Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

3 Jam Merayakan 18 tahun Persahabatan

Gambar
  Bulan Juli 2000, 18 tahun yang lalu Pertama kali menginjakkan kaki di Wonosobo, sebuah kabupaten kecil di lereng pegunungan Dieng untuk menuntut ilmu. Itulah pertama kali saya meninggalkan rumah, turun dari bus, saya dan orang tua melanjutkan perjalanan dengan delman dan angkot. Dan sejak saat itulah kisah klasik masa SMU sekaligus di pondok pesantren pun dimulai. Saya masuk ke Blok I, yang entah berisi 60-70 anak. Suasana yang ramai dan penuh sesak menjadi kesan pertama. Jangan samakan dengan di rumah, sekamar sendiri dengan bantuan orang tua di sana sini. Di pondok ini masing-masing dari kami ‘hanya’ mendapat fasilitas sebuah lemari mungil 3 tingkat yang otomatis tidak bisa membawa banyak baju dan keperluan pribadi. Jadwal kegiatan juga sangat padat. Disinilah pertama kali ngerasain harus bangun jam 02.00-03.00 demi bisa dapat antrian kamar mandi. Disini pertama kali harus nyuci baju tengah malam karena Cuma pas malam airnya mengalir deras dan gak banyak antrian. Dis

Review Buku. I Can Not Hear (Perjalanan Seorang Anak Tuna Rungu Menuju Dunia Mendengar)

Gambar
Judul: I Can (Not) Hear. Perjalanan Seorang Anak Tuna Rungu Menuju Dunia Mendengar Penulis:   Feby Indirani & San C. Wirakusuma Penerbit: Gagas Media Edisi: Cetakan 1 – Jakarta, 2009 Halaman: 354 ISBN: 979-780-363-5 Apa jadinya kalau bayi mungil yang kita tunggu kehadirannya, kita cintai sejak dalam kandungan, selalu rutin memeriksakan kehamilan ke dokter yang baik, ternyata terlahir tuna rungu? Jadi, bagian mana yang salah? The moment a child is born, the mother is also born. (Bhagwan Shree Rajneesh) Saat itu musim semi,   18   Mei di Rumah sakit Matilda Hongkong. Sansan melahirkan bayi cantik dengan pipi merona merah, Gwen namanya. Nama Gwendolyne diambil dari salah satu tokoh di buku favoritnya, Malory Towers karangan Enid Blyton.   Gwen bayi yang sangat tenang, pernah suatu malam terjadi angin topan hingga level 8, level tertinggi tapi dia tetap tertidur nyenyak.   Merasa ada yang aneh, Sansan membawa Gwen ke dokter dan hasilnya