Senin, 22 Desember 2014

Hujan Turun Dua Hari

Tak terasa hampir setahun kami tinggal di sini. Di kota di lereng pegunungan Dieng. Kota yang subur, pemandangannya indah, banyak jalan yang berkelok-kelok serta naik turun dengan tebing atau jurang di kanan kirinya. Pantas saja, transportasi umum bukan cuma bus serta angkot, tapi juga delman, ojek, truk kecil/colt, bahkan truk agar bisa menjangkau daerah/ desa-desa di pinggir kota. Tinggal di dekat gunung membuat kami terbiasa dengan udara dingin, jaket dan selimut, secangkir jahe hangat dan hujan yang turun sewaktu-waktu. Kapan saja, Tuhan bebas mengatur waktu kapanpun akan menumpahkan hujan, dimanapun DIA kehendaki. Seperti saat itu. Biasanya hujan turun selepas Dhuhur. Tapi Sejak Ashar gerimis mulai turun. Lalu terus turun hingga 2 hari berikutnya. Deras diselingi gemuruh guntur dan kilat sesekali. Hujan menumpahkan perasaannya dari langit dengan stabil tidak di selingi dengan terang barang sekejap. 

Alhamdulillah dua krucils dalam keadaan sehat. Hari pertama kami tidak keluar rumah. Kebetulan suami tidak ngantor, karena mengerjakan lemburan di rumah. Ah, hujan-hujan begini memang tenang dan nyaman berkumpul bersama keluarga di rumah. Membayangkan bagaimana dalam perjalanan, atau ada keluarga yang sedang tak ada di rumah rasanya pasti gelisah dan tak tenang. Anak-anak bermain riang di rumah. Tukang sayur datang sambil bermantel hujan, membawa sayur seadanya. Hari itu kami makan sayur daun lembayung dan talas rebus. Hari kedua hujan masih turun. Sama seperti hari sebelumnya. Hujan ak beraderas dengan sesekali guntur terdengar. Kali ini tukang sayur keliling tak berani datang. Untung ada pohon pepaya depan rumah sudah berbuah, Pepaya muda bisa di sulap menjadi sayur bening atau oseng pepaya. Alhamdulillah, anak-anak sholih ini mau makan seadanya. Sebenarnya suami mau ke Purbalingga, tapi karena hujan beliau membatalkannya. Hingga dari grup WA kami kaget, ternyata hujan turun dua hari membawa efek yang berhari-hari, berbulan-bulan, mungkin juga dalam hitungan tahun.
Seorang teman di FB memposting beberapa kejadian memilukan yang terjadi di Wonosobo dan Banjarnegara. Longson di Karangkobar Banjarnegara menjadi duka nasional. Hujan turun dua hari, kami bisa nyaman di rumah. Ternyata tidak demikian yang terjadi di luar sana.

Sapen, dulunya adalah terminal lama. Berada di Wonosobo arah ke Banjarnegara. Dari Wonosobo daerah longsor ini berada di kiri jalan. Saat kami dalam perjalanan ke Purbalingga pada hari sabtu (13/12), tanah yang longsor ini sudah ditutup police line, ada dua alat berat  yang sedang mengeruk tanah. Menurut Wonosobokab Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonosobo berhasil menemukan aliran sungai yang ada di bawah bangunan ambles di tepi jalan T Jogonegoro. Setelah mengerahkan dua alat berat yang bekerja selama 24 jam, Jum’at pagi (12/12), sisa-sisa reruntuhan bangunan warung soto ternama yang ambruk sehari sebelumnya juga berhasil dievakuasi. Dengan telah bersihnya sisa-sisa reruntuhan bangunan tersebut, upaya pencarian alur sungai yang membentang di sepanjang tepi jalan raya Banyumas-Wonosobo itu pun menjadi semakin mudah. Memang tidak mengganggu lalu lintas, namun bisa memberi pelajaran agar tidak membangun bangunan di atas aliran sungai. 

gambar dari sini

Pada hari sabtu, kami sekeluarga bersilaturahmi ke Purbalingga, setelah melewati dan melihat sekilas proses evakuasi di sapen, mobil yang kami naiki memasuki Banjarnegara. Saat melewati Sigaluh, tebing yang berada disisi kiri jalan tampak habis longsor, ada 2 orang lelaki yang tengah membersihkan jalan raya dari tanah dan bebatuan yang longsor. Menurut berita daerah ini (desa Tunggoro kec. Sigaluh) sempat longsor hingga membuat jalan utama Semarang-Purwokerto ini terputus, tapi alhamdulillah kami bisa lewat.Suami memacu kendaraan lebih cepat. Bayangan longsor sedikit membuat kami khawatir. Tak lama kemudian hujan turun dengan deras. Kami berpapasan dengan truk-truk tentara dari arah berlawanan (arah selatan). Kabar longsor di dusun Jemblung terdengar dimana-mana. Para tentara ini tentu akan membantu menjadi relawan disana. Kami juga berpapasan dengan truk-truk besar yang mengangkut alat berat baik buldozer maupun ekskavator. Kami kembali ke Wonosobo pada hari Senin (15/12), dalam perjalanan pulang saat kembali melewati Sigaluh, hujan turun deras, dan kami melihat butiran-butiran tanah dan bebatuan meluncur dari atas tebing layaknya seorang anak yang meluncur cepat dari perosotan. Suami memacu mobilnya cepat. Kami masih berpapasan dengan truk-truk tentara dari arah berlawanan (dari arah utara) juga truk pengangkut alat berat. Kami juga berpapasan dengan beberapa mobil yang membawa perahu karet. Dan kendaraan dengan plat nomor luar daerah yang mungkin membawa bantuan untuk bencana longsor di dusun Jemblung.

Sementara itu, menurut berita dari sini, di Jalan Dieng KM 21 yang berada di Desa Tieng Kecamatan Kejajar, akses jalan menuju obyek wisata Dieng longsor sepanjang 20 meter. Sehingga  arus kendaraan menuju Dieng coba dibatasi. Entah bagaimana kondisi terbaru di Tieng. Tapi yang jelas, karena rumah yang kami tinggali berada disisi sungai, setelah hujan berhenti ada tetangga yang melongok sungai. Mengingat perumahan ini diapit sungai, tebing tinggi dan juga jurang. Tebing di depan perumahan juga longsor, untungnya tidak ada rumah di bawahnya melainkan tanah kosong. Itupun kabarnya longsor ini sempat menutup ruas jalan. Dan, disisi kanan jalan terdapat jurang. Dibawahnya terdapat sawah-sawah dan sungai. 

 Pringgondani. Gambar dari photobank81



Hidup di daerah perbukitan dengan kontur tanah yang tidak rata  dipenuhi tebing tinggi dan jurang disana sini memang kadang ngeri. Apalagi melihat perkampungan di lereng-lereng gunung. Tapi, bagaimanapun hidup memang harus dijalani. Berusaha bersahabat dengan alam, adalah salah satu cara untuk bisa bertahan. Kamipun tidak sekali dua kali berdebat dengan orang yang membuang sampah di sungai lebih parah lagi membuang sisa material bangunan, pecahan kaca dan barang pecah belah. Sisa material bangunan tidak bisa terurai oleh tanah, pecahan kaca, selain tidak bisa terurai juga berbahaya. Sangat berbahaya. Dipinggir kebun kami yang berbatasan dengan jurang banyak terdapat tanaman bambu pringgondani. Sejenis bambu kecil yang bisa dibuat aneka kerajinan, biasanya dipakai untuk gagang sapu ijuk. Katanya sih, bambu ini banyak tumbuh liar di sekitar dataran tinggi Dieng dan bisa dijadikan cenderamata atau oleh-oleh. Sudah banyak orang yang berniat mengambil/membeli bambu ini, baik yang ijin secara baik dan sopan maupun langsung bawa truk colt depan rumah, ambil parang, dan langsung tebas. Tapi berhubung kami kontraktor   bukan pemilik rumah dan kebun ini sekaligus larangan dari yang punya rumah, kami jadi seperti juru kunci penjaga kebun. Pringgondani tidak boleh di tebang. Bukan, bukannya mau kami jual sendiri. Tapi tanaman bambu ini bisa mencegah longsor. Menurut info dari sini, bambu mempunyai kemampuan menyerap karbon dioksida hingga 62 ton per tahun per satu hektar tanaman bambu. Selain itu tanaman bambu yang rapat dapat mengikat tanah pada daerah-daerah lereng, sehingga mampu mengurangi erosi, sedimentasi dan longsor. Mungkin inilah kenapa Allah menciptakan tanaman bambu banyak terdapat di lereng-lereng pegunungan.

Hujan turun dua hari. Menciptakan duka berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun.  Ya Allah, lindungilah kami, keluarga kami, saudara-saudara kami dengan sebaik-baik perlindungan di dunia dan akhirat. Amiin.
 Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (QS. 1 : 5)




Bayiku Kehabisan Air Ketuban dan Terlilit Tali Pusar

Tak terasa sudah dua tahun usianya, tepatnya sih 2 tahun 4 bulan. Banyak perkembangan yang ia perlihatkan membuat kami banyak bersyukur, seperti namanya, Himda, mengingatkan kami untuk selalu bersyukur pada Allah atas anugrah luar biasa ini, sekaligus mendoakan semoga ia seperti namanya, Himda, anak yang berakhlak terpuji dan selalu bersyukur.

Himda, anak kedua kami. Saat saya hamil Himda, Isya anak sulung kami baru berusia 15 bulan. Karena hamil lagi, Isyapun tidak mendapat ASI hingga usia 2 tahun, apalagi dia tidak IMD. Ktidaktahuan membuat saya menurut saat Isya diberi susu botol saat baru lahir. Di kehamilan kedua ini, saya sudah wanti-wanti ke bidan agar bisa IMD. Agar bisa memperbaiki "kesalahan" pada kehamilan sebelumnya. Isya juga lahir tanpa didampingi Abinya karena sedang berada di luar kota. Di kehamilan kedua ini, saya berharap bisa melahirkan didampingi suami.

Hamil sambil mengurus balita memang seru, dan tidak mudah. Selama hamil saya masih sering menggendong Isya, dan mengurus segala keperluannya. Isya pun diperkenalkan akan datangnya adik baru. Sejak saya hamil, kami memanggilnya Kak Isya, dan Isyapun sering membedaki perut saya yang makin membuncit. Katanya sih, sedang bedakin adik. Sampe belepotan bedak baju saya. Ah, rasanya pengen ketawa sendiri mengenangnya. Selama hamil, suami dan Kak Isya juga sering mengajak jalan-jalan bersama. Olahraga ringan ini emang cocok untuk ibu hamil. Sekalian momong anak, sekalian menjaga kesehatan. Kami juga sering mengajak Isya periksa hamil ke bidan. Selain itu, sebagaimana saat kehamilan pertama, di kehamilan kedua ini, kami membacakan untuk si janin Al Qur-an surat Yusuf dan Maryam.Bukan hanya masalah kemolekan, Menurut suami dan orang tua, janin dibacakan surat Yusuf agar bisa menjalani kehidupan seperti Nabi Yusuf, bisa selamat dari kedengkian saudara, godaan harta dan lawan jenis, serta memiliki kedudukan mulia disisi Allah di dunia dan akhirat. Surat Maryam juga sebagai doa dan harapan agar kelak si anak seperti Nabi Yahya (bisa dibaca dalam terjemahan surat Maryam). Memiliki hikmah sejak anak-anak, memiliki rasa kasih pada sesama, bersih dari dosa, seorang yang bertakwa, sangat berbakti pada orang tuanya, bukan orang yang sombong lagi durhaka. Dan saya juga sangat mengaminkan isi dari surat ini. Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali. Subhanallah, sebaik-baik doa memang dari kalam Allah. Ibu mertua juga selalu wanti-wanti agar saya tidak lupa membacanya setiap hari selain tadarus hingga khatam,selain banyak shalat dan memperlama sujud sebagai ikhtiar lahir bathin.

Bidan memprediksi HPL pada 19 Agustus 2012, pas saat hari Idul Fitri. Saat melahirkan Isya, HPL saya maju 23 hari. Jika Isya lahir saat malam nisfu Sya'ban, tapi Idul Fitri sudah berlalu, si janin masih betah saja di perut. Orang-orang bilang, si janin pengen ikut puasa dan sekalian lebaran. 3 hari setelah setelah HPL, kami kontrol ke bidan. Kehamilan sudah masuk 41 minggu dan si janin masih betah-betah saja, belum ada kontraksi. Begitu nyamankah kau di dalam sana, Nak?
Dari USG, posisi janin sudah mapan dengan kepala di bawah. air ketuban masih ada sedikit. Bu Bidan lalu mengambil sarung tangan dan memasukkan jarinya ke jalan lahir. Jangan tanya rasanya, lumayan untuk pemanasan sebelum persalinan. 

Malamnya, sepulang dari bidan muncul vlek. Tapi belum ada kontraksi. Keesokan harinya suami mengajak saya dan Isya jalan-jalan ke alun-alun. Saya disuruh muterin alun-alun sampe keringetan. Sepulang olahraga, sekitar jam 9 pagi, vlek bertambah banyak. Tapi belum juga kontraksi. Suami menyuruh saya istirahat. Naluri saya, mendorong saya menghubungi bidan. Karena beliau ada di klinik sekitar jam 2 siang, kami bertiga pergi ke klinik selepas dhuhur. Di klinik, sambil menunggu bidan datang, saya masih bermain dengan Isya. Dan betapa kagetnya begitu di cek, air ketuban sudah habis sama sekali. Bayi harus dikeluarkan saat itu juga. Suami segera berlari pulang mengambil koper yang kami persiapkan jauh-jauh hari untuk persalinan. Suami meninggalkan kaset murotal untuk menemani saya melahirkan Isya sendirian di ruang tunggu klinik. Ia tak mau masuk ke ruangan bersalin.

Saya segera diinfus cairan untuk mengganti air ketuban dan menelan sebutir pil kecil untuk merangsang persalinan. Asisten bidan langsung menyiapkan oksigen, ada yang mengusap punggung saya. Bidan pun ikut mengusap-usap punggung sambil melihat jalan lahir. Kering. Tak ada air ketuban yang keluar. Persalinan memang luar biasa. Entah karena pil atau infus, menurut bidan persalinan tidak akan lama, sekitar 3 jam saja. Itu artinya sekitar jam 18.00 bayi akan keluar. Tapi waktu serasa berjalan lambat. Kaki mulai menggigil dan kepala terasa panas. Suami tiba tak lama kemudian. Beliau dan anak lanang masuk ke ruangan, melihat saya melahirkan anak kedua kami, perempuan, ia lahir dengan plasenta melilit tubuhnya. Hal ini tak terlihat di USG. Dengan gerakan cekatan bidan melepas lilitan plasenta, memberinya oksigen, dan ia menangis. Suara pertamanya. Suami terpana lalu mengadzaninya. menurut bidan, jika sampai jam 21.00 bayi belum keluar, saya harus segera SC. Sementara saya di jahit, asisten bidan segera membersihkan bayi kami dan sesuai keinginan kami saya bisa IMD, dan atas pertolongan Allah, bisa menyusui tanpa sufor hingga 2 tahun. Daya tahan tubuhnya sangat baik. hingga kini ia baru sekali ke dokter saat diare ketika proses penyapihan. Alhamdulillah terima kasih Ya Allah.

Catatan: sebenarnya saat awal ramadhan, selepas mengkhatamkan Qur'an saya berniat khatam lagi sebelum lebaran. Ternyata saya baru bisa khatam seusai lebaran. Ternyata Himda menunggu agar kita bisa khataman bersama sebelum ia lahir ke dunia.

Peluk cinta Abi Ummi
Untukmu yang sholihah
-Aliyah Himda Habibah-




Senin, 15 Desember 2014

Mommychi, Aplikasi Terlengkap Untuk Ibu dan Anak

Sejak kecil, saya sering melihat dan membantu aktivitas ibu sebagai kader Posyandu di daerah kami. Saat masih tinggal di Purbalingga, Posyandu dilaksanakan setiap hari Rabu minggu pertama setiap bulan. Setelah pindah ke Wonosobo, saya membawa anak-anak ke Posyandu setiap tanggal 14. Di Posyandu, Isya dan Himda di timbang berat badannya dan diukur tinggi badannya. Seringkali ada bidan di Posyandu untuk melakukan imunisasi. Berat, tinggi badan, dan jadwal imunisasi dicatat dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau yang dulu namanya KMS (Kartu Menuju Sehat). Dari buku in[ kita bisa tahu tumbuh kembang melalui grafik yang ada. Di buku ini juga ada panduan kehamilan, melahirkan, menyusui hingga tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun. Selain itu ada pula panduan mengatasi penyakit yang biasa diderita anak seperti batuk, demam dan diare. Di buku KIA juga ada panduan MPASI sesuai usia anak. Karena Isya baru berusia 4 tahun dan Himda 2 tahun, jadi saya punya 2 buku untuk mereka.

Jadi, apa nih hubungannya buku ini dengan Mommychi?


Sebagai ibu, saya berusaha mencari informasi terlengkap untuk menunjang tumbuh kembang mereka, apalagi di usia balita yang merupakan masa-masa awal pertumbuhan, tumbuh kembang dan kesehatan mereka berusaha kami jaga dengan baik, selain itu mereka lagi lucu-lucunya, segala tumbuh kembang mereka menjadi hal yang baru, amazing dan sayang jika dilewatkan tanpa diabadikan.

 Aplikasi Mommychi yang saya gunakan

Sayapun menemukan Mommychi, sebuah aplikasi terlengkap untuk ibu dan anak yang bertujuan membantu para ibu agar dapat mengikuti perkembangan kehamilannya hingga tahap perkembangan anak. Mommychi dilengkapi tools dan fitur yang mudah digunakan. Kita bisa mendaftar di Mommychi menggunakan App Store  atau Google Play. Saya menggunakan App store untuk ponsel dan Google play di komputer. Sayapun langsung download di komputer dan ponsel lalu melengkapi data-data saya dan 2 krucils, Isya dan Himda. dan selsesai deh, serasa punya Buku kesehatan Ibu dan Anak versi digital. Jika buku KIA bisa kita isi secara manual, nah dengan Mommychi kita bisa mengikuti perkembangan kehamilan atau perkembangan anak melalui gadget. Aplikasi ini juga lengkap lengkip. Memiliki banyak fitur yang pastinya bermanfaat untuk para ibu seperti:

Tools Mommychi. Disini banyak fitur menarik diantaranya:
- Kontrol Kehamilan. Sebelum menggunakan jurnal kehamilan, ide nama bayi dan album foto kehamilan, kita harus terlebih dahulu membuat profil kehamilan seperti ini. Karena sedang tidak hamil, maka saya tidak menggunakan fitur ini. 


Dan ini nih yang sering saya gunakan. Tools anak untuk mengikuti setiap pertumbuhkembangan Isya dan Himda.
Deteksi Kesehatan Anak. 


Membantu ibu mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh hingga usia 3 tahun, dilengkapi grafik interaktif. Terdapat 4 fitur, pertumbuhan anak, perkembangan anak, pertumbuhan gigi dan gejala penyakit. Misalnya untuk pertumbuhan anak, kita memilih umur yang sesuai lalu isi dengan berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala lalu klik simpan untuk menyimpan data pertumbuhan. Kita juga bisa melihat grafik pertumbuhan, seperti grafik pertumbuhan Himda di bawah ini.

Perkembangan anak juga bisa kita ketahui dengan mengisi kuesioner untuk anak usia 0-30 bulan, dan kita juga bisa mengetahui pertumbuhan gigi anak baik gigi susu maupun gigi seri dengan mengklik pada salah satu gigi yang akan tumbuh atau tanggal. Kebetulan banget Isya baru saja ke dokter gigi karena gigi geraham kecil di rahang bawah ada sedikit lubang. Menurut dokter, gigi susu tidak perlu dicabut karena akan tanggal diganti gigi seri. Dari fitur ini saya bisa lebih memantau pertumbuhan gigi anak-anak di usia balita seperti sekarang ini mereka lagi seneng-senengnya makan makanan yang manis-manis, dan menurut dokter gigi geraham ini akan tanggal pada usia 9-10 tahun. Sama dengan informasi dari Mommychi. Jadi saya harus telaten ajarin mereka gosok gigi agar gigi susunya kuat sampai saatnya tumbuh gigi tetap. Kita juga bisa mencatat kapan gigi tumbuh dan tanggal dan menyimpannya sehingga bisa dijadikan informasi jika sewaktu-waktu berkunjung ke dokter gigi.


 Saya lalu mencoba membuka  fitur Gejala penyakit, kita dibantu mengenali gejala penyakit yang biasa ditemukan pada anak seperti demam, masalah BAB, masalah genital pada anak, masalah menyusui, sesak napas pada bayi atau anak, nyeri dada, mual muntah, dan masalah mulut pada bayi dan anak beserta cara mengatasinya. Tiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan, dalam hal ini kesehatannya. Disini kita bisa mengenali gejala penyakit yang dialami tiap anak. Dari gejala tersebut kita harus menjawab kuesioner yang hasilnya adalah diagnosis dan penanganan yang harus kita berikan.


Misalnya jika Isya terkena demam. Setelah saya klik "demam" dan menjawab kuesioner, hasilnya kemungkinan Isya terkena flu sekaligus mengingatkan saya  untuk memastikan agar Isya harus banyak minum air, minum obat, istirahat yang cukup dan membuatkannya sup hangat untuk meringankan gejala flunya. 


Ini yang tak kalah penting. Jurnal Kesehatan Anak. Membantu ibu mencatat kondisi kesehatan anak, terutama penyakit yang pernah dialami, nama dokter, diagnosis, dan obat yang diberikan. Alhamdulillah di usia 2 tahun ini Himda sehat, namun ia pernah sekali terkena gangguan kesehatan saat proses pnyapihan. Ia alergi dan menolak susu formula merek tertentu sampai diare dan dibawa kedokter. Solusinya saya menggantinya dengan susu kedelai dan susu sapi segar. Alhamdulillah tidak ada masalah. Dan, kakaknya juga mengalami hal yang sama jadi penanganannya juga sama.


Tak lupa saya juga mengakses Imunisasi. Berisi jadwal imunisasi dan sistem pengingat otomatis yang tersimpan dalam kalender ponsel. Membantu ibu agar tidak lupa lagi jadwal imunisasi anak. Isya dan Himda telah menyelesaikan imunisasi 5 dasar lengkap. Jika imunisasi sudah dilakukan kita tinggal menconteng pada tabel sesuai jenis imunisasi. Bukan cuma itu, kita juga mendapat penjelasan singkat tentang jenis imunisasi yang diberikan.



Album Foto Anak
Banyak sekali foto-foto dari masa kehamilan, si kecil lahir, hingga setiap pertumbuhannya yang menakjubkan bisa kita simpan di sini. Kita bisa membuat beberapa album foto yang dikategorikan sesuai keinginan kita. Sayangnya saya belum sempat upload foto anak-anak kesini, selain untuk kenangan, album foto ini juga bisa di tautkan ke kehamilan. Jadi jurnal kehamilan bisa bersambung ke jurnal anak. 


Mommychi berusaha membuat aplikasi yang lengkap untuk keperluan ibu dan anak, aplikasi ini membuat fitur ensiklopedi untuk ibu hamil. Fitur ini memudahkan para ibu menghadapi masa kehamilan dengan berbagai informasi seperti penyakit dan obat selama hamil, tips saat menyusui, tips seputar ibu hamil, perkembangan janin, pemeriksaan, nutrisi ibu hamil, senam hamil, dan mitos kehamilan. Adapula Ensiklopedi Untuk Anak. Fitur ini membantu ibu yang memiliki bayi dan balita seperti saya mendapatkan informasi diantaranya tumbuh kembang anak, penyakit dan obat, alergi pada anak, psikologi anak, tips kesehatan anak, data makanan, panduan makanan, resep makanan, dan tips memberikan nutrisi yang tepat. Lengkap deh pokoknya.



Saya selalu tertarik dengan artikel yang bermanfaat untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. Dan berbagai artikel penting itu bisa saya dapat disini.


Jika di Tools anak kita mendapatkan fitur deteksi penyakit untuk memberikan penanganan yang tepat untuk anak kita, di fitur ini kita mendapatkan ilmu baru tentang penyakit dan obat. Sebagaimana layaknya ensiklopedi, ada banyak informasi yang kita butuhkan seputar penyakit dan obat untuk anak-anak, seperti artikel ini.

Informasi seputar dunia anak selalu memunculkan rasa keingintahuan yang besar. Sayapun membuka fitur alergi pada anak dan psikologi anak. Saya menemukan artikel yang bisa diterapkan untuk Isya dan Himda. Di usia mereka saat ini,mereka sudah mulai mengerti akan konsep bersih-kotor terutama menyangkut  diri sendiri. Kenapa harus pakai baju bersih, menjaga kebersihan tangan, gigi dan juga tubuh setiap harinya.


Saya juga membuka fitur tips kesehatan anak. Dan menemukan tips yang saya perlukan. Apalagi kalau bukan masalah toilet training. Ada banyak juga tips kesehatan anak yang bisa kita temukan disini.


 Fitur yang membuat saya makin tertarik dengan aplikasi Mommychi ini, adalah  direktori kesehatan yang menyediakan data rumah sakit dan dokter berdasarkan alphabet. Ini sangat membantu mommies yang membutuhkan rumah sakit, terutama rumah sakit bersalin dan rumah sakit ibu dan anak. Jika dalam perjalanan dan tiba-tiba membutuhkan rumah sakit baik untuk persalinan, ataupun penanganan masalah kesehatan terutama yang menyangkut ibu dan anak bisa langsung pakai fitur ini.


Bukan sekedar menyediakan nama rumah sakit di berbagai daerah. Kita juga mendapatkan detail informasi rumah sakit yang kita butuhkan beserta petanya. Hal ini sangat membantu mommies/keluarga jika sewaktu-waktu membutuhkan rumah sakit dan berada di luar kota. Sayangnya tidak semua rumah sakit mencantumkan nomor teleponnya. Akan lebih lengkap pula jika data rumah sakit ditambah sehingga jangkauannya lebih luas.


Selain rumah sakit, kita juga bisa menemukan dokter (umunya dokter spesialis kandungan) berdasarkan alphabet di berbagai kota besar di indonesia tentu beserta alamat dan petanya. Sayangnya baru dokter-dokter di kota besar yang ada disini, tentu akan makin lengkap jika dicantumkan pula dokter di berbagai kota/kabupaten di Indonesia.



Direktori kesehatan menyediakan fitur apotik namun sayang belum bisa dibuka. Mommychi juga bermaksud menyediakan permainan untuk si kecil berupa permaina mewarnai dan pemutar musik. Ada beberapa musik klasik dan lagu anak-anak yang bisa diperdengarkan untuk si kecil.



Sambil menyelam minum air, sambil bikin jurnal dan nyimpen data kesehatan anak, sekalian belanja produk kesehatan keluarga di kalbestore. Ini nih yang bikin ibu-ibu langsung mupeng liat banyak diskon, bonus, gift, dan point reward yang didapat kalau belanja disini dengan menjadi member disini. Fitur ini cukup bermanfaat membantu mommies, kalau males belanja pas hamil, atau repot ngurus anak di rumah, padahal stok susu sudah habis, bisa langsung deh belanja disini.


Fitur terakhir yang saya buka adalah tanya dokter. Fitur ini memudahkan kita untuk berkonsultasi langsung gratis dengan dokter dari Klikdokter. Namun sebelumnya, kita harus terlebih dahulu menjadi member KlikDokter dengan mendaftar atau login melalui facebook.


Secara umum, aplikasi Mommychi memang lengkap dan membantu khususnya untuk kebutuhan ibu dan anak. Namun beberapa fitur yang tersedia belum bisa di buka seperti  kalkulator nutrisi, tutorial dan apotek. Resep makanannya juga perlu ditambah, karena baru tersedia menu untuk usia 6-9 bulan. Anak usia 1-3 tahun juga butuh referensi cemilan sehat, enak dan bergizi agar mereka lebih suka makanan rumahan daripada jajanan di luar rumah. Bila memungkinkan, saya menyarankan fitur permainan edukatif yang melatih syaraf motorik dan kreatifitas anak seperti membuat berbagai bentuk mainan dari lilin mainan/fan doh, belajar origami, membuat mainan dari kardus/barang bekas, membuat gunung meletus dari soda, dan berbagai permainan lain yang bisa dilakukan anak beserta orangtua atau teman-temannya. tentu seru dan menyenangkan. Memberikan yang terbaik untuk anak adalah kewajiban setiap orang tua, semoga Mommychi juga dapat memberikan fitur-fitur yang uptodate yang dapat meningkatkan pemahaman, menambah ilmu dan informasi untuk mommies dalam menjalani kehamilan hingga pengasuhan dan perawatan anak dengan segala cerita serunya. Ada yang sudah coba pakai Apps Mommychi?
Yuk share pengalamannya :)

Rabu, 03 Desember 2014

Belajar Menyelami Ilmu Qira'at Al-Qur'an



Dalam buku ini kita diajak menelusuri sejarah al-Qur’an khususnya pada kajian qira'at, akan kita jumpai aneka bacaan (multiple reading) yang ditampilkan berdasarkan mata rantai para qari’ (pembaca al-Qur’an) ternama yang terus berkesinambungan dari abad ke abad sampai permulaan abad ke empat dengan menggunakan sanad (transimisi) terpercaya. Fenomena ini muncul sejak masa Rasulullah SAW sekitar tahun 9 Hijriyah yang kemudian berlanjut pada zaman keemasan ilmu qira’at yaitu periode Ibnu Jazari (w.833 H/ 1429 M), dan mengalami stagnan tahun 1970 M-an dalam dunia Islam.

Namun, multiple reading (qira’at) ini mengalami pergeseran paradigma, dimana pada perkembangannya satu qira'at dengan qira'at lainnya bersaing untuk mendapatkan tempat pada khalayak. Realita ini bisa kita lihat dengan adanya pengklasifikasian qira'at yang dilakukan oleh para intelektual al-Qur’an tempo dulu, diantaranya yang dilakukan oleh Abu Bakar Ahmad bin Musa al-‘Abbas yang terkenal dengan nama Ibnu Mujahid (245-324 H). Dari usaha mereka itulah sehingga kita mengenal qira’at sab'ah (qira’at tujuh) yang populer di masyarakat. Namun, diluar qira’at tujuh tersebut sebenarnya masih banyak sistem qira’at lain, misalnya sistem qira’at yang dihimpun oleh para ahli qira’at.
Pada perkembangan selanjutnya qira’at imam ‘Asim dari riwayat Hafs begitu masyhur dan terkenal dalam komunitas besar umat Islam dunia saat ini, dan kepopulerannya ini tidak berlaku bagi qira’at ‘Asim dari perawi yang lain yaitu Syu‘bah sehingga qira’at ‘Asim riwayat Hafs sering dijuluki sebagai qira’at masyhurah. Sebagaimana perkembangannya di Indonesia misalnya, perkembangan qira’at ‘Asim dari riwayat Hafs ini diiringi dengan peredaran mushaf standar yang mengikuti pedoman rasm ‘usmani dan juga kaidah-kaidah ilmu tajwidnya. Bacaan Hafs ini memiliki sanad yang sahih dan mendapat dukungan banyak orang di masa lalu hingga sekarang di tengah kaum Muslimin. Secara pribadi, Imam ‘Asim memiliki keistimewaan dalam mentashih bacaan qira’at-nya dan juga sanad gurunya yang paling lengkap dari para sahabat besar terkemuka sampai pada Rasulullah SAW. Tercatat dalam sejarah bahwasanya bacaan imam ‘Asim sebagai bacaan terbaik, sehingga dalam kelompok pengajaran qira’at, Ibnu Mujahid memposisikan bacaan ‘Asim sebagai bacaan yang paling istimewa dari qira’at yang dihimpunnya. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal hanya menerima bacaan al-Qur’an dari qira’at ‘Asim saja. (hal 5)
Buku yang merupakan karya tesis penulis ini, mengajak kita menyelami lebih dalam tentang ilmu qiraat. Dalam ilmu qiraat, akan kita temui istilah seperti imam qiraat, riwayat dan tariq, wajah, ikhtiyar yang merupakan bagian dari istilah teknis dalam ilmu qiraat. (hal 19)
Kita juga bisa mempelajari ragam qiraat Imam Ashim beserta jalur periwayatannya dan pada akhirnya akan didapatkan kesimpulan sumber-sumber qira’at al-Qur’an adalah bacaan-bacaan al-Qur’an yang telah ditaqrir, dilegitimasi oleh Nabi SAW yang kemudian diajarkan kepada sahabat dan generasi sesudahnya berdasarkan sandaran sanad yang sahih dan pada perkembangannya sumber qira’at harus mengikuti standar mushaf usmani. Hanya itu? tentu tidak. 
Ikhtilafiah dalam cara membaca al-Qur’an adalah bersifat tanawwu‘ yang kebenarannya disandarkan pada aspek kesahihan sanad dan kaidah-kaidah qira’at yang telah disepakati ulama. metode transformasi qira’at al-Qur'an yang maqbul adalah melalui proses talaqqi dan musyafahah yang ketat antara guru dan murid dimana metode ini secara langsung maupun tidak langsung ikut menjaga otentisitas al-Qur’an. (hal 132-133)
Buku ini juga menerangkan hakikat perbedaan antara qiraat Ashim riwayat Hafs dan Syu'bah dari 114 surat dalam Al-Qur'an. 
Mari belajar Al-Qur-an dengan menyelami ilmu qiraat yang bisa kita dapat di buku ini.
Judul          : Epistemologi Qira'at Al-Qur'an
Penulis       : Muhamad Ali Mustofa Kamal Al Hafidz, S. Thi, M.SI
Penerbit     : Deepublish Yogyakarta
Tahun        : 2014
ISBN         : 602280447-5
Harga         : Rp. 48.000
serius order  bisa menghubungi penulisnya langsung di ad_damarjati[at]yahoo.com atau ke nomor 085225080126 atau via FB di Mustofa Kamal.
Review ini saya tutup dengan mengutip kata pengantar dari Prof. Dr.Phil.H.M.NurKholis Setiawan,MA
"Buku ini berupaya memberikan pencerahan dan jawaban kepada masyarakat pengkaji bacaan Al-Qur'an di Indonesia tentang sisi keilmuan dan qiraat Imam Ashim dan perawi Hafs dan Syu'bah Tema ini sengaja diangkat sebagai jawaban atas 'kegelisahan' penulis terhadap fenomena "ketidaktahuan" masyarakat terhadap esensi bacaan Al-Qur'an sehari-hari."