Rabu, 21 Oktober 2015

Masa Kecil dan Cerita dari Sawah

Memiliki rumah yang ‘mewah’ alias mepet sawah,  hanya selisih dua rumah dari sawah membuat saya terbiasa dengan segala aktivitas pertanian. Melihat Pak Sakir tiap pagi lewat membawa cangkul dan termos, atau kerbau yang lewat depan rumah menjelang musim tanam padi.

Saat kecil, saya dan teman-teman, Heni, Karnisah, Tantri, Dede, Olan atau Rohimah  biasa main di sawah sepulang sekolah. Mencari tanaman tomat atau semangka, mencari ikan kecil di sungai samping sawah, duduk-duduk di gubuk, atau pernah juga iseng mancing di kolam ikan tetangga yang terletak di tepi sawah dengan umpan mendoan yang diikat benang jahit.

 panen padi di sawah (sumber: BeritaSidoarjo)

Saat musim panen jadi saat yang paling asik buat bermain. Biasanya batang padi di tumpuk menjadi gundukan lalu dibakar. Kami menunggu sampai padam, dan mencari brondong padi. Dulu memanen padi masih pake cara manual. Biasanya ada butir-butir padi yang tertinggal dan saat dibakar akan mengembang seperti brondong jagung (popcorn). Nah, itulah yang kami cari. Mencari brondong padi di tengah gundukan besar, saat ketemu, duh senangnya. Sekarang petani memanen padi dengan mesin, dan anak yang main di sawah juga tak sebanyak dulu.

Kadang kami juga bermain di tumpukan batang padi. Main lompat-lompat atau tiduran di atasnya. Setelah itu, kami pulang dengan badan gatal dan omelan orang tua. Bapak dan ibu memang sering melarang saya maindi sawah, bikin gatal. Tapi seru.

pembuatan batu bata (sumber: kompasiana)

Selain main di sawah deket rumah, saya dan teman-teman kadang main di sawah yang agak jauh, berbatasan dengan desa tetangga. Sawah ini sedikit horor, karena berdekatan dengan kuburan di kanan dan kiri jalan. Sawah yang kami tuju ini berbatasan  dengan jalan raya. Di sawah ini terdapat usaha pembuatan batu bata. Dalam pembuatannya, setelah di jemur batu bata harus di bakar dengan merang. Nah, abu merang inilah yang kami cari. Biasanya dari rumah saya sudah membawa plastik atau kresek untuk meminta abu merang sebagai oleh-oleh untuk ibu. Abu merang ini super ampuh untuk mencuci piring. Dicampur dengan sedikit sabun colek, segala noda di piring, gelas, dan gerabah kotor bisa bersih. Saat itu, abu merang juga dijual di pasar dan warung-warung. Sekarang sepertinya sudah jarang para ibu mencuci piring dengan abu merang. Kini, sawah ini tak lagi seram. Jalannya sudah diaspal dam dibangun pabrik di kanan jalan dan perumahan di sebelah kiri jalan.

Dua hal yang paling saya takutkan saat main di sawah adalah, ular dan hujan. Saat lewat galengan, saya selalu merapal doa semoga tidak ada sarang ular di bawah kaki saya. Dulu, sungai dan selokan masih deras airnya, pernah ada bulus/kura-kura yang terbawa arus hingga ke selokan tepi sawah yang berbatasan dengan rumah tetangga. Pernah juga beberapa kali ada ular nyasar ke rumah tetangga, tertangkap di selokan atau sawah. Sekarang selokan dan sungai sudah mengering.

Mengenalkan alam sejak dini pada si kecil

Saat main di sawah, saya juga takut saat hujan turun. Orang akan mudah tersambar petir saat berada di sawah atau tanah lapang. Jika ada hujan turun, saya langsung ambil langkah seribu. Kadang ada teman yang bandel, memilih berteduh di bawah pohon pisang hingga hujan reda.
Semoga anak-anak saya mendapat masa kecil yang jauh lebih bahagia dan masa depan yang jauh lebih mulia.

500 kata


Sabtu, 10 Oktober 2015

Ketika Kalangan muda Menjaga Ketahanan Kota Melalui Komunitas dan Internet

Sebagai warga Jawa Tengah, saya turut bangga saat membaca berita bahwa Semarang, ibukota provinsi Jawa Tengah bisa masuk dalam 100 Resilient City di dunia.

 “Saat ini Semarang telah menjadi bagian dari 100 Resilient City, sebuah program dan jaringan 100 kota di dunia dalam meningkatkan ketahanan Kota. Walikota Semarang telah membentuk tim Pejabat Ketahanan Kota yang bertugas  menyusun Strategi Ketahanan Kota Semarang”
Fenomena pertumbuhan kota telah menjadi fenomena global. Pertumbuhan dan aktivitas ekonomi yang terpusat di kota menjadikan angka urbanisasi semakin melonjak dari waktu-ke waktu. Saat ini lebih dari 50% pupulasi dunia tinggal di perkotaaan, dan diperkirakan pada tahun 2050 angka ini mencapai 75%.

 Peta Kota Semarang (Sumber: Wikipedia)
Salah Satu komitmen kota Semarang untuk bisa beradaptasi dan tumbuh di antara permasalahan dan tantangan-tantangan itu adalah dengan menjadi bagian dari 100 Resilient Cities (100RC) Program, yaitu program dan jaringan kota-kota dunia yang bekerja sama untuk menyusun dan mewujudkan ketahanan kota. Semarang menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang menjadi bagian dari program ini, Semarang akan berdampingan dengan 99 kota lainnya dari 5 benua seperti San Fransisco, Rio De Jeneiro, Barcelona, MedellĂ­n, Porto alegre, Bristol, Glasgow, Rotterdam, Roma, dan lain-lain.

100RC difasilitasi oleh Mercy Corps dan didukung oleh Rockefeller Foundation, dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kota dalam beradaptasi dan tumbuh di antara guncangan dan tekanan yang terjadi baik fisik maupun sosial. Diharapkan nantinya kota Semarang memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang sering menimpa kota Semarang seperti banjir, rob, tanah longsor, krisis air bersih, di samping problem sosial seperti pengangguran, kemiskinan, kawasan kumuh, dan lain-lain.

Keterlibatan ini cukup prestisius, karena dalam proses seleksinya  ada lebih 700 kota yang mengirimkan aplikasi untuk diikutsertakan dalam program ini, namun sampai saat ini baru ada 67 kota yang terpilih, nantinya akan ada proses pendaftaran dan seleksi lagi sehingga lengkap menjadi 100 kota.

100RC juga memberi kesempatan pada kota semarang untuk membangun jaringan dengan 99 kota lainnya dari seluruh dunia untuk berbagi informasi, praktis-praktis cerdas, serta kesempatan berkolaborasi dalam pembangunan kota. Kota-kota dalam Jaringan 100RC juga berkesempatan bekerja sama bersama mitra-mitra 100RC, beberapa mitra 100RC antara lain Microsoft, IDB, World Bank, Cities Alliance, RMS, Swiss Re, dan lain-lain.Kerjasama yang dibangun antara kota dengan mitra bisa dalam bentuk pendanaan program atau bisa dalam kerangka studi, perencanaan, dan evaluasi.

Dan untuk membantu kota Semarang dalam menjaga ketahanan kota, peran kalangan muda tidak dapat dikesampingkan.Dan kondisi saat ini, kehidupan kaum muda Indonesa tidak bisa dilepaskan dari peran internet dan sosial media sebagai bagian dari gaya hidup.

Dari 248,6 juta penduduk indonesia, 55 juta adalah pengguna internet. Jadi lebih dari 27,5 juta pemuda Indonesia adalah pengguna internet. Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia ternyata sangat dipengaruhi perilaku kaum muda. 22 persen dari jumlah tersebut, pemuda melakukan penetrasi internet secara aktif di sosial media. Pengguna sosial media saat ini mencapai 43,8 juta. Ini adalah tanda positif,. Banyak pejabat di Amerika Serikat memprediksikan Indonesia sebagai pengguna internet terbanyak di dunia. Afiliasinya akan terjadi peningkatan bisnis e-commerce di kalangan usia muda. Saat ini, jaringan internet Indonesia baru 600 ribu line. Pada 2018 mendatang pemerintah berencana membangun lebih banyak. Jika terjadi Indonesia akan menjadi negara dengan jaringan internet terbanyak di Asia. Mengalahkan China yang hanya 900 ribu jaringan.

Lawang Sewu-Semarang (Sumber: Wikipedia)

Kota Semarang merupakan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa. Kota Semarang memiliki 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Dengan penduduk yang sebagian besar usia produktif, kalangan muda Semarang memiliki potensi menjaga, mengembangkan dan menguatkan ketahanan kota Semarang. Dengan memanfaatkan teknologi dan sosial media, kalangan muda dapat bergabung dengan komunitas-komunitas yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Potensi masyarakat makin berkembang, ketahanan kotapun makin terjaga. Bergabung dengan komunitas juga membuat kalangan muda memiliki kegiatan positif sehingga diharapkan terhindar dari resiko pergaulan bebas, narkoba dan kenakalan remaja.
Lalu, apa saja komunitas yang ada di kota Semarang? Ada beberapa komunitas yang bisa diikuti masyarakat diantaranya:
  • Nature Pot Track, Komunitas Keluarga Pecinta Alam
Berkegiatan di alam bebas yang masih alami punya banyak sekali manfaat bagi anak serta orangtuanya. Nature potTrack, sebagai komunitas / kumpulan keluarga pecinta alam, menyediakan kesempatan itu lewat kegiatan rutin maupun non-rutin. Ada program family hiking, potTrackBunch, serta berbagai seminar, kelas edukasi, lokakarya, dan berbagai program spesial lain yang bertujuan untuk makin mendekatkan keluarga (orangtua dan anak) ke alam. Semboyan potTrack adalah “tiap orang punya HAK untuk menjadi bagian dari keajaiban alam“. 
Secara intuitif dan didukung oleh sejumlah besar penelitian, kita sadar bahwa alam merupakan sumber inspirasi, pendidikan, juga kesehatan yang luar biasa bagi anak-anak maupun orang dewasa. Namun kini kita lihat kehidupan orang modern makin tak seimbang. Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, kita begitu lekat dengan teknologi elektronik, tapi makin jauh dari alam. Dampaknya sudah mulai kita lihat: obesitas dan beragam risiko kesehatan lain, ketidakmampuan berempati dan bergaul dengan orang lain, gangguan konsentrasi (ADD/ADHD pada anak), sampai ke meningkatnya kasus depresi serta gangguan jiwa lainnya. Tentu kita tidak ingin anak-anak kita mengalami semua risiko ini. Sebagai organisasi terbuka yang nirlaba, potTrack ingin meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang pentingnya alam bagi anak-anak DAN seluruh keluarga. Agar mencintai alam dan bisa belajar dari alam, kita butuh hadir lebih banyak di alam. Anak maupun orangtua perlu mengekspos diri pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan alami. 
 
Menanam bakau, salah satu kegiatan Nature Pot Track

Aktivitas rutin meliputi hiking pada hari Minggu pertama tiap bulan (pukul 14-18) di berbagai lokasi yang masih alami sekitar Semarang, dan potTrackBunch – a date+ in Nature (kegiatan permainan sambil belajar di alam). Makin banyak yang terlibat, makin banyak yang bisa kita kerjakan bersama. Demi masa depan anak-anak dan Bumi kita! Seperti kata naturalis Richard Louv, semoga anak-anak kita tidak menjadi generasi terakhir yang menikmati hutan.
Informasi lebih lanjut:
Blog: http://pottrack.weebly.com
Email: nature_potTrack@yahoo.com
  •  Komunitas Tangan Kedua, Merubah bangsa mulai dari diri sendiri
Setidaknya, ada dua jenis pemuda Indonesia saat ini, yaitu pemuda yang menuntut perubahan dan pemuda yang melakukan perubahan. Berawal dari hal tersebut, komunitas ini terbentuk 13 Oktober 2013 lalu dengan nama Tangan Kedua. Gerakan anti berpangku tangan ini dipelopori oleh beberapa pemuda-pemudi Semarang yang terdiri dari berbagai profesi, ada dari mahasiswa, pekerja swasta, dosen, PNS, pelajar, pengusaha dan sebagainya. Pemuda-pemudi tersebut bertekad untuk menghabiskan sebagian waktunya untuk membantu sesama. Gerakan inipun terbuka untuk siapa saja yang sekiranya mempunyai visi misi sama untuk melakukan kebaikan. Mulai dari sekedar berbagi hingga turun membantu korban banjir dengan menjadi relawan.


Melakukan pendampingan kepada anak-anak penyandang disabilitas ganda


 Beberapa kegiatan yang pernah digelar di antaranya aksi #berburukebaikan yang secara rutin dilakukan di Car Free Day Pahlawan atau Kota Lama Semarang. Aksinya antara lain resik-resik, berbagi nasi, dan membantu pedagang kecil. Sedangkan Project (Berseri) lebih banyak melakukan kegiatan Bersih-bersih Rumah Ibadah (masjid, gereja, pura, wihara, klenteng). Adapun even #reaksi (Rekreaksi Sambil Beraksi) berusaha memuliakan adik-adik Panti Asuhan dan wisata cagar alam). 


 Relawan #PeduliBanjir di Kec Welahan Jepara


Mereka juga menggelar project #PeduliBanjir Pantura bersama komunitas Lopen Semarang dan Pagi Berbagi. Sedangkan aksi pendampingan penyandang anak disibilitas ganda juga pernah dilakukan termasuk berbagai aksi-aksi lain yang sekiranya dapat komunitas ini lakukan. anggota ataupun masyarakat yang berminat bergabung atau donasi dapat menghubungi mereka di Facebook Komunitas Tangan Kedua atau di twitter @tangankeduaID. Aktivitas komunitas ini juga dapat dijumpai melalui blog http://tangankeduaid.blogspot.com.
  •  OASE, ‘Oude Stad’ Art and Culture Semarang, Komunitas pemerhati agar budaya bangunan kuno kota Semarang
Kota Semarang memiliki Warisan Seni dan Budaya dari Era Kolonial yang tak ternilai harganya bertebaran di penjuru kota. Sebagian besar terakumulasi di Kawasan Kota Lama. Indah pada masa kejayaannya dan terbengkalai di masa kini.
OASE mengajak kita semua untuk menghargai, mengagumi dan melestarikan Bangunan Bangunan Kuno dan kawasan yang menjadi landmark di masa kejayaan, menjadi saksi pedihnya masa penjajahan. Gerakan besar dimulai dengan hati yang terbuka dan langkah – langkah kecil. Kepedulian kita sangat berarti untuk kelestarian warisan ini. Di Group ini saling berbagi foto foto bangunan kuno peninggalan kolonial, baik foto foto kuno maupun foto kini.
Together, We can Save our Heritage!
  •  ORArT ORET, Ajang kumpul pelaku serta penikmat seni
ORArT ORET merupakan sebuah kegiatan kumpul-kumpul para pelaku seni serta penikmat seni di Kota Loempia ini. Kegiatan pertamanya diadakan pada tanggal 26 September 2010, dan selanjutnya diadakan dua minggu sekali. 
Nama ORArT ORET itu sendiri diambil dari istilah ORAT ORET, dalam bahasa Jawa berarti mencoret-coret atau menggambar. Komunitas ini diawali oleh pelaku seni menggambar dari komunitas seni OUTSIDERS!ink dan beberapa dari teman-teman fotografer, musik serta anggota non komunitas lainnya.
Konsep ORArT ORET adalah mengumpulkan dan mempertemukan semua jenis seni dalam satu semangat guyub dan keakraban, untuk kemudian saling membagi dan mempertunjukkan kemampuan seniman di bidang seninya masing-masing. Lebih khusus lagi untuk seniman-seniman kota Semarang.
 Facebook: ORArT ORET.
  • Loenpia Dot Net, Komunitas Blogger Semarang
Loenpia dot net adalah wadah bagi para blogger-blogger asli Semarang dan sekitarnya, berdiri menjadi Komunitas Blogger Semarang pada 15 Oktober 2005. Loenpia bangga akan keanekaragaman tempat wisata, kuliner, sejarah, bangunan kuno, budaya dll yang ada di Kota Semarang maka, dengan adanya blog loenpia ini diharapkan bisa mewadahi generasi-generasi blogger muda yang mempunyai keahlian kreatifitas dalam bidang apapun melalui media blog untuk bersama membangun citra Kota Semarang menjadi lebih baik dan maju.
Yang perlu diketahui, pendaftaran untuk menjadi member anggota Loenpia.Net adalah GRATIS. Maka, yang berminat silakan bergabung untuk Menyebar Virus Blog yang positif-kreatif di Semarang. Untuk persiapannya, anda diharapkan sudah memiliki alamat e-mail yang masih aktif, jangan alamat e-mail yang sudah puluhan tahun nggak pernah dibuka. Disarankan menggunakan account Gmail. Kemudian buatlah Blog terlebih dahulu, anda bisa menggunakan Blogspot, Blogsome, WordPress, atau apapun terserah anda. Bila sudah mempunyai blog anda bisa mulai ke bagian pendaftaran.
Jika ingin bergabung silakan masuk ke : http://loenpia.net
Contact : admin[at]loenpia.net
  • Komunitas Fotografer Semarang-KFS
KFS merupakan komunitas pecinta seni Fotografi di Semarang. Dalam komunitas ini KFS tidak terdapat pembeda – pembeda yang membuat terkotak-kotak, tidak ada beda status sosial, tidak ada pembeda dari club manapun, tidak ada pembeda merk camera, tidak ada pembeda asal daerah, tidak ada pembeda antara senior dan junior, tidak ada pembeda profesional dan amatir, dan pembeda-pembeda lainnya.
Ada 2 Jenis Membership di KFS ini:
Member Maya / Member ID : membership ini sifat keanggotaanya hanya begabung dalam website maupun milis saja. Jika Ingin Menjadi Member ID persyaratan hanya melakukan Verifikasi ID via Website KFSemarang secara online dan menunggu Approval dari Sie Membership. Anggotanya sendiri sekitar 2 ribu orang bila melihat status anggota di website.
Member Darat / KFSID (KFS Card): Membership yang sifat keanggotaannya bergabung secara tatap muka bukan sekedar list nama/avatar saja tetapi sudah pada tahap perkenalan langsung. Persyaratan menjadi Member KFSID (KFS Card) adalah mengikuti minimal 3 kali Hunting yang diadakan oleh KFS dan terdaftar secara resmi di Website KFS serta mengikuti minimal 3 kali Gathering KFS. Untuk mengajukan permohonan KFS Card dengan mengirimkan foto terbaru ke alamat email anggota@kfsemarang.com serta membayar biaya cetak kartu.
Visi dan Misi KFS terangkum dalam Taglinenya : “KFS is not just about photography but Friendship“. Jika anda mempunyai semangat dan komitmen yang sama dengan Komunitas ini, silahkan segera bergabung di Komunitas Fotografer Semarang.
Korespondensi KFS:
Sekretariat: Jl. Bukit Menur 4 No. 358 A Sendangmulyo – Semarang, Indonesia
Website: http://www.kfsemarang.com
E-mail kerjasama: humas@kfsemarang.com
  • Teater Lingkar
Teater Lingkar berdiri pada 4 Maret 1980, teater ini dibentuk untuk menampung kecintaan dan bakat masyarakat dalam bidang kesenian teater. Selain didedikasikan untuk dunia pertunjukan, Teater Lingkar juga berusaha membentuk dan mendorong setiap anggotanya yang kini berjumlah sekitar 45 orang ini untuk selalu menjunjung tinggi kebersamaan dan mewujudkan agar setiap anggota harus mempunyai rasa ojo dumeh dan peka terhadap lingkungannya. Banyak penghargaan yang telah diraih oleh teater Lingkar selama perjalanannya antara lain, Juara I Festival Teater Bahasa Jawa di Semarang, tahun 1986, Juara II Festival Teater di Semarang, tahun 1987, Juara I Festival Teater di Semarang, tahun 1988, Juara II Festival Teater di Kendal, tahun 1989, Juara I Festival Teater Bahasa Jawa di Solo, tahun 1990, 1991, 1993, dan 1995. Teater Lingkar Semarang
Alamat Sekretariat: Jl Jalan Gemah Jaya I/1 Semarang
Nomor Telepon:
Facebook: http://www.facebook.com/teaterlingkar.semarang
Selain komunitas-komunitas tersebut, tentunya masih banyak lagi komunitas lain baik yang aktif dalam social media maupun tidak. Masyarakat dan kalangan muda juga dapat membangun komunitas baru untuk menunjang bakat dan potensi mereka. Dari potensi yang dipupuk dan dikembangkan, akan melahirkan generasi penerus yang tangguh dan berprestasi. Adapula komunitas lain seperti komunitas remaja masjid, remaca pecinta/penghafal al-Qur'an, remaja peduli sampah, atau remaja peduli anak jalanan. Dari komunitas inilah kalangan muda memiliki pergaulan yang 'jelas', teman-teman yang baik dan memiliki visi-misi yang sama. Karena manfaatnya positif maka perlu dukungan dan bimbingan orang tua juga pemerintah. 

Memanfaatkan social media untuk berkomunitas juga berarti memanfaatkan teknologi untuk menambah ilmu, networking, dan juga peluang masa depan. Tentu dalam hal ini komunitas yang positif dan membangun, karena banyak pula komunitas yang negatif dan menyebarkan pengaruh buruk. Sehingga penting dalam memilih komunitas mana yang akan kita ikuti, yang mengedukasi kita, dan memperkuat pemahaman kita akan bidang yang ingin ditekuni.

Bergabung dengan komunitas juga membuat hidup lebih bermakna. Jika dalam keseharian kita dijejali dengan aktivitas monoton yang membuat jenuh, maka menekuni hobi, bertemu dengan orang yang memiliki hobi sama bisa membuat pikiran lebih fresh. Semangat tumbuh dan hidup menjadi lebih produktif. Masyarakat yang bersemangat, berpikiran positif dan produktif dalam bekerja dan berkarya inilah yang membuat sebuah kota/kawasan menjadi kuat dan berkarakter. Bukan tidak mungkin, dari komunitas ini muncul  generasi berprestasi, dan juga peluang bisnis. Misalnya menambah ilmu fotografi dengan bergabung di komunitas fotografi akhirnya bisa menjadi fotografer profesional, bisa berwirausaha dengan membukausaha kuiner setelah menimba ilmu di komunitas memasak, bisnis tanaman dengan bergabung di komunitas pecinta tanaman hias, dan masih banyak lagi peluang dan manfaat yang diperoleh dengan bergabung di komunitas. Dengan kata lain, dengan berkomunitas dan bijak memanfaatkan internet termasuk di dalamnya sosial media, kalangan muda dan masyarakat telah turut berpartisipasi menjaga ketahanan kota.Mari cerdas berkomunitas dan mendukung ketahanan kota Semarang menjadi kota yang tangguh


Sumber Referensi:
1. Separo Pengguna internet Indonesia usia di bawah 20 tahun (http://www.enciety.co/separo-pengguna-internet-indonesia-usia-di-bawah-20-tahun/). Diakses tanggal 10 Oktober 2015
2.  Semarang masuk 100 resilient Cities dunia (http://www.kompasiana.com/hardijanji/semarang-masuk-100-resilient-cities-dunia_55c04222929773ed12826a4f). Diakses tanggal 10 Oktober 2015
3. Beberapa komunitas di Semarang (http://seputarsemarang.com/cat/komunitas/). Diakses tanggal 10 Oktober 2015
4. Kota Semarang (https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang). Diakses tanggal 10 Oktober 2015

Minggu, 04 Oktober 2015

Serunya Silaturahmi Sambil Piknik

Saya dan suami lahir dari keluarga besar. Banyak diantara saudara kami mendapat jodoh dan tinggal di beda kota bahkan di luar Jawa. Ini membuat kami terbiasa silaturahmi mengunjungi saudara di berbagai kota. Lebaran kemarin misalnya, kami mengunjungi orang tua di Purbalingga dan Jepara, lalu silaturahmi ke Purwokerto, Cilacap, Semarang, Kudus, Magelang dan Temanggung. Biasanya, agar anak-anak tidak jenuh, kami menyempatkan piknik disela-sela agenda silaturahmi mengunjungi saudara.

Saya masih ingat, saat kecil, saya diajak ibu ke Kroya mengunjungi pakdhe dan budhe, kakaknya ibu.  Di Kroya, saya diajak pakdhe dan saudara sepupu ke Pantai Widara Payung. Saya juga punya beberapa saudara di Cilacap, saat kesana, biasanya paklik dan bulik mengajak ke pantai atau sekedar putar-putar kota Cilacap, melihat tangki-tangki raksasa Pertamina, pabrik semen, pelabuhan atau tempat pelelangan ikan. Piknik memang bisa diartikan cuci mata, melihat pemandangan yang tidak biasa kita lihat di kampung halaman. 

Begitu menikah dengan suami yang asli pantura, referensi sayapun bertambah. Tiap mudik, kami melewati Masjid Agung Demak, salah satu peninggalan walisongo, lalu saat mengunjungi ibu mertua di Jepara, kami juga pernah mengajak anak-anak piknik ke Pantai Bandengan, Pantai Kartini, dan juga merasakan pengalaman pertama naik kapal sekeluarga ke Pulau Panjang. Berhubung anak-anak masih kecil jadi kami belum berani sampai ke Karimunjawa. Selain itu, saudara di Jepara juga pernah mengajak kami piknik sore ke pasar jajanan di Karang randu. Menjumpai kuliner khas Jepara yang beberapa diantaranya baru pernah saya temui.
Piknik di Pantai Bandengan-Jepara

Saat mengunjungi adik ipar di Kudus, kami juga meluangkan waktu berziarah ke Makam Sunan Kudus, sekaligus piknik melihat kota Kudus dengan menaranya yang khas dan menjadi simbol kota Kudus. Di mana Sunan Kudus berhasil mengislamkan masyarakat melalui pendekatan sosial dan kultural. Hingga saat ini, sulit sekali kita jumpai olahan sapi di Kudus dan sekitarnya. Sebaliknya, banyak kita temui aneka kuliner dengan bahan baku daging kerbau, seperti Soto Kudus, Pindang Kerbau, dan asem-asem daging. Untuk lidah Banyumasan seperti saya, daging kerbau rasanya aneh karena di daerah saya adanya daging sapi. Begitupun sebaliknya, orang Kudus mungkin merasa aneh menyantap daging sapi.

Melihat Kereta dari Fly over

Dari pantura, pindah ke Jakarta. Suatu ketika, kami sekeluarga bersilaturahmi ke rumah saudara di Jakarta, adik dari bapak dan ibu tinggal di ibukota. Karena waktunya sempit, bulik mengajak kami ke mall. Iya, mall yang tidak ada di kampung halaman kami. Disana Isya dan Himda naik kereta dan kenyang naik turun lift dan eskalator. Paginya, sebelum pulang, saya mengajak anak-anak naik tangga ke flyover. Melihat kereta api hilir mudik dan keramaian kendaraan dari atas flyover. Anak-anak juga mendapat referensi baru tentang kendaraan yaitu busway. Jangan, ditanya betapa senangnya anak-anak karena di Wonosobo tidak ada stasiun kereta sehingga melihat kereta api warna-warni hilir mudik, berkali-kali saja membuat mereka sangat kegirangan. Bukankah piknik tujuannya membuat hati senang dan menambah pengalaman baru?

Serunya silaturahmi sambil piknik juga dirasakan orang tua saya. Saat saudara sepupu mendapat jodoh seorang pemuda dari Lahat, ibu ikut rombongan ke Lahat. Sehingga ibu punya pengalaman naik kapal, naik pesawat, hingga piknik melihat pemandangan kota Lahat hingga wisata kulinernya yang tidak dijumpai di Jawa. Selain silaturahmi keluarga, piknik kantor juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi karyawan dan keluarganya. Saya juga sempat beberapa kali ikut piknik yang diadakan kantor suami. Saya menjadi mengenal teman-teman kerja suami beserta keluarganya. Pantai Pangandaran adalah tempat pertama yang kami kunjungi sekeluarga dalam rangka piknik kantor. Sebelumnya, saat piknik ke Bromo hanya suami dan Isya yang ikut karena saya tengah hamil kedua.

Semoga Allah memberi kami kesempatan, rezeki, dan umur panjang sehingga bisa memanjangkan silaturahmi. Karena silaturahmi bisa memperpanjang umur, membuka pintu rezeki, mempererat hubungan kekerabatan, juga menambah ilmu dan pengalaman. Tak perlu menunggu dikunjungi terlebih dahulu, apalagi bagi keluarga muda seperti kami yang pastinya masih harus banyak silaturahmi terutama pada keluarga yang lebih sepuh. 

Kebun Raya Bogor. Sumber: Wikipedia

Kami juga memiliki saudara yang hingga saat ini tinggal di Bogor. Suami sudah pernah ke sana, tapi kalau tidak salah sebelum menikah. Dan hingga saat ini saya belum pernah ke Bogor, baru pernah memandang kota Kota Bogor melalui media. Semoga suatu saat nanti bisa silaturahmi ke sana sekaligus liburan di Bogor.
Silaturahmi sekaligus piknik, agar mendapat banyak hikmah, berkah, sekaligus serunya liburan. Apalagi Bogor sudah dekat dari Jakarta. Di Bogor, kami ingin mengunjungi Kebun Raya Bogor, karena tempatnya enak, udaranya bersih. Bagus untuk anak-anak. Di sana, mereka bisa lebih mengenal berbagai jenis tanaman, dan kalau capek bisa naik kendaraan keliling roda 4 atau naik sepeda kelilling. Tiket masuknya juga terjangkau. Saya juga ingin mengajak anak-anak ke Taman Topi atau Taman Plaza Kapten Muslihat karena pada hari minggu menghadirkan dongeng untuk anak-anak. Selain itu Jungle Water Park juga seru sebagai destinasi wisata keluarga. Selain itu saya juga ingin mencoba kuliner khas Bogor seperti roti Unyil, Asinan, Lapis talas, dan Soto Mie.
Piknik itu penting, bikin hati senang, tambah pengalaman, apalagi sekalian silaturahmi, jadi tambah-tambah deh kebaikannya. Tentu sebelum piknik banyak yang harus kami persiapkan seperti bekal yang cukup baik uang maupun perlengkapan pribadi, informasi, rute perjalanan, kondisi kesehatan keluarga, dan juga memastikan meninggalkan rumah dalam kondisi aman dan terkunci.

Semua perbuatan diawali dengan niat Saat ini baru bisa niat silaturahmi sekaligus liburan ke Bogor, semoga di waktu yang tepat Allah mengabulkan dengan caraNya yang indah.