Rabu, 26 Desember 2012

Ikutan Bibi teliti's Korean Give away

ini give away yang ketiga yg aku ikuti setelah give awaynya mba armita dan mba windi..buat aku perlu banget ikut GA atau lomba buat belajar nulis..apalagi buat blog baru aku yg msh kosong disana sini..pas mampir di blognya mba erry ternyata banyak banget yg menginspirasi.

Suka banget pas baca tulisan mba erry yg judulnya bertahan, jadi ikut bernostalgia ke tahun 2007 pas pertama kali bertemu suami, 2008 lamaran dan 2009 nikah. wah..berarti udah sekitar 4 tahun umur pernikahan kita dengan sepasang anak yang lucu-lucu, aktif, ngegemesin..:D
eh, brarti lumayan jauh ya selisih nya mba mba erry yg udah 16 tahun..*jadi berasa muda..hehhe..*

tapi baca cerita ini rasanya pengen narik waktu mundur ke belakang pas pertama kali ketemu...hihihi..kalo diinget lucu juga..seperti kata mba erry..Sebenernya apa sih yang bisa membuat lo mampu dan mau bertahan dalam suatu hubungan?

sering banget ngobrol ma suami,"kenapa sih dulu ummi nerima abi, abi kan ga ganteng?"
(padahal seneng banget liat beliau, sampe lagi tidurpun ga bosen ngeliatnya..:D)
dan biasanya aku akan jawab,"kenapa abi milih ummi, ummi kan ga pinter?"

dan tanpa malu, suami sering share di socmed tentang anak-anaknya yang lucu, ultah istrinya yang cantik,..dan selalu kasih yg terbaik buat keluarga. bayangin aja, belum genep 2tahun Isya dibeliin mobil remote control ( yg pasti ga panjang umur karna dilempar kesana kemari), truk gede, pensil warna yang merangkap kuas ( padahal dia baru bisa gambar abstrak), dan yang pasti buat istrinya smua yang terbaik..(saking banyaknya sampe ga bisa disebutin..*terharu*)
kayaknya ga ada kata yg tepat selain bersyukur...dan berusaha jd istri n ibu yg baik buat Isya n Himda

Ehm, kalo lo nanya ama gue apa yang membuat gue bisa bertahan dalam suatu hubungan,ehm, jujur gue juga gak tau jawabannya…hihihi…*antiklimaks banget yah*
Sama seperti halnya kalo gue ditanya apa yang membuat gue bisa cinta ama seseorang?
Gue hanya bisa jawab

Allah sudah mentakdirkan hidup, mati rizki, dan jodoh untuk setiap orang..termasuk rasa cinta pada orang yg tepat..(siapa lg klo bukan suami....ehmm..)



Karena inspirasi itu bisa datang dari siapa aja... Thanks BibiTitiTeliti, for giving me the inspirations in your way...

dalam kompetisi tentu menang dan kalah adalah biasa
karna menulis itu berbagi , seneng banget bisa banyak belajar dari blognya mba erry..)

oh iya..kita belom kenalan ya
salam kenal mba erry..( jabat erat )

Minggu, 16 Desember 2012

NAMA DALAM DOA DAN ASA



Membuat nama anak itu seru. Pilah-pilih, mencari dari berbagai sumber, dan akhirnya ketemu. Wah, rasanya amazing melihat buah hati lahir dan memberinya nama yang menjadi bagian dari kewajiban kita sebagai orang tua. Bukan sekedar nama, tapi untaian doa bagi si anak untuk masa depan dunia dan akhiratnya.
 Selama hamil pertama, meski tiap bulan USG tidak kelihatan jenis kelaminnya, tapi perut saya terlihat “mancung” dan banyak yang memprediksi kalau bayi kami laki-laki dan mulailah kami merencanakan nama buah hati. Saya minta jika laki-laki diawali nama Ahmad artinya hamba Allah yang terpuji dan mulia. selain itu nama ini merujuk pada nama Nabi Muhammad SAW yang bermakna sama dengan Ahmad.  Saya juga memilih Nurul Musthofa artinya cahaya pilihan. Nurul Musthofa adalah salah satu gelar Nabi Muhammad SAW selain itu Musthofa  adalah nama abinya. Alasan lain, selama hamil baby selalu diperdengarkan murotal, shalawat, hadroh dan lagu Arab.  saat mendengar lagu “Nurul Muthofa” dari Haddad Alwi dan Sulis kok rasanya seneng sekali. Ini adalah lagu pujian untuk Rasulullah. Suami saya menambah Aisya   yang berarti kehidupan mulia atau berarti juga penghidupan yang mulia mengingat secara ekonomi saat itu kami belum stabil. Jadilah nama bayi pertama kami Ahmad Aisya Nurul Musthofa yang berarti hamba  Allah yang berakhlak terpuji, berkehidupan mulia dan menjadi cahaya pilihan. Kami memanggilnya Isya. Sebenarnya ibu sempat komplain, kok namanya Aisya ntar dikira nama cewek? Tapi menurut harfiah aisya itu merujuk laki-laki dan untuk perempuan adalah Aisyah. Cuma kenapa sekarang penggunaan nama perempuan menghilangkan “h” ya?
                Saat Isya berusia 2 bulan, dokter mendiagnosa Isya terkena hernia. Setelah mencoba berbagai pengobatan akhirnya kami memutuskan operasi sebagai solusi terakhir saat usia Isya 17 bln. Sebulan paska operasi saya positif hamil kedua. Lucunya begitu ketahuan hamil malamnya Isya tidak mau ASI dan langsung mau minum sufor. Alhamdulillah. Hamil kedua ini saya juga suka pedas dan perut agak “mancung”, dugaan akan menimang bayi laki-laki pun kembali muncul.saya sih pasrah laki-laki perempuan sama saja. Apalagi di USG juga si baby pemalu jadi ga kelihatan deh.
                Di kehamilan kedua ini kami mempercayakan pada bidan yang sama saat melahirkan Isya. Dari periksa hamil, melahirkan, hingga imunisasi. Perkiraan si baby akan lahir tanggal 14 Agustus 2012. Kami menyiapkan 2 nama. Jika laki-laki namanya Ahmad Azka Habibil Musthofa. Untuk artinya sendiri, Ahmad adalah hamba Allah yang terpuji Azka berarti suci (karena ia diprediksi lahir di bulan Syawal) dan Habibil Musthofa juga merujuk pada Rasulullah yang berarti kekasih Allah yang terpilih. Saat hamil saya suka sekali nama habibi atau habibah. Dan lagi-lagi saya terinspirasi oleh sholawat  yang  berjudul Madaihuna (pujian) syairnya  ada yang berbunyi “Maulaya sholli ‘ala  habibikal musthofa…” . dan ternyata bayi kedua kami perempuan. Jadilah nama bayi kedua kami Aliyah Himda Habibah. Aliyah berarti perempuan yang memiliki kedudukan tinggi. Selain itu Allah memiliki nama Yaa Aliy artinya Allah Yang Maha Tinggi. Himda berarti akhlak terpuji (masih seakar kata dengan  Ahmad/Muhammad). Himda juga berarti puji syukur karena ia selamat meski lahir dengan ketuban kering dan terlide ilit tali pusar. Habibah berarti kekasih. kami semoga baby menjadi Harapan perempuan sholihah yang berakhlak terpuji, memiliki kedudukan  tinggi dan dicintai.
Untuk mba Armita saya memberi ide nama Ahmad Makinun Amin.  Makinun Amin adalah adalah gelar untuk Nabi Yusuf (QS. Yusuf:54).

  
dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaKu, agar aku memilih Dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan Dia, Dia berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan Tinggi lagi dipercayai pada sisi kami".

 Seperti kita tahu, Nabi Yusuf AS diselamatkan Allah dari kedengkian saudara dan nafsu wanita. Nabi Yusuf juga seorang yang pandai menjaga dan berpengetahuan (QS. Yusuf:55). Harapan saya semoga buah hati mba Armita menjadi anak sholeh yang diselamatkan dari fitnah-fitnah dunia, memiliki kedudukan mulia di sisi Allah dan manusia hingga khusnul khotimah pada akhirnya. Amin                                                 

“BEAUTIFUL NAME FOR SMART BABY by Armita Fibriyanti

Sabtu, 15 Desember 2012

Pemuliaan perempuan: Tinjauan Fakta, Keilmuan dan Agama



Pemuliaan Perempuan:Tinjauan Fakta, Keilmuan dan Agama
Oleh: Siti Lathifah, A.Md*

Prolog
Kaum perempuan seperti juga kaum laki-laki, memilki peran yang sangat penting dalam menkelola dan memakmurkan kehidupan alam semesta. Sebagai makhluk yang paling sempurna manusia memiliki keistemewaan dan kelebihan-kelebihan yang disebut maziyyah dan fadhilah apabila dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain.[1] Keistemewaan yang dimilikinya bukan saja terletak pada kejadian fisiknya (jasmaniah), tetapi juga pada kejadian ruhaniyyahnya. Kajian tentang manusia dilakukan oleh berbagai disiplin ilmu dan didiskusikan dalam berbagai perguruan tinggi. Ilmu psikologi dan tasawuf misalnya merupakan dua disiplin ilmu yang biasa digunakan untum membaca struktur keruhanian manusia. Khusus kejadian ruhaniyyahnya, manusia juga memiliki kelebihan-kelebihan yang luar biasa yang tidak dimiliki makhluk-makhluk lainnya.
Dalam kajian filsafat agama, kata nafs digunakan untuk menunjukkan substansi manusia. Nafs  yang ada pada diri manusia bagi para filosof berarti daya berpikir. Berdasarkan pandangan ini, maka tidak aneh mereka mendefinisikan manusia sebagai al-hayawan al-natiq (hewan yang berpikir). Selain memiliki nafs, yang menurut pandangan filosof dimiliki juga makhluk lain seperti benda mati, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia juga meiliki akal (al-aq)l dan kalbu (al-qalb). Akal merupakan substansi dan esensi untuk memahami sesuatu secara rasional. Sedangkan kalbu merupakan penentu kualitas manusia.[2] Ia memiliki kedudukan yang sangat menentukan dalam sistem kehidupan manusia. Kalbu menentukan diri seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya. Karena itu, kalbu diberi beban, pertanggungjawaban terhadap apa yang ditugaskannya. Dalam prespektif agama akal dan kalbu merupakan anugerah Tuhan yang sangat agung dan luhur yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. Oleh karena manusia memiliki akal dan kalbu, ia diserahi amanah sebagai khalifah Tuhan di muka bumi.[3]
Khalifah mengandung makna bahwa Allah Swt. menjadikan manusia sebagai pemegang kekuasaan untuk melaksanakan syari’atnya di muka bumi. Manusia secara keseluruhan baik pria maupun wanita ditugaskan untuk mengkelola alam semesta bagi kebaikan semua makhluk. Amanah yang agung itu mengantarkan manusia menjadi makhluk yang bertanggungjawab atas semua amal perbuatannya. Manusia memperoleh balasan kebahagiaan atas kebaikan-kebaikan yang dilakukannya atau menderita kesengsaraan sebagai balasan atas keburukan-keburukan yang dilakukannya.
Berdasarkan uraian ini, pasti dapat dipahami dengan mudah bahwa menurut pandagan agama kaum perempuan memiliki kesetaraan dan persamaan dengan kaum pria. Keduanya sama-sama diserahi amanah untuk mengkelola alam semesta ini bagi kesejahteraan semua makhluk.

Realita Pemuliaan Perempuan
            Sungguhpun ajaran agama menekankan tentang persamaan kemuliaan perempuan dan laki-laki, sebagaimana telah disinggung di atas, dalam kenyataan sehari-hari masih banyak kelompok masyarakat yang menganggap rendah kedudukan kaum perempuan. Hal itu bisa dilihat dari perlakuan masyarakat terhadap mereka. Misalnya kebebasan kaum perempuan untuk memperoleh hak-haknya masih sangat dibatasi dan dipersempit. Berbagai kesalahan sering ditimpakan kepada kaum perempauan misalnya, masalah prostitusi, pengguguran kandungan, dekadensi moral dan sebagainya. 
Akses kaum perempuan untuk memperoleh informasi yang luas tentang kegiatan ilmiah, sosial dan politik masih sering dibatasi secara ketat. Sebagain dari mereka masih sering memperoleh kekekarsan dari kaum laki-laki, baik kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, dan bahkan kekerasan fisik. Dari perlakuan-perlakuan buruk terhadap kaum perempuan itu, ada yang lebih mengerikan lagi, yaitu mereka yang melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Padahal apa yang dilakukannya itu, sangat bertentangan dan merupakan pembangkangan yang keras dari ajaran agama itu sendiri. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan penyuluhan dan penginformasian secara terus menerus mengenai ajaran agama dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenai pengenalan ilmu agama, nampaknya sudah banyak dimiliki oleh masyarakat. Namun pengamalannya masih sangat memperhatikan. Karena itu, peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemerintahan sangat signifikan dalam mengarahkan umat manusia kepada perbuatan yang baik dan terpuji termasuk memuliakan perempuan.

Perempuan, dan Kegiatan Keilmuan
Dari tinjauan keilmuan kaum perempuan memilki persamaan dengan kaum laki-laki, hal itu bisa dilihat dalam percaturan dunia ilmiah, termasuk percaturan kehidupan sosial dan politik. Banyak tokoh-tokoh perempuan yang menjadi ilmuan, tokoh masyarakat, pemimpin politik dan ulama. Bahkan dalam kehidupan sufi. Seperti Sarah (istri Ibrahim), istri Imran, Maryam (ibunda Nabi Isa), Asiah (istri Fir’aun), Siti Aisyah, Siti Fatimah, Ratu Zubaidah (permaisuri Harun al-Rasyid), Golda Meir, Indira Gandhi, Benazir Butho, dan banyak tokoh-tokoh wanita lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Tinjauan Agama
Menurut pandangan agama, sebagaimana telah disinggung pada pembukaan makalah ini. Kaum perempuan memiliki persamaan dengan kaum laki-laki, baik hak dan kewajibannya terhadap agama. Sebagai contoh sederhana, disebutkan dalam al-Qur’an :
“ Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam (laki-laki dan perempuan), Kami angkut mereka di daratan dan lautan (untuk memudahkan mereka mencari kehidupan). Kami beri mereka rizki yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas makhluk-makhluk yang Kami ciptakan. (QS. Al-Isra: 70).
Ayat ini, menegaskan tentang kemuliaan kaum laki-laki dan kaum perempuan yang diberikan oleh Allah Swt. ditegaskan lagi dalam firman Allah: “Sebagain kamu adalah sebagain dari yang lain”. (QS. Al-Imran: 195). Firman Allah: “Maka Tuhan mereka mengabulkan permohonan mereka dengan berfirman: “Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan. (QS. Al-Imran: 195). Nabi Saw memerintahkan para sahabat mengambil separuh daripada agama melalui Aisyah. Beliau bersabda “Ambilah separuh agamamu dari al-Humaira’ (yakni Aisyah).

Wallahu a’lam

Karangsentul,   Oktober 2009


Siti Lathifah, A.Md
Email: myli_note@yahoo.com


* Penulis adalah aktifis pemerhati emansipasi  perempuan di Purbalingga. Penulis beralamat di kel.karang sentul Rt 05 Rw 02, No.12 – padamara – Purbalingga.
[1]Kesempurnaan manusia dalam fisik dan mental banyak disebutkan dalam ayat al-Qur’an antara lain: dalam surat at-Tin 1-4.  Artinya “Demi (buah ) Tin dan demi (buah) Zaitun, dan demi (bukit) Sinai dan demi kota (Mekkah) ini yang aman. Sesungghnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.”
[2] Sabda Nabi Saw. : “ Ketahuilah bahwa dalam tubuh manusia ada suatu organ bila organ itu sehat maka sehatlah seluruh tubuhnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, bahwa organ itu adalah kalbu). (HR. al-Bukhari dan Muslim).
[3] Firman Allah: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku akan menjadikan khalifah di muka bumi”. (QS. Al-Baqarah, 2:30). Perhatikan juga QS. Shad, 38:26. QS. Al-An’am, 6: 65)