Jumat, 20 Desember 2013

KADER POSYANDU: ANTARA KELUARGA DAN MASYARAKAT

 Rabu pertama setiap bulan menjadi hari yang harus saya dan ibu ingat. Bagi saya, ini hari dimana Isya (3,5 tahun) dan Himda (1,5 tahun) ke Posyandu untuk di timbang berat badannya. Bagi ibu, karena beliau kader Posyandu, sehari sebelumnya ibu sudah berkoordinasi dengan kader lain menentukan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) apa yang akan dibuat esok hari.

Entah sudah berapa tahun ibu menjadi kader Posyandu. Seingat saya, sejak saya SD, di rumah pernah menjadi tempat Posyandu. Dulu masih jamannya Kartu Menuju Sehat (KMS), dimana tumbuh kembang anak dicatat di kertas yang bisa dilipat menjadi 3 bagian. seiring waktu berjalan, Poyandu dilakukan bergiliran di rumah para kader. Saat ini Posyandu sudah istiqomah di rumah Bu Neni yang menjadi ketua kader Posyandu di RW 2 tempat kami tinggal

Menjadi kader Posyandu, tidak sekedar menimbang, ada Bidan yang mendampingi untuk imunisasi tiap bulan. Berat badan anak di kontrol, jika bulan berikutnya berkurang, kader harus menanyakan pada si ibu, atau memberi saran untuk kebaikan ibu dan anak. Setiap bulan ketua kader dan perwakilan kader mengikuti rapat di puskesmas kecamatan, kadang ada rapat (ibu menyebutnya kumpulan) di Posyandu RW yang lain. Setiap tahunnya, ada pendataan yang harus di kerjakan. RW kami terdiri dari 6 RT (Rukun Tetangga), tiap kader dibagi tugasnya mendata kondisi tiap RT. Ibu kebagian data RT.5 tempat kami tinggal. Apa saja yang didata? Pendataan membutuhkan data setiap KK (Kepala Keluarga), dari data lengkap KK beserta keluarganya, kondisi rumah, air, listrik, jumlah anak, pendidikan keluarga, alat kontrasepsi yang digunakan. Data ini diperbaharui tiap tahun karena pasti berubah. Saya tahu karena sering membantu ibu mengerjakannya. Yang sulit, karena jumlah KK yang banyak dan menyalin nomor KTP/NIK yang nyaris tak terlihat. Selain pendataan ini, ada juga pendataan lain seputar ibu dan anak di wilayah masing-masing.

Selain pendataan, tiap bulan juga ada PMT untuk balita yang ditimbang. Balita yang disarankan ke Posyandu mulai dari umur 0-5 tahun. setelah balita mendapat imunisasi dasar lengkap (HPT, BCG, DPT, POLIO CAMPAK), mereka ditimbang dan di beri PMT. Kadang PMT nya bubur kacang hijau. Ibu berbelanja sehari sebelumnya, dan setelah shubuh mulai membuat bubur lalu membungkusnya, sekitar pukul 08.00, bubur mulai diantar ke Posyandu di rumah Bu Neni. Kadang PMTnya berupa telur puyuh dan pisang. PMT dijual Rp.1000/bungkus. Jauh lebih murah dibanding harga jual pasaran karena tujuannya memang membantu balita mendapat makanan bergizi dan murah. Pernah juga nasi dan lauk bergizi namun kurang diminati kaum ibu karena umumnya mereka sudah memasak di rumah.

Apa yang ibu dapatkan dengan menjadi kader Posyandu? Pada awal-awal bergabung (artinya bertahun-tahun yang lalu), tidak ada fee sama sekali. Murni karena dorongan hati. Masyarakat butuh Posyandu dan butuh kader yang memberi perhatian pada balita. Kadang, para kader juga memiliki peran ganda seperti mensosialisaskan program pemerintah. Seperti membantu mensurvei warga yang benar-benar membutuhkan untuk kepentingan BLT, Jamkesmas, Jamkesda, dan sebagainya karena para kader terbiasa bersosialisasi dengan warga.

Beberapa tahun terakhir, menurut ibu, pemerintah mulai memberi perhatian pada Posyandu, seperti ada fee tiap beberapa bulan sekali, adanya ongkos transport jika ada rapat di kecamatan, dan mendapat seragam. Jumlahnya memang tidak seberapa namun membuktikan pemerintah mulai memperhatikan Posyandu dan kadernya. Selain itu, ibu meski telah lansia (usia beliau 58 tahun), masih gesit berorganisasi. Ibu mendapat banyak informasi yang bermanfaat, dan pengalaman berharga seperti bertemu banyak kalangan, bisa mengikuti seminar yang diadakan Posyandu, dan dari seminar itu ibu bisa menerangkan bahaya rokok, bahaya dan cara mengatasi stroke, Hak Anak, pengetahuan seputar kontrasepsi, dan seputar kesehatan ibu hamil dan menyusui.

Dari ibu saya belajar bahwa menjadi seorang perempuan, lalu menjadi istri dan seorang ibu adalah anugrah Allah yang luar biasa sekaligus amanah yang harus dijaga. Menjadi istri dan ibu haruslah menjadi pembelajar sejati. Bagaimana menjadi istri yang baik, bagaimana mendidik anak yang baik. Dan meski "hanya" seorang ibu rumah tangga, kita bisa gaul yang sehat dan bemanfaat. Ibu sangat suka berorganisasi. Beliau menjadi ketua Dasa Wisma (Dawis), tergabung dalam PKK tingkat RT, PKK tingkat RW, PKK tingkat kelurahan, dan kader Posyandu. 

Dan, karena para kadernya ibu-ibu (dan semanya ibu-ibu setengah baya alias anaknya udah gede malah udah punya cucu), permasalahan ada pada kader sendiri. Ada kader yang inkonsisten karena sibuk dengan masalah intern keluarga sehingga tidak fokus di Posyandu. Sehingga dibutuhkan kader yang bisa meluangkan waktu antara keluarga dan organisasi. Biasanya para kader adalah para ibu yang anaknya sudah dewasa jadi tidak repot dengan urusan dapur. Saat ini Bu Neni, agak repot mencari kader baru yang benar-benar mau konsisten.

Di kota-kota besar, mungkin peran Posyandu tidak begitu dominan. Di sebuah stasiun televisi swasta saya pernah melihat tayangan di Indonesia Timur, dimana saat kunjungan ke Posyandu adalah saat dimana anak mendapat makanan bergizi. Asli, ini bukan promo program pemerintah. Di kampung saya, tidak (belum) ada komunitas sosial, karena ibu saya seorang kader, dan karena Posyandu memegang peran penting. Apapun bentuknya, apapun medianya, apapun komunitasnya, yuuk temen-temen, kita beri perhatian pada ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak terutama dari kalangan tidak mampu. Ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat dan anak yang sehat akan menjadi generasi sehat dari bangsa yang sehat.

Buat temen-temen, terutama sesama perempuan atau ibu-ibu, yuk gaul sehat dengan ikut organisasi di lingkungan masing-masing. Mau PKK, Posyandu, atau mungkin kegiatan sosial. Selain menambah keakraban dengan tetangga, juga mengasah intelektualitas, dan bukan tidak mungkin nambah rejeki. Masuk dalam komunitas sosial juga butuh keikhlasan dan panggilan jiwa. Bahagia pun menjadi sederhana. 





Kamis, 19 Desember 2013

SERUNYA NGE-BLOG BARENG MY TELKOMSEL

gambar dari : www.telkomsel.com


Wah, alhamdulillah gak terasa nih, udah setahunan punya laptop sendiri. Bisa nge-blog dan internetan kapan saja (selama urusan rumah tangga kelar dan anak-anak udah tidur). Maklumlah, emak-emak, mesti keluarga kan yang utama? Dulu, saya dan suami punya satu laptop. Karena suami pulang tiap akhir pekan, saya cuma bisa pake pas beliau di rumah. Sering sampe lembur malam pas anak-anak tidur. Akibatnya laptop nge-hank. Kecapean di pake full seminggu. Di bawa ke reparasi,  ternyata harus ganti yang baru. Untunglah data-data bisa di selamatkan. Semua data-data penting, dari foto-foto kita, kerjaan suami, dan tugas-tugas kuliahnya. Alhamdulillah deh data nya selamat. Dan alhamdulillah lagi, Allah memberi rezeki untuk beli yang baru. Selalu ada yang bisa disyukuri di setiap musibah :)

Mungkin geregetan sama saya yang selalu menyabotase laptopnya pas di rumah, suami saya membeli 2 laptop. Kebetulan pas pameran komputer jadi harganya agak miring. Yang kecil buat beliau, biar bisa masuk ransel, praktis dibawa kemana-mana, lha saya malah dibeliin yang gede, baiknya suamiku :)


Katanya sih, biar saya terhibur, ga bosen dengan pekerjaan rumah, bis browsing, internetan, dan menyalurkan hobi menulis dari kecil. Saking pengertiannya, suamiku memberi hadiah laptop ini lengkap dengan modem dan paket internet. Anak-anak juga bisa merasakan manfaatnya, mereka bisa download video murotal, mengaji, dan video edukatif lain dari youtube. Saya sih terima beres aja, ga sempet ngurus yang begituan. Suamiku memberi paket internet dari Simpati Loop. Katanya sih, provider ini kan sudah banyak pengalaman di dunia telekomunikasi, dan paket internetnya bagus...wuzz...wuzz..selain itu di daerah kami jaringannya juga bagus. Jadi ga salah pilih kan?

Sejak pertama punya handphone, kami sudah pakai Telkomsel, saat itu alasannya simple, karena orang tua pakai simpati, kita berdua pake AS. Saudara-saudara juga kebanyakan memakai telkomsel jadi mudah banget untuk berkomunikasi termasukperlu pulsa, tinggal berbagi aja.


Seiring perkembangan teknologi telekomunikasi, muncul lagi istilah gadget. Ada tablet, smartphone, Iphone, Ipod, dan sebagainya. Karena kebutuhan, dan handphone lamanya sudah rusak, apalagi sering dijatuhin sama si kecil, kami membeli handphone baru dengan teknologi windows dan android. Sama sekali bukan buat gaya-gayaan loh, murni kebutuhan, apalagi sekarang hampir semua orang berinteraksi melalui social media. Kebetulan belinya pas menjelang ulang tahun saya, jadi kado cinta deh, si android plus paket internetnya :). Untuk kartunya, kami pakai Telkomsel. Asyik banget, ternyata  ada layanan My Telkomsel. Langsung aja kami download dan install. My Telkomsel memberikan banyak kemudahan.  Misalnya  berbagi pulsa, mengirim paket data, cek tagihan kartu Halo, sampai mengisi paket internet di tablet yang tak punya fitur telepon.

Awalnya dimulai dari sini nih,
                                                                 dok.pribadi

Untuk masuk ke My Telkomsel, password yang digunakan akan dikirim lewat pesan di inbox melalui *323#. Password cuma bisa digunakan sekali pakai.  Setelah masuk ke My Telkomsel, kita bisa mendapat informasi tentang sisa kuota, sisa pulsa dan paket yang digunakan. Seperti ini nih:
                                                                    dok.pribadi

Di My Telkomsel, ada banyak fitur yang bisa kita manfaatkan lho..:)


                                                                        dok. pribadi

Ini dia aplikasi menarik lainnya :) Kita paling suka pake Skype. Meski suami sering keluar kota, kita bisa saling komunikasi dan anak-anak juga seneng banget bisa liat wajah Abinya sambil ngobrol.
 
dok.pribadi

Fitur yang jadi favorit nih, transfer pulsa, ga perlu kemana-mana tinggal klik aja

                                                                   dok.pribadi

Selain untuk transfer pulsa, bisa transfer kuota juga. Kita bisa menyesuaikan kuota yang kita butuhkan. Lagi asik nge-blog, tus kuota habis? Ga perlu khawatir, tinggal minta transfer kuota deh, praktis dan ekonomis. Ga pake lama, ga perlu kemana-mana :)
dok.pribadi



Ada  flash gift juga lho
dok.pribadi

Kita juga bisa bayar tagihan Kartu Halo disini


                                                                  dok.pribadi 

Dan asyiknya lagi ada video tutorial yang memudahkan kita untuk dapet informasi lengkap kap tentang semua produknya My telkomsel. Ini dia videonya :



Selain video tutorial, kita juga dapat mengetahui lebih jauh tentang fitur My Telkomsel, bisa baca-baca apa saja layanan yang ditawarkan, fitur-fitur yang ada, pembayaran tagihan, customer service dan juga bisa download buku panduan My Telkomsel DISINI


 gambar dari: www.telkomsel.com


Nah, udah ga ragu lagi kan pake Telkomsel, apalagi di jamannya smarthphone dan tablet, informasi dan social media udah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. My Telkomsel memfasilitasinya dengan berbagai fitur yang membantu kita memudahkan isi ulang, pembelian paket, dan kemudahan lainnya. Untung ada My Telkomsel, mudah, praktis dan hemat kan! Bener-bener kebanggaan Indonesia deh :)
Yuk download My Telkomsel sekarang :)


 gambar dari : www.telkomsel.com

Selasa, 10 Desember 2013

SEHAT (SEHARUSNYA) MILIK SEMUA

Bocah itu tak mau lepas dari pangkuan ibunya. Sesekali menangis, ia menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Bocah itu bernama Ratna (8). Sejak 26 November 2013 lalu ia dirawat di RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Bogor. Ia didiagnosis menderita gangguan gizi, Marasmus Kwashiorkor dan anemia.Ratna merupakan pasien gangguan gizi ke-14 yang ditangani oleh RST Dompet Dhuafa. Selama lebih dari 1 tahun berdiri, RST Dompet Dhuafa telah menangani 36 kasus pasien gangguan gizi. Sebanyak 14 pasien ditangani di rawat inap dan sisanya merupakan pasien rawat jalan

 Ratna didampingi ibunya. Gambar dari sini


Menurut Direktur Utama Dompet Dhuafa  Ahmad Juwaini, dalam Republika, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum berdampak pada menurunnya jumlah penduduk miskin di Indonesia. Alhasil, target pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan hingga delapan persen pada 2014 dirasa sulit direalisasikan. Jika menggunakan definisi Badan Pusat Statsitik (BPS), pada 2012, penduduk miskin sekitar 12,15 persen atau 29,13 juta jiwa. Sementara pada 2013 pada angka 11,23 persen. Prosentase ini setara dengan 27,48 juta penduduk. 
Jika menganut makna kemiskinan versi Bank Dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada 2013 mencapai 97,9 juta jiwa. Atau setara dengan 40 persen penduduk.
Menurutnya, yang bisa mengurangi angka kemiskinan adalah keterlibatan rakyat dalam kegiatan ekonomi. AC Nielsen mencatat ada 29 juta orang yang pendapatan per kapitanya di atas 3000 dolar per tahun pada 2010. 
Jumlah orang kaya itu setara dengan jumlah orang miskin yang ada. Jika satu orang kaya bisa memberdayakan satu orang miskin, maka angka kemiskinan di Indonesia bisa dipangkas dengan cukup cepat. Masalahnya adalah bagaimana cara memangkasnya?

Pada kenyataannya, yang kita jumpai di sekitar kita masih banyak kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Selalu ada berita, tentang masyarakat yang hidup kurang layak, tidak bisa meneruskan pendidikan, gizi buruk, pengangguran, hingga berebut zakat berjam-jam lamanya hingga berdesakan, terinjak, bahkan ada yang meninggal. Ironis sekali, mengingat negeri ini di kenal dengan negeri yang gemah ripah loh jinawi. Dimanakah kekayaan Indonesia, sehingga banyak rakyatnya yang masih berada dalam garis kemiskinan sementara menurut dompett dhuafa, di penghujung tahun ini sebuah majalah ekonomi internasional merilis 40 orang terkaya Indonesia. Yang mengejutkan, total kekayaan 40 orang tersebut mencapai 10,3 persen dari PDB Indonesia, setara dengan Rp 710 triliun atau setengah dari APBN 2011. Fakta ini sangat menyedihkan, karena secara vulgar menampakkan jurang kesenjangan yang sangat lebar antara kelompok si kaya dan jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Bahwa kekayaan dan perputaran uang di bangsa ini sebagian besar hanya dikuasai sekelompok orang tertentu saja.

Marilah kita contoh Khalifah Umar bin Abdul Aziz .  Sang Khalifah berkata kepada istri dan anaknya : “Aku termenung dan terpaku memikirkan nasib para fakir miskin yang sedang kelaparan dan tidak mendapat perhatian dari pemimpinnya. Aku juga memikirkan orang-orang sakit yang tidak mendapati obat yang memadai. Hal yang sama terpikir olehku tentang orang-orang yang tidak mampu membeli pakaian, orang-orang yang selama ini dizalimi dan tidak ada yang membela, mereka yang mempunyai keluarga yang ramai dan hanya memiliki sedikit harta, orang-orang tua yang tidak berdaya, orang-orang yang menderita dipelosok negeri ini, dan lain sebagainya”.

Dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz, kita belajar bagaimana seriusnya beliau mengelola zakat. Sehingga tidak ada rakyat yang mau menerima zakat karena negara sudah makmur dan tercukupi . Bukan tidak mungkin metode beliau diterapkan di Indonesia. Kita perlu pemimpin yang mencintai rakyat, tidak bermewah-mewahan sementara rakyatnya kekurangan, memilih pejabat negara yang jujur dan mengutamakan kepentingan rakyat serta mendirikan Baitul Mal untuk mendistribusikan zakat dan kekayaan negara pada rakyat yang membutuhkan. Agar pendistribusian zakat merata, diperlukan Baitul Mal yang terpusat dari pemerintah hingga desa. Agar tidak ada penyelewengan, diperlukan Amil Zakat yang jujur dalam mengelola dana zakat. Dana zakat diperuntukkan salah satunya untuk fakir miskin atau kaum dhuafa. Dana zakat ini bisa dikelola menjadi modal usaha. Dengan tetap di awasi dan diarahkan oleh Baitul Mal, modal usaha ini bisa dikembangkan sehingga kaum fakir miskin/dhuafa yang awalnya mustahik (penerima zakat) meningkat taraf kehidupannya dan menjadi muzakki (pemberi zakat). Dengan menjadi muzakki, masyarakat yang sebelumnya adalah fakir miskin/dhuafa menjadi mandiri secara ekonomi. Bisa mencukupi kebutuhan hidupnya termasuk mengurus masalah kesehatan, dari menjaga kesehatan hingga memiliki biaya untuk berobat saat sakit. Kita beruntung sejak 4 September 1994, Yayasan Dompet Dhuafa didirikan dan tahun 2001 dikukuhkan sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat nasional. Lembaga nirlaba ini mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk zakat, infak, shadaqah untuk berbagai program kemanusiaan seperti kesehatan, pendidikan , bantuan bencana dan juga ekonomi. 
Pemerintah, melalui Departemen Kesehatan pun banyak mengeluarkan kebijakan seperti adanya JAMKESMAS, JKN, dan jaminan perlindungan kesehatan lainnya untuk membantu masyarakat mendapat perlindungan kesehatan yang baik.

Dalam sistem pemerintahan, kesehatan bukan cuma tanggung jawab satu pihak karena dalam negara satu masalah saling terkait. Misalnya demam berdarah yang timbul akibat banjir dimana-mana. Perlu dikaji, apakah banjir berasal dari bencana alam, atau timbunan sampah karena perilaku masyarakat yang kurang bersih, atau tata kota yang perlu dibenahi. 

Kesehatan adalah nikmat yang paling istimewa dan besar yang telah allah SWT berikan kepada hamba-hambanya karena jika nikmat sehat telah di cabut oleh Allah SWT maka harta benda kita menjadi tidak bernilai. Dengan kesehatan kita dapat dengan mudah melakukan ibadah, bekerja serta memberikan kontribusi kepada Agama, keluarga dan masyarakat banyak, sebab itu sudah seharusnya kita mensyukuri dengan selalu meningkatkan kualitas ibadah setiap saat.

Terkait dengan ini Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa yang badannya sehat dan hidup aman di tengah masyarakatnya serta memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia seisinya telah diberikan kepadanya.” (Riwayat At-Tirmidzi). 
Sehat adalah nikmat terbesar setelah nikmat iman. Rasulullah SAW bersabda,”Mohonlah kepada Allah kesehatan ( keselamatan ). Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan (keselamatan).( Riwayat Ibnu Majah Apalah artinya harta melimpah jika tubuh terbaring sakit, tak ada gunanya sebanyak apapun makanan terhidang, tak ada gunanya jabatan setinggi apapun jika tidak bisa dinikmati. Sungguh, sehat adalah harapan setiap manusia. Karena sehat adalah bekal kita hidup di bumi. Sehat bukan cuma dimaknai secara fisik namun juga psikis. Karena jiwa yang sehat akan menghasilkan pemikiran yang positif, tindakan yang baik, tidak dilarang agama dan tidak merugikan sesama. 

Pengobatan gratis. Gambar dari sini


Sehat seharusnya memang milik semua. Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat perlu saling mendukung dalam mewujudkannya melalui sosialisasi gaya hidup sehat, lingkungan yang bersih, dan pelayanan kesehatan yang baik. Baik dalam arti pelayanan maupun fasilitas. Ada sehat ada sakit. Keduanya saling berpasangan. Sehat dan sakit adalah ketentuan dari Allah. Saat sakit datang, tentunya perlu usaha untuk mengobati. Namun bagaimana jika kaum miskin seperti ratna dan dhuafa yang lain mengalaminya serta tidak memiliki biaya untuk berobat? Jangan lagi ada istilah "orang miskin tak boleh sakit di negeri ini". Mari bergandengan tangan saling membantu karena kita semua perlu sehat. Salah satunya dengan mensosialisasikan gerakan hidup sehat yang bisa dilakukan melalui blog . Dengan jangkauan internet yang makin meluas, blog dapat menjadi sarana komunikasi dan juga informasi bagi masyarakat.

Selamat Hari Kesehatan Nasional
Semoga bukan sekedar seremonial tahunan, namun kesehatan masyarakat bisa diwujudkan di negeri ini.

Rabu, 25 September 2013

Sekolah Kehidupan dari Bapak

Saat melihat dua anakku bermain dan bercanda dengan abi (suamiku), aku jadi ingat bapak. Bapak memang bukan tipe lelaki yang romantis dan humoris seperti suamiku. Bapak orang yang tegas, tapi bapak sangat sayang pada keluarga. Dulu, kami belum punya motor. Bapak memboncengkan aku kemana saja. Mengantar ke sekolah, ke dokter saat sakit, atau sekedar jalan-jalan. Saat aku beranjak remaja bapak bertanya,"apa kamu malu dibonceng bapak naik sepeda?"
Aku tak malu pak, aku senang bapak menyayangiku.

Bapak juga hobi jalan kaki. Kakiku sampai sakit jika ikut jalan kaki dengan bapak. Saat kami kecil, kemana-mana harus naik angkot atau bis lalu disambung jalan kaki. Saat jalan-jalan, kami sering bercerita banyak hal. Dan lagi-lagi bapak bertanya,"kamu kan sudah besar, apa gak malu jalan-jalan dengan bapak?"
Ugh, bapak, apa bapak tau kenangan ini belum tentu terulang kembali. Saat ini aku lebih sering jalan-jalan dengan suami dan anak-anak. Kapan bisa jalan-jalan lagi dengan bapak? Apalagi sekarang sudah ada motor.

Dulu, bapak sering menyuruhku mencabuti rumput di halaman. Aku sampai cape kepanasan. Bapak juga sering menyuruhku membantu membersihkan ikan. Mengajari menangkap ikan hingga membersihkan sisiknya. Saat itu aku hanya bisa mengeluh dalam hati. Cape, tangan kotor, tak bisa main. Tapi subhanallah, lihatlah pak. Sekarang aku sedang mengajari anakku berkebun, karena bapak mengajariku terbiasa merawat tanaman. Suamiku sangat menggemari masakan ikan, dan aku tak jijik membersihkan hingga mengolahnya menjadi sajian lezat untuk keluargaku.

Bapak penggemar berat buku, dan sering membawakanku buku. Sekarang, aku melakukannya pada anakku. Bapak dan ibu mengajari sholat, doa-doa, mensupport saat aku masuk pesantren, mendukung saat aku kuliah di luar kota, meski kondisi keuangan pas-pasan. Bapak dan ibu selalu mendorong kami untuk maju.

Disadari atau tidak, bapak telah banyak mengajarkan nilai-nilai kehidupan untukku. Bapak pernah bilang, sekolah kehidupan yaitu akhlak akan dipakai seumur hidup. Bapak yang tegas, tapi sayang keluarga. Bapak yang perfeksionis, dulu kami menganggap bapak galak tenyata rumah menjadi tertata dan rapi. Bapak dan ibu memang saling melengkapi. Bapak bilang,"bapak dan ibu ada kekurangannya, ambillah yang baik, tirulah yang baik dan tinggalkan yang buruk."

Aku sayang bapak, dan tak pernah menyesal menjadi anak bapak.


  "Artikel ini disertakan dalam Semut Pelari Give Away Time, Kenangan paling berkesan dengan papa"

Kamis, 29 Agustus 2013

Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak


Asli, dari awal saya bukan penggila kopi, tidak pula terbiasa meminum kopi. Tapi di keluarga saya, kopi bukan minuman yang asing. Bapak hobi banget minum kopi tiap pagi dengan cangkir besarnya. Ibu kadang meneguknya  saat membuka hari, atau siang hari sebagai pelepas lelah. Kayaknya enak banget.

Tiap bepergian, kita sering banget melewati berbagai warung kopi dengan berbagai nama, dari yang westren sampai nama lokal. Tempatnya pun beragam, dari warung kopi pinggir jalan, ada yang lesehan sampai coffee shop yang mewah dan elegan.

Dari dulu saya pengen banget ngerasain kopi capucino, liat iklannya kok kayaknya enak banget dan ga perlu jauh-jauh ke coffe shop. Dirumah aja bisa karena ada Kopi instan &cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. Cappuccino bikin penasaran, liat tampilannya yang creamy dengan taburan granule di atas foam aja udah kebayang enaknya. Jauh banget dengan bayangan kopi tempo dulu yang hitam, kental, pahit dan berampas di dasar gelas seusai minum.

Nikmatnya Good Day cappuccino
(dok.pribadi)

Menurut artikel yang aku baca di www.hidupbanyakrasa.com, cappuccino  ini merupakan varian kopi yang best seller di Indonesia karena ramah di perut dan perpaduan yang pas antara susu, kopi dan foam nya yang lembut di mulut dan di perut sehingga bisa diterima lidah dan perut anak-anak hingga dewasa. Kopi instan cappuccino Good Day yang enak dan ramah di perut emang cocok untuk pemula seperti aku juga para pecinta kopi di Indonesia. Gimana engga, Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak, tuh kreatif banget dari kemasan yang chic, dan varian rasa yang kreatif. Dari cappucino, vanilla latte, mocacinno, carebian nut, freeze mocafrio, chococinno, coffeemix, coolin coffee, dan the original. Dari namanya aja udah ga sabar pengen nyobain, gimana sih rasanya kopi dengan paduan kacang (carrebian nut), balutan kopi dan coklat yang nikmat (chococinno), atau mau yang original aja, dan sensasi kopi dingin juga bisa kita nikmati. Bener-bener kreatif, seperti hidup yang banyak rasa, Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak bisa menunjukkan kepribadian seseorang dari varian rasa yang dipilih. Percaya atau tidak, selera terkadang emang menunjukkan kepribadian seseorang. Kalau aku sih, setelah engga penasaran sama kopi cappuccino dengan taburan granule di atas foam yang menurut aku unik banget, aku suka banget varian  vanilla latte, mocacinno dan carrebian nut.
 Jangan lupa dicoba yah, Good Day Carrebian Nut nya
(dok.pribadi)

Good Day bukan sekedar minuman kopi biasa tapi bisa diaplikasikan ke berbagai resep. Ada banyak banget resep yang bisa aku praktekkan. Ini yang paling aku suka dari Good Day. Sebagai istri dan ibu, aku berusaha apa yang aku suka dan aku pengen bisa disukai dan dinikmati keluarga. Makanya produk yang halal, aman dan sehat jadi prioritas utamaku. Kopi Good Day ini punya label halal yang berarti layak dikonsumsi dan aman buat keluarga. Kopi itu menyehatkan ya? Iya, cukup 1-2 cangkir sehari kita bisa lho mendapatkan manfaat kopi. Dari informasi yang aku baca di berbagai media di internet, manfaat kopi antara lain:
·         Kopi dapat mencegah timbulnya penyakit jantung atau stroke.
·         Kopi bermanfaat mencegah penyakit kanker dan diabetes.
·         Menjaga kesehatan hati.
·         Meningkatkan kecerdasan otak.
·         Membantu melegakan sakit kepala.
·         Membantu proses pemecahan lemak.
·         Menguatkan daya tahan tubuh.

Buat perempuan, kopi juga bermanfaat untuk kecantikan. Kopi membantu mencegah timbulnya jerawat, menghilangkan bau badan dan bisa digunakan sebagai lulur dan masker untuk wajah.
Mungkin buat sebagian orang yang belum tau, masih takut mengkonsumsi kopi. Takut kecanduanlah, ga bisa tidur atau yang lain. Semua yang berlebihan emang ga baik untuk tubuh. Kalau kita mengkonsumsi dengan takaran yang cukup, bukan hanya enak di lidah, aman di perut, tapi manfaatnya juga kita dapat, sehat di tubuh. Jadi gak takut lagi nih mengkonsumsi kopi, apalagi kopi Good Day kan ramah di perut dan tampilannya menarik dengan varian rasa yang asik.

Aku tidak membiasakan anakku jajan di luar jadi aku sering banget buat cemilan di rumah. Favorit anakku apalagi kalau bukan puding. Kalau habis bantuin umminya bikin puding, si kecil bisa bolak-balik buka kulkas dan laris dalam sekejaplah si puding..:)
ini eksperimen ku dengan kopi Good Day chococinno, jadilah puding chococinno.



 Aku sering bikin puding dan suka mencoba-coba utak atik resepnya. Biasanya aku pake kopi Good Day dengan rasa vanilla latte,mocacinno dan chococinno. selain untuk puding, Good Day juga bisa diaplikasikan ke banyak resep seperti aneka minuman, roti, cookies, bahkan black forest. Terserah gimana inovasi kita aja. Asik banget ya, biasanya roti rasa kopi adanya di bread shop ternyata bisa kita bikin sendiri di rumah.

http://www.hidupbanyakrasa.com/recipe/kue-brownies-kukus.html


Vanilla latte cookies chips
http://www.hidupbanyakrasa.com/recipe/vanilla-latte-cookies-chips.html

Kemasan kopi Good Day yang praktis dan harganya yang ekonomis juga gak nguras kantong. Apalagi jika ada tamu, tinggal tuang dan seduh. Cepat dan praktis. Bosan dengan kopi panas, kan ada kopi Good Day Freeze Mocafrio.



Karena hidup emang banyak rasa, masing-masing rasa memberi warna tersendiri dalam hidup kita. So, selama baik dan bermanfaat, jangan takut untuk mencoba hal baru. Hidup itu banyak rasa, banyak rasa itu banyak ide, bikin hidup kita berwarna dan bermanfaat. Yuuk, mencoba hal-hal baru, karena banyak hal di sekitar kita yang begitu inspiratif untuk dicoba.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Antri lagi....antri lagi...

Jika peristiwa yang telah terjadi dinamakan takdir, maka aku menyebutnya takdir yang indah. Yang membuatku banyak bersyukur, meski pahit diawalnya, meski tak kumengerti sebelumnya, namun rasa syukur diakhirnya bahwa orangtua selalu memilihkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Juli 2000
Aku lulus SLTP, sebagaimana anak muda lainnya, aku juga mendambakan masuk ke sekolah favorit, SMUN 1 di kotaku. Dan alhamdulillah NEM ku lolos. Akupun berharap bisa menjadi salah satu siswa di sekolah yang terbaik di kota kami, yang memiliki lapangan luas, gedung yang bagus, beberapa lapangan olahraga indoor dan tidak jauh dari rumah. Hanya 5 menit naik sepeda. Hingga Allah mentakdirkan lain. Ibu ingin memiliki anak yang bersekolah di pesantren. 3 tahun lalu, kami sudah bersilaturahmi ke sebuah pesantren di Bumiayu, namun aku tidak jadi masuk kesana, dan masuk SLTP negeri di kotaku, dan ini kesempatan terakhir bagi ibu. Hari Rabu kami ke Bumiayu, pulang darisana, seorang penumpang di bus yang kami naiki menceritakan ada pesantren yang bagus di Wonosobo. Hari Kamis, kami ke Wonosobo mendaftar sekolah, mendaftar pesantren dan mampir bermalam di rumah bude di Magelah. Hari Jumat pulang kerumah. Dan malamnya aku harus menyiapkan segala keperluan untuk tinggal dan bersekolah di pesantren dan sabtu paginya kami bertiga berangkat ke Wonosobo.
Subhanallah, betapa Allah merencanakan dengan begitu sempurna. Seragam SMUN1 sudah ada ditanganku. Semua sudah beres. Tinggal menunggu masa orientasi, hanya karena keinginan kuat seorang ibu semua berubah dalam hitungan jam. Hanya semalam aku menyiapkan semuanya. Beberapa potong baju, seragam, jilbab, peralatan mandi dan makan. Bapak akan menyusulkan kasur lipat dan selimut untukku.

Sesampai disana, aku langsung mengikuti masa orientasi karena aku masuk pendaftaran gelombang 2. Bayangan sekolah favorit musnah sudah, sekolahku jauh berbeda dengan SMUN 1. Sekolah ini menempel dengan SLTP yang masih satu yayasan, masih banyak jalan berbatu. Jaraknya tidak terlalu jauh dari pondok, sekitar 10 menit berjalan kaki. Dan aku harus tinggal di pondok. Dengan kapasitas sekitar 60-an orang. Pesantren hanya menyediakan sebuah lemari kecil, semua perlengkapan harus kami bawa sendiri. Untuk tidur, kami berdempet layaknya ikan pindang. Demi ibu, aku melaluinya selama 3 tahun. Aku masuk di Blok I. Blok ini hampir selesai di bangun. Pembangunan dan penambahan kamar dilakukan karena santri pondok ini terus bertambah. Para tukang bekerja ditemani lagu Kuch-kuch Hota hai dari radio yang mereka bawa, saat itu demam Bollywood memang sedang merajalela.
Sebagian kecil penghuni Blok I

Di pesantren, kami harus bangun dini hari sekali. Sekitar jam 03.00 kami sudah mulai antri mandi, jika sekalian mencuci harus sebelum jam 3 pagian. Kamar mandi kami disebut kamar mandi 20. Ada 10 kamar mandi di depan dan 10 kamar mandi di belakang dengan 1 bak panjang di tengahnya. Sering kami terkantuk-kantuk di depan kamar mandi menunggu antrian sambil meneriaki teman yang mandi agar segera selesai. Meski ini bukan kamar mandi satu-satunya, tapi blok (kamar) kami mandi di kamar mandi 20 ini yang terletak di lantai dasar sementara blok kami  terletak di lantai 3 dan jemuran ada di lantai 5.Bayangkan aku harus mengangkat ember cucian dari lantai dasar menuju lantai 5, dan setelah sampai ternyata jemurannya penuh atau kseringkali baju yang para santri jemur menghilang. Entah terbang ditiup angin, terjatuh, atau di- ghosob (memakai barang tanpa seijin pemiliknya).

Setelah antri mandi, kami berjamaah shubuh di blok, diimami pembimbing blok. Pembimbing blok kami 3 orang santri senior yang berkuliah di Universitas yang masih satu yayasan atau santri blok Tahfidz yang sedang menghafal Quran. Pesantren kami, pesantren Tahafudzul Quran Al-Asyariyyah. Setiap tahun, pada 10 Muharram diadakan Haflah Akhirussanah dan Haflah Khotmil Quran. Saat Haflah, pondok akan mewisuda santri untuk 3 golongan. Khatam Juz'amma, Binnadzar, dan Bil Ghoib (hafal 30 juz dalam Al Quran).

Setelah kami shalat shubuh, kami mengaji bersama simbah KH Muntaha Al Hafidz, di aula depan. Beliau merupakan sosok ulama kharismatik di negeri ini, dan meninggal tahun 2004 atau 1 tahun setelah saya lulus. Dan paska mengaji kami menyebar mencari sarapan pagi, harus cepat karena antri..dan antri..:D
Di jalan menuju sekolah

Setelah sarapan kami segera bersiap ke sekolah, dan berjilbabpun harus antri karena jumlah cermin tidak sebanding dengan pemakainya, setelah itu kami setengah berlari ke sekolah sebelum Pak Slamet dan Pak Muhlis si satpam berkumis menutup pintu gerbang. Saat awal sekolah, banyak diantara kami yang tidur di kelas. Dan tidak ada sanksi apapun dari guru dan pihak sekolah. Mereka memaklumi kegiatan kami yang super padat. Pulang sekolah, kami makan siang, antri mandi, shalat Ashar lalu kembali mengaji bersama Simbah, setelah itu kembali menyebar membeli makan untuk makan malam dan harus kembalisebelum Maghrib. Simbah memang membebaskan para santrinya membeli makan dan keperluan santri di luar sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar pondok ikut terangkat. Hari Jumat adalah hari libur ngaji. Sekolah tetap masuk. Kami bisa keluar pondok setelah mengantongi ijin dari Kantor Putri, kami juga bisa menerima tamu dan menerima telepon di kantor Pusat. Saat itu belum marak penggunaan handphone.

Kami shalat Maghrib di blok, lalu mengaji bersama mba-mba pembimbing disambung shalat Isya lalu belajar diniyah hingga pukul 21.00. Setelah itu diadakan wajib belaja 1 jam setelah diniyah. Awalnya, aku merasa berat, lelah dan tidak betah. Namun kakak kelas menyemangati untuk bertahan, pas awal-awal sekolah, banyak santri-santri yang berguguran. Ada yang pindah karena tidak betah ataupun sakit. Alhamduillah aku bisa selesai bersekolah disini. Mungkin karena keridhaan ibu. Katanya sih, kalau orang tua merindukan si anak maka anak tersebut bisa tidak betah mondok.

Selain tradisi antri, ada banyak kenangan manis di tempat ini, aku mendapat berbagai teman dari berbagai pelosok Indonesia. Jika selama ini pemahamanku tentang daerah hanya sebatas Purbalingga dan sekitarnya, di pondok aku bukan cuma mendapat banyak teman, juga mengenal banyak karakter, bahasa, makanan, kebiasaan dan hal-hal unik lainnya. Awalnya memang pahit, tapi manis pada akhirnya. Aku mengenal makna "keberkahan" yaitu kebaikan yang bertambah-tambah. Merasakan kuatnya doa orang tua, merasakan kebanggaan orangtua saat melihatku memakai baju wisuda mengikuti khataman juz'amma dan binnadzar. Disini, aku bergaul dengan para penuntut ilmu, para pecinta Quran, Allah mempertemukanku dengan Kyai kharismatik yang menjadi berilmu, para guru yang ikhlas, sungguh mengingat semua kenangan itu rasanya membuatku malu karena banyaknya ilmu yang terlepas dari ingatan.

Aku lulus tahun 2003. Berpisah dengan teman-teman membawa berjuta kenangan. Awalnya aku dan sahabat-sahabatku saling berkirim surat meneruskan persaudaraan kami, hingga kini banyak media online yang mendekatkan kami. Entah bagaimana kondisi sekolah dan pesantren saat ini. Terakhir ke Wonosobo sekitar 3 tahun yang lalu, sudah banyak yang berubah. Bangunan lebih bagus, toko-toko lebih banyak, waktu membuat begitu banyak hal berubah tanpa kita sadari. Memang benar kata Chrisye, ...masa-masa paling indah kisah kasih di sekolah...

Minggu, 28 Juli 2013

Mendulang Berkah di Lautan Masalah


 
Seminggu sebelum bulan ramadhan, saya membawa 2 balita saya Isya (3 tahun) dan Himda (1 tahun) untuk bersilaturahmi ke rumah neneknya di Jepara, sementara suami saya akan menjemput di terminal Terboyo Semarang. Awalnya, perjalanan kami dengan bus patas lancar-lancar saja. Anak-anak yang tidak rewel dan perjalanan yang lancar. Ketidaknyamanan dimulai ke tika bus yang kami naiki ternyata tidak turun di Terminal Terboyo, kami diturunkan di pintu Tol Banyumanik lalu diantar dengan shuttle menuju terminal sementara bus kembali mengambil penumpang yang telah menumpuk di agen, balik ke Purwokerto. Suami saya yang telah menunggu di terminal, di depan agen bus tersebut segera keluar terminal karena shuttle tidak bisa masuk terminal. Turun dari shuttle kami berempat jalan kaki menuju terminal, berjalan diantara truk-truk besar dan bus-bus yang melaju. Bus jurusan semarang-jepara langsung penuh sejak di terminal. Bus ekonomi yang sesak membuat bungsu saya sesekali menangis. Namun, cobaan tidak berhenti sampai disitu, bus yang sesak ditambah cuaca siang kota semarang yang terik harus ditambah kemacetan yang panjang. Sopir berulang kali membunyikan klakson yang setiap berbunyi langsung disusul tangis kaget Himda. Klakson berbunyi disana-sini. Jalanan penuh. Para pengendara motor meliuk-liuk menyalip di sela-sela kendaraan roda empat dan mengambil alih trotoar dari para pejalan kaki. Saya sempat berfikir, mungkin karena sekarang adalah hari sabtu dan waktu sudah menjelang sore, waktunya pulang beraktivitas. Setelah mengalami kemacetan panjang yang membuat kami berpeluh keringat dan Himda tertidur setelah seringkali menangis ketakutan mendengar suara klakson, akhirnya kami bisa melalui jalan dengan lega. Dan setelah tahu penyebabnya, ternyata ada perbaikan jalan, dimulai dari perbatasan Kota Semarang dengan Demak, hingga ujung jalan lingkar selatan Kabupaten Demak. Menurut informasi, perbaikan ini ditargetkan selesai H-10 lebaran.
                Benar-benar membuat saya geleng kepala dan mengelus dada. Hampir tiap tahun kami ke Jepara, melewati jalur Pantura, dan seringkali kami menemui perbaikan jalan di jalur padat arus ini. Seolah perbaikan jalan adalah agenda rutin yang terulang tiap tahun. Menurut Anggota Komisi V DPR Roem Kono  dalam portal berita teraspos, beliau mengatakan, tata cara perbaikan jalur Pantai Utara perlu direformasi. Agar proyek yang menelan anggaran hingga triliunan itu tidak berulang setiap tahun. Di sepanjang jalan pantura sering sekali kami temui berbagai truk tronton, kontainer, bus-bus besar, dan berbagai truk dengan muatan penuh dan tonase tinggi. Belum lagi banyaknya kendaraan umum, mobil pribadi dan motor. Sehingga rasanya wajar saja jika membuat beban jalan tinggi dan membuat jalan cepat rusak dan berlubang. Namun yang menjadi pertanyaan saya, kenapa perbaikan jalan terjadi setiap tahun dan pelaksanaannya menjelang lebaran?
 sumber: http://politik.teraspos.com/read/2013/07/25/55880/proyek-pantura-boroskan-anggaran-negara

                Menurut Pak Roem Kono, anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk memelihara jalur tersebut cukup besar. Namun, faktanya tidak terealisasi dengan baik. Karena material yang digunakan tidak menggunakan bahan yang tahan lama. Karena itu, dia mendesak Badan Pemeriksa Keuangan mengaudit anggaran proyek tersebut. Apalagi itu sudah menjadi tugas dan kewajiban BPK. Dia memastikan DPR akan mendorong semua pihak bila dalam proyek itu ditemukan . Selain itu, teraspos juga menyebutkan proyek ini memboroskan anggaran negara karena bernilai triliunan dan berlangsung setiap tahun.
Sebagai masyarakat dan pengguna jalan, tentu saya mendukung langkah tersebut. Tidak terhitung kerugian yang disebabkan kemacetan karena urusannya adalah waktu. Selain itu, sebagai umat muslim saya menyayangkan perbaikan jalan pada bulan ramadhan, para pekerja jalan tentu sulit berpuasa karena mereka harus bekerja di tengah teriknya matahari, panasnya jalan, dan bisingnya kendaraan. Meski puasa ramadhan bisa diganti di lain waktu, tapi tetaplah berbeda. Kalaupun perbaikan jalan mesti dilakukan semoga dilakukan di luar bulan ramadhan, selain para pekerja bisa leluasa makan dan minum, saat jelang lebaran para pemudik tidak terganggu dengan proses perbaikan jalan yang menimbulkan kemacetan yang tidak hanya menguras waktu, tapi juga emosi.
                Gara-gara macet, kami sampai di Jepara menjelang Maghrib.  Ibu mertua saya sudah gelisah, biasanya tidak sesore ini, namun bersyukur kami bisa sampai rumah dengan selamat. Anak-anak pun menghabiskan liburan di rumah neneknya. Di Jepara memang beda dengan di Purbalingga, disini sering terlihat truk-truk bermuatan berat, dan kontainer besar. Selain berada di jalur pantura, jepara terkenal dengan produk ukirnya yang telah terkenal dalam skala nasional dan global. Selain itu kota ini berbatasan dengan kudus, produsen rokok di Indonesia sehingga wajar saja jalanan disini lebih ramai.
Tak diduga, di rumah pun kami harus bertemu dengan perbaikan jalan. Rumah ibu mertua saya berada di dukuh damarjati, jauh dari pusat kota Jepara. Awalnya jalan di kampung ini berbatu, lalu diaspal namun tidak bertahan lama karena sering dilewati truk dan tidak jauh dari kampung kami ada beberapa penggilingan batu. Truk-truk bermuatan batu membuat jalanan rusak dan berlubang. Beberapa hari setelah kami disini, aspal yang rusak di ganti dengan semen. Truk berwarna merah bolak balik lewat, membawa pasir, batu kerikil, disusul truk hitam membawa semen dan air. Mesin penggiling semen didatangkan. Anak sulung saya, Isya senang sekali melihat truk bolak balik menuang muatan. Maklumlah, anak cowok dimanapun kayaknya penggemar kendaraan. Suara mesin yang menderu-deru cukup membuat bising dan kami harus berlapang dada melihat para pekerja yang tidak berpuasa, dan para penduduk bergiliran menyediakan minum bagi mereka. Akses jalan memang sangat penting, sangat menunjang akomodasi dan aktivitas warga, hanya sayangnya saat bulan ramadhan. Adanya perbaikan jalan membuat warga harus memutar atau berjalan kaki agar tidak merusak jalan yang baru.

Sebelum ramadhan harga sudah naik karena dipicu kenaikan BBM, belum lagi kenaikan menjelang lebaran. Pemerintah tampak tak berdaya menghadapi kenaikan hargabahan kebutuhan pokok. Saat kami berbelanja di tukang sayur, ibu mertua tampak mengeluh, harga daging Rp. 11.000 per ons, belum yang lain, beras, bumbu-bumbu, sayur, dan kebutuhan pokok lain ikut naik. Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam portal berita teraspos, beliau menyatakan akan melakukan impor beberapa komoditas bahan pokok untuk menstabilkan harga di pasaran. "Tren sudah mulai menurun secara nasional," kata Hatta. Bagi masyarakat, yang terpenting adalah harga yang terjangkau.
Rasanya banyak sekali permasalahan di negeri ini yang perlu di urai satu per satu. Di luar rumah, masarakat menghadapi kemacetan, sarana umum yang tidak layak, BBM yang melonjak, dan di rumah para ibu mengeluhkan harga, bingung mengatur menu sehat untuk keluarga. Menjelang lebaran tahun ini, para pemudik seperti kami harus bersiap dengan kemacetan, dan juga kenaikan tarif angkutan yang  belum lama ini juga baru saja naik karena kenaikan BBM.
                Ramadhan, memang bulan yang mulia. Segala keberkahan ada didalamnya. Rasulullah, insan yang paling mulia pun selalu merindukan kedatangannya. Rasulullah, hamba Allah yang telah diampuni dosanya adalah manusia yang paling banyak ibadahnya di bulan suci ini.Akhlak beliau yang mulia membuat beliau menjadi uswatun khasanah (contoh yang baik) bagi kita umatnya. Meski harga-harga melambung tinggi, namun dapat kita lihat di berbagai media dan juga di sekitar kita, umat muslim berbagi dengan caranya masing-masing. Pembagian sembako gratis, pembagian takjil gratis seperti tradisi di sebagian besar daerah di negeri ini, pembagian makanan untuk berbuka dan sahur, para dhuafa di muliakan, fakir miskin disantuni. Ramadhan membuat umat muslim merasa ringan berbuat kebajikan.
                Teraspos juga menyebutkan bahwa media nyaris luput memberitakan berita kenaikan harga yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini. sepekan ini media lebih memberitakan rusuh di LP Tanjung Gusta, aturan pengetatan emisi untuk remisi teroris dan koruptor, dan terakhir perlawanan warga Kendal terhadap Front Pembela Islam. Padahal kenaikan harga bahan kebutuhan pokok lebih menyentuh persoalan masyarakat seluruh tanah air.
                 Kita semua sangat beruntung tahun ini bisa berjumpa dengan ramadhan. Tidak ada yang tahu apakah tahun depan kita dapat bertemu lagi dengan bulan mulia ini. Alih-alih menghabiskan waktu dengan melihat berita yang menyesakkan dada, lebih baik menyirami diri dengan Al-Quran, bertadarus, bertadabbur, berbaur dengan jamaah di majelis ilmu. Biarlah informasi menjadi sekedar pengetahuan akan keadaan sekitar yang tidak mempengaruhi jiwa kita menjadi ciut dan pesimis namun sebaliknya, menguatkan ikhtiar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Jika pemerintah mengadakan perbaikan jalan disana-sini, kitapun tidak kalah untuk mengadakan perbaikan, memperbaiki kesalahan, menggantinya dengan kebaikan. Harga-harga tengah melonjak naik semoga iman dan takwa kita juga terus naik. Karena rizki berasal dari Allah, bukan dari atasan atau pemerintah.Diantara keutamaan bulan Ramadhan antara lain :
1. Bulan Tarbiyah untuk mencapai taqwa
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (Alquran- surat Al Baqarah ayat 183)
2. Bulan diturunkannya Alqur`an
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alqur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)......(Alqur`an – surat Al Baqarah ayat 185)
3. Bulan ampunan dosa
Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun `alaih)
4. Bulan dilipat gandakannya amal sholeh
Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban padabulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (Hadis- riwayat Bukhori-Muslim).
5. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, sabar itu balasannya syurga.
6. Bulan Ramadhan bulan ditambahkannya rizqi orang mukmin
Barangsiapa yang memberikan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, balasannya adalah ampunan terhadap dosa-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapat pahala sebesar pahala yang didapat orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
7. Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan ahirnya pembebasan dari neraka.
“Apabila masuk bulan Ramadhan dibuka pintu rahmat (kasih sayang) dan ditutup pintu jahanam dan setan-setan dibelenggu (Hadis riwayat Ahmad),
    Masalah bisa datang silih berganti namun ramadhan adalah kesempatan yang belum tentu akan terulah kembali. Mari memperbanyak kebaikan, memohon ampunan, semoga Allah menganggkat derajat kita menjadi manusia mulia dan semoga Allah mengangkat permasalahan di negeri ini, menjadikan negeri ini makmur dan sejahtera bagi penduduknya. Selamat berpuasa.

    referensi:
    http://politik.teraspos.com/read/2013/07/25/55845/perbaikan-jalur-pantura-perlu-direformasi
    http://nasional.teraspos.com/read/2013/07/21/55520/harga-harga-melonjak-pemerintah-ke-mana
     http://politik.teraspos.com/read/2013/07/25/55880/proyek-pantura-boroskan-anggaran-negara
    Selama sepekan ini media lebih memberitakan rusuh di LP Tanjung Gusta, aturan pengetatan remisi untuk teroris dan koruptor, dan terakhir perlawanan warga Kendal terhadap Front Pembela Islam. Padahal kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lebih menyentuh persoalan masyarakat seluruh tanah air. - See more at: http://nasional.teraspos.com/read/2013/07/21/55520/harga-harga-melonjak-pemerintah-ke-mana#sthash.48lNtCnf.dpuf
    Sementara itu media nyaris luput memberitakan soal kenaikan harga pangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini. Selama sepekan ini media lebih memberitakan rusuh di LP Tanjung Gusta, aturan pengetatan remisi untuk teroris dan koruptor, dan terakhir perlawanan warga Kendal terhadap Front Pembela Islam. Padahal kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lebih menyentuh persoalan masyarakat seluruh tanah air. - See more at: http://nasional.teraspos.com/read/2013/07/21/55520/harga-harga-melonjak-pemerintah-ke-mana#sthash.48lNtCnf.dpuf
    Sementara itu media nyaris luput memberitakan soal kenaikan harga pangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini. Selama sepekan ini media lebih memberitakan rusuh di LP Tanjung Gusta, aturan pengetatan remisi untuk teroris dan koruptor, dan terakhir perlawanan warga Kendal terhadap Front Pembela Islam. Padahal kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lebih menyentuh persoalan masyarakat seluruh tanah air. - See more at: http://nasional.teraspos.com/read/2013/07/21/55520/harga-harga-melonjak-pemerintah-ke-mana#sthash.48lNtCnf.dpuf