Jumat, 25 Juli 2014

KELUARGA SEBAGAI PONDASI UTAMA DALAM BERDAKWAH

Sangat menarik ketika saya membaca berbagai artikel yang ditulis oleh salah satu pakar parenting Indonesia, Ayah Edy. Ayah Edy ini mencetuskan program Indonesia Strong From Home, dimana beliau memiliki visi misi untuk membangun generasi Indonesia yang kuat, cerdas dan berkahlak mulia dari keluarga atau biasa disebut homeschooling. Homeschooling adalah pendidikan berbasis keluarga dimana orang tua menjadi contoh langsung bagaimana berakhlak dan berperilaku sehari-hari. Ayah Edy mencontohkan Rasulullah Muhammad SAW yang sepeninggal orang tua beliau, Rasulullah dididik dengan penuh kasih sayangnya oleh Kakek Abdul Mutholib dan pamannya Abu Tholib. Homeshooling sebenarnya telah diatur dalam Islam dan telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah. Ayah Edy juga mencontohkan para nabi-nabi kita yang dididik oleh ayah atau kakeknya. Dan para nabi menghasilkan nabi-nabi berikutnya. Sebagai contoh nabi Ismail dan nabi Ishak putra dari nabi Ibrahim. Nabi Sulaiman putra dari nabi Daud, Nabi Yusuf putra dari nabi Yakub. dan sejarah juga mencatat kemuliaan akhklak Sayidatina Fatimah putri Rasulullah SAW.

Siapapun tak ada yang meragukan akhlak mulia Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah tauladan umat Islam hingga akhir zaman. Rasulullah pun memiliki julukan uswatun khasanah atau teladan yang baik. Salah satu keteladanan beliau bisa kita pelajari dari cara beliau berakhlak dengan keluarga khususnya anak sebagai generasi penerus masa depan

 Sebagimana ditulis dalam cyberdakwah, Sayyidatina Aisyah ra meriwayatkan: bahwa datang seorang Badui kepada Rasulullah SAW: kalian suka benar menciumi anak, sedang kami tidak pernah melakukan yang demikian itu. Maka Rasulullah SAW segera membalas,"apakah yang hendak kukatakan bila rahmat sudah hilang tercabut dari seseorang." Begitu pentingnya mencintai anak terutama dalam fase pertumbuhannya, Rasulullah mengajari kita untuk mencintai anak melalui sentuhan dan doa yang selalu terpanjatkan kepada Allah SWT. Adab mendidik anak juga diajarkan Nabi melalui perintah shalat. 

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ

 “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun dan pukulah mereka jika tidak shalat saat berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidur.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud II/167)

shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab selain itu shalat menjadi wujud kedisiplinan serta kewajiban kita sebagai hamba Allah. Oleh karena itu shalat mendapat porsi penting dalam pendidikan anak.
Rasulullah juga mengajarkan kita untuk mendidik anak dengan akhlak yang baik.

Bukan hanya mengajarkan, Rasulullah juga mempraktekkan secara langsung, berbagai kisah mengabadikan kelembutan akhlak Rasul terhadap anak-anak, keluarga dan seluruh umatnya. 
 Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ -قَالَ: أَحْسِبُهُ فَطِيمًا- وَكَانَ إِذَا جَاءَ قَالَ: يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟ نُغَرٌ كَانَ يَلْعَبُ بِهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok yang paling mulia akhlaknya. Aku memiliki saudara yang bernama Abu ‘Umair -Perawi mengatakan: Aku mengira Anas berkata: “Kala itu dia sudah memahami ucapan”- Maka apabila beliau shallallahu alaihi wasallam datang, beliau akan bertanya, “Wahai Abu Umair, bagaimana kabar si nughair”. Nughair adalah burung kecil (pipit) yang Abu Umair senang bermain dengannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6203 dan Muslim no. 4003)
Dalam sebuah riwayat Al-Bukhari, “Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam biasa berbaur dengan kami.”

Dari Buraidah radhiallahu anhu dia berkata:
خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَقْبَلَ الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَلَيْهِمَا قَمِيصَانِ أَحْمَرَانِ يَعْثُرَانِ وَيَقُومَانِ. فَنَزَلَ فَأَخَذَهُمَا فَصَعِدَ بِهِمَا الْمِنْبَرَ ثُمَّ قَالَ: صَدَقَ اللَّهُ: { إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ }. رَأَيْتُ هَذَيْنِ فَلَمْ أَصْبِرْ ثُمَّ أَخَذَ فِي الْخُطْبَةِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berceramah di tengah-tengah kami, lalu tiba-tiba Hasan dan Husain radhiallahu ‘anhuma datang dengan mengenakan baju berwarna merah. Keduanya terjatuh lalu berdiri kembali. Melihat hal itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam turun dari mimbar lalu menggendong keduanya lalu membawa keduanya ke atas mimbar. Kemudian beliau bersabda, “Maha benar Allah atas firman-Nya, “Sesungguhnya harta-harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah ujian.” (QS. At-Taghabun: 15). Aku melihat lucunya kedua anak ini sampai aku tidak sabar untuk segera menggendongnya.” Setelah itu beliau shallallahu alaihi wasallam baru memulai khutbahnya.” (HR. Abu Daud no. 109, Ibnu Majah no. 3590, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 3757

Rasulullah SAW adalah panutan kita dalam bermuamalah dengan anak.  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memperlakukan anak-anak para sahabat beliau. Dari dalil-dalil di atas kita bisa melihat dengan jelas bagaimana besarnya kasih sayang beliau shallallahu alaihi wasallam kepada kedua cucu beliau yang masih kecil, sampai-sampai beliau menunda ceramah beliau hanya agar beliau bisa menggendong keduanya. Ini beliau lakukan guna menampakkan kasih sayang dan kecintaan beliau kepada keduanya dan sekaligus sebagai pelajaran kepada para sahabat beliau. Beliau shallallahu alaihi wasallam bahkan tidak sungkan-sungkan untuk berbaur dengan mereka dan bermain dengan mereka, dan makan bersama mereka tanpa ada perasaan risih sama sekali. Semua itu beliau lakukan agar anak-anak para sahabat merasakan kasih sayang dan kecintaan dalam hati-hati mereka, yang mana perasaan seperti ini bisa mendatangkan kebaikan bagi jiwa-jiwa mereka. Beliau shallallahu alaihi wasallam juga sangat menghormati hak anak-anak, dan beliau tidak pernah menahan hak mereka hanya karena alasan mereka masih kecil.

Menurut Ratna Megawangi (Praktisi Pendidikan Holistik) Pendidikan karakter sangat penting diajarkan di usia dini. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang meliputi pendidikan moral dan agama, wajib diberikan di sekolah (formal), maupun informal (keluarga/rumah).

Ada 9 pilar karakter yang penting ditanamkan sejak usia dini adalah :
1. Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya
2. Tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian.
3. Kejujuran
4. Hormat & santun
5. Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama
6. Percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah.
7. Keadilan dan kepemimpinan
8. Kebaikan hati dan rendah hati
9. Toleransi, cinta damai, dan persatuan.

Walaupun kelihatannya sederhana, dan sudah sering di dengar sehari-hari, namun pada kenyataannnya banyak orang tua dan guru lalai. Mereka memberikan hanya pada sampai tahap tahu dan hapal, tetapi tidak mengalirkan pengetahuan itu menjadi kebiasaan dan karakter.
Terlebih lagi bagi sejumlah orang tua, menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan (termasuk pendidikan karakter ini) kepada guru. Padahal sebetulnya orang tualah yang mempunyai peran lebih besar terhadap persoalan ini.

Yang harus disadari oleh orang tua, pendidikan karakter bukanlah ketrampilan yang instan, perlu waktu panjang dan harus dimulai sejak usia dini. Ini artinya orang tua dan keluargalah yang paling memungkinkan, bukan guru atau sekolah.

Usia dini adalah usia emas, sangat berbahaya jika pada saat ini anak-anak salah diberikan pendidikan, karena akan terbawa sampai dewasa.
(sumber : Majalah Buah hati)
 Dan 9 pilar ini sudah diajarkan dalam Islam, dicontohkan oleh Rasulullah dan seharusnya kita sebagai orang tua menularkannya pada anak. Karena melalui orang tualah anak belajar dan meniru. Sebagai Agent of Change, kita diberi amanah oleh Allah untuk mendidik anak. dan akan dimintai pertanggung jawabannya sejauh mana kita bisa mendidik anak sesuai jalan Allah.

Pendidikan karakter dan homeshooling juga bisa kita lihat di dalam sejarah kehidupan para waliyullah tanah Jawa atau yang lebih dikenal dengan Walisongo. Salah satunya Sunan Kalijaga.
Sunan Kalijaga adalah seorang bangsawan putra Adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta. Saat muda, Sunan Kalijaga yang memiliki nama asli Raden Said, sering mengumandangkan ayat-ayat Al-Quran di waktu malam di kamarnya hingga akhirnya karena melihat kondisi rakyat yang sengsara Raden Said mencuri harta pejabat kaya terutama pejabat pelit dan curang lalu dibagikan pada rakyat miskin. Ada seorang perampok sejati yang mengetahui aksi Raden Said lalu merampok dengan menyamar sebagai Raden Said. Raden Said pun ditangkap dan diusir dari Kabupaten Tuban.
"Pergi dari kadipaten tuban ini! Kau telah mencoreng nama baik keluargamu sendiri, pergi! Jangan kembali sebelum kau dapat menggetarkan dinding-dinding istana kadipaten tuban ini dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang sering kau baca di malam hari."

Akhirnya adipati tuban menangkap para perampok yang mengacau kadipaten tuban. Hati ibu Raden Said seketika terguncang.Kebetulan saat ditangkap oleh prajurit tuban, kepala perampok  itu mengenakan pakaian dan topeng yang persis dengan yang dikenakan oleh Raden Said. Rahasia yang selama ini tertutup rapat terbongkarlah sudah. Dari pengakuan perampok itu tahulah adipati tuban bahwa Raden Said tidak bersalah. Ibu Raden Said menangis sejadi-jadinya. Sementara Raden Said, atas izin Allah bertemu bertemu dan berguru pada Sunan Bonang hingga memiliki gelar Sunan Kalijaga. Beliau sangat arif dan bijaksana dalam berdakwah sehingga dapat diterima dan dianggap sebagai guru se tanah jawa.
Hikmah yang bisa kita petik dalam kisah ini, meskipun anak bersalah, sebagai orang tua kita perlu bertabayyun, tidak emosional yang memicu sikap brutal, selain itu mendoakan anak dengan permohonan yang baik pada Allah SWT. Tidak mencaci maki atau merendahkan harga diri anak. Karena kata-kata adalah bagian dari doa. Terutama perkataan yang keluar dari mulut orang tua untuk anaknya.

Sebagaimana para nabi yang melahirkan nabi-nabi berikutnya, para walisongo juga memiliki garis keturunan mulia. 
  • Sunan Ampel sebagai sesepuh walisongo sepeninggal Syekh Maulana Malik Ibrahim, semula bernama Sayyid Ali Rahmatullah/ Raden Rahmat merupakan putra dari Syekh Ibrahim Asamarkandi dan kakek beliau adalah Syekh Jamalluddin Jumadil Kubro seorang ulama besar di Samarqand
  • Sunan Giri/Raden Paku adalah putra dari Syekh Maulana Ishak yang bergelar Syekh Awwalul Islam, seorang ulama besar di negeri Pasai. Selain berguru apada ayahnya, Sunan Giri juga berguru pada ulama besar lainnya.
  • Sunan Bonang/Raden Makdum Ibrahim adalah putra Sunan Ampel. Sejak kecil Raden Makdum Ibrahim sudah diberi pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin. Disebutkan dari berbagai literatur bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu masih remaja meneruskan pelajaran agama Islam ke tanah seberang yaitu negeri Pasai. Keduanya menambah pengetahuan kepada Syekh Awwalul Islam atau ayah kandung dari Sunan Giri, juga belajar kepada para ulama besar yang banyak menetap di Negeri Pasai. Seperti ulama tasawuf yang berasal dari bagdad, Mesin, Arab dan Parsi atau Iran.Sesudah belajar di negeri Pasai Raden Makdum Ibrahim pulang ke jawa. Raden Makdum Ibrahim diperintahkan Sunan Ampel untuk berdakwah di daerah Lasem, Rembang, Tuban dan daerah Sempadan Surabaya dan bergelar Sunan Bonang.
  • Sunan Kudus dilahirkan dengan nama Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan. Dia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji)  dengan Syarifah Dewi Rahil binti Sunan Bonang. Beliau adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad dan lahir di Al-Quds Palestina. Disamping belajar agama kepada ayahnya sendiri, Ja’far Sodiq juga belajar kepada beberapa ulama terkenal. Diantaranya kepada Kiai Telingsing, Ki Ageng Ngerang, Sunan Ampel dan juga Sunan Kalijaga.
  •  Nama asli Sunan Drajad adalah Raden Qosim, beliau putera Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati dan merupakan adik dari Raden Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang.Raden Qosim yang sudah mewarisi ilmu dari ayahnya kemudian diperintah untuk berdakwah di sebelah barat Gresik yaitu daerah kosong dari ulama besar antara Tuban dan Gresik.Dalam catatan sejarah wali songo, Raden Qosim disebut sebagai seorang wali yang hidupnya paling bersahaja, walau dalam urusan dunia beliau juga rajin mencari rezeki. Hal itu disebabkan sikap beliau yang dermawan. Dikalangan  rakyat jelata beliau bersifat lemah lembut dan sering menolong mereka yang menderita. Sunan Drajad demikian gelar Raden Qosim, diberikan kepada beliau karena beliau bertempat tinggal di sebuah bukit yang tinggi, seakan melambangkan tingkat ilmunya yang tinggi, yaitu tingkat atau dejat para ulama muqarrobin. Ulama yang dekat dengan Allah SWT.
  • Sunan Muria.  Beliau adalah putera Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinya Raden Umar Said. Seperti ayahnya, dalam berdakwah beliau menggunakan cara halus, ibarat mengambil ikan tidak sampai mengeruhkan airnya. Itulah cara yang ditempuh untuk menyiarkan agama Islam di sekitar Gunung Muria.Tempat tinggal beliau di gunung Muria yang salah satu puncaknya bernama Colo. Letaknya disebelah utara kota Kudus. Sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Beliau lah satu-satu wali yang tetap mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah untuk menyampaikan Islam. Dan beliau pula yang menciptakan tembang Sinom dan Kinanti.
Sebagaimana para walisongo yang melakukan riyadhah dengan tekun hingga mencapai derajat wali Allah, kita juga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui meneladani akhlak Rasulullah dan menerapkannya dalam keluarga serta memperkaya diri dengan ilmu dan amal. Dengan kemajuan teknologi kita bisa terus beraktivitas sambil belajar seperti bekerja atau mengurus rumah tangga sambil mendengarkan siaran dakwah dari berbagai channel radio dari berbagai pondok pesantren melalui Streaming Islami , mendaras buku, mengenal lebih jauh ajaran ahlussunah wal jamaah, mempelajari islam lebih dalam dapat kita lakukan kapanpun dan dimanapun dengan adanya situs online seperti www.muslimedianews.com, www.nu.or.id, dan www.habiblutfi.net.

 Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda,
“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian bertanggung jawab atas yang ia pimpin, seorang amir adalah pemimpin, dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya, seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas keluarganya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anaknya, dan ia bertanggung jawab atas mereka, seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, maka ia bertanggung jawab atasnya. Ketahuilah setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang ia pimpin.” (diriwayatkan oleh Bukhari no 7138 dan Muslim 1829).

Sebagaimana Rasulullah yang mencintai dan menyanyangi keluarga berlandaskan agama, para walisongo yang menyayangi dan mendidik keluarga dengan ilmu dan ketauhidan, sebagaimana yang sering digaungkan ayah Edy, Indonesia Strong from home. Pribadi yang kuat dan tangguh berawal dari keluarga yang kuat pula. Mari melindungi anak-anak kita dari pengaruh negatif perkembangan jaman, dengan memberikan mereka keyakinan pada Allah, ilmu agama dan ilmu dunia yang berimbang serta cinta dan kasih sayang .


Sumber referensi:
http://cyberdakwah.com/2013/06/yuckk-intip-cara-nabi-mendidik-buah-hati/
http://majalahsakinah.com/2014/04/kiat-kiat-mengajari-anak-shalat/
http://al-atsariyyah.com/akhlak-nubuwah-terhadap-anak-kecil.html
http://kisah-kisahwalisongo.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus
Sayyidatina Aisyah r.a meriwayatkan : bahwa datang seorang Badwi kepada Rasulullah s.a.w. : Kalian suka benar menciumi anak, sedang kami tidak pernah melakukan yang demikian itu. Maka Rasulullah s.a.w. segera membalas “Apakah yang hendak kukatakan bila rahmat sudah hilang tercabut dari seseorang. - See more at: http://cyberdakwah.com/2013/06/yuckk-intip-cara-nabi-mendidik-buah-hati/#sthash.rcI3XU7P.dpuf
Sayyidatina Aisyah r.a meriwayatkan : bahwa datang seorang Badwi kepada Rasulullah s.a.w. : Kalian suka benar menciumi anak, sedang kami tidak pernah melakukan yang demikian itu. Maka Rasulullah s.a.w. segera membalas “Apakah yang hendak kukatakan bila rahmat sudah hilang tercabut dari seseorang. - See more at: http://cyberdakwah.com/2013/06/yuckk-intip-cara-nabi-mendidik-buah-hati/#sthash.rcI3XU7P.dpuf
Sayyidatina Aisyah r.a meriwayatkan : bahwa datang seorang Badwi kepada Rasulullah s.a.w. : Kalian suka benar menciumi anak, sedang kami tidak pernah melakukan yang demikian itu. Maka Rasulullah s.a.w. segera membalas “Apakah yang hendak kukatakan bila rahmat sudah hilang tercabut dari seseorang. - See more at: http://cyberdakwah.com/2013/06/yuckk-intip-cara-nabi-mendidik-buah-hati/#sthash.rcI3XU7P.dpuf
Sayyidatina Aisyah r.a meriwayatkan : bahwa datang seorang Badwi kepada Rasulullah s.a.w. : Kalian suka benar menciumi anak, sedang kami tidak pernah melakukan yang demikian itu. Maka Rasulullah s.a.w. segera membalas “Apakah yang hendak kukatakan bila rahmat sudah hilang tercabut dari seseorang. - See more at: http://cyberdakwah.com/2013/06/yuckk-intip-cara-nabi-mendidik-buah-hati/#sthash.rcI3XU7P.dpuf
Abu Thalhah yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Rasulullah saw. dengan histeris untuk membantu dan mengetahui keadaan beliau, kalimat yang pertama keluar dari lisan beliau adalah bagaimana keadaan Shafiah. Setelah diketahui bahwa Shafiah pun baik-baik saja, baru hati beliau tenang.
Beliau besabda,
“Aku baik-baik saja (aku ra po-po). Tetapi bagaimana keadaan Shafiah (itu yang lebih penting)”. [Al-Bukhari, Al-Jami’ Al-Shahih]
- See more at: http://cyberdakwah.com/2014/04/ungkapan-aku-ra-po-po-sebagai-bukti-rasa-perhatian-nabi-pada-istrinya/#sthash.maeergCl.dpuf
Abu Thalhah yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Rasulullah saw. dengan histeris untuk membantu dan mengetahui keadaan beliau, kalimat yang pertama keluar dari lisan beliau adalah bagaimana keadaan Shafiah. Setelah diketahui bahwa Shafiah pun baik-baik saja, baru hati beliau tenang.
Beliau besabda,
“Aku baik-baik saja (aku ra po-po). Tetapi bagaimana keadaan Shafiah (itu yang lebih penting)”. [Al-Bukhari, Al-Jami’ Al-Shahih]
- See more at: http://cyberdakwah.com/2014/04/ungkapan-aku-ra-po-po-sebagai-bukti-rasa-perhatian-nabi-pada-istrinya/#sthash.maeergCl.dpuf
Abu Thalhah yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Rasulullah saw. dengan histeris untuk membantu dan mengetahui keadaan beliau, kalimat yang pertama keluar dari lisan beliau adalah bagaimana keadaan Shafiah. Setelah diketahui bahwa Shafiah pun baik-baik saja, baru hati beliau tenang.
Beliau besabda,
“Aku baik-baik saja (aku ra po-po). Tetapi bagaimana keadaan Shafiah (itu yang lebih penting)”. [Al-Bukhari, Al-Jami’ Al-Shahih]
- See more at: http://cyberdakwah.com/2014/04/ungkapan-aku-ra-po-po-sebagai-bukti-rasa-perhatian-nabi-pada-istrinya/#sthash.maeergCl.dpuf

Selasa, 22 Juli 2014

Teh Tambi, Segarnya Teh Indonesia

Saat baru memulai studi S2 nya di Wonosobo, suami saya sempat beberapa kali membelikan oleh-oleh Teh Tambi. Sebagai daerah pegunungan, Wonosobo memang memiliki lahan yang subur. Perkebunan Teh Tambi sendiri terletak di di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, berada di ketinggian 4500 kaki  di atas permukaan laut tepatnya di lereng Gunung Sindoro.Setelah kita tinggal di Wonosobo, perkebunan teh Tambi menjadi tujuan pertama acara jalan-jalan kita, selain udara pegunungan yang sejuk menyehatkan, bagus juga untuk menambah pengetahuan anak-anak. Yuk mari, ke perkebunan teh Tambi. jangan lupa bawa jaket karena udaranya cukup dingin sekitar 15 derajat celcius. Jalan yang dilalui juga sudah banyak yang berlubang, mungkin karena sering di lewati truk-truk yang mengangkut berbagai sayuran dari daerah ini. Sebelum sampai di perkebunan teh kita akan di suguhi pemandangan indah khas pegunungan. Udara yang sejuk dingin, jalan yang naik dan berkelok-kelok, kebun sayur seperti kembang kol, brokoli, kentang, kubis di kanan kiri jalan, truk-truk pengangkut sayuran, dan para petani yang sedang menuai benih atau memanen hasil kebunnya. Indah sekali.
Gak perlu waktu lama, akhirnya kita sampai di perkebunan teh ini. Lebih tepatnya agrowisata perkebunan teh tambi. Ada pabrik teh, dan pondok wisatanya juga.


Di agrowisata ini terdapat perkebunan teh yang luas, pabrik teh, dan paket agrowisata. Karena kita gak ambil paket agrowisata jadi gak bisa liat-liat dalam pabrik. Perkebunan teh ini bak permadani hijau yang membentang di lahan seluas 800 hektar. Kami sampai sekitar jam 11.00 siang tapi matahari tak terasa panas, sebaliknya sejuk, dingin dan damai. Cocok banget buat refreshing.


Selain kami sekeluarga, ternyata ada serombongan wisatawan yang mengambil paket wisata disini.  Mereka menginap di homestay lalu mengikuti pemandu menuju pabrik teh.  Menurut brosur yang kami terima, ada banyak paket wisata yang ditawarkan, seperti paket outbound, paket backpaker, paket tahun baru, paket lebaran, one day tour, dan banyak lagi paket yang ditawarkan. Dan biasanya paket ini termasuk homestay dan jalan-jalan ke tempat wisata di Dieng, kecuali pake one day tour.









Setelah liat-liat kompleks agrowisata ini karena kita gak ikut paket jadi kita langsung menuju permadani hijau yang luuuuaaass banget :)
Perkebunan teh tambi terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, berada di ketinggian 4500 kaki  di atas permukaan laut tepatnya di lereng Gunung Sindoro. Sepanjang mata memandang kita bisa melihat hamparan teh menghijau dengan gunung Sindoro yang kokoh menjulang. Tidak jauh dari perkebunan tampak rumah-rumah penduduk Desa Tambi.








Sesekali kita juga bertemu penduduk setempat yang menyapa ramah dengan pipi mereka yang merah khas penduduk pegunungan Dieng. Rendahnya kadar oksigen di daerah dataran tinggi menjadi penyebab pembuluh darah manusia menjadi melebar, yang disebut vasodilatasi. Sehingga tubuh menjadi merah. Karena udara disini dingin, orang-orang yang kami temui memakai sarung, tutup kepala, syal atau jaket untuk menghangatkan badan. Selain alamnya yang kaya dan penuh pesona, kawasan Dieng juga terkenal dengan kultur masyarakatnya yang unik seperti anak berambut gimbal. Warga Dieng percaya bahwa mereka ini adalah keturunan dari pepunden atau leluhur pendiri Dieng dan ada makhluk gaib yang "menghuni" dan "menjaga" rambut gimbal ini. Gimbal bukanlah genetik yang bisa diwariskan secara turun temurun. Dengan kata lain, tidak ada seorangpun yang tahu kapan dan siapa anak yang akan menerima anugerah ini. Konon leluhur pendiri Dieng, Ki Ageng Kaladite pernah berpesan agar masyarakat benar-benar menjaga dan merawat anak yang memiliki rambut gimbal.


Orang Dieng menganggap bahwa anak gimbal adalah berkah yang akan membawa keberuntungan bagi mereka. Permintaan yang sulit pun cukup fleksibel dan bisa diakali. Bila si anak meminta satu truk sapi misalnya, si orangtua cukup membeli satu kilogram daging sapi dan meletakkannya di atas truk. Permintaan mobil sedan pun bisa dikabulkan dengan membelikan mainan berupa mobil-mobilan berbentuk sedan.
Setiap bulan Agustus atau Sura dalam penanggalan Jawa, diadakan prosesi ruwatan massal di kompleks Candi Arjuna. Anak-anak gimbal dimandikan dengan air dari 7 mata air, diarak dan dilempari beras kuning dan uang koin, kemudian dipotong rambutnya oleh pemuka adat yang kemudian melarungnya di Telaga Warna. Namun beberapa orang memilih untuk melakukan prosesi dan acara sendiri. Ada rasa tidak tega melihat anaknya harus memakai ikat kepala putih dan selendang dari kain mori yang biasa digunakan untuk membungkus mayat. Apalagi prosesi pelemparan beras kuning dan uang koin juga biasa dilakukan untuk upacara pemakaman jenazah orang yang sudah meninggal.
Unik banget ya, dan ini cuma ada di kawasan Dieng, sayangnya pas kita jalan-jalan kita tak bertemu anak gimbal ini.

Pucuk..pucuk..rasa teh terbaik ada di pucuk nya

Pasti tau kan iklan ini. Tidak semua daun teh bisa dipetik, katanya sih yang terbaik itu pucuk daun teh.
Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (pecco) ditambah 2-3 helai daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol, kafein serta asam amino. Senyawa-senyawa inilah yang akan mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa dari teh.
Setelah jalan-jalan sebentar di perkebunan, ga semuanya sih kan luas banget. Kita hanya jalan-jalan di perkebunan deket agrowisata, dan tanaman teh yang kita lewati pucuknya sudah dipetik. Ternyata tehnya sudah dipanen :)
Dan setelah Isya capek keliling kita keluar kebun, dan diseberang kebun ada kios teh milik penduduk setempat yang menjual aneka macam teh tambi dan oleh-oleh khas Dieng lain seperti Carica, purwaceng, jamur dan kacang Dieng.


Yuk, sebelum pulang beli oleh-oleh dulu. Ada kios kecil yang menjual aneka jenis teh dan oleh-oleh khas Wonosobo. Teh yang ada disini antara lain:
  • Teh Tambi Unsorted. Masih asli belum diayak.

  • Teh Tambi Kualitas 1
 

  •  Teh kualitas 2

    • Teh Kualitas 3
     
  •  Teh Hijau Tambi
 

  • Teh Tambi kemasan Dus dan Teh Hitam Tambi




Selain teh, ada juga oleh-oleh khas Dieng seperti purwaceng, benalu teh, Carica, jamur dan kacang Dieng. Jalan-jalan ke kebun teh, pulangnyajuga bawa teh. Kita memilih teh hijau dan teh kualitas 1 untuk dibawa pulang. Oh iya, kalo di supermarket atau toko oleh-oleh, teh tambi akan kita temui dalam bentuk dus. Selain mempercantik kemasan juga mempermudah kita untuk membawanya. Kemasan Teh Tambi memang tampak oldies dan klasik dengan gambar wayang. Memperkuat kesan teh ini berasal dari jawa tengah Indonesia.

Kalau kita lihat di kemasan teh kualitas 1, tertulis teh ini termasuk jenis BOP, dan kualitas 2 termasuk jenis BP. Apaan sih?
Pengolahan teh akan menghasilkan tiga macam teh yang berbeda, yakni teh hitam hasil fermentasi, teh hijau yang tidak difermentasi, dan teh oolong yang mengalami setengah fermentasi.
Teh hitam dibedakan dalam tiga jenis teh. Teh daun, teh remuk, dan teh bubuk. Masing-masing jenis mempunyai tingkatan mutu yang berbeda. Teh daun mempunyai empat tingkatan mutu. OP (Orange Pecco), P (Pecco), PS (Pecco Souchon), dan S (Souchon)
Teh remuk hanya mempunyai tiga tingkatan. BOP (Broken Orange Pecco), BP (Broken Pecco), dan BT (Broken Tea)
Teh bubukpun juga ada tiga tingkatan. F (Fanning), D (Dust), dan B (Bohea).
 Teh hijau adalah teh yang diolah tanpa fermentasi. Cara pengolahan ini adalah teknik yang paling tua, yaitu digunakan sejak manusia pertama kali mengenal tanaman teh. Di Indonesia, 90% teh rakyat diolah menjadi teh hijau dengan peralatan sederhana. Wilayah Jawa Barat merupakan penghasil utama teh hijau. Tahap-tahap pengolahan itu antara lain pelayuan, penggulungan, pengeringan, dan sortasi. Ciri teh hijau yang baik adalah memiliki daun halus yang utuh, menggulung, dan tidak hancur. Mutunya terbagi ke dalam empat tingkatan. Mutu I (Peko), Mutu II (Jikeng), Mutu III (Bubuk), dan mutu IV (Tulang). Teh hijau biasanya diproses lebih lanjut dengan penambahan bunga melati untuk meningkatkan aromanya.
Yang ketiga adalah teh oolong yang diolah dengan fermentasi singkat, artinya tak selama seperti pada pembuatan teh hitam.
Selain itu ada juga teh putih (white tea).  Merupakan jenis teh terbaik karena untuk mendapatkannya, hanya diambil dari satu pucuk tiap satu pohon, yakni pucuk tertinggi dan utama. Kandungan antioksidan paling tinggi. Dalam prosesnya, daun teh dibiarkan layu secara alami sehingga warnanya menjadi putih.

Kandungan senyawa kimia dalam daun teh terdiri dari tiga kelompok besar yang masing-masing mempunyai manfaat bagi kesehatan, yakni:
 1. Polifenol
Polifenol merupakan antioksidan jenis bioflavonoid yang 100 kali lebih efektif dari vitamin C dan 25 kali dari vitamin E. Manfaatnya:
          * Menurunkan kadar kolesterol
          * Menurunkan tekanan dan kadar gula darah
          * Membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya batu empedu
          * Memperlancar pencernaan
          * Melarutkan lemak dan mencegah kolesterol jahat
2. Kafein
Unsur kafein dalam teh jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kopi. Manfaatnya:
          * Bersifat sebagai mild stimulant pada sistem saraf pusat sehingga memperlancar sirkulasi darah ke otak
          * Dengan minum teh secara teratur akan menaikkan tingkat ingatan, cognitive performance, feeling of pleasant dan mood.
3. Essential oil
Teh juga mengandung protein yang dirasakan besar peranannya dalam pembentukan aroma. Manfaatnya:
          * Melarutkan lemak
          * Memperlancar pencernaan dan peredaran darah

Mengenai sejarah teh di Tambi sendiri dimulai tahun 1885. Usaha perkebunan teh Tambi ini pada mulanya dimiliki oleh Belanda dengan nama Bagelen Thee & Kina Maatschappij yang dikelola oleh NV John Peet berkantor di Jakarta. Setelah Indonesia merdeka perkebunan ini diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun dalam perundingan antara Indonesia-Belanda yang dikenal dengan nama Konferensi Meja Bundar membuahkan kesepakatan yang salah satunya berdampak pada perkebunan teh ini yang dikembalikan pada pemilik semula. Pada tahun 1954, perkebunan dijual kepada NV Eks PPN (Pegawai Perkebunan Negara) Sindoro Sumbing. Selanjutnya, perusahaan tersebut bekerja sama dengan pemerintah daerah Wonosobo mendirikan NV Tambi yang sekarang dikenal dengan PT. Tambi.

Seperti halnya dengan perkebunan teh Indonesia lainnya, sebagian besar hasil diproduksi di ekpor ke luar negeri. Dan tentunya teh yang kualitas nomor satu yang di ekspor sementara untuk dalam negeri kebanyakan hanyalah kualitas rendah. Biar pun begitu tidak berarti teh dengan kualitas tinggi tidak dapat dijumpai di dalam negeri ini. Teh berkualitas tinggi termasuk juga teh Tambi masih dapat dengan mudah dicari. Pas lihat kemasannya ada usaha edukasi di kemasan teh Tambi. Selain menyebutkan Grade teh di kemasan juga ditulis cara untuk cara menyeduh teh yang baik dan benar. Berikut saya kutip petunjuk menyeduh teh ala tambi dari kemasannya:
1. Bersihkan dahulu poci dengan air mendidih. 
2. Masukkan teh satu sendok makan ke dalamnya. 
3. Tuangkan air mendidih secukupnya. 
4. Tunggu 5-6 menit sebelum dituangkan ke dalam gelas/cangkir 
5. Jangan membiasakan menyekap teh dalam termos.

Rasa teh tambi ini lembut, aroma wangi tercium begitu begitu teh dituang ke cangkir. Saya juga pernah mencoba teh tambi corbang/kualitas 3. Sekitar 1 sendok teh corbang bisa untuk 1 teko teh ukuran sedang. Sesuai namanya, teh ini dicor langsung abang/corbang. Bukan karena pewarna, tapi memang sifat asli dan khas teh ini yang begitu dituang air panas langsung merah dan aroma wangi tercium bahkan hingga di bekas cangkir teh yang telah diminum. Teh corbang ini jadi ekonomis. Karena sekali seduh bisa untuk beberapa cangkir.

Desa Tambi ini meskipun masuk wilayah Wonosobo tetapi berdekatan dengan wilayah Temanggung, jika berangkat dari Yogyakarta akan memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan melalui Magelang, kemudian Temanggung langsung ambil arah menuju Ngadirejo terus ke Tambi tanpa harus melewati kota Wonosobo yang lebih jauh. Akses ke tempat tujuan sudah bagus, hanya harus berhati-hati karena jalan berkelok dan naik-turun.
Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, jaraknya hanya 20 menit dari objek wisata Dataran Tinggi Dieng. Tambi bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Wonosobo yang hanya berjarak 16 kilometer ke arah utara. Angkutan umum juga ada. Kita bisa menggunakan bus jurusan Wonosobo-Dieng dan turun di Desa Tambi, lalu melanjutkan perjalanan yang berjarak 200 meter dari jalan utama.

Teh tambi ini bisa di dapatkan di berbagai pertokoan/supermarket, dan buat anda yang melewati Wonosobo, berwisata di Dieng atau Perkebunan teh tambi jangan lupa ya bawa  oleh-oleh teh tambi ini. Seduh teh nya dan rasakan segarnya teh Indonesia.

Selamat Ulang Tahun ke-189 untuk Kabupaten Wonosobo, dengan  kekayaan alam yang tak terhingga dan aneka keragaman budaya serta kultur masyarakatnya yang unik bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan posisi Wonosobo di Indonesia maupun mancanegara.





Sumber Referensi:
http://dieng.yogyes.com/id/see-and-do/other/anak-gimbal/
http://www.tribunnews.com/lifestyle/2014/03/17/menikmati-hijaunya-agrowisata-kebun-teh-tambi-wonosobo
http://jejakmasa.wordpress.com/2013/10/28/kebun-teh-tambi/
http://kembangpete.com/2014/06/12/mengenal-jenis-jenis-teh-di-indonesia/
http://www.bmca-pusat.com/component/content/article/44-artikel-bmca/76-manfaat-teh.html

Jumat, 18 Juli 2014

THR Membawa Berkah

Sebelum memasuki bulan ramadhan, membayangkan berpuasa sebulan penuh rasanya lamaaa sekali, tapi begitu dijalani, waktu terasa berlari. Tau-tau kita sudah memasuki 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Menurut hadist dari Aisyah RA
 
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
“Pada 10 hari terakhir (di bulan Ramadhan) Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam lebih bersungguh-sungguh (dalam beribadah) melebihi hari-hari yang lainnya.” (HR. Muslim no. 1175)

Di dalam 10 hari terakhir ramadhan juga terdapat malam lailatul Qodar, malam yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. Sehingga seharusnya kita bisa memanfaatkan moment 10 hari terakhir ramadhan dengan beritikaf, dan memperbanyak ibadah. Namun pada kenyataannya, mulai pertengahan ramadhan, jamaah masjid mulai berkurang. Shaf-shaf di masjid tak sebanyak pada awal ramadhan. Dan lihatlah, kompleks pertokoan, mall, pusat perbelanjaan mulai sesak dipenuhi pengunjung yang berbelanja kebutuhan lebaran.

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah salah satu stimulus meningkatnya sifat konsumtif pada masyarakat menjelang lebaran. Bagi sebagian masyarakat, moment lebaran adalah momen berkumpul bersama keluarga. Yang bekerja jauh di luar sana akan kembali ke kampung halaman. Dengan adanya THR kita bisa memiliki ongkos mudik berlebaran, dan membelikan oleh-oleh untuk keluarga. Libur yang dimulai menjelang lebaran membuat 10 hari terakhir ramadhan menjadi ramai di kompleks pertokoan, bukannya di masjid.
THR sendiri sudah diatur dalam PER.04/MEN/1994, dimana seseorang yang telah bekerja selama setahun atau lebih akan mendapat THR sebesar 1 bulan gaji. Lumayan banget lho ya, :)
Makanya menjelang lebaran mendapat THR merupakan saat yang ditunggu. Waktu saya baru bekerja, rasanya bangga banget menerima THR, bisa membelikan baju untuk orang tua (meski orang tua mampu membeli sendiri) dan bisa berbagi untuk keluarga. Senang rasanya bisa berbagi :)

Setelah menikah, keperluan untuk anak selalu yang utama. Jadi THR bisa dimanfaatkan untuk nyenengin anak, membelikan mereka baju baru, alat sholat, dan kue-kue khas lebaran.
Buat yang nerima THR dalam jumlah gedean, THR bisa juga untuk memperbaiki rumah, biaya sekolah anak, atau nambah-nambah biaya nikah :)

Namun, jangan lupa yang paling penting dan paling utama jangan melupakan zakat fitrah.
Zakat fitrah, menurut jumhur (mayoritas) ulama selain Hanafiyah, wajibnya adalah karena menyaksikan terbenamnya matahari hari terakhir Ramadhan. Sedangkan menurut Hanafiyah zakat fitrah ini wajib dikeluarkan karena menyaksikan terbitnya fajar tanggal 1 Syawal.
Jangan sampe udah beli baju baru, meja penuh hidangan nikmat tapi belum zakat. Karena dalam zakat ada hak saudara-saudara kita yang fakir miskin agar ikut bergembira di hari raya.  Meski berpuasa kadang kita masih sulit menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Nah disinilah zakat juga berfungsi untuk membersihkan jiwa kita

Adapun penerima zakat fitrah ini menurut QS. At - Taubah:60 ada 8 golongan.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu'allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan.” (Qs. At Taubah: 60)

Emang, berapa besar nilanya zakat?
Pada umumnya di negara kita zakat fitrah berupa beras 2,5 Kg untuk tiap orang. Sangat ringan dibandingkan dengan besarnya manfaat yang kita peroleh. Zakat fitrah yang diniatkan karena mengharap ridha Allah SWT akan membawa kebajikan bagi pemberi zakat dan dan keluarganya serta membawa keberkahan bagi hartanya.

So, syukuri THR dengan memanfaatkannya untuk kebaikan. Jangan lupa bayar zakat, berbagi dengan keluarga dan sesama, selain itu manfaatkan juga akhir-akhir ramadhan untuk bayak ibadah. Semoga rizki kita menjadi penuh berkah dan bisa bertemu ramadhan di tahun depan.

Jumat, 11 Juli 2014

ADA CERITA DI NOKIA LUMIA

"Butuhnya hape seperti apa, sekedar buat alat komunikasi, foto-foto, atau yang bisa internetan?"

Begitulah kata suami saat hendak membelikan saya alat komunikasi karena hape lama sudah rusak. Sekitar 4 tahun yang lalu, Abi membelikan Nokia C3-00 karena saya butuh gadget yang memiliki semua fitur yang saya butuhkan. Bisa nyalain murotal berjam-jam untuk baby Isya, bisa internetan dan juga foto-foto. Saat itu, model keypad qwerty memang lagi booming.

Nokia C3-00 ini menemani tumbuh kembang Isya hingga lahirnya Himda, khusus untuk memperdengarkan mereka murotal sekaligus untuk merekam proses tumbuh kembang mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka tumbuh besar, bisa njatuhin hape dari meja, dimasukkan ke kotak mainan, akhirnya sekitar setahun yang lalu Abi membeli Nokia Lumia 510. Alasannya? Karena kebutuhan kita makin banyak. 

Live tiles pada Nokia Lumia memungkinkan kita mengakses berbagai akun social media, bisa berbagi internet, dan juga ada aplikasi Nokia Smart Cam yang bisa kita sematkan di homescreen. Jadi bisa ambil foto kapan aja dimana aja. Apalagi Isya dan Himda lagi lucu-lucunya, banyak tingkah polah mereka baik melalui foto ataupun video yang saya rekam melalui Nokia Lumia ini.
Melihat foto mereka dari waktu ke waktu bikin terharu, melihat mereka tumbuh besar, dari bayi kecil, belajar berjala, hingga mampu berceloteh riang seperti sekarang ini.
Kecanggihan teknologi bernama kamera ini membuat kita memiliki cerita dalam bentuk gambar, menyimpan cerita dalam bentuk foto, mengumpulkan kenangan melalui media digital. Dengan sensor kamera utama 5MP gambar yang dihasilkan juga bagus, selain itu foto bisa langsung di share ke social media atau disimpan di album foto.
Sembari foto-foto, saya gak perlu takut kudet (kurang update) karena notifikasi dari setiap akun socmed yang saya punya akan muncul. 
Nokia Lumia memang mewakili kepribadian pemiliknya. Kita bisa pilih background warna yang kita suka, dan aplikasi-aplikasi yang kita sematkan di homescreen juga suka-suka kita. Selain social media, saya juga menyematkan aplikasi permainan anak, shalat 5 waktu, Al-Quran dan yang gak ketinggalan aplikasi kamera dong...:)

 
 

SERUNYA BERBAGI INTERNET BERSAMA NOKIA LUMIA

Hari gini, internet rasanya sudah menjadi kebutuhan selain pangan, sandang, dan papan. Gimana engga, dengan berbagai social media kita bisa terhubung dengan siapa saja, dimana saja. Update berita terbaru dari berbagai penjuru dunia. Internet juga menunjang bisnis dan karier dengan terus berkembangnya teknologgi dan ilmuu pengetahuan. Bisa dibilang, akses internet itu penting banget :)
Gitu juga yang aku alami bareng suami. Kita punya leptop masing-masing dan juga modem buat akses internet. Nah, suatu hari pulsa internet di modemku habis. Malem-malem pula, padahal harus ada data yang dikirim. Inilah pertama kali kita merasakan kerennya aplikasi "berbagi internet" di Nokia Lumia 510 yang kita punya. Kalau Bluetooth memungkinkan kita transfer data, berbagi internet ini bikin leptop kita tersambung dengan Nokia Lumia dan bisa berbagi koneksi data seluler melalui Wi-Fi dengan lebih dari 5 tamu. Aplikasi ini akan otomatis mati jika tidak digunakan dalam beberapa menit. Jadi gak perlu kuatir kehabisan data, repot bawa-bawa modem, atau kelupaan matiin aplikasi ini karena otomatis bisa mati sendiri klo gak dipake :)

Langkah-langkahnya juga simple dan gak ribet.
1. Masuk ke Pengaturan


2. Pilih "Berbagi internet"

3. Sentuh segi panjang di bagian kanan, akan menyala hijau jika koneksi akan dibagikan. Pada tamu terhubung, akan terlihat berapa pengguna aplikasi ini.


Sementara di komputer/laptop, kita bisa melihat koneksi Wifinya.
1. Lihat toolbar sebelah kanan bawah


2. Klik internet access, maka akan muncul tampilan berikut,






3. Selamat datang di dunia maya, mau browsing, sharing, writing, atau apa aja suka-suka kita. Saat kita maematikan komputer, secara otomatis akses internet di aplikasi berbagi internet juga mati. Gak perlu takut kelupaan matiin aplikasi. Praktis dan pastinya ekonomis karena gak perlu dobel modem. Cukup dengan Nokia Lumia aja :)


My Live Tiles in Nokia Lumia 510

Resign dari pekerjaan dan menikmati peran sebagai ibu rumah tangga saya sadari betul banyak konsekuensia. Salah satunya adalah banyak yang menyayangkan kenapa tidak tidak melanjutkan bekerja, kan anak bisa dititipkan pada kakek neneknya?
Ah sudahlah, semua orang tentu punya alasan tersendiri ya, dan untuk berusaha tetap produktif, saya mengisi waktu dengan mengelola onlineshop dan belajar menulis, baik lewat blog maupun lewat kompetisi menulis. Alhamdulillah saya punya suami yang super baik, beliau kasih hadiah Nokia Lumia 510 sebagai pengganti Nokia C3-00. Biar di rumah tapi gak kudet dong :)
D Nokia Lumia ini saya pake background warna ijo muda. Hijau itu gak ngebosenin, sejuk n enak dilihat. Di Live Tiles nya Nokia Lumia ini kita bisa suka-suka nge-pin aplikasi yang saya butuhkan. Bisa dibilang Live Tiles ini "aku banget" deh :)

Live Tiles saya

Di Live Tiles ini, paling atas saya memasang Telepon dan olah pesan. Fungsi utama dari alat komunikasi. Di bawahnya ada aplikasi wajib, apalagi kalo bukan Facebook yang dimana poto teman-teman Facebook bisa gerak-gerak otomatis. Di bawahnya ada berbagai akun social media yang saya miliki seperti wechat, Line, Twitter, viber, whatsapp, dan page manager.
Page manager ini penting banget loh, jadi kita bisa ngelola Fans page kita meski lebih dari satu, saya jadi bisa update perkembangan fans page karena notif akan muncul tiap ada yang nge-like, comment juga order yang masuk. Pas banget dengan apa yang saya butuhkan.
Dibawah Page manager ada akun facebook saya dan whatsappnya suami. Jadi kalo mau whatsapp suami ga usah buka ini itu karena sudah di pin di homescreen :)
Nokia smart cam juga wajib di pasang biar gampang jepret-jepret kapan aja dan dimana saja, musik dan video juga gak ketinggalan ada di homescreen karena Isya hobi banget minta di rekam aksinya pas lagi sholawatan :D
Dan yang gak terlupakan saya nge-pin Al-Quran dan shalat 5 waktu, jadi bisa denger adzan pas waktu shalat. Biat gimanapun teknologi dan kesibukan duniawi gak boleh membuat kita lupa ibadah dan bersyukur pada Allah.
Pastinya saya juga nge pin akun email seperti yahoo mail, gmail dan hotmail. Dan ini nih yang paling banyak, aplikasi permainan untuk anak-anak.

 aplikasi untuk anak-anak

Himda dan Isya juga gak jarang ikut buka-buka Nokia Lumia 510 ini. Biar aman, saya gak kasih aplikasi seperti mBanking. Ada sekitar 8 aplikasi permainan yang di sematkan di homescreen. Semacam games untuk edukasi anak gitu, ada pelajaran mengenal angka, huruf, warna, suara, dan menyusun aneka puzzle, ada juga aplikasi Doakita. Jadi anak-anak bisa belajar doa sehari-hari yang dilenkapi tulisan, suara dan gambar lucu. Ada juga Play Piano. Jadi Nokia Lumia ini disulap jadi tuts keyboard, dan bisa bikin Isya dan Himda jadi pianis dadakan :)


Pada intinya sih, teknologi Live Tiles ini membantu n mendukung banget apa yang kita butuhkan ada pada satu layar dalam satu genggaman. Kita bisa selalu update karena notifikasi dari setiap socmed bakal muncul, dan meski banyak waktu di rumah, gak ada lagi tuh istilah kudet :D

Kamis, 10 Juli 2014

ADA PIALA DUNIA DI NOKIA LUMIA


Bulan ramadhan tahun ini rasanya sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Indonesia disibukkan dengan hajatan Pemilu, yang puncaknya adalah Pemilu presiden tanggal 9 Juli kemarin. Dan di dunia sedang terjadi perhelatan besar, Piala Dunia 2014 di Brasil yang menyita perhatian dunia dan setidaknya menjadi pendingin suasana di tengah panasnya berita-berita Pemilu.

Hawa Piala Dunia menembus setiap sudut bumi, seperti yang terjadi di kompleks perumahan tempat kami tinggal. Beberapa tetangga ada yang membeli antena UHF, atau memasang saluran TV berbayar biar bisa nonton Piala Dunia 2014 secara live. Rata-rata di tempat kami memakai parabola, maklumlah di daerah pegunungan seperti di Wonosobo ini, antena UHF agak susah sinyalnya. Sebagai maniak bola, Mas suami juga gak kalah semangat dan langsung ikut memasang antena UHF.

Kami memang jarang liat berita di TV. Apa yang kami lihat di tivi, dilihat juga oleh anak-anak. Sehingga tivi cuma nyala pagi hari, memberi kesempatan 2 balita kami, Isya dan Himda nonton film kartun. Itupun dibatasi sampai jam 8 aja. Sisanya mereka boleh liat murotal dan CD edukasi. 

Lah, emak bapaknya kapan liat tipi?
Pas mereka tidur. Kebetulan Piala Dunia emang disiarkan tengah saat anak-anak tidur, kalo ikut ketiduran?
Kan  bisa liat di youtube :) 
Dengan Live Tiles dari Nokia Lumia 510 yang kita punya, kita bisa nonton Piala Dunia lewat youtube yang kita sematkan di homescreen. Cuma sekali sentuh langsung deh nyampe di  Brasil youtube  :)


Piala Dunia gak cuma nontonpertandingan doang, ada banyak berita bola, tentang pemainnya yang keren-keren, gol-gol menawan, dan juga berita-berita menarik dari brasil bisa kita liat kapan aja dengan Nokia Lumia ini. Misalnya nih, kita mau update berita Piala Dunia 2014 dari situs www.pialadunia2014.com. 
Kita bisa sematkan situs ini di homescreen, dan bisa update berita piala dunia deh :)


Dari kelima warna Nokia Lumia 510 ( hitam, putih, kuning, merah, biru), saya pilih warna hitam, dengan sarung warna merah. Lumia 510 ini memiliki lapisan matte dan lunak-disentuh. Dengan layar 4 inci yang sangat besar – pas untuk melihat-lihat foto, memeriksa lampiran email dan menjelajahi web. 
Keunggulan Live Tiles juga membuat saya gak ketinggalan berita karena semua yang saya butuhkan ada di satu tempat. 

Karena tivi berada di kamar tidur, setiap anak bangun yang mereka liat duluan Piala Dunia. Ngintip Abinya buka Nokia Lumia, yang dilihat berita piala dunia, sampe Isya nanya:
"Mi, kenapa sih abi suka bola?"
"Kakak suka bola juga, gak?"
"Enggaaakk, sukanya pilem kartuuuun."
Tenang nak, Piala Dunia ini cuma 4 tahun sekali. Sebentar lagi tanggal 14 Juli juga selesai kok, jadi temeni Abimu nonton bola ya...:D



Selasa, 08 Juli 2014

SERASA FOTOGRAFER PROFESIONAL: SEMUR IKAN NILA

Tau nggak, gimana rasanya jadi istri n ibu yang gak pinter masak?
Beda lho ya, pinter masak n bisa masak :D
Ugghh, rasanya nggak enak banget. Itu yang saya alami pada awal-awal menikah. Untungnya kita masih ngikut orang tua jadi bisa banyak belajar sampai 6 bulan yang lalu akhirnya kita bisa mandiri. 

Suami dan anak-anak bergolongan darah O yang katanya sih, cenderung suka masakan dari daging/ikan. Dan begitulah kenyataannya. Saya harus ngubek-ubek resep di buku ato google untuk nyari resep olahan ikan. Ikan memiliki banyak gizi, apalagi untuk anak-anak. Biasanya kita beli ikan air tawar yang masih hidup biar segar, kadang juga diselingin ikan laut ato sesekali bikin sup daging. 
Bosen kan, kalo ikan cuma di goreng? Dan gak semua ikan enak dibikin soup. Untuk soup, biasanya saya pake ikan patin. Dan pada hari minggu kemarin (tanggal 6 Juli) pas hari libur, kita jalan-jalan ke alun-alun sekalian ke pasar. Abi pengen Lele, Isya minta ikan nila merah. Lha, mau dibikin apa?
Untuk lele nya simple aja, dibikin lele goreng sambel terasi dengan lalap daun kemangi. Untuk Nila nya dibikin semur. Ini untuk kali kedua saya bikin semur ikan nila. Baru pernah bikin semur ikan dan anak-anak ketagihan, alhamdulillah :) Semur ikan, selain rasanya enak, tanpa pengawet dan MSG juga gak pedes jadi cocok untuk anak-anak, bikinnya cepet, jadi irit gas, dan irit minyak sehingga bagus untuk kesehatan.
Untuk pelengkapnya, ada gorengan, seteko sari jeruk dan pisang ambon. Anggep aja lagi makan di restoran seafood atau warung lesehan...hehehehe..live musicnya teriakan 2 bocah yang lagi rebutan mainan :D
Oh iya, karena dalam bulan puasa, semur ini juga tahan lama bisa untuk makan sahur.





Momen-momen kebersamaan yang gak akan terulang ini sayang klo gak diabadikan. Alhamdulillah, saya punya Nokia Lumia 510. Jadi bisa jeprat-jepret bak fotografer profesional. Paling sering saya ngambil foto tingkah polah lucu Isya dan Himda, mendokumentasikan resep masakan yang baru di coba, dan pastinya ada banyak moment seru kayak travelling, acara bareng keluarga dan kemudahan teknologi bernama kamera ini bikin kita bisa ngambil gambar kapan aja, dimana saja :)



Di Nokia Lumia ini, saya bisa personalisasikan aplikasi-aplikasi yang kita pakai di homescreen. Aplikasinya juga suka-suka kita loh, untuk Nokia Lumia 510 ini saya pake background warna hijau muda. Saya pasang aplikasi telepon, olah pesan, facebook, dan akun social media lain seperti twitter, Yahoo mail, Gmail, dan WA. Selain itu, aplikasi kamera, musik& video, Al-Quran, Waktu sholat, dan permainan anak juga saya pasang di homescreen.
Cuma itu aja?
Gak dong, ada buanyaak banget aplikasi yang kita pilih dan kita pasang di homescreen suka-suka kita. Asiik banget ya :)

Dari pengalaman bikin semur ikan nila kemarin, saya jadi belajar untuk terus mencoba hal-hal baru, dan juga mendokumentasikannya dalam bentuk gambar (foto), tulisan, atau video. Dan semua bisa difasilitasi dengan kelengkapan fitur dari Nokia Lumia.
Ambil gambar bak fotografer profesional sambil update social media? Pake Nokia Lumia aja :)

Ini ceritaku ngambil foto dengan Nokia Lumia 510, mana ceritamu? Jangan lupa ikutan juga ya :)

Sabtu, 05 Juli 2014

REVIEW: GUNUNG MELETUS, SERI BENCANA ALAM DI INDONESIA


Saat Gunung Kelud meletus beberapa bulan yang lalu, hujan abu ikut singgah di Wonosobo. Anak-anak dipingit di rumah, tak boleh keluar. Hanya bisa memandanf darii jendela butiran-butiran halus yang jatuh dari langit, membuat tanaman, jalan-jalan dan atap rumah kami penuh debu. Isya dan Himda juga melihat bagaimana abi harus memakai "baju perang" saat berangkat kerja. Mantel, masker, sarung tangan dan helm yang tertutup rapat. Buat anak-anak, peristiwa alam seperti ini sangat langka bagi mereka. Tivi yang jarang dinyalakan menjadi sering bersuara mengabarkan kondisi terkini dari Gunung Kelud.
Esok harinya, kami mengira hujan abu tlah usai. Ternyata, debu-debu halus masih menghiasi kendaraa-kendaraan yang terparkir di luar rumah, ahh, cerobohnya kami, 2 balita kami tak bermasker, alhasil malamnya suhu badan mereka tinggi dan batuk-batuk. Alhamdulillah, Himda cepet sembuh dengan diobati sari kencur, madu, dan ASI pastinya. Isya yang harus dibawa ke dokter.
Dari sinilah Isya banyak bertanya, kenapa Gunung Kelud meletus? Kenapa Gunung Kelud meletusnya malam-malam? Kenapa ada hujan abu, dan sebagainya. Pertanyaan yang berulang dan terus menerus sampai akhirnya pas kita ke Perpusda untuk yang kesekian kali, saya nemu buku ini. Dan seperti dugaan saya, saking senengnya buku ini gak boleh dikembalikan n bolak balik diperpanjang. Sampe capek n bosen nyeritainnya. Gak tau juga kenapa si Isya demen banget sama buku ini, meskipun sudah hafal isinya, masih aja minta diceritain. 



Buku yang diterbitkan oleh Erlangga ini memang bisa dibilang cukup lengkaplah, menjelaskan keberadaan gunung berapi, kenapa gunung bisa meletus, ciri-ciri gunung akan meletus, berbagai tipe gunung api, hasil letusan, manfaat, dan persiapan yang harus dilakukan jika terjadi gunung meletus. Buku ini juga menceritakan tentang kerusakan yang ditimbulkan karena letusan gunung berapi dan percobaan yang bisa kita lakukan dengan membuat letusan gunung berapi dari kombinasi asir, soda bikarbonat dan cuka.

Bukan cuma Isya saja yang senang karena rasa keingintahuannya terpenuhi, pertanyaan tentang gunung berapi bisa terjawab. Tapi saya juga jadi tambah ilmu tentan gunung berapi. Tapi ada satu hal yang bikin bingung,


         Gunung berapi terbentuk pada batas lempeng tektonik. Indonesia memiliki banyak gunung berapi karena terletak di atas tiga lempeng  tektonik yaitu Lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik.
Lempeng bumi selalu bergerak sepanjang waktu. Lempeng bisa bergerak saling bertumbukan, menjauh atau bergeser. Ketika dua lempeng bertumbukan, salah satu lempeng bisa terdorong ke bawah lempeng yang lain dan meleleh. Gunung berapi terbentuk di daerah tempat lempeng-lempeng saling bertumbukan atau menjauh.
(halaman 2)


Pada halaman 9

      Bertemunya dua lempeng yang saling bertumbukan. Pertumbukan ini terjad antara     lempeng benua dan lempeng samudera.

Nah, apa perbedaan lempeng benua, lempeng samudera, lempeng Eurasia, Australia dan Pasifik. Ini yang belum dijelaskan dalam buku ini.