Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Masa Kecil dan Cerita dari Sawah

Gambar
Memiliki rumah yang ‘mewah’ alias mepet sawah,hanya selisih dua rumah dari sawah membuat saya terbiasa dengan segala aktivitas pertanian. Melihat Pak Sakir tiap pagi lewat membawa cangkul dan termos, atau kerbau yang lewat depan rumah menjelang musim tanam padi.
Saat kecil, saya dan teman-teman, Heni, Karnisah, Tantri, Dede, Olan atau Rohimah biasa main di sawah sepulang sekolah. Mencari tanaman tomat atau semangka, mencari ikan kecil di sungai samping sawah, duduk-duduk di gubuk, atau pernah juga iseng mancing di kolam ikan tetangga yang terletak di tepi sawah dengan umpan mendoan yang diikat benang jahit.
 panen padi di sawah (sumber: BeritaSidoarjo)
Saat musim panen jadi saat yang paling asik buat bermain. Biasanya batang padi di tumpuk menjadi gundukan lalu dibakar. Kami menunggu sampai padam, dan mencari brondong padi. Dulu memanen padi masih pake cara manual. Biasanya ada butir-butir padi yang tertinggal dan saat dibakar akan mengembang seperti brondong jagung (popcorn). Nah, i…

Ketika Kalangan muda Menjaga Ketahanan Kota Melalui Komunitas dan Internet

Gambar
Sebagai warga Jawa Tengah, saya turut bangga saat membaca berita bahwa Semarang, ibukota provinsi Jawa Tengah bisa masuk dalam 100 Resilient City di dunia.
“Saat ini Semarang telah menjadi bagian dari 100 Resilient City, sebuah program dan jaringan 100 kota di dunia dalam meningkatkan ketahanan Kota. Walikota Semarang telah membentuk tim Pejabat Ketahanan Kota yang bertugas  menyusun Strategi Ketahanan Kota Semarang” Fenomena pertumbuhan kota telah menjadi fenomena global. Pertumbuhan dan aktivitas ekonomi yang terpusat di kota menjadikan angka urbanisasi semakin melonjak dari waktu-ke waktu. Saat ini lebih dari 50% pupulasi dunia tinggal di perkotaaan, dan diperkirakan pada tahun 2050 angka ini mencapai 75%.
 Peta Kota Semarang (Sumber: Wikipedia)
Salah Satu komitmen kota Semarang untuk bisa beradaptasi dan tumbuh di antara permasalahan dan tantangan-tantangan itu adalah dengan menjadi bagian dari 100 Resilient Cities (100RC) Program, yaitu program dan jaringan kota-kota duni…

Serunya Silaturahmi Sambil Piknik

Gambar
Saya dan suami lahir dari keluarga besar. Banyak diantara saudara kami mendapat jodoh dan tinggal di beda kota bahkan di luar Jawa. Ini membuat kami terbiasa silaturahmi mengunjungi saudara di berbagai kota. Lebaran kemarin misalnya, kami mengunjungi orang tua di Purbalingga dan Jepara, lalu silaturahmi ke Purwokerto, Cilacap, Semarang, Kudus, Magelang dan Temanggung. Biasanya, agar anak-anak tidak jenuh, kami menyempatkan piknik disela-sela agenda silaturahmi mengunjungi saudara.
Saya masih ingat, saat kecil, saya diajak ibu ke Kroya mengunjungi pakdhe dan budhe, kakaknya ibu.  Di Kroya, saya diajak pakdhe dan saudara sepupu ke Pantai Widara Payung. Saya juga punya beberapa saudara di Cilacap, saat kesana, biasanya paklik dan bulik mengajak ke pantai atau sekedar putar-putar kota Cilacap, melihat tangki-tangki raksasa Pertamina, pabrik semen, pelabuhan atau tempat pelelangan ikan. Piknik memang bisa diartikan cuci mata, melihat pemandangan yang tidak biasa kita lihat di kampung hala…