Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Kawah Sikidang: Keindahan Yang Berawal dari Putri Yang Ingkar Janji

Gambar
Saat masih SD, saya suka banget baca buku tentang dongeng nusantara, kisah-kisah yang konon menjadi sebab adanya suatu tempat, seperti Sangkuriang dan Gunung Tangkubanperahu, kisah cinta tak sampai Bandung Bondowoso pada Roro Jongrang yang menyertai Candi Prambanan, Joko Tarub dan Nawangwulan, Dewi Sri, Timun Mas dan juga kisah-kisah sejarah yang berbau mistis seperti Nyai Loro kidul dan pantai selatan Jawa, Batara kala, dan lain-lain. Hidup di Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya membuat setiap tempat, punya cerita. Bahkan makanan khas di setiap daerah di Indonesia pun ada sejarah dan kisah yang menyertainya.
Tahun lalu, kami sekeluarga travelling ke Dieng, karena bawa balita jadi pikniknya yang deket-deket aja. Jalan yang tajam dan berkelok-kelok membuat setiap pengendara harus hati-hati. Selain itu cuaca yang dingin juga menjadi pertimbangan. Jalan-jalan ke daerah pegunungan membutuhkan tubuh yang sehat dan juga harus memakai pakaian yang tebal, jaket/sweater, masker dan sa…

Jangan Panggil Dia Gila

Gambar
Namanya Masri (samaran, bukan nama sebenarnya) Seorang bapak dari 2 anak dan 6 orang cucu. Tidak seperti seorang keluarga pada umumnya. Para tetangga tidak pernah memanggilnya dengan sebutan Pak Masri. Setiap ada acara di kampungpun ia tidak dilibatkan. Kehadirannya di masyarakat antara ada dan tiada. Ia ada tapi diacuhkan. Ia tak adapun tak dicari.
Semua berawal dari bertahun-tahun yang lalu, mungkin lebih dari 20 tahun yang lalu, saat itu Masri bekerja sebagai seorang kondektur bus. Sebuah kecelakaan mengubah hidupnya. Ada yang mengatakan ia terkena gegar otak. Pihak keluarga dan juga dibantu tetangga sudah mengupayakan pengobatan untuknya. Yang jelas, karena kondisi ekonomi yang kurang, pengobatan yang ia jalani tak tuntas sehingga membuat ia mengalami gangguan jiwa hingga kini.
Apa jadinya kalau kita memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Itulah yang dialami istri dan kedua anak Masri. Sang istri yang bekerja di pasar menjadi tulang punggung keluarga, sembari menahan malu, su…