Rabu, 27 Mei 2015

WARNA - WARNI WISATA DI SLEMAN

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. DIY memiliki empat kabupaten dan satu kota madya. Sleman merupakan kabupaten yang paling tersohor kekayaan potensi wisatanya. Dari utara menelusur sampai ke barat tersebar beraneka ragam atraksi wisata yang seakan tak habis seminggu penuh untuk disambangi. Gunung Merapi yang menantang, candi Hindu dan Budha yang menjulang, sawah menghijau mengelilingi desa, hingga berbagai upacara adat yang sakral nan berbudaya, semuanya dapat dijumpai di Sleman.

Riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahm Basya, dosen matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah tentang kajian" Indonesia Negeri Saba" diantaranya Nabi Sulaiman As meninggalkan negeri bernama Sleman di Yogyakarta. Ada pula yang menyebutkan bahwa Sleman berasal dari kata nama pendakwah pertama di Tlatah Mataram yang sekarang dinamakan Sleman yaitu Sayyid Sulaiman Mojo Agung bin Abdul Wahhab Basyaiban, adapula yang menyatakan Sleman berasal dari Saliman. Liman berarti gajah. Dahulu, wilayah ini masih berupa hutan. Wallahu a'lam. Allah Maha Mengetahui. Yang jelas di daerah ini banyak pilihan objek wisata yang menarik untuk dikunjung. Saat ini wisata alam mendapat banyak perhatian dari wisatawan karena penuh tantangan sekaligus menikmati pemandangan alampengunjung refresh saat kembali ke daerah asal. Wisata alam yang menarik di Sleman ini diantaranya:

1. Wisata Alam bersama Jepp Willys Kaliurang


Bila anda memasuki wisata kaliurang anda akan di sambut dengan Jeep Willys yang nongkrong di terminal Tlogo Putri yaitu Lava tour atau wisata lahar Merapi menjadi wahana wisata baru di kawasan lereng Gunung Merapi Yogyakarta pasca erupsi Merapi 2010 lalu. Bekas tempat amukan awan panas di mana menewaskan kurang lebig 26 orang termasuk juru kunci Mbah Maridjan. Wisatawan dapat menikmati sisa-sisa kedahsyatan gunung teraktif di Indonesia ini.
Bukan hanya suasana alamnya yang cantik juga panorama yang memikat banyak pengunjung lokal ataupun mancanegara, setelah erupsi Merapi 2010 lalu warga kaliurang membuat fasilitas transportasi menggunakan kendaraan jeep yang biasa di sebut dengan Jeep Wisata Willys. Wisatawan dapat menyusuri kawasan yang pernah dihantam erupsi Merapi.
Tentu berbeda ketika jalan-jalan sendiri dengan sepeda motor atau mobil pribadi, perjalanan lebih berkesan dengan Jeep Willys dan ada tempat tempat yang asyik menuju tempat lokasi yang bisa di bilang menyenangkan dan seperti berpetualang. Banyak wisatawan terkesan dengan lava tour Jeep Willys rasa penasaran dan berkesan dengan kondisi daerah-daerah di lereng Merapi pascaerupsi Merapi di tambah dengan menggunakan transportasi yang lain dari yang lain.
2. Sinolewah, Wisata Kemah
 sumber: Yogyatrip
Salah satu wisata yang bisa membuat badan dan pikiran kita fresh adalah berkemah. Di Yogya ada pilihan tempat berkemah yang layak anda coba. Yaitu di Dusun Senolewah, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Tempat ini persis di lereng gunung merapi sebelah selatan (850 m dpl). Wisata kemah anda akan semakin mengasyikkan karena didukung pemandangan yang yang sangat indah, udara alami dan sejuk, pepohonan pinus. Di sini anda akan berkemah diantara pohon sengon, sambil menikmati puncak Gunung Merapi, berburu  susu sapi perah.
 sumber: YogyaTrip

Jika anda tidak hanya menginginkan kemah saja maka anda juga bisa memanfaatkan berbagai fasilitas lain, seperti outbond and training. Area ini dapat menampung sekitar 1000 orang,  tempat mudah dijangkau, keramahan warga. Untuk mendukung hal tersebut juga tersedia berbagai sarana yang mampu menjadikan acara anda lebih atraktif. Didukung dengan permaianan air, ketangkasan, maupun acara santai.
Fasilitas pendukung:
-    dapur umum,
-    penerangan luar dan dalam,
-    35 kamar mandi dengan air yang melimpah ruah.
-    pendopo (dapat dipergunakan sebagai ruang pertemuan)


Harga tiket masuk:
1.    Sekedar berkeliling: Rp. 3.000
2.    Untuk berkemah (Rp. 15.000,- sampai dengan Rp. 20.000/peserta harga bisa dinego)


Cara menuju perkemahan Sinolewah:
1. Dengan kendaraan umum: dari Yogyakarta naik bus jurusan Kaliurang  lalu turun di pertigaan Pakem kemudian naik colt berwarna kuning yang menuju arah senolewah, turun di Jalan kampung Sinolewah lalu berjalan kaki
2. Kendaraan pribadi dengan rute yang sama dengan di atas.


3. Wisata Alam di Naungan Gunung Merapi
Musim liburan segera tiba. Biasanya, Yogyakarta menjadi tujuan banyak keluarga untuk berlibur. Dari beberapa obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi, tak ada salahnya menikmati suasana lereng Merapi, baik siang maupun malam hari.

Jarum jam baru menunjuk pukul 06.48, tetapi sosok Gunung Merapi telah tampak begitu jelas. Kabut yang biasanya menyelimuti hilang berganti cuaca cerah. Sinar matahari pun menerobos sela-sela perbukitan kecil yang ada di kaki gunung dan perlahan mulai menghangatkan udara yang sebelumnya dingin menusuk kulit.

Di puncak, asap sulfatara tipis berwarna putih membubung tinggi. Semakin tinggi, asap yang keluar dari sela-sela kubah lava itu kian memudar tertiup angin yang kebetulan berembus ke selatan. Turun sedikit dari puncak gunung berketinggian 2.986 meter dari permukaan laut (dpl) terlihat alur memanjang hulu Kali Gendol dan Kali Woro yang mengarah ke Kabupaten Sleman di Provinsi DI Yogyakarta dan Klaten di Jawa Tengah.

Alur Kali Gendol terkadang masih menjadi jalan luncuran awan panas skala kecil sisa erupsi tahun 2006 yang belum selesai. Demikian pula dengan ceruk bekas longsoran geger boyo juga masih terlihat jelas di antara kepulan asap sulfatara. Geger boyo atau punggung buaya itu sendiri adalah istilah untuk menyebut kubah lava 1906-1911 (sebelum erupsi 2006, geger boyo sempat menjadi penahan guguran lava dan awan panas ke arah selatan).

Agak ke bawah, hamparan material vulkanik yang terdiri atas bebatuan dan pasir;yang turun bersama awan panas 14 Juni tahun itu tampak menyerupai lahan gundul yang warnanya kontras dengan kawasan vegetasi di sekitarnya. Hamparan material itu menyebar luas, bahkan hingga kawasan obyek wisata Kaliadem yang berjarak sekitar empat kilometer dari puncak.

Saat erupsi tahun lalu, Kaliadem menjadi ujung terjauh dari terjangan awan panas. Kerusakan yang ditimbulkan juga cukup besar dengan korban tewas dua orang. Sekarang suasananya sudah jauh berbeda. Aktivitas masyarakat sudah berjalan seperti biasa. Beberapa perempuan setengah baya tampak berjalan kaki sambil membawa keranjang, berangkat mencari rumput hingga ke bukit-bukit kecil yang jaraknya 1 kilometer-2 kilometer. Sesekali celoteh dan tawanya terdengar riuh, berpadu dengan kicauan burung-burung khas Merapi yang tengah bertengger di dahan.Warga sini hampir 90 persen mencari rumput saat pagi dan pulang kembali pukul 11.00. Kalau tidak cukup, sorenya mereka akan kembali lagi ke gunung.


Menarik dikunjungi

Bencana memang telah berlalu meski itu belum berarti kondisinya sudah benar-benar aman. Akan tetapi, wisatawan yang penasaran dengan erupsi masih bisa menjumpai sejumlah "peninggalan" awan panas atau yang biasa disebut masyarakat setempat dengan istilah wedhus gembel. Selain tumpukan material, hal yang cukup menarik adalah bungker tempat perlindungan (tempat kedua korban meninggal akibat temperatur tinggi saat dievakuasi suhu material masih sekitar 400 derajat Celsius). Belasan meter ke arah timur dari bungker, wisatawan bisa melihat sisa-sisa bangunan warung makan dan minuman yang hancur diterjang material. "Awan panas juga menghancurkan beberapa bangunan lain. Dulu di sini ada pendopo besar, Gedung BPPT (Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi), musala, toilet, dan pos keamanan. Semua bangunan itu rata dengan tanah. Yang tersisa tinggal gazebo kecil di tepi Kali Gendol," ujar Sukijo (50), juga warga Kaliadem.

Di sebelah timur warung yang rusak, wisatawan bisa melihat alur Kali Gendol yang cukup lebar dengan kedalaman sekitar 50 meter. Pada musim hujan, Kali Gendol menjadi salah satu bagian paling menarik dari erupsi Merapi. Alur kali yang juga terisi material itu menjadi jalur aliran lahar dingin dari arah hulu.

Percampuran air hujan dan material vulkanik (erupsi sekunder) menimbulkan fenomena alam yang menarik, mulai dari bau belerang menyengat, kepulan asap kecoklatan sebagai hasil reaksi kimia, hingga hujan abu yang turun di sekitar kali. Memasuki musim kemarau seperti sekarang, fenomena itu jarang dijumpai. Yang ada hanya para penambang pasir.

Pemandangan malam dan alternatif

Menikmati Kaliadem sebenarnya tidak harus dilakukan siang hari. Pada malam hari pun suasananya sangat mendukung. Kalau sabar, pengunjung bisa melihat lelehan lava pijar berwarna merah kekuningan, sangat kontras dengan pekatnya malam.


Kalau tidak punya waktu yang cukup, wisatawan bisa membeli oleh-oleh berupa foto dokumentasi maupun rekaman cakram video kompak (VCD). Harganya Rp 15.000-Rp 20.000 untuk foto dan Rp 30.000-Rp 50.000 untuk VCD
Setelah puas di Kaliadem, wisatawan bisa mencari obyek wisata alternatif lain. Di sekitar Kaliadem terdapat beberapa obyek wisata yang mengandalkan keelokan alam, seperti alur Kali Kuning ataupun bumi perkemahan Wonogondang yang cukup asri.

Di Kali Kuning, wisatawan akan menjumpai hijaunya pepohonan pinus yang tumbuh di sepanjang alur kali. Di sepanjang alur itu terdapat beberapa titik yang memiliki pemandangan bagus dan biasa dipakai untuk kegiatan berbau alam, seperti out bond. Di kawasan ini juga terdapat banyak penginapan yang bisa disewa dengan harga murah, mulai sekitar Rp 30.000 per malam.

Salah satu titik yang menarik di alur Kali Kuning adalah daerah Plunyon. Selain dam, wisatawan dapat melihat aktivitas penambangan pasir secara tradisional. Banyak juga calon pengantin memanfaatkan keberadaan jembatan kecil berikut kondisi alamnya untuk sesi pemotretan.

Wisatawan yang ingin melakukan kegiatan berbau alam secara beramai-ramai juga bisa memanfaatkan Wonogondang yang mempunyai fasilitas cukup lengkap, mulai dari aula, toilet, hingga penerangan listrik.

Jika belum puas, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Kaliurang yang berada di sebelah barat Kaliadem. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati keindahan alam sembari beristirahat lebih nyaman karena terdapat lebih dari 200 hotel dan penginapan.

Kaliurang juga memiliki obyek-obyek menarik untuk dikunjungi, antara lain Tlogo Putri yang menyediakan pentas aneka potensi kesenian Sleman dari dangdut, band, keroncong, campursari, jathilan, dan masih banyak lagi.

Museum Ulen Sentalu yang berisi koleksi berbagai batik dan barang-barang dari keraton Yogyakarta dan Surakarta, serta gardu pandang di Pos Pengamatan Gunung Merapi.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, wisatawan juga bisa menikmati lezatnya makanan lokal khas Kaliurang, seperti jadah dan tempe atau tahu bacem. Makanan lain yang juga menarik adalah sate kelinci. Di Kaliurang, wisatawan juga bisa menemukan hotel bernama Vogels. Pengelola yang sekaligus ketua perhimpunan hotel dan penginapan Kaliurang ini memiliki program unik berupa tracking lava tour untuk melihat lava pijar dari dekat, tetapi aman.

"Kami akan mengantarkan wisatawan menuju tempat aman dan melihat lava dari jarak sekitar satu kilometer. Waktu tempuh perjalanan pergi-pulang sekitar lima jam. Berangkat dari hotel pukul 03.00 supaya masih bisa mendapati lava pijar. Kalau siang, lava itu tidak terlihat," ujar Christian Awuy, pemilik Hotel Vogels. Menurut dia, sebagian besar peserta lava tour adalah wisatawan asing. Saat aktivitas Merapi naik beberapa waktu lalu, peserta lava tour banyak diikuti oleh pemburu lava (lava hunter) profesional, seperti Olivier Grunewald, salah satu fotografer dan kontributor majalah National Geographic.

Akses transportasi

Untuk menuju beberapa obyek wisata yang lokasinya paling utara dari Provinsi DI Yogyakarta ini, wisatawan dapat menempuh beberapa cara. Untuk ke Kaliurang, wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi dengan jarak 27 kilometer dari Yogyakarta. Adapun untuk ke Kaliadem yang berjarak sekitar 35 kilometer lebih baik menggunakan kendaraan pribadi. Angkutan umum hanyalah mobil-mobil kecil yang jumlahnya sangat terbatas.
Keuntungan lain bila menggunakan kendaraan pribadi adalah lebih fleksibel. Wisatawan lebih mudah berpindah dari satu obyek ke obyek lain. Apalagi, antara Kaliadem, Kali Kuning, hingga Kaliurang, bisa ditempuh dalam satu rute jika menggunakan kendaraan pribadi.


Wisata Kuliner
Tak lengkap rasanya berwisata tanpa mencicipi kuliner setempat. Di Sleman, wisatawan dapat mencicipi aneka kuliner khas Sleman seperti:
Ayam Geprek


Ayam Geprek merupakan ayam goreng yang di beraikan sedemikian rupa sehingga teksturnya seperti ayam suir dan didampingi oleh sambel cabe rawit yng bener bener asik. Lokasinya di Jl. Palagan KM 8.5 kira kira 1 km di utara Hotel Hyatt,
Bakpia Djava

Bakpia Djava bisa kita temui di Jalan Laksda Adi Sucipto kilometer 8,5. Dengan lokasi yang lebih besar dari sebelumnya yakni mampu menampung 20 bus dan 10 mobil pribadi, selain itu toko ini juga dilengkapi puluhan toilet pria dan wanita. 

Lodho Ayam

Sesuai namanya, tak lengkap rasanya bila berkunjung kesini tanpa mencoba menu khasnya :  Lodho Ayam. Ayam kampung muda panggang ini disajikan dengan kuah santan gurih nan pedas. Nasinya ada dua pilihan : biasa dan gurih. Saran penulis, lebih mantap jika anda mencoba nasi gurihnya, plus dilengkapi dengan kremes.  Jika anda menginginkan, disediakan pula menu tambahan seperti urap sayuran, telur dadar, dll.Terletak pada pinggir Jl. Gito Gati yang cukup strategis, tempat makan unik khas Trenggalek ini mudah dijumpai, dan ramai pada saat jam-jam makan siang.

Soto Kadipiro

Soto Kadipiro pusatnya di di Jalan Wates dan ada beberapa cabang di Jogja. Yang di Jalan Sukoharjo Condong Catur, kira kira 300 meter di utara terminal, termasuk yang kecil.
Sate Kalipiro menyajikan soto ayam, dengan rasa yang gurih dan sedikit agak manis. Makanan sampingnya cukup beraneka seperti bacem tahu, pergedel, rempelo ati atau ayam. Sekali makan antara Rp. 10000 - Rp. 15000
Cuma itu aja? Masih banyak kok kuliner-kuliner nikmat yang bisa kita temui di Sleman. Selain wisata alam, Sleman juga punya wisata bangunan bersejarah yaitu candi seperti Candi Kalasan, Candi Boko, Candi Abang, Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ijo, Candi Prambanan, Candi Kedulan, Candi Sambisari, Candi Sari, dan Candi Sewu.

Masih bingung besok liburan kemana? Berwisata ke Sleman bisa menjadi destinasi wisaa yang seru buat kamu.



http://agro-online.blogspot.com
http://jeepwisatakalirangdelfi.blogspot.com/2012/04/berwisata-ria-bersama-jeep-willys.html 
http://yogyatrip.com/sinolewah-wisata-kemah-dan-outbond/

Selasa, 19 Mei 2015

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

Ini adalah tahun kedua kami mandiri, tidak ikut orangtua. Tempat kami tinggal tidak jauh dari lokasi suami bekerja. Isya, si sulung tahun ini akan naik TK besar dan adiknya Himda, tahun ini menginjak usia 3 tahun. Awalnya kami hanya menganggapnya bercanda saat Isya bilang,"Umi, kakak mau punya adik dua." Saat ini kami tengah menikmati tumbuh kembang mereka sampai kami tidak menyangka, Allah mengabulkan keinginan Isya, mau punya adik dua. Ini adalah pertama kali saya hamil di rumah sendiri, sambil mengasuh dua balita yang super aktif. Ternyata, masing-masing anak memiliki cerita yang berbeda sejak dalam kandungan hingga pertumbuhannya.

Bagi kami sendiri, memiliki keturunan adalah anugrah dan pengalaman yang luar biasa. Yang memiliki cerita suka dan duka sekaligus merupakan tanggung jawab yang besar mendapat amanah dari Allah untuk menjadi orang tua. Ketiga kehamilan saya memiliki cerita yang unik. Beda kehamilan, beda pula pengalaman indah yang saya alami.

Kehamilan Pertama: Perjuangan Luar Biasa Untuk Si Aktif yang Ceria

Begitu memasuki 7 bulan pernikahan, saya pun hamil. Saat itu saya masih bekerja sebagai karyawati di sebuah BUMN. Bersamaan dengan kehamilan pertama ini, suami mendapat rezeki beasiswa S2 sehingga beliau harus tinggal di luar kota dan saya tinggal bersama orang tua. Hamil pertama ditambah kondisi kerja yang sibuk membuat gejala morning sickness saya lumayan parah. Tiap pagi mual dan muntah. Tak tahan dengan bau sabun dan pasta gigi dan tak sanggup sarapan sehingga harus disuapi. Setiap pulang kantor saya masih muntah-muntah ditambah lagi saya tak bisa minum susu hamil merk apapun karena selalu memuntahkannya. Praktis, hanya mengandalkan dari makan sebisanya dan suplemen tambahan dari bidan. Karena berbagai pertimbangan, saya pun mengajukan resign di usia kehamilan 4 bulan dan menyusul suami. Kebetulan teman-teman beliau ada yang sedang hamil dan ada pula yang membawa serta keluarganya.

Sejak awal kehamilan, orang tua selalu mengingatkan agar saya tidak tidur pagi, meski mual-mual, tetap diusahakan bangun, dan jalan-jalan pagi agar janin sehat dan bersemangat. Saya juga dianjurkan untuk banyak berdzikir, bersholawat, bertadarus dan membaca Al-Qur'an Surat Yusuf dan Surat Maryam. Kami juga berusaha memperdengarkan murotal dan sholawat untuk si kecil dalam kandungan. Kebetulan kampus suami berada di kompleks pesantren di Wonosobo yang merupakan daerah pegunungan sehingga suasananya sangat nyaman dan mendukung untuk kehamilan pertama ini

Kami kembali di usia kehamilan saya menginjak kurang lebih 8 bulan. Ahmad Aisya Nurul Musthofa, putra pertama kami, lahir lebih awal dari HPL. Maju sekitar sebulan dari perkiraan. Dan kebetulan saat itu suami sedang di luar kota sehingga saya melahirkan di dampingi orang tua. Suami datang saat saya sudah kembali di rumah. Itupun beliau harus langsung kembali kuliah. Hari-hari pertama kelahiran Isya, lebih banyak didampngi orangtua karena saat itu suami tidak bisa meninggalkan aktivitasnya. Karena belum pengalaman, begitu lahir, saya tidak IMD dan  Isya diberi sufor begitu lahir. Ditambah banyaknya jahitan yang membuat saya lemah dan ASI yang belum keluar, Isya minum sufor di hari-hari pertama kelahirannya.

Baby Isya

Hal yang paling membuat saya belajar sabar adalah, baby Isya bangun pukul 23.00-04.00. Paginya dia tidur. Dan saya tak bisa dan tak boleh tidur. Ada mitos perempuan sehabis melahirkan tak boleh tidur sebelum dhuhur karena menyebabkan darah putih naik. Selain itu tamu-tamu juga sering datang menjenguk baby Isya. Dan meski dibantu orang tua, saya juga masih membereskan perlengkapan baby Isya sendiri. Otomatis hampir sehari semalam saya tak tidur, dan akhirnya jatuh sakit sebelum usia Isya mencapai 40 hari. Setelah itu di usia 2 bulan Isya terkena hernia. Dan karena kurang ASI di awal kelahiran, ia juga rentan sakit. Sehingga masa Batita, kami ekstra keras menjaganya. Di usia 15 bulan, setelah ia operasi hernia, dan ia bisa berjalan, Allah menghadirkan makhluk-Nya di rahim saya.

Kehamilan Kedua: Kehadirannya yang penuh Ketenangan dan Rasa Syukur.

Saat hamil kedua, Isya sudah sembuh dari Hernia dan sudah bisa berjalan. Ia sangat suka jalan-jalan sehingga membantu saya yang saat itu sedang hamil kedua. Morning sickness yang saya alami tidak separah kehamilan pertama. Meski masih tak suka susu hamil, saya berusaha memperbaiki asupan gizi melalui makanan yang bergizi  dan banyak makan sayur dan buah juga kelapa muda dan kacang hijau yang baik untuk ibu dan bayi. Begitu hamil trimester ketiga, saya menambah sari kurma dan madu sebagai suplemen tambahan. Selama kehamilan kedua ini, berat badan saya naik hanya sedikit karena masih mengurus Isya yang  kecil dan kadang masih harus digendong. Aliyah Himda Habibah,  lahir saat Isya berusia 2 tahun 1 bulan dan subhanallah ayahnya kembali mendapat rezeki beasiswa S3.
Baby Himda

Himda lahir di usia kehamilan lebih dari 41 minggu. Mundur dari HPL. Saat ke bidan saya sudah flek tapi belum terasa mulas. Begitu di cek, ternyata air ketuban sudah habis, saya langsung di infus dan dipacu dengan pil agar baby Himda bisa segera keluar. 3 jam kemudian lahirlah Himda dengan posisi ketuban habis dan terlilit tali pusar. Sehingga ia kami beri nama Himda, sebagai rasa syukur kami. Menurut bidan, jika tak segera keluar saya harus di caesar untuk keselamatan bayi. Alhamdulillah, kami selamat. Himda terlahir dengan persalinan normal. 

Tak ingin mengulangi kesalahan sebelumnya, sejak hamil saya sudah berpesan pada bidan untuk IMD. Dan begitu Himda lahir, saya langsung IMD. Berbeda dengan persalinan sebelumnya, kali ini saya melahirkan didampingi suami dan Kakak Isya, kebetulan orangtua sedang pergi sehingga tidak menunggui persalinan saya. Himda bayi yang tenang, sehat, dan jarang menangis. sampai sekarangpun ia anak yang tenang. Ia juga sehat karena full ASI sampai 2 tahun. Dan kini menjelang usia 3 tahun ia baru sekali ke dokter, jika sakitpun saya menggunakan obat tradisional. Daya tahan tubuhnya berbeda di banding Kakak Isya.

Kehamilan Ketiga: Sebuah Awal yang Indah

Bulan lalu, saya terlambat haid. Saya kira ini hanya telat biasa. Namun, perasaan saya mengatakan ada yang aneh dan setelah melihat test pack, hasilnya positif. Kami sempat tak percaya, saat ini usia Kak Isya menjelang 5 tahun, dan Himda menjelang 3 tahun. Kami sedang menikmati masa-masa membesarkan mereka yang sedang aktif-aktifnya. Kami pun segera cek ke bidan. Dari hasil USG, usia kehamilan saya kurang lebih 5 minggu, dan diprediksi saya akan melahirkan akhir tahun ini. 

Ini adalah kehamilan yang indah. Alhamdulillah saya tidak mengalami morning sickness seperti dua kehamilan sebelumnya sehingga saya masih bisa bangun pagi, beraktivitas seperti biasa dan ini sangat saya syukuri mengingat Isya dan Himda yang masih balita, apa jadinya kalau saya sakit. Menurut suami, ngidam dan keluhan di awal kehamilan bisa diredam dengan pemikiran positif. Saya juga tidak ngidam macam-macam. Hanya kadang kelelahan jika tidak beristirahat seharian.

Meski bukan kehamilan pertama, tapi setiap kehamilan memang membuat setiap ibu merasa amazing. Saya kembali membuka buku-buku kehamilan, menikmati setiap proses yang terjadi dalam rahim saya yang meski rasanya tak nyaman, tapi masa ini akan dirindukan di masa depan. Menurut Dr. Athif Lamadhah dalam bukunya, Buku Pintar Kehamilan dan Melahirkan, Pertumbuhan janin di minggu ke -5 ini adalah:

Panjang embrio diperkirakan sekitar 5-7 milimeter. Struktur muka secara keseluruhan mulai bisa "terbaca". Di minggu ini pula cikal bakal tenggorokan/trakea mulai terlihat. Begitu juga paru-paru meski masih dalam bentuk tunas-tunas. Sementara cikal-bakal lambung masih dalam bentuk memanjang. Bakal ginjal dan hati pun sudah terbentuk. Bahkan otot-otot punggung sejati sudah terbentuk.

Hamil sambil mengurus 2 balita, dan seabrek kegiatan rumah tangga membuat saya berusaha menjaga kehamilan ini dengan berusaha makan teratur, rajin minum suplemen kehamilan dari bidan, dan minum susu hamil. Suami juga sering mengajak saya dan anak-anak olahraga pagi, kami berangkat sehabis shubuh, jalan-jalan pagi menyaksikan matahari terbit dari balik Gunung Sindoro. Selain itu, amalan seperti pada kehamilan sebelumnya, seperti banyak bertadarus, dan memperdengarkan murotal serta sholawat untuk si kecil.

Isya dan Himda, masih kecil insyaallah mau punya adik lagi :)


Saya juga melibatkan Isya dan Himda dalam kehamilan ini, dari hal sederhana seperti membagi  makanan menjadi 3 bagian untuk Isya, Himda, dan adik kecil di perut dan juga melibatkan adik kecil dalam proses belajar dan bermain Isya dan Himda. Mereka sudah tau, ada adik kecil di perut ibunya yang suatu hari nanti akan lahir.

Saya percaya, kehamilan adalah "sekolah" pertama untuk anak, sehingga apa yang dilakukan dan di usahakan oleh ibu selama kehamilan akan terasa hasilnya saat si anak lahir nanti. See u, nak. Abi, Umi, Kak Isya dan Mba Himda sudah menunggumu


Tulisan ini diikutsertakan dalam

Minggu, 10 Mei 2015

Mom of Trio's World: Seorang Bunda yang Melek Politik


Sosok Ophi Ziadah, tidaklah asing bagi saya, selain berada dalam komunitas blogger yang sama, Ibu Ophi sangatlah rajin mengupdate blog nya. Ibu dari Alinga, Zaha dan Paksi ini adalah seorang pegawai negeri sipil, di sekretariat jenderal DPR RI. Salah satu mendokumentasikan kehidupan adalah dengan jalan menulis, dan Ibu Ophi sangan rajin mendokumetasikan kehidupannya, baik dalam dunia kerja maupun keluarga dalam blognya yang di beri nama Mom of Trio 's World.  Dalam blog ini kita bisa menikmati catatan Ibu Ophi dalam dunia kerja yang bisa di baca di Bunda Paksi Work  dan pengalamannya sehari hari di Bunda Paksi Story.  Berbagai cerita tentang traveling, parenting, food combining, tumbuh kembang ketiga buah hatinya, kuliner edukasi hingga review ada disini. Ibu Ophi juga sangat aktif mengikuti berbagai blog competition dan juga giveaway.

Salah satu postingan yang menarik berjudul Buta politik, Jangan!!. Disini Ibu Ophi mengutip pernyataan penyair Jerman,
"Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa, dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional."

Bertolt Brecht (Penyair Jerman)

Umumnya bagi perempuan, dunia politik bukanlah sesuatu yang menarik, setidaknya dibanding dunia fashion, kuliner, kesehatan, atau pendidikan. Padahal tidak bisa dipungkiri, dengan pengetahuan politik kita bisa memperbaiki kehidupan perempuan melalui kebijakan, undang-undang, maupun wakil rakyat yang memperjuangkan nasib rakyat agar lebih baik.

Media yang mengekspos keburukan Senayan dan anggota DPR yang tidak amanah membuat sebagian masyarakat frustasi bahkan memilih golput. Padahal, menurut pengalaman Ibu Ophi, banyak kok tokoh-tokoh di DPR yang berdedikasi pada rakyat yang memberi harapan positif akan nasib bangsa yang lebih baik. Sehingga saya suka sekali pernyataan Ibu Ophi Saya tidak mau lagi menjadi orang yang BUTA POLITIK apalagi bangga menjadi BUTA POLITIK. Karena ternyata setiap tindakan kita (termasuk memilih atau tidak memilih) tidak hanya menentukan masa depan kita namun akan dimintakan pertanggungjawaban di akhirat kelak. 

Secara keseluruhan, blog ini menarik, isinya pun variatif. Blog ini berjudul Mom of Trio's World namun di bawah header pembaca di beri pilihan di Bunda Paksi Story dan Bunda Paksi Work. Mungkin terlalu panjang jika disebutkan semuanya, dan umumnya seorang ibu memang dipanggil dengan panggilan salah satu nama anaknya seperti Bundanya Paksi. Menurut saya, baik juga jika labelnya Mom of Trio's World Story dan Mom of Trio's World: Work.

Selamat Ulang Tahun Ibu Ophi sekeluarga semoga kebaikan dan keberkahan mengiringi dalam setiap fase kehidupan.

Jumlahl kata: 442


"
 

Jumat, 08 Mei 2015

Ada Siapa di Punggungku?

Beberapa minggu ini, Himda ( 2,5 tahun) menunjukkan perkembangan yang luar biasa menurut kami. Biasanya kalo kami sholat berjamaah di rumah dia ikut-ikutan sholat di samping kami, ikut menirukan bacaan sholat dengan suara mungilnya, lalu meniru kakaknya melipat sajadah selepas shalat. Kali ini berbeda, ia minta pake mukena, karena belum punya mukena sendiri maka dia pakai mukena atasan saya dan pastilah mukenanya kedodoran "menenggelamkan" tubuh mungilnya. Kami tertawa penuh haru melihat dia sudah bisa menirukan gerakan shalat dan mengucapkan Allahu Akbar meski masih cedal. Mudah-mudahan, ramadhan tahun ini dia bisa ikut merasakan nikmatnya beribadah di bulan ramadhan dan bisa di ajak shalat di masjid karena tahun lalu saya belum berani membawanya ke masjid. Di masjid tempat saya tinggal, jamaah putri di lantai 2 dan Himda dari atas memanggil-manggil kakaknya sambil jalan-jalan kesana kemari. Daripada mengganggu orang shalat, lebih baik saya shalat tarawih di rumah. Semoga ramadhan  tahun ini hal itu tidak terulang kembali.

Isya, Himda dan teman-teman di Masjid

Lain Himda, lain pula cerita Isya, kakaknya. Pada bulan ramadhan 3 tahun yang lalu, Himda masih dalam kandungan. Saat itu kehamilan saya berusia 8 bulan dan usia Isya kurang lebih 2 tahun.Saat itu kami masih tinggal bersama orang tua. Saya, Mbah Uti, Mbah Kakung dan Isya berangkat ke musholla tak jauh dari tempat kami tinggal. Saya memang membiasakan dia ke masjid agar terbiasa apalagi untuk anak laki-laki yang lebih utama shalat di masjid. Saat itu suami masing wira-wiri melanjutkan sekolah dan bekerja di luar kota. Dan namanya anak-anak, tentu ramai jika ketemu anak lain. Agar Isya tidak ribut, biasanya ia ikut Mbah Kakung di jajaran jamaah pria. Diapit jamaah bapak-bapak, dia tidak berani berkutik, ikut shalat atau kadang tertidur sebelum shalat selesai.

Tapi jika Mbah Kakung berangkat lebih dulu ke musholla, maka Isya berangkat bersama saya dan Mbah Uti yang otomatis dia ikut di jamaah wanita. Biasanya di shaf paling belakang atau di teras musholla di penuhi anak-anak perempuan. Seringkali mereka menggoda Isya, menowel pipinya, atau berpura-pura menakutinya. Tau kan akibatnya? Isya akan tertawa lalu berlarian kesana kemari bersama anak-anak di belakang. Tidak sekali dua kali saya, Mbah Uti, dan para orang tua memperingatkan mereka. Mereka menurut dan mengulanginya lagi saat shalat di mulai.

Hingga pada suatu malam, saat itu Mbah Kakung sudah berangkat lebih dulu. Saya Mbah Uti, dan Isya agak terlambat sehingga kami shalat di shaf terakhir di teras musholla. Dan yang kami khawatirkan pun terjadi. Isya sibuk berlarian bersama anak-anak lain. Jika anak-anak yang lebih besar darinya bisa menahan tawa, tidak dengan Isya yang tawanya memecah keheningan di musholla, inilah yang sangat saya khawatirkan, mengganggu konsentrasi jamaah.

Biasanya saat saya shalat di rumah, Isya suka naik ke punggung saat saya sujud, atau bersembunyi di balik mukena. Saya sama sekali tidak menyangka kebiasaan ini terulang di musholla. Mungkin saking senangnya bermain bersama teman-teman, di rakaat terakhir shalat tarawih yang ke sekian, saat sujud ia tiba-tiba melompat ke punggung. Begitu bangun dari sujud lalu salam, saya dan Mbah Uti yang berada di sebelah kanan saya kaget sambil menahan tawa, Isya sedang duduk manis di punggung Ibu Din, tetangga belakang rumah yang shalatnya di sebelah kiri saya yang belum bisa bangun dari sujud karena ada Isya di punggungnya. Begitu melihat saya, Isya juga kaget dan langsung turun lalu melompat ke pangkuan ibunya. Ia tampak sangat malu.

Saya dan Mbah Uti berulang kali minta maaf pada Ibu Din, karena Isya yang tanpa sengaja melompat di punggungnya. Isya cuma diam sambil bersembunyi di pelukan saya. Mungkin dia berpikir' Wah, tadi aku salah naik nih, habis pas sujud semuanya sama sih, sama-sama pake mukena putih'. Ibu Din juga tampak menahan tawa, alhamdulillah dia tidak mempermasalahkan hal ini. Hubungan kami dengan keluarga Ibu Din juga sangat baik, bahkan Ibu Din ikut mengantar saat saya dan suami pindahan ke Wonosobo.

Pada bulan ramadhan tahun ini, insyaallah Isya berusia 5 tahun dan Himda 3 tahun. Semoga bisa memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan dan tidak ribut/ramai di masjid ya, nak.


Kamis, 07 Mei 2015

Tetap Produktif Sambil Mengasuh Anak-anak di Rumah

"Di rumah sambil sibuk apa?"
"Sayang ya keluar kerja, padahal anak saya pengen kerja di sana lho."
"Ada rencana kerja lagi tidak?"

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering sekali saya dengar, terutama saat awal-awal berhenti bekerja saat hamil anak pertama.  Meskipun bekerja adalah kewajiban para suami sebagai tulang punggung keluarga, tapi tidak bisa dipungkiri istri yang bekerja seringkali memiliki nilai lebih dimata keluarga maupun masyarakat. 

Tahun 2010, saya memutuskan berhenti bekerja saat hamil anak pertama. Dua tahun kemudian, tahun 2012, lahir anak kedua. Pada masa-masa itu, saya juga mengalami kegalauan akan kesibukan apa yang mesti dilakukan sembari mengasuh dua balita di rumah. Hingga akhirnya saya memilih menjadi reseller fashion muslim. Dengan memanfaatkan social media, saya melakukan promosi sedikit demi sedikit. Tidak semudah yang dibayangkan, bahkan 3-5 bulan pertama tidak ada transaksi sama sekali. Untungnya saya memiliki suami dan keluarga yang mendukung sehingga sedikit demi sedikit Online shop yang saya kelola mulai di datangi customer.

Dengan berikhtiar di rumah, keuntungannya saya bisa tetap mengasuh dan merawat anak-anak, menyiapkan segala keperluan suami dan anak-anak, memasak untuk mereka, merawat mereka saat sakit, menemani mereka bermain dan beraktivitas seharian, mengikuti setiap tumbuh kembang mereka, bisa menyalurkan hobi berkebun dan menulis, bisa beribadah dengan tenang dan bisa full setiap hari di rumah saat suami harus pergi dinas keluar kota. 

Sebenarnya kami pernah mendiskusikan bagaimana jika saya bekerja di luar rumah. Namun dengan kisaran gaji UMR, maka gaji akan habis untuk membayar pengasuh/asisten rumah tangga,transport dan makan, tidak sebanding dengan pengorbanan meninggalkan dua balita di masa pertumbuhan yang tidak mungkin  dilewatkan. Masa golden age saat mereka sedang belajar banyak hal, saat mereka mulai mengenal benar atau salah, saat mereka butuh perhatian penuh, saat mereka perlu orangtua yang mengerti, mencintai dan mendampingi. Sehingga bekerja di rumahpun menjadi pilihan saya saat ini.

Ibarat sepasang sayap, suami berikhtiar di luar rumah, saya berikhtiar di dalam rumah. Masing-masing dari kami berusaha menjalankan kewajiban semaksimal mungkin demi anak-anak dan keluarga. Kehidupan, kematian, jodoh dan rezeki setiap manusia sudah di atur oleh Allah. Kita hanya harus memaksimalkan ikhtiar/usaha sedangkan hasil di tangan Allah.
Selalu berusaha menjadi ibu yang baik untuk mereka
Karena sambil mengasuh anak, biasanya saya mengambil waktu malam hari untuk mengelola online shop atau menulis sebagai kontributor di sebuah majalah islam. Atau kadang saat si sulung berangkat sekolah TK, lalu saya bisa kerja sambil menemani si bungsu bermain. Untuk usaha online shop, fungsi gadget memang sangat membantu, setiap notifikasi dari social media bisa terupdate tanpa membuka komputer, tapi begitu saya pegang gadget kadang langsung buat rebutan anak-anak, jadi kadang saya pake jurus darurat, memakai gadget di dapur atau di jemuran agar aman dari jangkauan anak-anak. Hal ini membuat saya tak berani menjanjikan "fast response" pada onlineshop yang saya kelola mengingat kadang komputer atau gadget di pakai anak-anak untuk sekedar bermain puzzle atau membuka foto-foto mereka. Sebaliknya, saya sering meminta maaf pada customer karena tak bisa langsung mereson order atau pertanyaan-pertanyaan seputar produk.

Alhamdulillah, makin lama respon nya makin bagus :)

Dengan bekerja di rumah, saya juga belajar manajemen keuangan, agar rekening tidak sekedar menjadi tempat "numpang lewat" tapi bisa diketahui berapa pemasukan dan pengeluaran serta penghasilan yang didapat dari usaha di rumah. Meski jumlahnya tidak banyak tapi jika tercatat akan beda rasanya. Ini yang masih berusaha saya lakukan, karena masih banyak transaksi yang lewat tanpa tercatat. Tapi karena usaha sendiri jadi tak ada yang memarahi :)

Dengan bekerja di rumah, saya juga belajar manajemen waktu. Sebagai seorang ibu, istri yang punya usaha di rumah seringkali saya merasa "ada di rumah" padahal pikiran  kemana-mana. Kadang saya jadi terburu-buru mengerjakan pekerjaan rumah karena dikejar deadline. Inilah yang masih saya berusaha perbaiki, karena saya masih susah mengatur waktu yang ujung-ujungnya kadang terburu-buru. 

Agar usaha saya lebih maksimal, rasanya penting sekali membaca buku " Sukses Bekerja dari Rumah" agar bisa seperti judul bukunya, bisa sukses bekerja dari rumah. Membaca resensinya membuat saya gak tahan pengin baca buku ini agar bisa belajar manajemen waktu dan manajemen keuangan, belajar bagaimana memaksimalkan dan memanfaatkan jejaring dan pastinya belajar dari para perempuan sukses yang menginspirasi untuk terus semangat bekerja dari rumah.

Ibu saya pernah mengatakan, dengan memanfaatkan potensi diri dan kesempatan yang ada, menyalurkan minat dan hobi, apapun bentuknya seperti berdagang, berorganisasi, berkebun, memasak, menjahit, dan sebagainya, seorang istri dan ibu bisa lebih produktif sekaligus bahagia. Karena selain kewajiban mengurus keluarga, dirinya masih bisa mengembangkan diri sehingga memiliki kepercayaan diri, semangat hidup yang tinggi dan selalu berusaha berikir positif dalam menjalani kehidupan.