Serunya Silaturahmi Sambil Piknik

Saya dan suami lahir dari keluarga besar. Banyak diantara saudara kami mendapat jodoh dan tinggal di beda kota bahkan di luar Jawa. Ini membuat kami terbiasa silaturahmi mengunjungi saudara di berbagai kota. Lebaran kemarin misalnya, kami mengunjungi orang tua di Purbalingga dan Jepara, lalu silaturahmi ke Purwokerto, Cilacap, Semarang, Kudus, Magelang dan Temanggung. Biasanya, agar anak-anak tidak jenuh, kami menyempatkan piknik disela-sela agenda silaturahmi mengunjungi saudara.

Saya masih ingat, saat kecil, saya diajak ibu ke Kroya mengunjungi pakdhe dan budhe, kakaknya ibu.  Di Kroya, saya diajak pakdhe dan saudara sepupu ke Pantai Widara Payung. Saya juga punya beberapa saudara di Cilacap, saat kesana, biasanya paklik dan bulik mengajak ke pantai atau sekedar putar-putar kota Cilacap, melihat tangki-tangki raksasa Pertamina, pabrik semen, pelabuhan atau tempat pelelangan ikan. Piknik memang bisa diartikan cuci mata, melihat pemandangan yang tidak biasa kita lihat di kampung halaman. 

Begitu menikah dengan suami yang asli pantura, referensi sayapun bertambah. Tiap mudik, kami melewati Masjid Agung Demak, salah satu peninggalan walisongo, lalu saat mengunjungi ibu mertua di Jepara, kami juga pernah mengajak anak-anak piknik ke Pantai Bandengan, Pantai Kartini, dan juga merasakan pengalaman pertama naik kapal sekeluarga ke Pulau Panjang. Berhubung anak-anak masih kecil jadi kami belum berani sampai ke Karimunjawa. Selain itu, saudara di Jepara juga pernah mengajak kami piknik sore ke pasar jajanan di Karang randu. Menjumpai kuliner khas Jepara yang beberapa diantaranya baru pernah saya temui.
Piknik di Pantai Bandengan-Jepara

Saat mengunjungi adik ipar di Kudus, kami juga meluangkan waktu berziarah ke Makam Sunan Kudus, sekaligus piknik melihat kota Kudus dengan menaranya yang khas dan menjadi simbol kota Kudus. Di mana Sunan Kudus berhasil mengislamkan masyarakat melalui pendekatan sosial dan kultural. Hingga saat ini, sulit sekali kita jumpai olahan sapi di Kudus dan sekitarnya. Sebaliknya, banyak kita temui aneka kuliner dengan bahan baku daging kerbau, seperti Soto Kudus, Pindang Kerbau, dan asem-asem daging. Untuk lidah Banyumasan seperti saya, daging kerbau rasanya aneh karena di daerah saya adanya daging sapi. Begitupun sebaliknya, orang Kudus mungkin merasa aneh menyantap daging sapi.

Melihat Kereta dari Fly over

Dari pantura, pindah ke Jakarta. Suatu ketika, kami sekeluarga bersilaturahmi ke rumah saudara di Jakarta, adik dari bapak dan ibu tinggal di ibukota. Karena waktunya sempit, bulik mengajak kami ke mall. Iya, mall yang tidak ada di kampung halaman kami. Disana Isya dan Himda naik kereta dan kenyang naik turun lift dan eskalator. Paginya, sebelum pulang, saya mengajak anak-anak naik tangga ke flyover. Melihat kereta api hilir mudik dan keramaian kendaraan dari atas flyover. Anak-anak juga mendapat referensi baru tentang kendaraan yaitu busway. Jangan, ditanya betapa senangnya anak-anak karena di Wonosobo tidak ada stasiun kereta sehingga melihat kereta api warna-warni hilir mudik, berkali-kali saja membuat mereka sangat kegirangan. Bukankah piknik tujuannya membuat hati senang dan menambah pengalaman baru?

Serunya silaturahmi sambil piknik juga dirasakan orang tua saya. Saat saudara sepupu mendapat jodoh seorang pemuda dari Lahat, ibu ikut rombongan ke Lahat. Sehingga ibu punya pengalaman naik kapal, naik pesawat, hingga piknik melihat pemandangan kota Lahat hingga wisata kulinernya yang tidak dijumpai di Jawa. Selain silaturahmi keluarga, piknik kantor juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi karyawan dan keluarganya. Saya juga sempat beberapa kali ikut piknik yang diadakan kantor suami. Saya menjadi mengenal teman-teman kerja suami beserta keluarganya. Pantai Pangandaran adalah tempat pertama yang kami kunjungi sekeluarga dalam rangka piknik kantor. Sebelumnya, saat piknik ke Bromo hanya suami dan Isya yang ikut karena saya tengah hamil kedua.

Semoga Allah memberi kami kesempatan, rezeki, dan umur panjang sehingga bisa memanjangkan silaturahmi. Karena silaturahmi bisa memperpanjang umur, membuka pintu rezeki, mempererat hubungan kekerabatan, juga menambah ilmu dan pengalaman. Tak perlu menunggu dikunjungi terlebih dahulu, apalagi bagi keluarga muda seperti kami yang pastinya masih harus banyak silaturahmi terutama pada keluarga yang lebih sepuh. 

Kebun Raya Bogor. Sumber: Wikipedia

Kami juga memiliki saudara yang hingga saat ini tinggal di Bogor. Suami sudah pernah ke sana, tapi kalau tidak salah sebelum menikah. Dan hingga saat ini saya belum pernah ke Bogor, baru pernah memandang kota Kota Bogor melalui media. Semoga suatu saat nanti bisa silaturahmi ke sana sekaligus liburan di Bogor.
Silaturahmi sekaligus piknik, agar mendapat banyak hikmah, berkah, sekaligus serunya liburan. Apalagi Bogor sudah dekat dari Jakarta. Di Bogor, kami ingin mengunjungi Kebun Raya Bogor, karena tempatnya enak, udaranya bersih. Bagus untuk anak-anak. Di sana, mereka bisa lebih mengenal berbagai jenis tanaman, dan kalau capek bisa naik kendaraan keliling roda 4 atau naik sepeda kelilling. Tiket masuknya juga terjangkau. Saya juga ingin mengajak anak-anak ke Taman Topi atau Taman Plaza Kapten Muslihat karena pada hari minggu menghadirkan dongeng untuk anak-anak. Selain itu Jungle Water Park juga seru sebagai destinasi wisata keluarga. Selain itu saya juga ingin mencoba kuliner khas Bogor seperti roti Unyil, Asinan, Lapis talas, dan Soto Mie.
Piknik itu penting, bikin hati senang, tambah pengalaman, apalagi sekalian silaturahmi, jadi tambah-tambah deh kebaikannya. Tentu sebelum piknik banyak yang harus kami persiapkan seperti bekal yang cukup baik uang maupun perlengkapan pribadi, informasi, rute perjalanan, kondisi kesehatan keluarga, dan juga memastikan meninggalkan rumah dalam kondisi aman dan terkunci.

Semua perbuatan diawali dengan niat Saat ini baru bisa niat silaturahmi sekaligus liburan ke Bogor, semoga di waktu yang tepat Allah mengabulkan dengan caraNya yang indah.



 

Komentar

  1. Menyenangkannya punya banyak saudara di berbagai kota ya, Mak.
    Sukses ya lombanya :)

    BalasHapus
  2. Iya mak, bs sekalian jalan jalan :)

    BalasHapus
  3. Ceritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

Jamu, Menyingkap Sejarah Kesehatan Nenek Moyang Indonesia