Kamis, 30 April 2020

4 Ketrampilan Yang Bisa Dipelajari Anak Saat di Rumah


Selama di rumah saja, mungkin kita merasa monoton. Melakukan hal yang sama dan berulang setiap harinya. Kadang merasa bingung mau ngapain padahal sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan. Berdama dengan situasi dan kondisi saat ini serta banyak bersyukur atas nikmat yang Tuhan beri  harus dilakukan agar kita tetap merasa tenang dan waras. Di rumah, kita bisa menemukan hal-hal baru yang mungkin tampak sepele tapi penting untuk dipelajari. Selama pandemi ini saya menemukan beberapa ketrampilan baru yang terasa banget manfaatnya. Ssst..ketrampilan ini juga bisa dipelajari anak-anak. Saya melakukannya bersama anak-anak selain agar cepat selesai juga menambah pengetahuan baru untuk anak.

Apa saja?


  • Melipat baju super cepat


Selama di rumah, meski masih kecil anak-anak saya lipatkan dalam pekerjaan rumah seperti meletakkan piring gelas kotor ke wastafel, membuah sampah, atau mengambil jemuran. Baju-baju jemuran yang menumpuk saya bagi ke masing-masing anak. Tapi cuma anak perempuan saya aja yang suka melipat baju. Kakaknya kurang minat melipat. Biasanya saya melipat pakaian dengan melipatnya dari sisi kanan dan kiri. Agar cepat selesai, saya memakai trik melipat baju dengan tutorial ini. Anak-anak juga bisa menirukan apalagi kaos yang lebih mudah dilipat. Karena dikerjakan bersama, tumpukan baju-baju bersih bisa cepat masuk lemari.


  • Memasak

Karena anak-anak belajar di rumah setiap hari mesti ada snack time. Kadang saya menyetok beberapa cemilan. Kadang juga bikin sendiri karena skill memasak yang pas-pasan. Biar seru, bebikinan cemilan bersama anak-anak. Ada banyak banget akun youtube, cookpad, instagram yang membantu tutorial memasak. Bagaimanapun memasak ini eksperimen dan butuh jam terbang. Semakin sering mencoba akan semakin baik hasilnya. Memasak di rumah serasa membuat cooking class untuk anak-anak. Mereka terlibat langsung membuat cemilan kesukaannya selain itu mereka juga mengetahui tentang bahan-bahan kue, bumbu dan nama perlengkapan dapur.


  • Foto editing

Ketrampilan ini bisa menghasilkan sebuah foto yang menarik. Saat ini banyak tersedia situs belajar  fotografi secara online baik gratis maupun berbayar. Saya masih sebatas memanfaatkan aplikasi seperti canva, snapseed, phonto, picsArt. Ternyata seru bisa mengutak-atik foto agar lebih bagus. Anak-anak suka sekali melihat galeri foto mereka dan mengeditnya sesuai imajinasi mereka


  • Coding


Selama pandemi ini anak-anak kami belajar coding untuk mengisi waktu luang. Coding sendiri sebuah pembelajaran menerjemahkan bahasa pemrograman komputer. Coding ini bisa dipelajari di www.code.org. Pada level awal, anak-anak bisa menyelesaikan sendiri atau dengan bantuan buku panduan. Seiring dengan naik level, soalnya makin susah sehingga kita pikir bareng-bareng :D

Nah, itu tadi ketrampilan yang kami pelajari di rumah. Bagaimana dengan teman-teman? Sharing yuk...^^

Rabu, 29 April 2020

Aplikasi Bermanfaat Saat di Rumah Saja


Selama pandemi Covid-19 ini, keluarga kami menjadi lumayan sering menggunakan akses internet sehingga memasang akses wifi di rumah agar pengeluaran untuk internet lebih hemat karena suami work from home dan membantu anak-anak juga untuk tugas sekolah. Saya tidak menggunakan terlalu banyak aplikasi, hanya beberapa aplikasi yang menurut saya penting dan bermanfaat digunakan untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Ini dia aplikasi yang biasa saya gunakan.

Berkomunikasi dengan Whatsapp,Telegram, Facebook, dan Instagram

Sebagian besar masyarakat menggunakan aplikasi ini karena sangat membantu dalam berkomunikasi. Kita bisa menggunakan pesan tulisan, audio, dan video yang sangat bermanfaat selama pandemi ini. Karena kami tidak mudik, anak-anak sering sekali video call dengan simbahnya. Aplikasi ini juga membantu untuk para bakul online untuk menunjang usahanya melalui status atau grup jualan. Untuk urusan komunikasi, whtasapp ini bisa dibilang sudah menjadi kebutuhan.

Selain whatsapp, saya juga menggunakan telegram karena mampu mengirim berbagai file lebih banyak dari whatsapp hingga 1.5 GB dan penyimpanan semua input melalui Cloud, jadi tidak menguras memori internal ponsel.

Saya juga menggunakan facebook dan instagram untuk mendapatkan informasi, peluang, resep dan tips. Seringnya sih mencari resep/tips di instagram karena kualitas gambarnya bagus.

Belajar dengan Ruangguru dan Perpusda

Ruangguru memang baru saya instal saat aplikasi ini menawarkan paket bebas akses 30GB, aplikasi ini memang diperuntukkan untuk anak-anak kami yang belajar di rumah. 

Sebelum pandemi, kami sekeluarga lumayan sering ke Perpustakaan daerah yang kini berubah nama menjadi Arpusda. Sejak pandemi, Arpusda pun tutup sehingga kami memanfaatkan aplikasinya untuk membaca buku dan mencari referensi-referensi ilmiah sambil mager di rumah. Selain aplikasi Perpusda ada juga Ipusnas, aplikasi perpustakaan digital dari Perpustakaan Nasional. Aplikasi ini dilengkapi eReader untuk membaca ebook.

Belanja dengan marketplace (Shopee, Tokopedia dan Bukalapak)

Ini salah satu aplikasi favorit di ponsel saya dan suami. Meski tidak selalu belanja, tapi seru juga liat-liat berbagai produk dan membandingkan harganya dengan marketplace lain. Saat ini kemudahan belanja begitu terasa, saya beberapa kali membeli perlengkapan dapur yang secara online yang kualitas dan harganya tidak mengecewakan. Selain itu saya juga berjualan online sehingga aplikasi ini mesti ada.

Grab

Ini aplikasi yang sangat membantu selama ini. Selama pandemi ini saya pernah memanfaatkan layanan go food saat bingung males mau masak apa. Apalagi selama ramadhan ini sangat membantu, saya bisa libur masak dan alokasi waktu untuk melakukan hal lain. Biasanya saya memesan masakan yang susah dimasak di rumah seperti seafood. Urusan masak menjadi praktis tanpa repot keluar rumah.

Baca novel dengan Wattpad dan Joylada

Berawal dari baca-baca cerbung di sebuah grup menulis di Facebook, yang kemudian penulisnya memiliki akun di Wattpad atau Joylada, saya pun jadi menginstal aplikasi ini agar tak ketinggalan akhir cerita. Aplikasi ini lumayan menghibur untuk baca-baca cerita secara gratis. Meski begitu saya cuma mengikuti 1-3 cerbung saja, soalnya habis waktunya maks kalau mengikuti banyak cerita di sana.

Wuaahh...ternyata banyak banget aplikasi di ponsel saya. Kadang saya berpikir apakah ponsel ini termasuk keinginan atau kebutuhan, karena saat ini ponsel menjadi bagian dari gaya hidup yang sangat membantu aktivitas sehari-hari. Teman-teman sendiri apa saja nih aplikasi yang digunakan selama di rumah aja? Yuk sharing di sini.

Terima kasih ^^


Selasa, 28 April 2020

Kegiatan Seru Bersama Keluarga Selama Ramadhan


Bulan ramadhan adalah bulan istimewa yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun. Tahun ini ramadhan menjadi sangat berbeda karena tidak ada tarawih di masjid, tidak ada acara buka bersama dan ngabuburit, dan yang paling sedih tidak ada acara mudik hiks. Meski demikian, semoga adanya pandemi Covid-19 ini bisa menambah semangat ibadah kita selama bulan ramadhan. Selain itu adanya anjuran untuk tetap di rumah saja mengajarkan kita bahwa ada harta yang sangat berharga bersama keluarga dan waktu bersama keluarga merupakan saat yang sangat bernilai. Ada dan tidaknya pandemi ini quality time bersama keluarga harus ada agar setiap anggota keluarga merasa bahagia dan memiliki arti. Selama bulan ramadhan ini karena kami #dirumahaja ada beberapa kegiatan seru yang kami lakukan bersama seperti:
Sahur dan berbuka bersama

Kalau tahun lalu si kecil Navid belum bisa berpuasa, tahun ini ia mulai berlatih puasa. Awalnya sampai jam sepuluh pagi, lalu bisa bertahan hingga puasa dhuhur, setelah itu puasa lagi sampai maghrib. Karena suami tidak dinas ke luar kota dan kami tidak ada acara bukber di luar, maka tahun ini alhamdulillah kami bisa menikmati sahur dan berbuka puasa bersama.

Beribadah bersama

Karena ramadhan tahun ini di rumah saja, kami bisa berjamaah sekeluarga lalu bertadarus bersama. Meski sebenarnya rindu sekali bisa berjamaah ke masjid seperti ramadhan sebelumnya.

Photo by Monkey Business from Pexels

Nonton bersama

Salah satu kegiatan seru kami yaitu nonton bareng. Si sulung suka menonton tentang astronomi dan sejarah, si tengah suka menonton kreativitas membuat kerajinan, dan si bungsu sukanya nonton Doraemon dan Ipin-Upin. Kadang anak-anak suka ramai berebut mana dulu yang kita tonton, dan quality time ini sangat terasa saat pandemi ini.

Olahraga bersama

Meski di rumah, har kitus tetap jaga kesehatan dong. Biasanya kami sekedar olahraga ringan sambil berjemur di pagi hari, atau menirukan senam melalui youtube. Masa-masa pandemi ini membuat kita memiliki waktu olahraga bersama keluarga.

Itulah kegiatan seru kami selama di rumah selama bulan ramadhan ini. Bagaimana dengan teman-teman? Semoga keluarga kita semua dalam keadaan sehat ya.^^
 
  • Gambar dari freepik diedit dengan canva

Senin, 27 April 2020

3 Kegiatan Seru Untuk Anak Agar Tidak Bosan di Rumah


Kebijakan social distancing yang telah diberlakukan selama kurang lebih sebulan  menjadi sesuatu yang tidak mudah. Kebijakan ini membuat semua orang harus tinggal di rumah dan menyesuaikan aktivitasnya sehingga tentu hal ini memberikan perubahan drastis. Apalagi bagi kalangan yang terbiasa sibuk dengan aktivitas dan memiliki keteraturan dalam manajemen waktu.

Bagi yang terbiasa di rumah, seperti ibu rumah tangga, pelaku homeshcooling,  atau beberapa kalangan yang memiliki usaha dari rumah, anjuran social distancing ini mungkin bukan suatu masalah besar. Tapi bagi sebagian kalangan yang senang bersosialisasi, traveling, tidak betah di rumah, hal ini tentu merupakan sesuatu yang tidak mudah.

Begitupun untuk anak-anak. Ada yang senang bereksplorasi dan bersosialisasi di luar rumah, adapula yang tenang-tenang saja beraktivitas di rumah. Buat anak-anak terutama tipe kinestetik yang sukanya berpetualang dan lebih suka main di luar, mungkin merasa bosan dan bingung mau ngapain aja di rumah. Sebenernya ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan agar anak tidak merasa bosan di rumah diantaranya:

  • Menggambar dan mewarnai
Menggambar dan mewarnai bukan hanya bermanfaat untuk anak usia balita, namun juga anak sekolah, bahkan bagi orang dewasa. Kegiatan ini bisa melatih kreativitas, konsentrasi dan kesabaran pada anak. Selain itu anak juga dikenalkan pada nilai estetika serta mengenal target, seperti apa yang mau di gambar, warna apa yang dipakai, dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menggambar atau mewarnai. Tanpa sadar anak akan belajar kesabaran, target serta merasa rileks karena menggambar dan mewarnai bisa sebagai sarana untuk mengekspresikan diri dan perasaan.
  • Bermain monopoli
Monopoli ini merupakan salah satu permainan papan yang terkenal di dunia. Permainan ini bisa dilakukan bersama anggota keluarga agar tidak merasa bosan di rumah sehingga mengasah komunikasi dan interaksi antar anggota keluarga. Permainan ini lebih mengarah pada motif ekonomi. Mengajarkan anak mengenal uang, belajar mengantri, melatih anak bersikap jujur ( dalam adegan jual beli), melatih kognitif (melatih penjumlahan dan pengurangan) memiliki rencana keuangan masa depan, membagi keuangan dengan bijak serta mengatasi masalah keuangan. Sisi positif dari permainan ini, anak menjadi lebih menghargai nilai uang, tidak boros dan belajar mengetahui antara kebutuhan dan keinginan.
  • Bermain Playdough
Ini salah satu mainan favorit anak saya, meski setelahnya harus mengepel lantai karena tumpahan tepung :D. Agar lebih hemat kita bisa membuatnya sendiri.Bahannya cukup mudah. Kita hanya perlu menyiapkan tepung terigu, pewarna, garam, dan sedikit minyak sayur. Playdough ini memiliki manfaat untuk motorik halus anak seperti meremas, menggulung, menkan dan membentuk playdough sesuai kreativitas. Bermain playdough ini seru dan menyenangkan. Melatih anak fokus membuat kreasi yang dia inginkan.Namun, untuk batita perlu pengawasan orang tua agar tidak masuk ke mulut.

Nah, kalau bunda-bunda apa saja nih kegiatan yang dilakukan agar anak tidak bosan di rumah? Yuk share di kolom komentar. Terima kasih ^^

Minggu, 26 April 2020

Jika Pandemi Covid-19 Berakhir

Selama masa pandemi, semua orang menunggu dan bertanya-tanya dan berdoa penuh harapan agar pandemi ini segera berakhir. Rasanya lama sekali, merasakan bisa beraktivitas kemana-mana dengan ringan tanpa beban. Bisa bersosialisasi dengan banyak orang-orang tanpa kekhawatiran. Rindu itu pasti apalagi posisi kami sebagai perantau yang ramadhan tahun ini tidak bisa mudik dan mengunjungi orang tua dan keluarga di kampung halaman. Semua pasti merasakan bagaimana beratnya lebaran tanpa mudik di tahun ini karena larangan pemerintah sebagai salah satu upaya memutus rantai penularan wabah Covid-19. 
Kita semua berdoa, berharap dan terus berupaya agar pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa beraktivitas dengan normal kembali. Jika pandemi ini berakhir hal yang ingin saya lakukan diantaranya:
  • Bersilaturahmi dan mengunjungi keluarga

Meski teknologi memudahkan dalam berkomunikasi, whatsapp, video call, sosial media, tetaplah bertatap muka, berinteraksi secara langsung tidak dapat digantikan. Terutama pada orang tua kami yang telah memasuki usia senja. Sejak menikah, ini momen lebaran pertama kami tidak bersama orang tua. Sedih banget huhuhu, sehingga hal pertama yang ingin saya lakukan adalah melepas rindu pada orang tua. 
  • Jalan-jalan Bersama Keluarga
Selama pandemi, anak-anak full di rumah. Meski saya dan suami telah membuat agenda dan kegiatan untuk aktivitas di rumah, tetap saja lama-lama bosan terasa. Hal berikutnya yang ingin saya lakukan  adalah jalan-jalan bersama suami dan anak-anak ke playground, perpustakaan, mengantar anak sekolah, atau sekedar jalan-jalan berburu cemilan saat weekend. Pandemi ini mengajarkan bahwa kebersamaan bersama keluarga menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Pandemi ini juga memberi banyak hikmah untuk lebih banyak memanfaatkan waktu untuk kebaikan, karena hari yang telah berlalu tak dapat terulang. Ada sebuah hadits dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah SAW pernah menasihati seseorang,

"Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara
Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
Hidupmu sebelum datang matimu. (HR. Al Hakim)"

Saat pandemi ini berakhir, yuk kita perbaiki hubungan dengan orang tua, keluarga dan orang-orang disekitar kita. Lalu berusaha memanfaatkan sisa usia dengan kebaikan. Karena kebaikan akan berbuah kebaikan yang akan kembali pada diri kita.


Sabtu, 25 April 2020

6 Langkah Mudah Mencuci Masker Kain Agar Tetap Bersih dari Kuman

Ilustrasi masker. Pict by Freepik

Selama masa pandemi ini menurut arahan pemerintah dan WHO, seluruh masyarakat harus melaksanakan aturan seperti social distancing, cuci tangan dan menggunakan masker. Pada awal masa pandemi, harga masker sempat melambung tinggi karena adanya oknum yang memanfaatkan pandemi ini untuk kepentingan pribadi. Penggunaan masker ini sangat penting karena melindungi kita dari paparan polusi udara, mencegah penularan dan penyebaran penyakit serta dapat melindungi wajah dari efek negatif sinar matahari. Pemerintah sendiri mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker terutama saat keluar rumah sebagai salah satu upaya menekan penyebaran Covid-19.
Ilustrasi masker. Pict by Freepik

Secara umum terdapat tiga jenis masker yaitu masker bedah, masker N95 dan masker kain. Ketiganya memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda.

  • Masker Bedah
Masker ini digunakan oleh tenaga medis atau masyarakat yang sedang sakit. Masker ini bermanfaat melindungi saluran pernapasan dari percikan bersin dan batuk orang lain dan mencegah tetesan cairan tubuh yang mengandung virus dan kuman keluar melalui hidung atau mulut. Kelemahannya, partikel kecil seperti virus di udara masih bisa terhirup meski memakai masker ini.
  • Masker N95
Masker ini diperuntukan bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 dengan tingkat infeksi tinggi. Dinamakan N95 karena diduga dapat menyaring partikel di udara hingga 95%. Masker mulut ini dibuat agar pas dengan wajah sehingga tidak ada celah yang memungkinkan masuknya virus melalui udara. Untuk harga, masker ini lebih mahal dari masker bedah biasa
  • Masker Kain
Pemerintah menganjurkan masyarakat umum untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Menurut CDC (Central for Disease Control and Prevention), menggunakan masker kain memang tidak sepenuhnya terbukti mampu menghentikan Covid-19 tapi dengan memakainya paling tidak kita mampu mencegah penyebarannya apalagi jika digunakan oleh mereka yang tertular Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala apapun. Masker kain ini mudah dibuat, harganya terjangkau dan mudah didapatkan. Apalagi sekarang banyak sekali yang menjual masker kain maupun donasi-donasi masker agar penggunaan masker menjangkau semua kalangan.

Agar masker kain awet dan bisa dimanfaatkan secara optimal, menurut rekomendasi CDC masker kain hanya boleh digunakan selama 4 jam setelah itu diganti dan masker yang telah dipakai langsung dicuci. Ada beberapa langkah mencuci masker agar bersih dan awet diantaranya
  1. Lepas masker kain dengan memegang area straps-nya dan hindari menyentuh bagian depan masker.
  2. Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah mencuci
  3. Agar bersih maksimal, rendam masker dalam air panas dikisaran suhu 50-65 derajat celcius. Kunci mematikan kuman adalah panas sehingga air panas efektif membunuh kuman atau virus yang mungkin ada pada masker yang kita kenakan.
  4. Tambahkan deterjen secukupnya dan rendam masker beberapa saat. Setelah itu kucek masker hingga bersih.
  5. Bilas dengan air mengalir hingga seluruh busanya hilang
  6. Keringkan di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan alat pengering.
Masker kain ini lebih ramah lingkungan, mudah didapatkan dan dapat digunakan berkali-kali. Jangan lupa untuk mencucinya dengan benar, dan menggantinya saat sudah kotor atau pemakaian lebih dari 4 jam agar masker tetap bersih dari kuman dan virus yang membahayakan kesehatan.





Jumat, 24 April 2020

Seberapa Penting Penerapan Soial Distancing?

Pict. freepik

Social distancing atau pembatasan sosial merupakan serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Pembatasan sosial ini efektif dilakukan saa ada infeksi yang dapat ditularkan melalui kontak percikan atau droplet (batuk atau bersin), kontak fisik langsung, kontak fisik tidak langsung (misalnya menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi) atau tranmisi melalui udara (jika mikroorganisme dapat bertahan hidup di udara untuk waktu yang lama). Penerapan social distancing ini memiliki manfaat penting diantaranya:
  • Mengurangi Penyebaran Virus Coid-19
Pemerintah telah memberi himbauan untuk menerapkan social distancing. Dengan memberlakukan work from home, menutup sekolah serta melarang acara publik meski banyak yang tidak menghiraukan imbauan ini karena banyak hal hal. Namun semaksimal mungkin kita harus menahan untuk tidak keluar rumah tanpa alasan mendesak dan berperan serta menekan laju penyebaran virus corona ini.
  • Menekan Polusi
Adanya imbauan social distancing membuat aktivitas manusia yang menimbulkan polusi udara, air, suara, hingga masalah lingkungan berkurang.  Saat banyak industri, jejaring transportasi, dan industri tutup, jumlah emisi karbon di udara turun drastis. Menurut Kimberly Nicholas, peneliti sains berkelanjutan di Lund University di Swedia, transportasi menyumbang 23% dari dari total emisi karbon global. Namun, tidak ada yang menginginkan penurunan emisi dengan cara seperti ini karena Covid-19  mengorbankan banyak nyawa, menimbulkan banyak kerugian moril dan materiil. Hikmah yang dapat diambil, kita semua dapat berperan serta menjaga lingkungan dalam menghadapi pemanasan global dan perubahan iklim.
  • Lebih Dekat Dengan Keluarga
Social distancing membuat waktu bersama keluarga di rumah menjadi lebih panjang. Jika selama ini masing-masing anggota keluarga sibuk dengan kepentingan masing-masing, maka masa-masa social distancing menjadi momen yang tepat untuk memanfaatkan waktu bersama keluarga, memperbaiki komunikasi, dan memanfaatkan kebersamaan di rumah dengan melakukan banyak hal bersama seperti menata ulang rumah, bersantai, menjalani hobi, berolahraga, dan tentunya menjaga kesehatan keluarga


Agar tidak bosan selama social distancing kita bisa merancang kegiatan seru bersama anggota keluarga, seperti berkebun, menonton, atau memasak bersama. Selain itu kita perlu memastikan stok kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan obat-obatan dalam kondisi cukup. Social distancing ini penting dilakukan agar kita semua tidak tertular dan menularkan virus Covid-19 yang tengah mewabah ini. Social distancing memang mengurangi aktifitas sosial dan mengguncang perekonomian, namun  jika semua mematuhinya bukan tidak mungkin Indonesia bisa seperti Vietnam, yang bisa mengakhiri masa social distancing dan menekan penyebaran corona dengan tanpa ada pasien yang meninggal.







Kamis, 23 April 2020

Lindungi Anak Dari Covid-19

Begitu virus Covid-19 masuk ke Indonesia, portal berita dan media dipenuhi dengan berita tentang virus ini. Berbagai poster dan spanduk tindakan preventif mencegah penyakit Covid-19 dipasang di berbagai tempat. Tingkat kenaikan penderita yang bertambah menunjukkan bahwa virus ini perlu diwaspadai karena penularannya yang cepat.
Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan dari saluran napas orang yang terinfeksi (yang keluar melalui batuk dan bersin). Orang juga dapat terinfeksi karena menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini lalu menyentuh wajahnya (mata, hidung, mulut). Virus ini dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam namun dapat dibunuh dengan desinfektan biasa. Meski vaksin untuk Covid-19 belum tersedia, banyak gejala penyakit ini dapat diobati dan perawatan sejak awal oleh tenaga kesehatan dapat mengurangi bahaya penyakit ini. 

Sebagai ibu dari anak usia balita dan usia sekolah, kekhawatiran akan adanya virus ini ditambah gempuran berita dari berbagai media sempat 
membuat saya dan suami mengurangi intensitas penggunaan media sosial. Pada awal SFH, anak-anak merasa gembira karena libur sekolah, namun kami sekeluarga berkomunikasi tentang keadaan saat ini yang sangat tidak memungkinkan untuk keluar rumah dan memberi edukasi seputar Covid-19 yang bisa diterima anak-anak yang pada intinya adalah bagaimana agar kita tidak tertular dan menularkan virus serta bagaimana memperlambat dan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini.


Sebagai orang tua, kami tidak memberi terlalu banyak informasi pada anak-anak agar mereka tidak panik dan khawatir serta serta merasa tenang meski situasi tak lagi sama seperti biasanya. Yang kami komunikasikan pada anak tentang tindakan preventif agar terhindar dari virus Covid-19, diantaranya:
  • Mengajarkan anak cara mencuci tangan dengan sabun karena bisa membunuh virus. 
Anak-anak perlu sering-sering diingatkan agar mencuci  tangan dengan benar terutama sebelum dan sesudah makan, setelah meniup hidung, batuk, atau bersin, dari kamar mandi/toilet, dan setiap tangan terlihat kotor. Tangan harus dicuci dengan sabun dan air mengalir, jika tidak ada kita bisa menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol paling tidak 60%.
  • Mengingatkan anak untuk menutup batuk dan bersin dengan tisu atau siku terlipat dan jangan menyentuh wajah, mata dan hidung.
 Agar lebih mudah kami menggunakan boneka untuk bermain mencontohkan gejala (saat batuk dan bersin) lalu apa yang harus dilakukan saat sakit, dan menghibur orang yang sakit untuk melatih empati anak.
  • Mengingatkan anak untuk tidak berbagi makanan, minuman dan perlengkapan makan.
 Meski awalnya hal ini bukan masalah serius namun saat ini menjadi perhatian khusus karena virus dapat menular melalui droplet sedangkan anak-anak masih dalam masa pertumbuhan yang harus dijaga daya tahan tubuhnya agar tetap sehat.
  • Beraktivitas dan bermain  #dirumahaja. 
Jika sebelumnya anak-anak bebas bermain di luar rumah, kali ini kami mengkondisikan bagaimana mereka tetap beraktivitas di rumah, paling jauh naik sepeda di depan rumah saat pagi. Kadangkala kami juga berolahraga melalui video senam di youtube, membaca buku, belajar melalui printable, atau ikut beberes rumah.
  • Social Distancing
Selama social distancing ini, anak-anak tetap #dirumahaja. Hanya saya atau suami yang keluar rumah saat keperluan rumah tangga habis, itupun beberapa hari sekali. Hal ini membuat mereka sempat bertanya,"Bu, bagaimana kalau aku lupa nama temenku?" Hmm.."Ya kenalan lagi nanti saat bisa ketemu lagi.". Tidak mudah bagi anak-anak saat mereka tidak bebas bermain seperti sebelumnya. Selain itu mereka juga mulai kangen kakek neneknya, meski sudah ada teknologi yang mendekatkan seperti video call, tetaplah bertemu langsung rasanya lebih hangat dan nyaman, namun bagaimana lagi. Tahun ini menjadi lebaran pertama kami tidak mudik.
  • Menyediakan stok makanan yang cukup dan keperluan kebersihan. 
Di awal berita masuknya Covid-19, kami menyiapkan beberapa stok untuk sekeluarga. Bukan dalam jumlah besar, secukupnya untuk kami sekeluarga agar tidak sering keluar. Kami hanya menyiapkan bahan makanan pokok saja. Untuk sayur dan buah tetap ke tukang sayur beberapa hari sekali karena makanan fresh lebih baik dan sehat.Selain itu kami juga menyiapkan kurma, madu dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh karena bulan ramadhan akan segera tiba.
  • Berdoa bersama sekeluarga.
 Bagaimanapun, anak-anak perlu mengetahui bahwa semua yang terjadi menurut kehendak Allah. Masa-masa #dirumahaja juga bermanfaat bagi kami sekeluarga untuk shalat berjamaah, berdoa bersama, dan meningkatkan iman untuk selalu meminta perlindungan hanya pada Allah.

Hal penting yang perlu diperhatikan sebenarnya bagaimana kita sebagai orang tua memberi edukasi dan berkomunikasi pada anak tentang adanya Covid-19 dengan bahasa yang mudah dipahami. Agar berikutnya mereka mampu cuci tangan dengan benar, bisa menjaga kebersihan dan kesehatan, serta menjauh dari orang yang sakit agar tidak terinfeksi. Insyaallah dengan berusaha menjaga kebersihan dan banyak berdoa semoga semua akan baik-baik saja.

Rabu, 22 April 2020

Meningkatkan Empati Saat Pandemi


WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi yang artinya wabah ini menjangkau berbagai negara, melintasi benua, menelan banyak korban termasuk di Indonesia. Penerapan social distancing dan lockdown sebagai salah satu cara memutus rantai penyebaran Covid-19 sangat berpengaruh pada perekonomian dunia. Ini menjadi sesuatu yang tidak mudah, dimana manusia merupakan makhluk sosial yang harus berinteraksi. Sementara interaksi  ini harus dibatasi agar tidak semakin banyak yang tertular.

Di Indonesia, terdapat peningkatan grafik penderita Covid-19, sehingga beberapa daerah mulai menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Di dunia dan di Indonesia wabah ini sangat memukul perekonomian baik jangka pendek maupun jangka panjang. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas, dimana sektor pariwisata merupakan salah satu primadona dalam di sektor ekonomi.

Menurut Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pemerintah pada 18 Maret 2020, segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor yang terkait pariwisata dan ekonomi kreatif di tunda sementara waktu demi mengurangi penyebaran corona. Hal ini mendorong adanya PHK karena ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah. Selain itu menurunnya daya beli juga membuat perusahaan sulit bertahan.
 
Kondisi ekonomi yang menurun sementara setiap orang perlu berjuang bertahan hidup di tengah pandemi ini membuka mata kita, bahwa semua orang perlu megasah simpati meningkatkan empati dimana banyak saudara kita yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam membantu sesama saat pandemi ini diantaranya:

  • Mendahulukan keluarga/tetangga terdekat
Tetangga adalah keluarga terdekat. Kita bisa mengetahui tetangga mana yang benar-benar kesulitan secara ekonomi. Setiap RT bisa mendata warganya lalu menggalang dana bantuan untuk keluarga yang kekurangan tersebut. Apabila dana tersebut tidak mencukupi, kita bisa merekomendasikan keluarga yang kekurangan tersebut ke pihak-pihak terkait atau lembaga sosial agar bisa mendapat bantuan
  • Berbelanja di teman atau tetangga
Adanya PSBB dan social distancing membuat masyarakat tidak bebas bepergian dan harus tetap di rumah. Jika biasanya belanja di mall atau supermarket karena adanya promo atau diskon tertentu, saat ini kita bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari di tetangga. Meski tidak ada promo, hal ini bisa kita lakukan untuk membantu perekonomian tetangga terdekat.

Pandemi Covid-19 ini juga berdampak langsung pada para pedagang. Banyak pedagang yang mengalihkan usahanya menjadi via online dengan membagikan di social media atau grup whatsapp. Kita bisa membantu dengan membeli sesuai kebutuhan dan semampu kita, dan juga mempromosikannya ke orang lain atau melalui social media.

  • Mengirim donasi melalui lembaga-lembaga sosial
Saat ini banyak lembaga sosial, organisasi nirlaba, pegiat sosial media, perusahaan hingga komunitas yang membuka keran donasi untuk disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan maupun tenaga  medis. Pastikan lembaga tersebut bisa dipercaya dan amanah dalam mengelola dan menyalurkan donasi.
  • Tidak menimbun
Pada awal wabah Covid-19 terjadi penimbunan masker besar-besaran, hand sanitizer dan panic effect yang membuat sebagian masyarakat berbelanja berlebihan. Para tenaga medis lebih membutuhkan masker dan APD, selain itu berbelanja berlebihan selain boros juga mengurangi kesempatan orang lain mendapatkan barang kebutuhannya. Masyarakat bisa menggunakan masker kain, dan berbelanjalah secukupnya agar makanan yang kita konsumsi fresh dan sehat.
  • Berkata baik atau diam
Menurut Imam al Ghazaly, lidah itu sangat kecil dan ringan. Tapi bisa mengangkatmu ke derajat yang paling tinggi dan bisa menjatuhkanmu ke derajat paling rendah. Ini adalah masa-masa sulit yang harus kita lalui dengan bekerjasama dan banyak berdoa. Jika tidak bisa membantu secara tenaga atau materi, lidah dan jari kita pun perlu kita jaga agar tidak melukai. Kita bisa membantu dengan harapan dan doa semoga wabah ini segera berlalu. #dirumahaja adalah salah satu cara sederhan yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain agar tidak tertular dan tidak menularkan. 
Semoga kita semua tetap sehat walafiat

Review Hotel Permata Kuta Bali Yang Strategis dan Nyaman


Pulau Bali merupakan salah satu tempat wisata andalan Indonesia. Mulai dari keindahan pantai, kuliner, seni budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali begitu memikat dunia. Berbagai kelebihan yang dimiliki Bali membuat TripAdvistor melalui Traveller Choice Awards 2017 menobatkan Bali menduduki peringkat pertama dari 25 destinasi terbaik di dunia. Mengalahkan destinasi-destinasi di Eropa, Amerika, hingga Timur Tengah.

Ada banyak tempat wisata di Bali yang begitu populer dan hits seperti Tanah Lot, Jimbaran, Uluwatu, Kuta, Ubud, dan rasanya semua tempat di Bali menyimpan pesona yang sayang sekali jika tidak dikunjungi. Pada bulan Januari lalu, kami mengunjungi Bali, dan salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Kuta. Kuta memiliki Pantai Kuta yang terkenal dengan pantai pasir putih. Ombaknya yang tenang menjadi favorit para peselancar. Tidak jauh dari pantai Kuta terdapat monumen bom Bali yang fenomenal karena aksi terorisme.


Beberapa waktu lalu, sebelum adanya wabah corona, saya dan suami dapat kesempatan traveling ke Bali. Dua hari terakhir di Bali, kami memilih menginap di Permata Kuta Hotel karena lokasinya yang tidak jauh dari bandara Ngurah Rai. Hotel ini berada di komplek pertokoan. Dari luar tampak tidak terlalu luas, inilah kesan awal saat kendaraan yang kami tumpangi memasuki hotel. 


Sesampainya di hotel, kami segera disambut tiga orang resepsionis hotel yang ramah dan dua gelas es teh sebagai welcome drink. Meski pintu masuknya tampak tidak terlalu luas, ternyata bagian hotel  berbintang tiga ini cukup luas dan lapang. 

Kolam renang outdoor berada di belakang lobi hotel. Jadi kami menuju kamar yang ada di lantai 3 melewati bagian sisi kanan kolam renang. Kolam renang ini didesain bernuansa rindang dengan aksen tanaman menjulur dan tanaman-tanaman dalam taman kecil serta pot tanaman yang tertata rapi. Kolam renang terdiri dari kolam anak dan dewasa sehingga family friendly. Cocok bagi tamu keluarga apalagi yang membawa anak seperti kami.

Pemandangan dari balkon kamar


Sesampainya di lantai 3 kami langsung menuju ke kamar. Taraa...ternyata kamarnya bagus, luas bersih dan nyaman banget. Kami memilih kamar dengan tipe superior room dengan view balkon langsung ke kolam renang.  Sementara itu, fasilitas kamar terdiri dari wifi (yang lancar jaya), AC, TV, layanan kamar dan complimentary


Tempat  tidurnya cukup untuk kami pakai bertiga, jarak ke televisi pun tidak terlalu dekat. Di dekat televisi terdapat meja untuk meletakkan barang bawaan. Di sebelah meja terdapat lemari pakaian lengkap dengan gantungan baju. Tempat tidurnya besar sehingga cukup untuk tidur kami bertiga.



Kamar mandinya juga longgar dan nyaman. Dilengkapi dengan bathtub, shower, handuk, wastafel dan bathroom amenities. Namun tidak ada keran air. Jadi jika wudhu harus menggunakan wastafel atau shower.



Setelah melepas penat sejenak, kami turun untuk membeli makanan. Hotel ini terletak di kompleks pertokoan dan cukup ramai sehingga mudah untuk membeli kebutuhan. Ada minimarket di sebelah kanan hotel, dan untuk makan kami memilih membeli masakan padang di warung padang di depan hotel. Di sekitar hotel juga terdapat mall, kafe, salon, spa, dan toko souvenir. Malamnya alhamdulillah si kecil bisa tidur nyenyak. Penerangan kamar yang cukup dan AC yang mudah diatur mendukung kami bisa nyaman beristirahat.

Kami menginap selama 2 malam di hotel ini. Pada pagi pertama, saya, suami dan si kecil jalan-jalan ke pantai Kuta yang tidak jauh dari hotel. Hanya sekitar 5 menit berkendara. Sekembalinya dari pantai, kami menuju ke Hulas Cafe & Bar untuk sarapan pagi. 



Selepas breakfast, mas suami mengajak ke Joger yang tidak jauh dari hotel sekitar 10 menit berjalan kaki. Di depan Joger terdapat toko oleh-oleh dan souvenir. Bisa menjadi referensi teman-teman jika mencari oleh-oleh karena harganya agak miring. Kelebihan hotel ini adalah posisinya yang dekat kemana-mana. Kawasan wisata yang tidak jauh dari hotel ini antara lain Circus Waterpark Kuta, Plaza Bali Duty Free, Waterboom Bali, Pantai Kuta, Beachwalk Shopping Center Kuta, Pantai Tuban, Pantai Legian dan tidak jauh dari bandara internasional Ngurah Rai. Hanya sekitar 4 menit berkendara dan free antar-jemput dari hotel ke bandara.

Baca juga. Menikmati Pagi di Pantai Kuta dan Monumen Bom Bali

Sekembalinya ke hotel, ternyata si kecil pengen berenang. Jadilah kami menghabiskan sore di kolam renang Yin Yang. Kolam ini didesain rindang sebagai kebalikan dari suasana di luar hotel yang ramai dan padat.




Hari kedua di hotel, secara kebetulan adalah hari raya Imlek. Pengunjung lebih banyak dari kemarin. Adapula tamu rombongan dari sebuah institusi. Dan hal ini jamak di jumpai di Bali. Wisatawan domestik biasanya berupa rombongan yang terdiri dari beberapa bus yang menjadikan Bali sebagai destinasi wisata. Dan Kuta merupakan salah satu primadona wisata di Bali. Pagi ini menu breakfastpun lebih meriah dari kemarin. Menu yang ditawarkan lebih banyak, kudapan, snack dan buah pun lebih bervariasi. 




Hingga kami selesai breakfast, pengunjung masih ramai, sebagaimana staff hotel dengan sigap hilir mudik membersihkan meja dan mengisi kembali menu yang telah kosong. Selepas breakfast, Navid ingin main sebentar di playground yang ada di samping kafe.


Selesai sarapan, kami segera bersiap-siap untuk ke bandara dan mengakhiri liburan. Sambil menunggu proses check out, ada fasilitas goodbye drink berupa segelas orange juice. Lumayanlah, cocok banget di tengah hari yang panas. Tak terasa hampir seminggu di Bali, kami pun diantar ke bandara yang hanya memakan waktu sekitar 5 menit  dengan fasilitas free antar jemput bandara.

Bagi kamu yang ingin atau berencana berkunjung ke kawasan Kuta, Bali dan bingung mamu memilih menginap di mana, hotel ini sangat recommeended! Letaknya yang strategis dengan fasilitas cukup lengkap, kamar yang bersih dan nyaman dan oke juga untuk anak-anak. Posisinya yang berada di komplek pertokan juga memudahkan kita dalam pilihan makanan atau berbelanja sehingga liburan pun  jadi menyenangkan.
Semoga informasi ini bermanfaat ya!










Selasa, 21 April 2020

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari


Biasanya, setiap pagi akan menjadi waktu yang sibuk di rumah kami. Harus bangun pagi-pagi. Antri kamar mandi, saya yang sesegera mungkin menyiapkan sarapan, anak-anak persiapan berangkat sekolah, dan suami yang mempersiapkan berangkat ke empat kerja. Rutinitas yang terjadi setiap hari selain weekend yang tentu pula dialami keluarga pada umumnya.

Saat ini semua rutinitas itu terasa sangat dirindukan. Pada pertengahan Maret, suami saya masih di Lampung untuk urusan pekerjaan. Begitu kembali di rumah, malamnya datang pemberitaan untuk social distancing dimana semua aktivitas dialihkan di rumah. Awalnya kami semua kaget. Anak-anak bingung tapi masih masuk sekolah hanya mendapat tugas untuk dua minggu ke depan. Dan hari berikutnya, kami benar-benar full di rumah, kecuali suami yang sesekali ke tempat kerja, dan saya yang keluar untuk berbelanja kebutuhan pokok untuk beberapa hari sekali.

Rasanya seperti ada musuh tak kasat mata mengintai kami, entah dimana. Sejak saat itu,kami menjadi lebih perhatian pada masalah kebersihan dan kesehatan. Sering mencuci tangan dengan sabun, bersih-bersih rumah, menjaga pola makan, dan menyempatkan olahraga saat pagi.

Lantas, seberapa besar pengaruh adanya pandemi Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari bagi saya?


  • Pengaruh Covid-19 bagi keluarga
Sebagai sesama perantau, biasanya menjelang ramadhan saya dan suami bersilaturahmi ke kediaman orang tua dan mertua, apalagi kondisi orang tua kami yang kesehatannya mulai menurun karena faktor usia. Benar kata Dilan, menanggung rindu itu beraat sekali. Namun adanya penerapan social distancing membuat kami menahan diri untuk tidak kemana-mana.

Dari sisi kesehatan, kami sekeluarga menjadi lebih sering minum jamu, saya menggunakan madu sebagai pemanis yang sehat dan bergizi. Dan di masa pandemi ini saya jadi sering membuat jamu atau ramuan jsr (jurus sehat rasulullah) dari jahe, kunyit, serai, jeruk lemon/jeruk nipis, kayu manis dan madu. Minuman ini menjadi pembuka hari sebelum acara sarapan pagi, ditemani dengan kurma dan stok buah-buahan seadanya. Selain itu kami juga memakai masker saat keluar rumah. Anak-anak juga suka memakai masker karena motifnya yang lucu-lucu. Selain itu mereka juga tahu bahwa ini adalah masa-masa mereka harus beraktivitas di rumah, sehingga harus memakai masker saat di luar. Selain itu pola makan menjadi teratur, setiap hari kami makan bersama. Jka sebelumnya karena kesibukan kadang-kadang saya membeli lauk di luar, saat ini semua dimasak sendiri. Untuk snack time kadang saya menyetok atau membuat cemilan sehat dan membuat cooking class bersama anak-anak di rumah.

Selama pandemi, proses belajar mengajar dialihkan ke rumah. Pihak sekolah melalui guru telah memberikan sejumlah tugas yang harus dikerjakan di rumah. Adakalanya anak-anak bosan sehingga saya selingi dengan membuat kreasi bersama. Memanfaatkan printable dan membuat kreasi dari barang bekas ternyata menyenangkan lho.
  • Pengaruh Covid-19 terhadap pola hidup masyarakat
Sejak adanya pandemi, warung-warung dan toko di tempat tinggal kami membuat peraturan harus memakai masker dan maksimal 2 orang pengunjung. Selain itu banyak tempat menyediakan area cuci tangan. Menyikapi wabah ini, pola hidup masyarakat Indonesia umumnya berubah, dan lebih memperhatikan masalah kebersihan dan kesehatan. Beberapa desa bahkan telah menyiapkan tempat karantina bagi pemudik. Meski ada saja yang ngeyel tentu itu sangat disesalkan, karena dalam menangani wabah ini perlu kerjasama semua pihak. Bukan hanya tenaga medis namun seluruh masyarakat.

Selain itu kreativitas masyarakat tumbuh karena the power of kepepet. Beberapa tetangga yang memiliki usaha di bidang kuliner, karena tidak bisa berjualan di warung, mengalihkan usahanya secara online dan menerima delivery order. Adapula yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. 

Perasaan jenuh yang melanda tentu ada, namun tetap ada doa dan harapan dalam setiap kesempatan dan keadaan. Lebih fokus pada apa yang telah Allah beri melatih hati ini tetap bersyukur. Apapun pengaruh pandemi in terhadap kehidupan sehari-hari semua kita semua bisa survive. Bagaimanapun kondisinya kami berusaha tetap tenang dan berpikir positif. Adanya wabah ini mengajari banyak hal, untuk memanfaatkan waktu, memperhatikan keluarga, mengatur pola hidup, dan menyadari bahwa semua yang terjadi telah Allah atur, telah ditakdirkan di Lauhul Mahfuz. Semoga wabah ini segera berakhir dan kita bisa melaluinya, mengambil pelajaran agar terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik.

Senin, 20 April 2020

Mengenal Covid-19 Dan Pencegahannya



Assalamualaikum

Hai everyone, apa kabar? Semoga kita semua selalu sehat dan baik-baik saja ya. Tak terasa kurang lebih sebulan lamanya kita #dirumahaja, menjadi kaum rebahan dan mengalihkan semua aktivitas di dalam rumah. Awalnya memang tidak mudah, namun langkah ini harus kita ambil sebagai salah satu cara melawan Covid-19 agar penyebarannya tidak semakin meluas.


Apa itu Covid-19?

Infeksi virus corona atau covid-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan kumpulan virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernafasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala. Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapaperbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Seberapa bahaya virus Covid-19 ini?


Sebagian kasus Covid-19 menimbulkan gejala dengan sifat ringan dan sedang. Namun beberapa pasien mengalami komplikasi yang patut diwaspadai. Gangguan pada saluran pernapasan adalah komplikasi utama akibat Covid-19, seperti gagal pernapasan akut (acute respiratory failure), pneumonia (peradangan pada paru-paru), hingga acute respiratory distress syndrome (ARDS)



WHO menetapkan virus Covid-19 ini sebagai pandemi. Pandemi adalah sebuah epidemi yang telah meyebar ke beberapa negara atau benua dan umumnya menjangkiti banyak orang. Virus Covid-19 sendiri telah meluas hingga sekitar 200 negara di dunia termasuk Indonesia. 

Akibat adanya pandemi ini, aktivitas masyarakat dunia berubah. Aktivitas perkantoran di ubah menjadi work from home (WFH), proses belajar mengajarpun dipindah ke rumah. Yang sulit tentu para pekerja swasta, wirausaha, yang banyak mengalami kerugian akibat pandemi ini. Untuk mencegah menyebarnya virus ini, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan seperti social distancing bahkan karena kondisi ini beberapa daerah telah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Semua memerlukan kerjasama antar semua pihak agar usaha memutus rantai penularan Covid-19 ini bisa maksimal.

Virus ini belum ditemukan obatnya. Dan untuk mencegah penularan virus corona kita bisa melakukan tindakan preventif, diantaranya:


  • Menghindari keramaian, tempat-tempat umum dan menunda traveling terutama ke daerah zona merah (daerah yang warganya banyak terjangkit virus corona). Di tempat keramaian kita tidak mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan virus
  • Mengurangi kontak fisik. Bisa dilakukan dengan mengurangi kuantitas bertemu dengan orang lain, membatasi tamu, mengurangi intensitas belanja langsung dan bisa menggantinya dengan melakukan transaksi digital atau belanja online.
  • Cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir. Setiap saat kita memegang banyak benda. Jadi, jangan lupa untuk sering-sering cuci tangan dengan sabun ya!
  • Menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. #dirumahaja bukan berarti bermalas-malasan ya, selama di rumah kita bisa tetap melakukan hal-hal produktif. Memanfaatkan waktu yang berharga dengan melakukan hal yang positif serta tetap menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh kuat sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  • Selama #dirumahaja, kita memiliki waktu untuk bersih-bersih rumah dan sekitarnya. Sterilkan barang-barang secara berkala dan rumah yang bersih dan sehat merupakan salah satu kunci hidup sehat.
  • Hindari kepanikan dengan tidak berbelanja berlebihan. Produk makanan memiliki masa kedaluarsa di waktu tertentu. Berbelanjalah secukupnya sesuai kebutuhan. Selain tidak boros dan berlebih-lebihan, kita juga membantu orang lain mendapatkan akses terhadap barang yang mungkin lebih dibutuhkan oleh orang tersebut.
  • Kenali kondisi kesehatan diri. Pengobatan dan pencegahan sama pentingnya. Sesedikit apapun gejala yang dirasakan, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pastikan diri kita sehat dan tidak berpotensi menularkan penyakit.
Meski belum ditemukan obatnya, kita harus tetap semangat. Jangan panik, mari saling menjaga diri dan menjaga kesehatan agar kehidupan berjalan normal seperti sedia kala. Tetap #dirumahaja adalah salah satu kontribusi kita dalam membatasi interaksi dan rantai penularan Covid-19