Minggu, 20 Juni 2021

Webinar Faber-Castell Indonesia: Refleksi Pendidikan Indonesia Diantara PJJ dan PTM

Tanda terasa kita memasuki tahun kedua masa pandemi. Dan masa-masa pandemi ini benar-benar suatu masa yang tidak mudah bagi semua orang. Aktivitas menjadi terbatas, rutinitas berubah termasuk dalam kebiasaan dan aktivitas rutin sehari-hari. Kita harus melakukan bagi orang tua pekerjaan dialihkan dari rumah (work from home) sedangkan bagi anak-anak proses belajar dialihkan ke rumah secara daring demi keamanan dan kesehatan bersama.

Merubah kebiasaan rutin bukanlah hal yang mudah. Bagi dunia pendidikan terjadi perubahan dari pembelajaran tata muka (PTM)  menjadi Pembelajaran  Jarak Jauh (PJJ). Tema inilah yang diangkat dalam webinar yang diadakan oleh Faber-Castell Indonesia dengan judul Refleksi Pendidikan Indonesia: Diantara PJJ dan PTM yang diadakan pada Sabtu, 5 Juni 2021 pukul 10.00-12.00 WIB.

Acara ini dimoderatori oleh Andri Kurniawan; PR Manager Faber-Castell Indonesia dengan dua pembicara antara lain pemerhati pendidikan  Saufi Sauniwati dan Christian Herawan, Product Manager PT. Faber-Castell Indonesia.

Saufi mengungkapkan bahwa metode pembelajaran jarak jauh di Indonesia belum maksimal. Dimana Indonesia belum siap menghadapi PJJ, berbeda dengan negara lainnya.

Paradigma Pembelajaran Jarak Jauh

Di tengah pandemi Covid ini proses pembelajaran tidak bisa dilakukan secara maksimal, diberlakukan sistem PJJ dimana guru berperan memberi motivasi, memonitor proses belajar dan mengevaluasi hasil belajar. Tidak sekedar memeberi tugas namun juga harus kreatif  serta komunikatif.

Orang tua  sendiri berperan untuk terus mendampingi dan memotivasi agar anak teta semangat belajar. Diharapkan dengan cara ini kualitas pendidikan tetap terjaga.


Pada realitanya dilapangan ditemukan banyak kendala seperti  sulitnya mengakses sinyal di pelosok, fasilitas gadget yang dimiliki siswa tidak sama karena masih banyak siswa yang hanya punya handphone biasa yang tidak mendukung proses belajar daring, banyaknya biaya yang dikeluarkan orang tua untuk membeli kuota internet, serta sulitnya mencerna materi yang diberikan oleh guru. Apalagi pola pikir selama ini bahwa jika di rumah dan tidak sekolah berarti libur. Penggunaan smartphone untuk kegiatan belajar kadangkala menggoda siswa untuk bermain game apalagi lemahnya pengawasan orang tua dan guru saat siswa belajar daring di rumah


Guru pun memiliki masalah berupa pembelajaran belum menarik dan menyenangkan, kreativitas guru beragam, dan pembelajaran masih belum menciptakan bonding walau pembelajaran jarak jauh. Sementara kondisi gurupun mungkin tidak berbeda jauh dengan siswa, tidak semua guru memiliki gawai yang mendukung proses belajar daring sementara mereka dituntut harus cepat menyesuaikan diri dengan perubahan, harus belajar menggunakan aplikasi, membuat video, animasi dan mengoreksi tugas secara online setiap hari. Sementara mereka juga memiliki keluarga dan anak-anak yang juga harus diperhatikan

Orang tua sendiri terkendala pada penyiapan fasilitas, belum mengetahui secara rinci platform dan troubleshooting, waktu yang terbatas, berat menerapkan disiplin pada anak, kendala perilaku anak dan perbedaan pola target  pembelajaran antara guru dan orang tua. Selain itu belum semua orang tua dapat mengikuti ritme pembelajaran daring dan kadangkala mereka juga kesulitan membantu proses belajar anak baik karena terbatasnya waktu, minimnya tingkat pendidikan/rpengetahuan maupun komunikasi yang kurang baik. Adanya pandemi membuat beban orang tua bertambah antara kebutuhan ekonomi, kondisi keluarga dan pendidikan anak.

Untuk membentuk sinergi antara guru, siswa dan orng tua, terdapat dua indikator mutu pendidikan yang perlu menjadi perhatian yaitu:

1. Standar penilaian

2. Standar proses

Masing-masing dari orang tua, siswa dan guru memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran jarak jauh ini. Dan dengan segala kendala yang menyertainya tetap ada dampak positif pandemi dalam bidang pendidikan. Dengan kata lain, selalu ada hikmah disetiap musibah,  adapun dampak positif pandemi dalam bidang pendidikan antara lain:

1. Pengembangan karakter anak, bagaimana anak belajar soft skill seperti beberes rumah, dan membantu pekerjaan orang tua di rumah

2. Anak semakin kreatif, misalnya mengerjakan tugas menggunakan perangkat elektronik

3. Portal pendidikan berkembang pesat dengan munculnya portal rumah belajar dan tayangan TVRI belajar di rumah.

4. Orang tua mengenal lebih dalam kemampuan belajar anak. Hal ini mendorong semakin banyak dukungan orang tua untuk anak.

Pada tahun 2021 mulai diterapkan Hybrid Program  Learning. Sebuah metode baru pembelajaran yang menggabungkan antara Pembelajaran tatap muka (PTM) dengan pembelajaran online atau jarak jauh (PJJ) untuk menyesuaikan dan menyiapkan diri hidup berdampingan dengan pandemi. PJJ menurunkan tingkat interaksi sosial dan emosional siswa terhadap lingkungannya, demikian juga guru tidak dapat mentransfer akhlak, nilai sopan santun dan nilai religi dalam PJJ sehingga dalam metode hybrid ini mengizinkan siswa untuk melakukan PTM  dengan pertimbangan yang matang.

Pada tanggal 20 November 2020 telah diterbitkan SKB 4 Menteri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada tahun Ajaran 2020/2021 dan pada tahun akademik 2020/2021 di masa Pandemi Corona Virus Desease 19 (Covid 19). Poin penting yang dapat diambil dari SKB 4 menteri itu adalah:

1. Tatap muka sudah diperbolehkan sejak Januari 2021

2. Sekolah yang sudah divaksin wajib membuka kelas tatap muka terbatas

3. Pembelajaran tatap muka terbatas mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh.

4. Pembelajaran tatap muka maksimal 50% dari jumlah siswa per kelas.

5. Orang tua dapat memilih  bagi anaknya untuk melakukan tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh.

6. Wajib mematuhi protokol kesehatan.

Bagi orang tua dan anak, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka  ada beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain:

1. Carilah aturan tatap muka terbatas di kota anda.

2. Mulai mendisiplinkan kembali jam tidur dan jam bangun.

3. Orang tua masih tetap harus mengawasi  pembelajaran jarak jauh dan tetap memfasilitasi kebutuhan pembelajaran jarak jauh dengan lebih cermat dan cerdik.

4. Ajarkan protokol kesehatan tekankan pada anak jangan minta makanan atau minuman bekas teman, jangan berpelukan, jangan bergantian masker.

5. Mengurangi bermain game, mulai memberikan kegiatan after school activity online.


Paket Belajar Online Faber-Castell Untuk Mendukung Sistem Evaluasi Pembelajaran

Sistem evaluasi pembelajaran setelah adanya pandemi banyak dilakukan secara daring baik evaluasi harian, praktek maupun ujian.

Berikut contoh tugas saat PJJ

Berikut contoh soal PJJ

Setelah pembelajaran selesai satu semester, diakhir semester dilaksanakan ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dilakukan dalam bentuk:

  • Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya)
  • Penugasan
  • Tes  luring atau daring; dan atau
  • Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan
Sedangkan bentuk penilaian siswa dapat berupa:
  • Portofolio: merupakan kumpulan nilai raport semua mata pelajaran baik pengetahuan maupun ketrampilan
  • Diujikan pada semua mata pelajaran bentuk pilihan ganda yang diberikan melalui google form dan dilaksanakan secara virtual melalui zoom.
Untuk mendukung sistem evaluasi pembelajaran putra-putrinya, para orang tua perlu menyiapkan beberapa sarana seperti alat tulis, printer dan komputer/laptop. Sayapun pernah mengalami bagaimana harus direpotkan dengan mencetak/mengeprint materi dari guru sekolah kedua anak saya di SD.  Dan juga sempat repot saat printer rusak sehingga kami harus mengeprint di tempat lain.

Nah, Faber-Castell punya solusi dari masalah ini. Taraaa...ini dia paket belaja online yang terdiri atas alat tulis lengkap seperti pensil, penghapus, rautan, dan dilengkapi stylus. Paket ini sangat bermanfaat dalam pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan gawai.

Christian Herawan, Product Manager Faber-Castell Indonesia menyampaikan bahwa stylust  memiliki banyak manfaat diantaranya dapat membantu saat menjawab pertanyaan yang bersifat pilihan ganda maupun essai. Dapat menggeser layar dan menulis sehingga sangat bermanfaat membantu proses belajar anak selama PJJ.

Menurut Christian Herawan, Paket Belajar Online ini di toko-toko terdekat, supermarket dan juga official store Faber-Castell di berbagai marketplace di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak,  Lazada dan Bibli. Harganyapun sangat murah yaitu sekitar Rp. 30.000,00-Rp. 35.000,00.


Cara penggunaannya sangat mudah yaitu:
1. Capture soal
2. Buka edit gambar
3. Lakukan penulisan'
4. Simpan dan kirimkan ke Google Clasroom

Saya sendiri sudah menggunakannya untuk kedua anak kami yang sedang menjalani PJJ di sekolah dasar. Mereka menggunakannya untuk mengerjakan tugas dari guru atau belajar mandiri di rumah dengan menggunakan website edukatif seperti Duolingo (untuk bahasa) dan DragonLearn (untuk matematika). Saya biasanya memasukkan pensil ke dalam tangkai stylus agar lebih nyaman saat dipegang dan digunakan. Ya, stylus  ini keren, praktis dan bermanfaat. Aman di kantong orang tua untuk mendukung proses belajar.

Kesimpulan
Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Indonesia belum maksimal. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Pemerintahpun berusaha mencari solusi dengan melakukan metode Hybrid Program agar siswa dapat melakukan PTM sekaligus PJJ tentu dengan berbagai pertimbangan. Sebagai orangtua sudah kewajiban kita mendampingi dan memberi motivasi anak agar tetap semangat belajar di tengah pandemi, salah satunya dengan menyediakan Paket Belajar Online dari Faber-Castell yang salah satu isinya adalah stylus yang mempermudah siswa dalam menandai jawaban ujian dan berfungsi di segala merk smartphone/tablet.

Adapun untuk info lebih lanjut teman-teman bisa mengunjungi
website: Faber-Castell

Selasa, 18 Mei 2021

Review: Wardah UV Shield Essential Sunscreen SPF 30 PA+++

 Hallo beauties!

Seiring berjalannya waktu, tanpa terasa usia makin bertambah dan kulit makin butuh perhatian, apalagi sebagai seorang ibu dengan banyak aktivitas butuh banget perlindungan untuk kulit terutama dari teriknya sinar matahari. Aku memang sedang membutuhkan sunscreen karena stok sebelumnya sudah habis, sunscreen ini menurutku penting banget untuk kulit karena seperti payung yang melindungi kulit dari efek negatif yang ditimbulkan oleh paparan sinar UV yang dihasilkan sinar matahari. Dan pilihanku jatuh ke Wardah UV Shield Essential Sunscreen SPF 30 PA+++. 


Wardah UV Shield Essential Sunscreen SPF 30 PA+++
sendiri merupakan sunscreen dengan Broad Spectrum Protection yang diklaim 30 kali lebih optimal menjaga kulit dari sinar UV A, UV B dan pancaran blue light berlebih. SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan tingkat perlindungan produk terhada sinar UV B yang mampu mebuat kulit lebih gelap. Sedangkan PA (Protection Grade of UV A) menunjukkan tingkat perlindungan  terhadap sinar UV A yang dapat menyebabkan penuaan kulit. FYI, sinar matahari memiliki 3 jenis sinar radiasi berdasarkan panjang gelombangnya. Sinar UV A  dengan gelombang panjang. 95% dari sinar UV yang mencapai bumi adalah sinar UV A, merupakan sinar UV yang paling kuat dan mampu menembus awan serta kaca, jika kulit terlalu lama terpapar sinar matahari, sinar UV A mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dan menyebabkan penuaan kulit yang ditandai keriput, noda hitam bahkan kanker. Sedangkan sinar UV B  memiliki gelombang pendek . Bila terlalu lama terpapar sinar UV B bisa memberikan dampak negatif  pada kulit seperti kulit merah, perih, hingga membuat kulit cenderung lebih gelap. Sementara blue light merupakan  sinar biru yang dipancarkan oleh layar perangkat digital seperti tv, smartphone, dan perangkat gadget lainnya. Terlalu sering terkena  blue light dapat membuat kelelahan pada mata dan juga memicu penuaan dini pada kulit. Jadi kita tetap perlu memakai sunscreen meski  di dalam ruangan ya!

Wardah UV Shield Essential Sunscreen SPF 30 PA+++ juga dilengkapi dengan Vitamin E yang kaya akan anti oksidan dan dapat menyamarkan noda hitam pada kulit serta Vitamin B5 yang bermanfaat untuk menghidrasi kulit. Produk ini juga mengandung 0% akohol sehingga aman digunakan di kulit sensitif dan buat kamu yang punya kulit berjerawat tidak perlu khawatir karena produk ini diklaim memiliki formula non acnegenic, jadi tidak perlu takut berjerawat saat pake produk ini.


Untuk
packagingnya, produk ini dikemas dengan segel mika dan kertas karton keras dalam wadah tube dengan desain yang simpel dengan warna kuning kinclong. tutup wadah dengan model fliptop sangat memudahkan untuk menuang/mengambil produk. Praktis dibawa kemana-mana dan aman ga tumpah. Sedangkan untuk informasi produk seperti komposisi, masa kedaluarsa dan cara pemakaian ada di packaging luar.

Gimana teksturnya? First impression aku saat melihat teksturnya itu seperti gel cair dengan warna putih susu, seperti lotion dan mudah diratakan di kulit. Sensasi pertama kulit terasa licin dan terasa lembabnya kelamaan ringan banget berasa kayak gak pakai apa-apa. Sebagai pemilik kulit cenderung kering aku merasa cocok dengan formulanya. Sunscreen ini juga tidak meninggalkan whitecast dan langsung membaur dengan warna kulit asli. 

How To Use

Biasanya aku pake bersama rangkaian  basic skin care. CTMP jangan sampai lupa yaa.. Cleanser Toner Moisturizer Protection. Awalnya aku merasa cukup dengan skincare aja ternyata sempat breakout sampai mengetahui kalau sebagus dan secocok apapun kita sama skincare tetap harus pake suncreen untuk melindungi dari faktor eksternal (sinar UV A, UV B dan blue light). Dan karena sunscreen ini kimiawi jadi emang cocok-cocokan sama kulit. So, jangan lupa tetep pakai sunscreen meskipun di dalam ruangan yaa..

Inget-inget juga untuk re-apply ya teman, Kadang pas habis Dzuhur aku re-apply namun bisa disesuaikan dengan aktivitas masing-masing.

Pakai sebanyak dua jari karena takaran itu udah pas untuk melapisi wajah dan leher dengan merata. kalau susah nge-blend di kulit siasati dengan layering tipis-tipis lanjut oles lagi hingga semua beres di kulit.

Worth To Buy?

Aku sih yes!

Selain karena cocok dengan produknya, harganya juga terjangkau di kisaran tiga puluh ribuan dengan manfaat yang lengkap dan efek lembabnya juga terasa.


Pros

Teksturnya cair, mudah meresap, mudah diratakan

Formulanya melembabkan kulit

Harga terjangkau

Mudah didapatkan. Kalau mager bisa beli online di official storenya.


Cons

Kurang suka aromanya, meski kelamaan aromanya menghilang.


Repurchase?

Besar kemungkinan iya.


Apakah kamu pernah mencoba produk ini juga yuk sharing di sini :)


Thank you for reading and see you on my next post!


Selasa, 20 April 2021

Assalamualaikum,

 Hello Beauties!


Eye cream mungkin belum sepopular skin care atau make up untuk perawatan kulit wajah sehari-hari. Saya pernah mengalami fase dimana saya pikir eye cream tidak terlalu penting selain itu harganya juga mahal, dan sekarang ngerasa perlu banget punya eye cream, selain faktor usia juga karena melanggar larangan Bang Rhoma untuk jangan begadang. Mau gimana lagi, banyak kerjaan yang sering harus diselesaikan di malam hari. 

Kulit di area mata sendiri lebih tipis sehingga menmbutuhkan perawatan khusus daerah mata atau eye cream. Dan ternyata banyak kok eye cream dengan harga terjangkau misalnya Viva Revitalizing Eye Cream yang beberapa waktu lalu saya beli.

Packaging

Viva Revitalizing Eye Cream ini dikemas dalam dus warna kuning dengan aksen gold dan cover plastik di salah satu sisinya. Untuk eye creamnya berupa tube kecil berwarna kuning muda dengan tutup ulir berwarna gold yang membuat produk ini terlihat elegan dan tampak 'mahal'. 

Setelah dibuka, mulut botol meruncing sehingga memudahkan kita mengontrol jumlah cream yang kita butuhkan.

Komposisi, kegunaan, cara pakai dan masa kedaluarsa bisa kita lihat di kemasan luar (dus). Produk ini juga memiliki logo halal MUI.

Ingredients

Keunggulan Viva Eye Cream ini ada pada kandungan Bio-Active Petide yang diklaim dapat membantu menyamarkan kantung mata, kerutan dan garis halus, serta tanda keletihan di area sekitar mata. Selain itu krim ini diperkaya Vitamin A, Vitamin E, Olive Oil, Sunflower Extract dan Chamomile Extract untuk menjaga kelembaban dan kesejukan di area sekitar mata.Sayangnya krim ini mengandung paraben dan alkohol. Saya kurang suka sih sama dua kandungan ini karena saat kulit sedang sensitif ada rasa sedikit perih ketika diaplikasikan.



Tekstur
Eye cream ini memiliki tekstur berupa gel cair berwarna putih susu yang saat diaplikasikan meninggalkan efek basah pada kulit. Krim ini cepat  menyerap dan terasa adem di kulit.

Price.Rp. 30.100,00


How To Use
Oleskan eye cream dengan lembut setelah area wajah dibersihkan. Sebaiknya tidak menggosok kulit di sekitar mata. Oleskan secara lembut, mulai dari bagian dalam kulit sekitar mata hingga ke sudut mata. Viva eye cream ini bisa digunakan pagi dan malam. Untuk urutannya eye cream digunakan sebagai lapisan pertama. Sebelum serum dan krim malam.

Setelah beberapa kali pemakaian area mata memang terasa lebih lembab tapi untung kantung mata/mata panda belum ada perubahan. Mungkin karena masih suka begadang. 

Conclusion
Dari sisi harga yang pas banget di kantong pelajar, produk ini mungkin cocok untuk perempuan usia muda di bawah 30 tahun yang keluhan  di area mata belum terlalu banyak. Dan krim ini juga recomended untuk kulit area sekitar mata kering karena dapat melembabkan dan menyejukkan area mata. Tapi tidak untuk yang sensitif terhada alkohol dan paraben.

Gimana, kalian pernah mencoba? Atau kalian pakai eye cream apa nih? Yuk sharing disini :)

Thank you for reading and see you on my next post!


Rabu, 03 Maret 2021

Nectars Body Lotion Review

Siapa yang setuju kalau merawat kulit tubuh termasuk investasi.Bukan hanya kulit wajah yang  perlu diperhatikan, kulit tubuh juga agar tetap segar dan tidak kusam.

Untuk perawatan kulit tubuh kita bisa melakukan cleansing dan moisturizing. Untuk cleansing, udah tau dong, yaitu dengan mandi setiap hari menggunakan sabun yang sesuai dengan jenis kulit kita, dan setelah mandi, gunakan pelembab tubuh atau body lotion.  Beraktivitas setiap hari, terkena terik matahari, polusi dan AC tentu akan membuat kulit kusam  dan kering jika tidak dirawat. Aku sendiri lebih seneng menggunakan produk organik apalagi jika produk tersebut merupakan produk lokal. Nah, di postingan kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku menggunakan body lotion dari Nectars.

Buat yang belum familiar dengan Nectars organic skincare merupakan skincare yang membuat produknya dengan berbasis natural organik secara eksklusif handmade agar sampai ke tangan konsumen dalam keadaan segar, tanpa kimiawi sintetik keras, menggunakan pengawet alami (natural preservative), dan didampingi oleh formulator bersertifikat  dan memiliki wewenang ilmiah dari salah satu sekolahformulasi  independen yang kredibel di dunia, Formula Botanica. Produknya sendiri menggunakan bahan baku ekstrak tanaman segar sehingga aman dan hahal bagi promil, bumil/busui, lansia, pejuang kanker ataupun autoimune.

Komposisi

Aqua, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Cetyl Alcohol, Glycerine, Stearic Acid, Vegetable Glyserin, Theobroma Cacao (Cocoa) Butter, Argania Spinosa, (Argan) Oil, Cucumis Sativus (Cucumber) Seed Oil, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Oil, Shorea Stenoptera (Illipe) Butter, ottasium Sorbate, Sodium Benzoate, Citric Acid, Tocopheryl Acetate (Vitamin E)

Kemasan produk ini sangat simple. Dikemas dalam botol plastik dengan tutup putar berwarna silver. Dibagian tutup terdapat kode produksi


Lotion ini terdiri dari dua varian yaitu Greentea yang dipakai pada siang hari yang berfungsi mencerahkan, melembabkan dan menyehatkan kulit dengan bahan alami dan kopi digunakan pada malam hari menjelang tidur.

Tekstur lotion ini kental banget, namun ringan di kulit dan langsung meresap. Tidak lengket meskipun kulit berkeringat atau terkena air. Untuk varian kopi lotion berwarna kecoklatan dengan aroma perpaduan kopi dan coklat yang kuat. Sementara untuk greentea, lotion berwarna kehijauan. Menurutku produk organik memiliki aroma yang khas dari bahan bakunya.

FYI, aku udah menggunakan lebih dari setengah botol dan suka banget dengan manfaat yang diberikan. Kulit tidak kering, seger, dan suka banget sama aromanya dan tentunya ada rasa nyaman karena menggunakan produk alami yang aman untuk kulit

Salah satu kelebihan dari brand ini selain bahan bakunya yang organik adalah mereka menggunakan konsep zero waste. Dimana zero waste dapat menerakan konsep 3R yaitu reduce, reuse, recycle. Kemasan kosong produk Nectars dikumpulkan, dikirimkan kembali dan dapat ditukar dengan voucher belanja karena Nectars memiliki tim pengolahan limbah sendiri. Wah keren banget ya.

Karena produk hanmade, kita bisa mendapatkannya melalui pre order, dan asiknya lagi, mereka sering membuat event-event yang bersifat edukasi melalui instagram live sekaligus kuis berhadiah yang menambah wawasan para naturalist (konsumen Nectars).  Jika kamu tertarik dengan produk Nectars pastikan membeli produk asli hanya di official online storenya ya :)

Terima kasih sudah membaca sampai akhir, semoga kita semua tetap sehat selalu :)


Minggu, 21 Februari 2021

Menyusuri Jalan Kayu di Kawah Sikidang


Kami bersyukur dapat tinggal di Wonosobo, sebuah kita kecil yang berada tak jauh dari Pegunungan Dieng, setiap pagi dapat melihat matahari terbit di balik Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dan jika jalan-jalan dapat menikmati pemandangan Gunung Bismo, Gunung Pakuwojo dan tentunya kebun-kebun sayur di tepi jalan dengan truk-truk pupuk yang seringkali lewat meninggalkan aromanya yang khas. Asiknya lagi di kota ini banyak tempat wisata yang tentunya bertema alam. Bulan Januuari lalu, kami sekeluarga  jalan-jalan ke Kawah Sikidang, salah satu objek wisata favorit di Dieng yang terletak di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara Banjarnegara. Lokasinya tidak jauh dari Telaga Warna serta kompleks Candi Arjuna.

Sekilas Tentang Kawah Sikidang

Dataran Tinggi Dieng, menurut travel detik com, merupakan gunung berapi raksasa dengan telaga-telaga dan kawah-kawah bekas letusan yang ditempati penduduk. Kawah Skidang merupakan salah satu kawah yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Pada umumnya, kawah berada di puncak gunung berapi namun Kawah Skidang berada di tanah datar sehingga kita dapat leluasa melihat lumpur panas meletup-letup dan gas atau asap berwarna putih pekat mengepul di udara. Kawah yang terbentuk sejak lama dari letusan gunung berapi di kawasan Dataran Tinggi Dieng ini masih aktif. Pada waktu tertentu, rata-rata sekali dalam 4 tahun kolam kawah akan berpindah atau seolah-olah melompat dalam satu kawasan seperti kidang (kijang) sehingga kawah ini terkenal dengan nama kawah Skidang.




Ini kali kedua kami sekeluarga jalan-jalan ke Kawah Sikidang, pertama kali tahun 2016 saat baru berempat dan kesini lagi kami sudah berlima :D


Kami berangkat dari rumah tak lama selepas shubuh, sembari menyambut mentari pagi. Jalan ke Dieng yang sempit dan menanjak membuat pak suami mesti ekstra hati-hati dalam mengemudi. Kami sampai di kawah kurang dari satu jam. Suasana masih sepi. Tapi parkiran mulai terisi. Cuaca yang dingin dan udara yang segar membuat tempat ini cocok banget untuk refreshing badan dan pikiran.



Setelah sampai, kita langsung ke loket, di sini berlaku tiket terusan Rp. 20.000 per orang untuk dua obyek yaitu Candi Arjuna dan Kawah Sikidang, namun karena kawasan Candi Arjuna masih tutup maka kami hanya membayar R. 10.000 per orang. Selain masih sepi, lantai loket juga masih kotor mungkin karena curah hujan yang tinggi di sini sehingga membuat lantai mudah kotor karena lumpur.

Kawah Sikidang telah banak berubah dan terus berbenah. Tempat parkir lebih rapi dan tentunya pengelola menyediakan tempat foto yang instagramable. Yang terbaru, pengunjung bisa menyusuri Kawah Sikidang sembari menikmati pemandangan alamnya melalui  jalan papan (boardwalk). 



Dari pintu masuk kita mengikuti jalan kayu menuju kawah. di tepi jalan terdapat beberapa pergola untuk istirahat. Tempat sampah juga banyak tersedia sehingga tidak ada alasan bagi pengunjung untuk membuang sampah sembarangan, dan tentunya dilarang membuang puntung rokok yang mudah terbakar.

Oleh-Oleh Khas Kawah Sikidang

Setelah jalan kayu habis, kami memasuki kompleks kios-kios yang menjual aneka oleh-oleh. Dulu, penjual-penjual berada di kompleks kawah, sekarang sudah tertata dan teratur. Sayangnya sudah gak ada penjual telur kawah lagi :(
Sebelum pintu keluar kami harus melewati beberapa baris kios. Oleh-oleh yang khas dari tempat ini antara lain menjual manisan carica, terong Belanda, opak, kentang ungu, kentang merah, sagon, cabe Dieng, tanaman hias, teh tambi, bunga edelweis, dan belerang. Selain itu ada pula cemilan kekinian seperti sosis, nugget, jasuke, minuman hangat, snack, kaos/pakaian, makanan matang dan aneka souvenir.




Kami membeli kentang ungu dan kentang merah, karena kentang ini nyaris tidak ada di pasar, dan tentunya manisan carica dan terong Belanda kesukaan anak-anak. Untuk harga, sangat aman di kantong dan tentunya fresh karena langsung dari petani dan masyarakat setempat.

Yang Harus Diperhatikan di Kawah Sikidang


Berwisata di kawasan kawah Sikidang dimana aktivitas vulkaniknya masih aktif membuat kita harus hati-hati. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, siapkan bekal makanan dan minuman yang cukup, kondisikan badan sehat, dan tentunya mematuhi aturan yang telah ditetapkan di lokasi.

Oia, apakah dirimu pernah mengunjungi Kawah Sikidang dan tempat wisata di kawasan Dieng? Bagaimana kesanmu saat mengunjungi Dieng? Jaga kesehatan selalu dan Happy Traveling :)

Senin, 01 Februari 2021

Review Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta

Pertengahan Desember lalu, saya sekeluarga sempet liburan tipis-tipis ke Yogyakarta. Memanfaatkan liburan sebelum kena macet akhir tahun. Dari rumah, kita langsung menuju ke Pantai Parang Tritis, lalu jalan-jalan di Yogya, dan memutuskan menginap di Hotel Grand Inna Garuda. 

Dan, bagaimana hotelnya?

Sungguh, keren banget. Dijamin ga nyesel nginep di sini. Hotelnya cakeeep banget dan super nyaman, kami beruntung masih bisa stayed dengan suasana tenang, gak kebayang deh jika akhir tahun gimana macet dan ramainya Yogya. Kebetulan saat itu ada promo di Tiket dotcom sehingga kami bisa dapat rate terendah Rp. 379.214 per malam dengan rate normal antara sejutaan per malam.


Sekilas Tentang Hotel Grand Inna Malioboro

Sesuai dengan namanya, hotel ini terletak di jantung kota tepatnya jalan Malioboro yang merupakan salah satu pusat keramaian dan tujuan wisata belanja di Yogyakarta. Bukan hanya memiliki lokasi yang strategis, desainnya juga indah dan klasik serta memiliki nilai historis yang tinggi. Menurut situs web resminya, hotel ini dibangun pada tahun 1908. Awalnya, tahun 1908 pemerintahan kolonial Belanda membangun Grand Hotel De Djokdja atau "Hotel Yogyakarta" yang merupakan hotel terbesar dan termewah di Yogyakarta saat itu. Tahun 1942, Jepang mengubah nama hotel menjadi Hotel Asahi. Tahun 1945, hotel ini diambil alih oleh Indonesia dan diubah namanya menjadi Hotel Merdeka, bahkan hotel ini sementara menjadi kompleks kantor untuk kabinet pemerintahan pada waktu itu. Tahun 1950 pemerintah mengganti namanya menjadi Hotel Garuda, tahun 1982 hotel ini dikelola oleh PT. Natour lalu diperluas dan ditingkatkan dari satu bintang menjadi tiga bintang, namanyapun berubah menjadi Hotel Natour Garuda. Tahun 2001 PT. Natour bergabung dengan PT. Hotel Indonesia dan nama hotelpun berubah menjadi Hotel Inna Garuda hingga saat ini

Lokasi Strategis

Sangat mudah menemukan hotel legendaris berbintang empat yang terletak di Jalan Malioboro No. 60. Berada di pusat belanja Malioboro, tidak jauh dari keraton Yogyakarta, sekitar 42 Km dari Candi Borobudur dan 17 Km dari Candi Prambanan. Hotel ini juga dekat sekali dengan stasiun Tugu. Sebagai hotel klasik yang kaya sejarah, hotel ini memiliki bangunan yang cukup luas, dengan lokasi parkir di bagian kanan dan kiri hotel.

Karena adanya pandemi, hotel juga menerapkan protokol kesehatan . Banyak tempat cuci tangan meskipun di taman. Di pintu hotel terdapat hand sanitizer dan cek suhu otomatis. Para staff menggunakan masker atau face shield serta bersarung tangan untuk keamanan dan kebaikan bagi diri sendiri serta para tamu hotel.


Sebelum check-in, petugas membantu mengarahkan untuk cuci tangan, cek suhu otomatis, dan ramah banget menyapa dengan tersenyum lebar.

Lobby yang Luas dengan Furniture klasik modern

Saya dan anak-anak menunggu di lobby hingga selesai check-in. Lobby ini sangat luas dengan tiang-tiang besar dan tinggi khas bangunan tempo dulu, nuansa Yogya diperkuat dengan adanya gamelan, wayang, dan background lukisan foto hitam putih yang menggambarkan hotel di masa lalu. Nuansa tradisional ini dipadukan dengan set sofa merah dan berbagai anggrek serta tanaman cantik yang membuat lobby menjadi klasik sekaligus modern. Luasnya lobby membuat ada bagian ruangan untuk spot foto, ga selfie gak seru dong :D




Kamar yang Nyaman untuk Keluarga



Kami memesan kamar Superior dengan twins bed yang dilengkapi AC, meja TV dan TV kabel, kulkas brankas, complimentary, shower, toiletries,set sofa dan meja dan bathtub dengan ukuran kamar 26m2. Karena anak-anak masih kecil jadi cukup untuk kami sekeluarga. Dari jendela kamar kita bisa menikmati pemandangan keramaian kota Jogja dan stasiun Tugu. Unforgetable moment!

Koneksi internet juga lancar jaya, kamarnya sangat nyaman untuk family time. Sorenya kami keluar dari hotel menuju Malioboro yang berada tepat di depan hotel, karena turun hujan kami kembali ke hotel dan melanjutkan jalan-jalan pada malam harinya.



Pagi harinya kami menuju ke kolam berenang. Kolamnya bersih, cukup besar dan sedang dibersihkan oleh penjaga. Disisi kolam terdapat ruang fitness dan gazebo, karena sepi, kami menyempatkan olahraga sebentar di sana, sayangnya mungkin karena masa pandemi sehingga kolam renang sedang sepi saat kami kesana.

Bagaimana dengan kamar mandinya?


Kamar mandi cukup longgar dengan bathtub, shower, serta toiletries. Handuknya bersih. Secara keseluruhan fasilitas kamar nyaman banget dan menyenangkan. Tidak heran jika hotel ini menjadi Pemenang Traveloka Hotel Awards 2019 dalam Layanan Terbaik.

Fasilitas Lain yang Sangat Lengkap

Hotel megah dengan tema klasik modern ini memiliki 227 kamar yang terdiri dari Superior, Deluxe, Deluxe Colonial Building, Deluxe Premiere Floor, Junior Suite, Excecutive Suite, dan Presidential Suite atau Sudirman Suite. Hotel ini memiliki 7 lantai dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, penyewaan sepeda, spa, lounge, business center, money changer, boutiqe, coffee shop, tempat oleh-oleh dan Srimanganti Room untuk tamu VIP.

Hotel mewah berbintang 4 ini juga memiliki fasilitas ruang pertemuan dan Malioboro Convention Center dengan kapasitas hingga 1.000 orang yang kedepannya akan mengalami perluasan. Selain itu terdapat dua restoran multifungsi yang dapat digunakan untuk meeting mauung konferensi yaitu Sasana Handrawina dan Sekar Kedhaton. 

Berada di lokasi strategis, dengan dengan pusat pemerintahan, bisnis dan stasiun kereta membuat hotel ini sangat teat dijadikan sebagai pilihan menginap untuk berbagai tujuan kegiatan baik berbisnis, berwisata, staycation, reunian, wedding ceremony, meeting...lengkap tersedia layanannya. Tergantung aktivitas dan kebutuhan kita.

Lengkap banget!!

Pagi di Yogyakarta



Setelah berolahraga, kami turun menuju ke luar hotel. Mengajak anak-anak jalan-jalan ke stasiun dan jalan pagi di Malioboro. Toko-toko masih tutup. Jalanan masih basah terkena hujan semalam.Trotoar sepi dari pedagang sehingga memudahkan pejalan kaki yang lewat atau sekedar menikmati udara pagi kota Yogya. Jalan pagi berakhir di sebuah angkringan di depan hotel. Kami memang sengaja tidak memesan breakfast di hotel agar bisa menikmati sarapan pagi di luar. Menu nasi kucing, jahe hangat, sate telur dan gorengan untuk kami berlima hanya 35 ribu rupiah. Penjual menyediakan piring seng dan sendok untuk menikmati nasi kucing, kami menikmati sarapan diangkringan ditemani dengan suara Ngarsa Dalem dari pengeras suara yang mengingatkan untuk menjaga diri, tidak panik serta melakukan protokol kesehatan di masa pandemi ini. Di trotoar banyak terdapat tempat duduk dan penjual angkringan juga menyediakan tempat makan terpisah jadi kami tetap jaga jarak dengan pembeli lain.

Sungguh, menu sederhana dengan moment yang berharga...

Jadi, Grand Inna Malioboro Yogyakarta...

Recommended sebagai tempat menginap!

Lokasinya yang strategis memudahkan kita untuk berwisata, berbelanja, berbisnis, atau acara keluarga. Didukung dengan fasilitas yang lengkap, furniture klasik serta sejarah hotel di masa lalu dan suasana Yogya yang selalu ngangeni membuat hotel ini menjadi pilihan tepat untuk menginap. 

Yogya juga terkenal dengan kulinernya seperti gudeg, bakpia, pecel, soto, kuliner lesehan, gado-gado dan juga aneka oleh-oleh, souvenir, dan batiknya.

Namun, bagi saya yang membuat hotel ini makin istimewa adalah Jendral Sudirman pernah berkantor di sini pada masa perjuangan melawan Belanda. Di hotel ini terdapat Sudirman Suite yang memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dapur kecil dan ruang makan. Dinamakan Sudirman Suite karena waktu itu kamar tersebut merupakan tempat kantor MBO (Markas Besar Oemoem) Tentara Keamanan Rakyat yang dipimpin Panglima Besar Jendral Sudirman. Karena istimewa tentu saja kamar ini memiliki tarif yang mahal.

Btw, karena adanya pandemi, tetap tegakkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun ya teman-teman, semoga kita semua sehat selalu!

Happy Travelling