Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Masjid Agung Demak dan Museum Masjid Agung Demak, Menyusuri Sejarah Kerajaan Islam Pertama di Jawa

Gambar
Belum memasuki waktu dzuhur, namun matahari mulai terasa terik saat kami memasuki wilayah Kabupaten Demak. Wajar saja karena Demak berada di pesisir utara Pulau Jawa sehingga udaranya memang lebih panas. Pada liburan semester kali ini kami mengajak anak-anak berwisata religi sekaligus belajar sejarah dengan mengunjungi Masjid Agung Demak serta makam Sunan Kalijaga di Demak, lalu Sunan Kudus dan Sunan Muria di Kudus. Dari sembilan Walisongo, di Jawa Tengah terdapat tiga orang wali yang kebetulan lokasinya berdekatan. Jka bisa membagi waktu, dalam sehari kita bisa berziarah ke 3 makam Walisongo ini sekaligus berjalan-jalan menyusuri toko-toko oleh-oleh dan souvenir di kompleks makam, sekaligus napak tilas sejarah perjuangan Walisongo dan penyebaran agama Islam di Jawa Tengah. 

Jika menggunakan kendaraan pribadi, kita bisa memarkir kendaraan di depan halaman masjid, dan jika menggunakan bus, ada tempat parkir khusus yang disediakan untuk para peziarah. Masjid ini menyatu dengan kompleks…

Perjuangan "The Godfather of Broken Heart" yang Tak Kenal Lelah Buat Sobat Ambyar

Gambar
Sumber: Liputan6.com
Sobat Ambyar, sapaan ini begitu fenomenal. Sobat ambyar merupakan panggilan bagi para penggemar karya-karya Didi Kempot, sang maestro campursari.
Siapa sih yang ga kenal dengan Didi Kempot, penyanyi yang memiliki julukan sebagai "The Godfather of Broken Heart" ini? Penyanyi asal Solo ini identik dengan lagu-lagu campursari yang bertemakan patah hati, bukan cuma generasi tua saja, tapi juga pada generasi milenial.
Didi Kempot sendiri sudah berkecimpung di dunia seni selama 30 tahun. Didi adalah putra dari seorang seniman tradisional, yaitu mendiang Ranto Edi Gudel atau yang kerap disapa Mbah Ranto. Ia memiliki seorang kakak yang juga berkecimpung di dunia seni, yaitu mendiang Mamiek Prakoso yang merupakan anggota pelawak Srimulat. Pemilik nama asli Dionisius Prasetyo ini menambahkan nama Kempot yang merupakan singkatan dari Kelompok Penyanyi Trotoar yang ia pakai saat menjadi pengamen jalanan di Solo dan Yogyakarta sekitar tahun 1984-1989.
Beberapa bulan t…