Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Membangun Kebersamaan Keluarga Bersama Fashion Muslim Ethica

Gambar
Tak terasa telah kita telah melewati Idul Fitri 1436H. Ramadhan selalu meninggalkan kisah yang indah, bulan dimana spiritual terbangun, semangat ibadah meningkat, dan kebersamaan menjadi sesuatu yang sangat bermakna. Idul Fitri menjadi saat dimana keluarga menjadi sesuatu yang sangat berarti. Banyak yang rela membayar tiket mahal demi berjumpa keluarga, tak terhitung masyarakat yang rela berjam-jam terkena macet, membawa perbekalan dan barang bawaan yang menumpuk agar seorang anak bisa mendapatkan maaf orang tuanya, saudara berjumpa dengan kerabatnya, setelah sebulan lamanya memaksimalkan ibadah, disempurnakan dengan membersihkan diri dan hati melalui zakat dan silaturahmi. Keluarga adalah harta yang sangat berharga yang mungkin jarang kita sadari. Keluarga adalah tempat kita berbagi. Berbagi kisah bahagia maupun sedih. Keluarga juga tempat kita belajar, belajar memahami, menghormati, dan juga belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Banyak hal yang bis

Lebaran Makin Gaya Dengan Sarimbit Dari Hijabenka

Gambar
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons & InvolveAsia X HB & BB. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons.  voucher berrybenka  dan voucher hijabenka disponsori oleh Berrybenka & Hijabenka. Lebaran adalah saat yang dinanti dalam setahun. Saat dimana yang lama tak bersua bisa berjumpa, saat dimana keluarga besar berkumpul, dan juga saat dimana wajah ceria anak-anak tertawa gembira bertemu simbahnya dan juga saudara dan sepupunya yang kadang hanya setahun sekali bertemu. Lebaran kali ini saya ingin sekali tampil sarimbit dengan suami. Sarimbit ini sangat bermanfaat dipakai saat berkumpul bersama keluarga besar,dan juga saat menghadiri undangan baik acara resmi maupun acara pesta seperti menghadiri undangan pernikahan. Buat saya sendiri, sarimbit tidak harus dari kain yang sama, tapi bisa mix and match sehingga warnanya senada. Sayangnya, saya tidak mudah keluar rumah untuk beli baju karena repot banget kemana-mana dengan bayi mungil sementara jalanan sudah

Kawah Sikidang: Keindahan Yang Berawal dari Putri Yang Ingkar Janji

Gambar
Saat masih SD, saya suka banget baca buku tentang dongeng nusantara, kisah-kisah yang konon menjadi sebab adanya suatu tempat, seperti Sangkuriang dan Gunung Tangkubanperahu, kisah cinta tak sampai Bandung Bondowoso pada Roro Jongrang yang menyertai Candi Prambanan, Joko Tarub dan Nawangwulan, Dewi Sri, Timun Mas dan juga kisah-kisah sejarah yang berbau mistis seperti Nyai Loro kidul dan pantai selatan Jawa, Batara kala, dan lain-lain. Hidup di Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya membuat setiap tempat, punya cerita. Bahkan makanan khas di setiap daerah di Indonesia pun ada sejarah dan kisah yang menyertainya. Tahun lalu, kami sekeluarga travelling ke Dieng, karena bawa balita jadi pikniknya yang deket-deket aja. Jalan yang tajam dan berkelok-kelok membuat setiap pengendara harus hati-hati. Selain itu cuaca yang dingin juga menjadi pertimbangan. Jalan-jalan ke daerah pegunungan membutuhkan tubuh yang sehat dan juga harus memakai pakaian yang tebal, jaket/sweater, masker da

Jangan Panggil Dia Gila

Gambar
Namanya Masri (samaran, bukan nama sebenarnya) Seorang bapak dari 2 anak dan 6 orang cucu. Tidak seperti seorang keluarga pada umumnya. Para tetangga tidak pernah memanggilnya dengan sebutan Pak Masri. Setiap ada acara di kampungpun ia tidak dilibatkan. Kehadirannya di masyarakat antara ada dan tiada. Ia ada tapi diacuhkan. Ia tak adapun tak dicari. Semua berawal dari bertahun-tahun yang lalu, mungkin lebih dari 20 tahun yang lalu, saat itu Masri bekerja sebagai seorang kondektur bus. Sebuah kecelakaan mengubah hidupnya. Ada yang mengatakan ia terkena gegar otak. Pihak keluarga dan juga dibantu tetangga sudah mengupayakan pengobatan untuknya. Yang jelas, karena kondisi ekonomi yang kurang, pengobatan yang ia jalani tak tuntas sehingga membuat ia mengalami gangguan jiwa hingga kini. Apa jadinya kalau kita memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Itulah yang dialami istri dan kedua anak Masri. Sang istri yang bekerja di pasar menjadi tulang punggung keluarga, sembari