Selasa, 24 Februari 2015

Bazaar Online: Rumah Busana Aliyah Story

Bisnis fashion busana muslim yang selalu berkembang membuat saya mulai mencoba bisnis Online dan pada 08 November 2013 Fan Page Rumah Busana Aliyah pun berdiri.  Dan mulai Januari 2014, Rumah Busana Aliyah juga ada di Tokopedia untuk mempermudah transaksi online dan menambah kepercayaan customer.

Rumah Busana Aliyah menyediakan berbagai gamis, tunik, jilbab dan aksesoris dari brand ternama seperti Al Madani, Aufa, Azka, Azkasyah, Clover Clothing, Dayyan Clothing, Dzikr Clothes, Esme, Florania, Faico, Faira, Jeehana, Keiia, Kuru Kids, Larasati, Lentik, M-Covered, Moon Hijab, Moslema, Mybamus, New Najla, Nuhijab, Numeta, Nurrin, Osmoes, PN Fashion, Polite, Qirani, Queena, Razita, Rima, Salfaz, Shejab, Thaluna, Tuneeca, Zelia dan Zenitha.

Masing-masing brand memiliki ciri khas masing-masing seperti model, harga dan jenis kain yang digunakan. Ada barnd yang menyediakan gamis, tunik dan jilbab seperti Florania, Moon Hijab, Jeehana, Clover Clothing, M- Covered, Mybamus, Nuhijab dan Shejab. Nuhijab, Shejab, Clover Clothing termasuk brand yang rajin mengeluarkan koleks-koleksi terbarunya, dalam sebulan bisa mengeluarkan beberapa model terbaru. Ada juga beberapa produk yang mengeluarkan koleksi terbaru sebulan sekali.
Brand yang fokus di gamis dan tunik seperti Tuneeca, Zelia, Mezora, Zenitha, PN Fashion, Al Madani, Azka, Azkasyah, New Najla, Numeta, Nurrin, Queena, Razita, Rima dan Salfaz.

Aneka tutorial dari produk Jilbab Nuhijab

Koleksi terbaru dari PN Fashion 'Februari 2015'

Sarimbit Keluarga juga banyak pilihannya lho :)

Banyak pilihan untuk anak

 Aneka pilihan mukena

 Aneka pilihan baju koko

Sedangkan untuk penggemar gamis kaos atau atasan berbahan kaos, ada di merk Dayyan clothing, Dzikr Clothes, Polite dan Qirani. Untuk anak-anak juga ada kaos muslim yang lucu dari Aufa, Dzikr Clothes, dan Kuru Kids. Banyak juga pilihan mukena dari Florania dan Jeehana. Bagi yang suka tampil sarimbit bersama pasangan, Lentik, New Najya, Al Madani dan Larasati bisa menjadi pilihan yang tepat.

Salah satu dari koleksi Tuneeca terbaru' Ogoh-Ogoh Papatai'

Tunik Annata dari Florania ini sempat menjadi best seller lho sampai harus restok :)

Yang terbaru dari Clover Clothing ' New Gamis Paloma'

Selain model yang bervariasi, harga tiap model dan merk juga bervariasi. Untuk harga tertinggi dari koleksi Tuneeca. Hal ini dikarenakan koleksi Tuneeca yang limited edition, dan kainnya pun bagus dan tebal. Sedangkan untuk putri kita yang sholihah, ada banyak pilihan jilbab, piyama, mukena, setelan tunik dan gamis anak dari Thaluna yang cantik. 

Untuk pembelian produk Tuneeca, PN Fashion dan Calosa, saya memberi diskon 10% per item, atau diskon free ongkir untuk pembelian 3 pcs atau lebih. Tiap produk memiliki size pack untuk memudahkan customer memilih baju dengan ukuran yang sesuai. Sebelum membeli, bisa juga tanya-tanya dulu melalui inbox, sms atau wa. Insyaallah saya berusaha untuk merespon dengan cepat. Namun, sebagai manusia biasa, saya minta maaf jika low response karena kewajiban utama saya sebagai istri dan ibu yang tentu mesti lebih diutamakan.

Mengelola bisnis online memberi saya banyak ilmu dan pengalaman baru, mendengar kabar order sudah sampai dan ukurannya pas, tidak kebesaran dan kekecilan, sungguh membuat saya lega dan bahagia. Karena pernah ada customer yang 2 kali retur karena bajunya kekecilan meski saya telah mencoba menerangkan size pack produk tersebut. Ada juga customer yang loyal pada brand tertentu dan selalu mengikuti model terbaru dari brand tersebut.

Bagi saya bisnis online maupun offline sama saja, sama-sama bermodal amanah. Jujur dalam bertransaksi agar tidak menimbulkan kekecewaan di salah satu pihak. Produk di Rumah Busana Aliyah selalu di update setiap saat, begitu ada model terbaru.  Ada model yang restock begitu barang habis tapi ada juga beberapa model yang no restock. Nah, buat yang berminat yuk mampir di Fan Page Rumah Busana Aliyah atau order melalui Tokopedia di Rumah Busana Aliyah.
Demikianlah sekilas tentang Rumah Busana Aliyah, semoga bisa membantu keluarga muslim mencari kebutuhan akan fashion dan busana muslim.

Tulisan ini disertakan dalam
Kontes Bazaar Online – Pamerkan Bisnismu bersama Ladaka Handicraft dan Layana Shop.



Sabtu, 21 Februari 2015

Memaksimalkan Proses Belajar di Rumah

 Suatu ketika, saat mengobrol dengan tetangga saat kami sedang menyetor sampah kering di Bank sampah, ada seorang ibu yang bercerita, anaknya sudah tak sempat mengaji karena mengikuti banyaknya les baik di sekolah  maupun les tambahan di luar sekolah. Tidak semua sekolah seimbang dalam ilmu agama dan dunia, namun karena kedua anak saya masih balita, saya ingin mengawali proses pendidikan mereka dengan pengenalan pada Al-Qur'an sedini mungkin.

Di Komplek perumahan tempat saya tinggal berdiri TPQ dengan metode Qiroati. Jadwal mengaji hari Senin hingga Jumat sehabis Ashar. Saat bulan Ramadhan, TPQ libur karena diganti pengajian Ramadhan untuk anak-anak. Saat awal kepindahan kami ke sini pada awal tahun 2014, Isya belum mau ikut mengaji di TPQ, Baru pada bulan Ramadhan ia mau mengaji TPQ. Tapi karena di Wonosobo sore hari sering hujan, kadang Isya tidak masuk dan lama kelamaan malas berangkat ke TPQ.

Di sekolah, Isya mengikuti pelajaran tambahan. Sekolah menggunakan metode Yanbu'a, seminggu dua kali hari Selasa dan Jumat. Jadi meski tidak mau berangkat mengaji di TPQ, Isya mengikuti pelajaran tambahan Yanbu'a di sekolah. Selain pesantren, di daerah kami TPQ juga berkembang pesat. Meski begitu, saya sering mendengar curhat beberapa ibu wali murid yang mengeluhkan anaknya, ada yang maunya mengaji di rumah, ada yang maunya mengaji di TPQ tapi tidak mau mengaji di rumah, ada pula yang belum mau mengaji dimanapun, baik di TPQ, di sekoah maupun di rumah. Usia balita seumuran Isya memang masih usia bermain, sehingga para orang tua harus memiliki taktik agar anak senang dan mau mengaji.

Karena Isya tidak mau mengaji di TPQ namun mau mengaji di rumah maka impian saya di tahun ini adalah memaksimalkan Proses Belajar di rumah. Saya ingin anak-anak melek baca Al-Qur'an sedini mungkin. Karena saya percaya, segalanya bisa dimulai dari rumah dan keluarga. Selain sebagai stimulasi juga untuk penyeimbang karena Isya dan Himda suka menonton film kartun di tivi. Selain itu, agar tidak sering menonton tivi, kami memakai VCD, membelikan Isya dan Himda kaset-kaset sholawat, belajar mengaji, dan doa-doa harian yang mudah dihafalkan anak. Lagu belajar huruf Hijaiyah dari Wafiq Azizah ini sangat bagus dan mudah dihafalkan. Selain itu Wafiq juga fasih melafalkan tiap hurufnya. Alhamdulillah Isya dan Himda sudah hafal meski ada beberapa huruf yang belum fasih.


Anak-anak sangat suka menyanyi. Sehingga metode pembelajaran untuk anak cocok dengan metode lagu. Selain belajar huruf hijaiyah dari Wafiq Azizah, Isya dan Himda suka sekali mendengar sholawat, beberapa sholawat yang mereka suka adalah sholawat dari Wafiq Azizah, Al Muqtashiddin, dan Ceng Zam-zam. Lagu sholatulloh dari Ceng zam-zam dan Rifa ini adalah favorite Himda. Kenapa sholawat?  Agar anak terbiasa bersholawat, mencintai Allah dan Rasulullah, dan juga memperhalus perasaan.

Sebuah impian pastinya dimiliki semua orang termasuk saya. Saya berharap anak-anak, Isya dan Himda bisa melek baca tulis Al-Qur'an sedini mungkin. Kini usia Isya 4,5 tahun, ia telah menyelesaikan Jilid 1 dan kini masuk Jilid 2. Jilid 2 sejumlah 43 halaman, idealnya kalau ia membaca 1 halaman per hari maka akan selesai selama 43 hari. Jumlah halaman tiap Jilid Kitab Yanbu'a bervarasi rata-rata 43 hingga 46 halaman. Jika tiap hari membaca perhalaman maka Jilid 2 sampai Jilid 6 bisa diselesaikan sekitar 225 hari. Jadi secara teori tahun 2015 ini Isya bisa menyelesaikan pelajaran baca tulis Al-Qur'an dengan Kitab Yanbu'a hingga Jilid 6. Namun, ternyata prakteknya seringkali menyimpang dari apa yang kami harapkan.

Seperti usia anak pada umumnya, Isya juga lebih suka bermain, ia suka metode menghafal dengan lagu, hanya mau mengaji dengan suka rela, tanpa paksaan, tanpa ancaman, tanpa bentakan. Meski hal itu sudah kami lakukan, tak jarang pada waktu mengaji ia sudah mengantuk, atau tengah sakit, atau dalam perjalanan, kita orang tuanya yang tidak fit, dan hal-hal lain yang membuat ia "libur" mengaji. Meski begitu, alhamdulillah seiring berjalannya waktu, ia makin menyadari bahwa dengan banyak mengaji ia akan lebih disayang Allah dan orang tuanya. Dengan segala kondisi, doakan ya semoga Isya bisa belajar baca tulis Al Qur'an semaksimal mungkin. Saya tidak mentarget akan dapat berapa jilid tahun ini, bagi kami yang penting anak-anak bisa istiqomah mengaji karena sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengamalkannya.


 Isya saat ikut lomba hafalan surat-surat pendek

Selain belajar baca tulis Al-Qur'an, Isya dan Himda juga belajar hafalan surat-surat pendek. Himda karena usianya baru 2,5 tahun baru dalam tahap dibiasakan mendengar. Pada bulan Muharram lalu, Isya mengikuti lomba hafalan surat pendek di pesantren Al-Asyariyyah yang terletak di depan sekolahnya. Lomba ini adalah bagian dari acara Haflah Khotmil Qur'an yang merupakan agenda tahunan pesantren tersebut. Sebenarnya untuk usia TK kecil seperti Isya, semua anak mengikuti lomba mewarnai. Lomba hafalan untuk TK besar, namun ibu guru mengijinkan Isya ikut. Alhamdulillah Isya mau dan berani. Yang diujikan surat An-nas hingga Al-Qoriah. Isya kalah, meski begitu kami bersyukur ia mau dan berani tampil berkompetisi. Semoga tahun ini Ia bisa mengikutinya dan hasilnya lebih baik dari tahun lalu. Mohon doanya, semoga tahun ini hafalan Isya semakin banyak, semakin fasih dan semakin baik.

Agar impian saya tidak menjadi mimpi belaka, saya berusaha mewujudkannya dengan mengatur jadwal mengaji Isya. Kami menyepakati jam mengaji selepas shalat maghrib, Isya belajar mengaji Yanbu'a lalu diteruskan mengaji hafalan surat-surat pendek. Untuk murojaah (pengulangan) Isya mengikuti pelajaran tambahan mengaji di sekolah 2 kali seminggu. Di sekolah ia masih jilid 1. Selain itu memperdengar murotal dan sholawat serta sering berdiskusi banyak hal dengannya juga menjadi bagian dari proses belajar di rumah yang kami lakukan. Seiring bertambahnya umur ia makin kritis, pernah ia bertanya,"Dimana Allah?" atau " Apa planet Mars ikut hancur kalau kiamat?" Ia juga sering minta dibacakan terjemahan surat yang sedang ia hafal sekaligus kadang menanyakan isinya yang ini berarti saya harus ekstra belajar lebih banyak. Himda mengikuti kakaknya, biasanya kalau kakaknya mengaji ia akan ikut-ikutan sampai ketiduran. Setelah itu kami memperdengarkan murotal sebagai pengantar tidur mereka.

Mohon doanya ya mba Evrina dan teman-teman, semoga impian saya tahun ini bisa tercapai, Isya dan Himda bisa melek baca tulis Al-Qur'an dan memiliki hafalan Al-Qur'an sedini mungkin untuk bekal mereka nanti di dunia dan akhirat. Amin.

Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu





Jumat, 20 Februari 2015

Mau Pergi, Jangan Lupa Bawa Ini


Tiap bepergian, saya selalu ribet nyari botol air. Yups, kemana-mana harus bawa minum apalagi kita berempat jago minum. Kalau ke sekolah, Isya biasanya bawa Tumbler/botol minum yang warna orange sampe warnanya mbladhus saking seringnya di cuci. Kalau jalan-jalan, kita juga selalu bawa minum, pernah berempat naik motor ke supermarket, tumbler di letakkan di laci motor, kalau saya bawa tas agak besar bisa dimasukkan ke tas tapi kalo bawa tas cangklong kecil ya kemana-mana saya jadi mesti ditenteng ini tumbler. Untung belum pernah ketinggalan.

Saat perjalanan jauh ke rumah orang tua di Purbalingga atau Jepara, saya bawa air minum pake botol air mineral ukuran 1,5 liter, nah si orange ini alih fungsi jadi gelas. Gak mungkin lah bawa gelas beling meski pake mobil. Pernah saking gugupnya mau berangkat silaturahmi, kita berangkat shubuh, saya gak tau kalau suami sudah bawa air minum yang 1,5 liter, nah dari pada kelamaan langsung deh saya samber TEKO. Mas suami kaget, eeaaa ini teko kok masuk mobil segala apa gak tumpah? Lah di jalan, ternyata yang kepake air minum yang pake botol 1,5 liter. Lebih praktis nuangnya, utuh deh isi teko sampe kita balik lagi ke rumah.

Pas jalan-jalan, kalau bawa air dari rumah kita bisa istirahat dulu, anak-anak bisa minum dulu tanpa pusing nyari warung/toko. Selain mesti bawa air biasanya tiap jalan-jalan saya juga nyiapin bekal makanan, biar irit gitu gak usah jajan atau ngurangi badget buat jajan di luar. Tapi bawa bekal makanan atau engga, tiap mau pergi selain bawa barang wajib kayak dompet, ponsel, powerbank, yang ini mesti gak boleh lupa. Selain itu, biasanya saya sering nyuapin anak-anak di mobil, otomatis harus bawa air minum. Malah kalo kita jalan-jalan outdoor seperti ke Perkebunan Teh Tambi (cerita bisa dibaca disini), saya malah cuma bawa botol minum. Tas di ditinggal di bagasi motor.

Saya punya 6 botol minum dengan ukuran yang berbeda dari 250 ml sampai 600 ml. Ada yang beli, dikasih kakeknya anak-anak, ada juga yang hadiah Giveaway. Ada yang dilengkapi sedotan, ada yang tidak. Pengalaman saya sih, semua cocok untuk air putih, tapi untuk botol minum dengan sedotan, kurang cocok diisi air teh atau jus buah. Sisa teh atau jus yang menempel mungkin bisa di bersihkan di botol tapi cukup sulit di sedotan.

Ukuran juga mempengaruhi, kalau tumbler yang orange dan angry bird karena lebih ramping jadi muat masuk di laci motor atau kantong tas Isya dan Himda, tapi tidak untuk tumbler owl (biru dan pink) karena botolnya lebih gendut. Selain itu, beberapa tumbler dilengkapi tali agar bisa di bawa anak-anak, sayangnya Isya dan Himda jarang mau bawa.

Membawa air minum kemanapun pergi memang bikin sehat dan tidak dehidrasi, kekurangannya kemungkinan bocor di tas. Pernah sekali di perjalanan ke sekolah celana seragam Isya basah, ternyata tanpa saya ketahui botol minumnya bocor membasahi tas dan celananya. Saat menjemput Isya di sekolah, saya juga pernah menjumpai tas dari salah seorang murid yang basah karena botol minumnya tumpah, membasahi bekal makanan dan buku-buku. Meski pabrik telah mendesain tutup yang rapat untuk mencegah kebocoran, tapi tetap saja harus hati-hati, tidak lupa menutup botol rapat-rapat, dan meletakkannya dengan benar dimanapun tempatnya. Jadi, setiap kita mau pergi, suami selalu mengingatkan,"sudah bawa minum?"


538 kata.

Tulisan ini diikutsertakan dalam  
1st GA - Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan


Rabu, 04 Februari 2015

Ayo Melek Gizi, Untuk Anak Indonesia Sehat, Cerdas dan Berkualitas

Karnaval Ayo melek gizi (foto: FP Nutrisi Untuk Bangsa)
Program ‘Ayo Melek Gizi’ Sarihusada dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti AMG Connect (Ayo Melek Gizi - Community & Nutrition Education Center), program kerjasama antara Sarihusada dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dalam mengembangkan sebuah fasilitas pendidikan gizi bagi masyarakat; Ayo Melek Gizi Goes to Community Center, program dimana Sarihusada mengajak seluruh karyawan turun langsung mengedukasi ibu-ibu di pusat-pusat komunitas mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat; serta Ayo Melek Gizi – Learning for All, program pendidikan gizi seimbang bagi seluruh karyawan Sarihusada yang terbagi dalam tiga level yaitu AMG Advocates, AMG Experts, dan AMG Ambassadors. - See more at: http://www.dancommunity.com/news/2015/02/sarihusada-gelar-karnaval-ayo-melek-gizi#sthash.3IjYBiPY.dpuf

Sebagai ibu dari 2 balita, saya masih terus belajar memilih dan mengolah makanan yang baik, halal dan bergizi untuk Isya dan Himda. Bagaimana tidak, masa pertumbuhan anak sejak dalam kandungan hingga 5 tahun pertama kehidupannya, masalah gizi menjadi hal penting juga merupakan investasi kesehatan untuk masa depannya kelak. Sehingga untuk mereka saya berusaha memberi ASI dan makanan yang bergizi untuk menunjang tumbuh kembangnya.Selain itu sebagian organ masih berkembang sampai usia 2-3 tahun, seperti otak.
Program ‘Ayo Melek Gizi’ Sarihusada dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti AMG Connect (Ayo Melek Gizi - Community & Nutrition Education Center), program kerjasama antara Sarihusada dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dalam mengembangkan sebuah fasilitas pendidikan gizi bagi masyarakat; Ayo Melek Gizi Goes to Community Center, program dimana Sarihusada mengajak seluruh karyawan turun langsung mengedukasi ibu-ibu di pusat-pusat komunitas mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat; serta Ayo Melek Gizi – Learning for All, program pendidikan gizi seimbang bagi seluruh karyawan Sarihusada yang terbagi dalam tiga level yaitu AMG Advocates, AMG Experts, dan AMG Ambassadors. - See more at: http://www.dancommunity.com/news/2015/02/sarihusada-gelar-karnaval-ayo-melek-gizi#sthash.3IjYBiPY.dpuf

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 memperkirakan prevalensi balita gizi buruk dan kurang di Indonesia mencapai 19,6%, meningkat dibandingkan dengan data Riskesdas tahun 2010 yang sebesar 17,9% dan data Riskesdas tahun 2007 sebesar 18,4%. Mengapa hal ini bisa terjadi padahal Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik namun sayangnya masih memiliki masalah persoalan gizi pada anak.

Menurut Depkes RI (2008), gizi buruk adalah suatu keadaaan kurang gizi tingkat berat pada anak berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) < -3 standar deviasi WHO-NCHS dan atau ditemukan tanda-tanda klinis marasmus, kwashiorkor dan marasmus kwashiorkor. Beberapa pengertian gizi buruk menurut  Depkes RI (2008) adalah sebagai berikut :
  • Gizi buruk: adalah keadaan kurang gizi tingkat berat pada anak berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) <-3 SD dan atau ditemukan tanda-tanda klinis marasmus, kwashiorkor dan marasmus-kwashiorkor.
  • Marasmus: adalah keadaan gizi buruk yang ditandai dengan tampak sangat kurus, iga gambang, perut cekung, wajah seperti orang tua dan kulit keriput
  • Kwashiorkor: adalah keadaan gizi buruk yang ditandai dengan edema seluruh tubuh terutama di punggung kaki, wajah membulat dan sembab, perut buncit, otot mengecil, pandangan mata sayu dan rambut tipis/kemerahan.
  • Marasmus-Kwashiorkor: adalah keadaan gizi buruk dengan tanda-tanda gabungan dari marasmus dan kwashiorkor
Terdapat sebuah model yang dikembangkan Unicef tahun 1990, untuk mengurai faktor penyebab gizi buruk ini (Soekirman, 2000). Dengan model tersebut, penyebab masalah gizi dibagi dalam tiga tahap, yaitu penyebab langsung, penyebab tidak langsung dan penyebab mendasar.
  1. Terdapat dua penyebab langsung gizi buruk, yaitu asupan gizi yang kurang dan penyakit infeksi.
  2. Terdapat 3 faktor pada penyebab tidak langsung, yaitu tidak cukup pangan, pola asuh yang tidak memadai, dan sanitasi, air bersih/ pelayanan kesehatan dasar yang tidak memadai.
  3. Penyebab mendasar/akar masalah gizi buruk adalah terjadinya krisis ekonomi, politik dan sosial termasuk bencana alam, yang mempengaruhi ketersediaan pangan, pola asuh dalam keluarga dan pelayanan kesehatan serta sanitasi yang memadai, yang pada akhirnya mempengaruhi status gizi balita.
Sedangkan berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam upaya penanggulangan masalah gizi buruk menurut  Depkes RI (2005) dirumuskan dalam beberapa kegiatan berikut :
a.    Meningkatkan cakupan deteksi dini gizi buruk melalui penimbangan bulanan balita di posyandu.
b.    Meningkatkan cakupan dan kualitas tata laksana kasus gizi buruk di puskesmas / RS dan rumah tangga.
c.    Menyediakan Pemberian Makanan Tambahan pemulihan (PMT-P) kepada balita kurang gizi dari keluarga miskin.
d.    Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan asuhan gizi kepada anak (ASI/MP-ASI).
e.    Memberikan suplemen gizi (kapsul vitamin A) kepada semua balita

Sayangnya masalah ini seperti belum menjadi masalah yang serius. Hari Gizi Nasional yang diperingati pada hari minggu lalu tanggal 25 Januari 2015,nyaris seperti hari biasa. Data Global Nutrition Report (2014) menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara yang memiliki masalah gizi yang kompleks. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya prevalensi stunting, prevalensi wasting, dan masalah gizi lebih.

Obesitas sentral merupakan kondisi sebagai faktor risiko yang berkaitan erat dengan beberapa penyakit kronis. Obesitas sentral adalah bila laki-laki memiliki lingkar perut lebih dari 90 cm, atau perempuan dengan lingkar perut lebih dari 80 cm. Secara nasional, prevalensi obesitas sentral pada 2013 adalah 26.6%, lebih tinggi dari prevalensi pada 2007 (18,8%).

Adapun masalah stunting atau pendek pada balita ditunjukkan dengan angka nasional 37,2%.
Masalah gizi memiliki dampak yang luas, tidak saja terhadap kesakitan, kecacatan, dan kematian, tapi juga terhadap pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dengan produktivitas optimal. Kualitas anak ditentukan sejak terjadinya konsepsi hingga masa balita. Kecukupan gizi ibu selama hamil hingga anak berusia di bawah 5 tahun, serta pola pengasuhan yang tepat, akan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul. Perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat dan lintas sektor untuk menanggulangi permasalahan gizi di negeri ini. Termasuk diantaranya dukungan dari Sari Husada melalui Karnaval Ayo Melek Gizi.




foto-foto dari FP Nutrisi untuk bangsa

Pada Hari Gizi Nasional (HGN) 2015 ini, tema yang diusung oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan adalah Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi.
Untuk memeriahkan HGN 2015, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) bersama dengan berbagai komunitas peduli gizi, menggelar Karnaval Ayo Melek Gizi, di Silang Barat Daya Monas Jakarta, Minggu (25/1/2015). Tujuannya untuk mendukung peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan gizi seimbang dan pola makan sehat.
Karnaval yang dibuka Heppy Farida Djarot, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta, dan Presdir Sarihusada Olivier Pierredon itu, menampilkan berbagai kegiatan yang diikuti lebih dari 400 peserta. Karnaval ini menempuh rute Monas-Bundaran HI. Selain itu ada edukasi dan konsultasi gizi, ada juga demo masak makanan sehat.

Presdir Sarihusada Olivier Pierredon menuturkan Karnaval Ayo Melek Gizi ini merupakan bagian dari program kampanye Ayo Melek Gizi, dalam berpartisipasi meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia, melalui edukasi gizi seimbang, serta pentingnya gizi di awal kehidupan.
Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada, mengatakan melalui Karnaval Ayo Melek Gizi, Sari Husada mengajak masyarakat turut mengampanyekan pentingnya pengetahuan tentang gizi kepada masyarakat dalam bentuk yang unik dan menghibur.

Karnaval ini menampilkan parade sepeda onthel yang dihias dengan bahan pangan sumber gizi, parade ondel-ondel berhias kostum gizi (buah dan sayur), parade kostum buah dan sayur, serta dimeriahkan juga oleh parade musik tradisional.
Selain itu juga ada cara mengolah makanan sehat dan bergizi melalui demo masak makanan sehat, yang dibawakan oleh Chef Muto, host program televisi KungFu Chef.

Chef Muto (foto: FP Nutrisi untuk bangsa)

yang dibawakan oleh Chef Muto, host program televisi ‘KungFu Chef’. Masyarakat juga bisa ikut program edukasi dan konsultasi gizi di lokasi acara. - See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/karnaval-ayo-melek-gizi-sarihusada/#sthash.FqEd4EvX.dpuf
yang dibawakan oleh Chef Muto, host program televisi ‘KungFu Chef’. Masyarakat juga bisa ikut program edukasi dan konsultasi gizi di lokasi acara. - See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/karnaval-ayo-melek-gizi-sarihusada/#sthash.FqEd4EvX.dpuf
Karnaval melek gizi dan Hari Gizi Nasional, mengingatkan Indonesia bahwa sudah seharusnya anak-anak Indonesia mendapat gizi yang cukup untuk bekal masa depan mereka.Prof. Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, menuturkan makanan bergizi tidak selalu mahal. Terpenting adalah makanan yang mengandung zat gizi seimbang, meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
Serunya acara Karnaval Ayo Melek Gizi juga bisa kita lihat dalam video berikut ini.


 Sejak dicanangkan 5 tahun lalu, kampanye "Ayo Melek Gizi" telah dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan, dan untuk pertama kalinya pada tahun ini diselenggarakan di momen Car Free Day di Jakarta dan melibatkan partisipasi berbagai anggota komunitas.

Program ’Ayo Melek Gizi’ Sarihusada dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti Ayo Melek Gizi - Community and Nutrition Education Center (AMG Connect ). Ada juga program kerjasama antara Sarihusada dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dalam mengembangkan sebuah fasilitas pendidikan gizi bagi masyarakat.

Melalui program Ayo Melek Gizi Goes to Community Center, Sarihusada mengajak seluruh karyawan turun langsung mengedukasi ibu-ibu di pusat-pusat komunitas mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat. Kemudian ada program Ayo Melek Gizi - Learning for All, yaitu program pendidikan gizi seimbang bagi seluruh karyawan Sarihusada yang terbagi dalam tiga level, yaitu AMG Advocates, AMG Experts, dan AMG Ambassadors
Program ‘Ayo Melek Gizi’ Sarihusada dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti AMG Connect (Ayo Melek Gizi - Community & Nutrition Education Center), program kerjasama antara Sarihusada dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dalam mengembangkan sebuah fasilitas pendidikan gizi bagi masyarakat; Ayo Melek Gizi Goes to Community Center, program dimana Sarihusada mengajak seluruh karyawan turun langsung mengedukasi ibu-ibu di pusat-pusat komunitas mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat; serta Ayo Melek Gizi – Learning for All, program pendidikan gizi seimbang bagi seluruh karyawan Sarihusada yang terbagi dalam tiga level yaitu AMG Advocates, AMG Experts, dan AMG Ambassadors. - See more at: http://www.dancommunity.com/news/2015/02/sarihusada-gelar-karnaval-ayo-melek-gizi#sthash.3IjYBiPY.dpuf
Program ‘Ayo Melek Gizi’ Sarihusada dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti AMG Connect (Ayo Melek Gizi - Community & Nutrition Education Center), program kerjasama antara Sarihusada dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dalam mengembangkan sebuah fasilitas pendidikan gizi bagi masyarakat; Ayo Melek Gizi Goes to Community Center, program dimana Sarihusada mengajak seluruh karyawan turun langsung mengedukasi ibu-ibu di pusat-pusat komunitas mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat; serta Ayo Melek Gizi – Learning for All, program pendidikan gizi seimbang bagi seluruh karyawan Sarihusada yang terbagi dalam tiga level yaitu AMG Advocates, AMG Experts, dan AMG Ambassadors. - See more at: http://www.dancommunity.com/news/2015/02/sarihusada-gelar-karnaval-ayo-melek-gizi#sthash.3IjYBiPY.dpuf

Untuk masa yang akan datang, Karnaval Melek Gizi juga bisa diperluas jangkauannya dengan memberi edukasi ke sekolah-sekolah dimana anak-anak juga perlu mengetahui makanan yang baik, bersih dan bergizi sehingga bisa memilih dan memilah makanan sejak dini. Media, baik cetak maupun elektronik juga penting ikut bekerjasama memberikan informasi pada masyarakat tentang arti pentingnya gizi pada anak serta bahaya gizi buruk/kurang. Produsen makanan/minuman pun perlu kooperatif dalam menyampaikan informasi  boleh/tidaknya makanan/minuman tersebut untuk dikonsumsi anak-anak.
 Menyadari pentingnya kesadaran melek gizi Sebagai ibu, ada beberapa hal yang saya berusaha lakukan untuk menjaga agar anak mengkonsumsi makanan yang bergizi diantaranya:
- Memberi ASI eksklusif dan MPASI pada waktunya.
- Melatih kebiasaan membawa bekal ke sekolah. Selain lebih terjaga gizi dan kebersihannya, juga melatih anak belajar hemat.
- Membuat cemilan sendiri di rumah dengan melibatkan anak, sehingga ia belajar menghargai arti usaha, kerja keras, melatih kreatifitas, menjaga kebersihan dan mengenal makanan yang baik dan bergizi. Makanan rumahan seperti ice cream ubi ungu, puding buah naga, selain bergizi, juga enak dilidah anak.Kita bisa mengkreasikan aneka menu sesuai selera anak.
- Berkebun. Menanam buah/sayur di pekarangan rumah, baik dengan media tanah, pot maupun polybag. Anak bisa lebih mengenal buah dan sayur yang bergizi dan terbiasa berinteraksi dengan alam.
- Menjaga sanitasi. Makanan yang bergizi tak terasa manfaatnya jika tidak terjaga kebersihannya. Baik melalui menjaga kebersihan rumah, cara membersihkan dan mengolah makanan, termasuk melatih anak menjaga kebersihan melalui cuci tangan memakai sabun, mandi teratur dan gosok gigi.
- Selalu teliti membaca kemasan produk makanan, mengecek masa kedaluarsa, dan dan juga bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Minuman berenergi, makanan/minuman dengan pewarna, pengawet, pemanis buatan tidak baik untuk kesehatan anak.
- Selain memberi kan makanan bergizi, anak juga memerlukan kasih sayang, perhatian, pendidikan dan pola asuh yang tepat untuk jiwanya sehingga terbentuk anak yang sehat lahir dan bathinnya.

Karnaval Ayo Melek Gizi dan Hari Gizi Nasional 2015 menginatkan Indonesia bahwa gizi adalah masalah kita bersama, dengan gizi yang baik, maka anak Indonesia bisa terhindar dari gizi buruk dan tumbuh menjadi anak sehat, cerdas dan berkualitas.

Sementara itu, Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada, menjelaskan bahwa kegiatan Karnaval Ayo Melek Gizi ini menampilkan parade sepeda onthel yang dihias dengan bahan pangan sumber gizi, parade ondel-ondel berhias kostum gizi (buah dan sayur), parade kostum buah dan sayur, serta dimeriahkan juga oleh parade musik tradisional.
Parade yang diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai komunitas ini melintasi rute Monas menuju Bundaran HI dan kembali lagi ke Monas, dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat melihat dan berpartisipas secara langsung.
Selain itu, juga ditunjukkan demo cara-cara mengolah makanan sehat dan bergizi melalui demo masak makanan sehat yang dibawakan oleh Chef Muto, host program televisi ‘KungFu Chef’. Masyarakat juga bisa ikut program edukasi dan konsultasi gizi di lokasi acara.
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/karnaval-ayo-melek-gizi-sarihusada/#sthash.GfnUdNb2.dpuf
sumber referensi:
http://nutrisiuntukbangsa.org/karnaval-ayo-melek-gizi-sarihusada/
http://www.indonesian-publichealth.com/2014/07/penyebab-dan-dampak-gizi-buruk.html
http://lifestyle.bisnis.com/read/20150125/106/394910/hari-gizi-nasional-2015-ini-tantangan-indonesia
http://sp.beritasatu.com/home/sarihuda-ajak-masyarakat-melek-gizi/76015