa memfasilitasi apa yang kami butuhkan. Kamar ini memiliki double bed dengan bed sheet berwarna putih bersih dengan masing-masing bed terdiri dari 2 bantal. Mendapatkan kamar yang berjendela menambah keseruan  dalam menginap di hotel. Apalagi di kamar ini disediakan sebuah sofa tebal berwarna ungu di sisi jendela. Anak-anakpun bergantian duduk di sofa sambil menikmati view dari luar hotel.

Desain kamar juga elegan dengan gorden tebal berwarna gold dan viltrasi dengan warna ungu tua  ditambah motif batik di sisi tempat tidur menunjukan konsep hotel yang mengadopsi budaya Semarang berupa Batik Secondary Skin. Sentuhan elemen kayu yang digunakan pada nakas, bed-head dan meja rias membuat suasana kamar serasa homey dan simpel. Lantai kamar tidak  dialasi karpet. Mungkin agar lantai lebih mudah dibersihkan.

Di kamar hotel, biasanya arah kiblat bisa ditemukan di langit-langit kamar. Alhamdulillah, kamar ini cukup lapang, dan kita bisa shalat di space antara nakas dan tempat tidur. Cukup longgar.




Kamar hotel ini sendiri memiliki fasilitas kamar yang lengkap, diantaranya 24 jam room service, International TV channel, wifi nya juga bagus, complimentary, mini bar, dan refrigerator. AC nya juga nyaman sehingga kita bisa tidur tenang dan gak berisik. Kamar yang kami tempati juga penerangannya bagus, ada lampu kamar mandi, lampu tidur, lampu baca, dan lampu kamar. Saat waktunya tidur, karena twins bed ini tidak ada sekatnya, maka kedua bed kami geser sehingga menyatu. Kami sekeluarga memilih hanya memakai lampu tidur yang redup, dengan suasana sunyi dan tenang, AC di kecilkan, lalu ngumpet bareng di duvet cover dan  itu jadi quality time sederhana yang rasanya luar biasa.

Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita rindukan-SO7


Dari lantai 5 ini, kita juga bisa menikmati view kota Semarang dari ketinggian. Kebetulan saat baru datang, saat itu sedang turun gerimis sehingga kami benar-benar memanfaatkan family time di kamar. Memanfaatkan sofa besar berwarna ungu tua di sisi jendela untuk leyeh-leyeh, melihat pemandangan di luar sambil ngemil bekal dan nonton film kartun.

Yang unik dari kamar ini adalah efisiensi ruangan. Antara kamar tidur dan kamar mandi terpisah oleh nakas multi fungsi. Nakas pada sisi yang menghadap ke kamar tidur di fungsikan untuk teko (tea/coffee maker) dan complimentary (gelas, teh, kopi, gula, gula coklat, kreamer) di bagian atasnya. Di depan complimentary terdapat toiletries (shower  cup, sanitary bag, sikat gigi, sabun, sampo dan losion).  Untuk sabunnya ada 2 macam, soap bar dan soap gel. Jadi kalau mau mandi nakas ini bisa ditutup dengan tirai buka tutup.

 Tirai dibuka, dari sisi kamar tidur.

Tirai dibuka, dari sisi kamar mandi. Kamar tidurnya keliatan kan?

Pintu kamar mandi juga merangkap pintu almari (connecting door). Kalau lemari ditutup maka kamar mandi terbuka, sebaliknya, jika kita mau ke kamar mandi maka pintu lemari harus ditutup.



Ada apa di kamar mandi? Di sisi nakas, terdapat sebuah wastafel unyu berbentuk bulat, dengan sepasang handuk dan hair dryer. toilet, dan rain shower. Perangkat ini penting dan berguna banget saat bepergian, apalagi jika hotel dilengkapi kolam renang. Gak nyaman kan, bepergian dengan rambut basah dan berjilbab? Hair dyer ini juga lumayan membantu, karena saya dan suami bawa 3 anak. Selesai mandi, mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan rambut bersih dan kering. 


Pintu kamar mandi juga menggunakan model connecting door. Antara toilet dan tempat mandi (shower) hanya ada satu pintu. Jika mau mandi maka toilet terbuka. Jika mau ke toilet maka tempat mandi yang terbuka. Intinya, jika kita mau ke kamar mandi, maka tirai di atas nakas di tutup dan lemari dibuka.

 
 
Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, salah satu alasan memilih hotel ini karena memiliki fasilitas kolam renang. Jadi keesokan harinya, setelah sarapan kami segera menuju kolam renang. Karena baru hujan jadi lantainya agak basah. Kolam renangnya sendiri bertema outdoor, setelah keluar dari lift kita melewati resto dan lounge untuk menuju ke kolam renang.








Di sekeliling kolam terdapat kursi-kursi rotan dan tempat bilas, di sisi lounge terdapat ruang ganti yang dilengkapi loker dan kamar mandi. Di loker juga telah disediakan handuk, jadi tidak usah bawa handuk dari kamar. Pemandangan dari kolam renang juga bagus, anak-anak langsung sorak-sorak bergembira saat mereka berenang lalu ada pesawat melintas di atasnya.  Kolam renangnya sendiri terdiri dari kolam anak dan kolam dewasa. Saat kami ke sana terdapat free 2 buah pelampung yang bisa digunakan bergantian dengan pengunjung lain.

Begitulah staycation ala-ala kami di Grand Edge Semarang, terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat. 

Hotel Grand Edge Semarang
Alamat: Jl. Sultan Agung No.96, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50252
Telepon: (024) 86010888




Kamis, 23 Mei 2019

Star Hotel Semarang: Menginap dan Menikmati Sensasi Berenang di Kolam Renang Terbuka Tertinggi di Indonesia


Assalamualaikum..

Masih di pengalaman perjalanan bulan Januari. Setelah menginap di Patra Hotel Semarang, kami melanjutkan menginap di Star Hotel. Sengaja kami pindah hotel untuk mendapatkan suasana dan pengalaman baru. Dan karena anak-anak sukanya main air, jadi suami cari referensi hotel dengan fasilitas kolam renang, dan akhirnya menjatuhkan pilihan ke Star Hotel. Hotel ini yang paling terasa ribetnya adalah masalah lokasi dan area parkir. Parkirannya agak sempit, staff nya kurang sehingga agak repot mencari tempat parkir di basement.


Kami tiba di hotel menjelang maghrib, begitu memasuki area hotel, 2 staff langsung datang dan membantu membawakan barang-barang. Selagi suami parkir kendaraan di basement, saya, anak-anak dan ibu mertua menunggu di lobby. Tidak jauh dari tempat kami duduk, mengalun merdu alunan piano diiringi rintik-rintik hujan menyambut malam. Sebelumnya kami memesan kamar di Superior Room dengan rate Rp. 365,303 di Traveloka tanpa sarapan. Selepas chek-in, kami lalu menuju kamar yang kami tempati di lantai 15. Hotel ini memiliki 30 lantai, dengan kolam renang di lantai 30. Hotel yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah pada 12-12-2012 ini  mendapatkan penghargaan oleh  Museum  Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kolam renang terbuka tertinggi  di hotel Indonesia. Hotel ini memiliki empat tipe kamar yaitu superior, deluxe, suite dan junior suite.


. Dari lobby utama, kita menuju ke lift. Interior hotel bernuansa modern dan minimalis dengan dominan warna gelap. Kamar yang kami tempati tipe Superior, saat kami masuk ternyata kamarnya tidak terlalu luas. Kamar mandi ada di sebelah kanan pintu, dan lemari di sebelah kiri. Terdapat dua single bed, masing-masing bed dilengkapi sebuah bantal dan bantal sofa kecil. Diantara tempat tidur terdapat meja kecil berlaci. yang dilengkapi lampu baca dan juga colokan listrik. Di laci meja disediakan Al-Quran. Untuk keluarga kecil sebenarnya kamar ini cukuplah untuk sekedar menginap, tapi untuk shalat susah. Arah kiblat ke sudut ruangan sementara space yang tersedia sempit sekali, antara tempat tidur dan meja. AC dalam kamar juga agak 'berisik'. Di depan tempat tidur  terdapat layar tivi dan work desk 

  
Star Hotel terletak di jantung kota Semarang Selatan. Star Hotel sendiri adalah hotel berbintang 4 yang berlokasi di Jl. MT. Haryono No. 972 Lamper Kidul Semarang. Hotel ini berada tida jauh dari pusat kota Semarang, bahkan kita hanya perlu jalan kaki untuk sampai ke Java Supermall. Dari kamar terlihat langsung pemandangan di bawah. Bagaimana rasanya menginap di lantai 15. Kata ibu mertua, ''merinding''. Tapi buat saya dan anak-anak seru, bisa lihat pemandangan di Semarang Selatan dari balik jendela kaca. Apalagi saat itu sedang hujan gerimis, tampak kendaraan berlalu lalang dan kerlap kerlip lampu malam di balik jendela yang berkabut.

Pemandangan saat malam

Pemandangan saat pagi

Fasilitas kamar mandi juga lengkap.Tersedia toiletries, shower dengan air dingin dan hangat, tempat sampah dan hairdyer, sayangnya handuk yang tersedia agak kurang bersih dan agak apek. Bath up tersedia di kamar suite saja. Di kamar mandi juga tidak tersedia keran, sehingga bisa memanfaatkan jet shower atau wastafel untuk wudhu.



Karena sudah lelah setelah aktifitas seharian, malamnya kami langsung nyenyak tidur. Pagi hari, saat membuka gordyn, langsung bisa menikmati pemandangan Semarang di pagi hari.

Rencananya pagi ini kami ingin ke Sky Swimming Pool yang menjadi kelebihan hotel ini. Menurut informasi dari internet, kolam renang ini kadang juga dipakai untuk acara ulang tahun atau pernikahan. Tema outdoor, berada di ketinggian didukung view yang bagus memang bisa menjadi pilihan untuk sebuah acara yang menarik.  Namun kapasitasnya sekitar untuk 300 tamu saja.
 
 
Setelah jalan-jalan di kolam renang, kami mengantar ibu ke terminal karena akan kembali ke Jepara, setelah itu kami memilih sarapan di luar hotel menikmati soto Semarang yang khas itu.

Sekembalinya ke hotel, saya, suami dan anak-anak segera ke Sky Swimming Pool, dan ternyata di sana sudah ramai pengunjung. Baik di kolam renang maupun di  Sky pool bar. Sky Swimming Pool terdiri dari kolam renang anak dan dewasa. Anak-anak langsung nyemplung ke kolam, suami langsung ke kolam dewasa, meski sudah ada kolam khusus anak tetaplah anak-anak harus dalam pengawasan orang tua. Saya mengawasi anak-anak sambil bersantai di Sky pool bar, eh ternyata saya tidak sendirian. Ada seorang ibu yang juga sedang menunggui putranya berenang. Saya pun berkenalan dengan Bu Kusuma dari Surabaya, dan putranya yang bernama Putra. Putra juga sempat berenang bersama Isya, Himda dan Navid. Menurut Bu Kusuma, jika ada kekurangan di kamar hotel kita bisa minta pindah kamar ke resepsionis.



Sky Swimming Pool ini cocok untuk menikmati kebersamaan bersama keluarga.  Anak-anak suka banget main air dan berenang, meski kolam renangnya di lantai atas, kita tida perlu takut jatuh. Ada pengaman di pinggir kolam, selain itu ada juga spot untuk foto-foto.

Setelah berenang, kita kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk check-out. Ternyata ada barang yang kami butuhkan, sehingga kami turun menuju Java Mall berada tidak jauh dari hotel. Di depan hotel terdapat penjual makanan snack, berderet berbagai toko, enak banget buat jalan-jalan atau sekedar kulineran. Hotel lumayan ramai dengan tamu saat kami menginap. Sebagai hotel bintang 4, rate kamar yang kai tempati sekitar 400 ribuan per malam. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pengalaman menginap di hotel yang menawarkan view  di ketinggian ini benar-benar berkesan untuk kami sekeluarga. Anak-anak sangat menikmati berenang di Sky Swimming Pool nya, dan lokasinya yang strategis cukup memudahkan untuk kami melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya.

Star Hotel Semarang
Jl.MT.Haryono No.972-974
Semarang – Jawa Tengah
Telp: +62 24 8644 8888, +62 24 8644 8889
Fax: +62 24 8644 8899
Website: www.starhotelsmg.com