Minggu, 10 Maret 2019

Wonoland Wonosobo, Tempat Rekreasi Keluarga Yang Instagramable

Akhir pekan, biasanya menjadi waktu yang tepat untuk bercengkrama, menghabiskan waktu bersama keluarga. Entah beraktivitas di rumah saja, maupun jalan-jalan ke tempat wisata. Beberapa waktu lalu, di akhir pekan kami sekeluarga liburan ke tempat rekreasi terdekat, ga jauh-jauh karena Wonosobo punya banyak tempat wisata yang menarik. Ini kali pertama kami ke Wonoland (Wonosobo Wonderland), tempat wisata yang baru beroperasi pada bulan Juli 2018 ini sedang hits karena mengusung konsep kekinian yang sedang digemari masyarakat. Alhamdulillah, lokasinya juga tidak jauh dari rumah. Dari arah kota, Wonoland ini berlokasi ke arah Dieng. Setahu saya tidak ada angkutan umum ke sana. Selain dengan kendaraan pribadi, kita bisa memanfaatkan akomodasi online dan GPS agar langsung ke tujuan. Perjalanan ke Wonoland sedikit menanjak, dan kita akan melewati kebun sayur di kanan kiri jalan.

Lokasi dan Tiket


Wonoland Wonosobo
Jln. Supardjo Rustam Km 5, Mojotengah Wonosobo
Buka setiap hari (Kecuali Jumat) pukul 08.30 - 17.00


Wonoland Wonosobo berada sekitar 7 Km dari alun-alun Kota Wonosobo ke arah Dieng. Tempat rekreasi ini menjadi satu dengan Villa Oemah Nduwur.  Wonoland sendiri buka setiap hari kecuali jumat pukul 08.30 - 17.00. Tiket masuknya pun terjangkau. Kita hanya perlu membayar Rp. 10.000 per orang.


Setelah memarkir kendaraan, kami pun menuju pintu masuk Wonoland, di pintu masuk ini ternyata sudah disediakan caping untuk pengunjung, caping ini berguna bagi pengunjung untuk bisa menikmati pemandangan dan fasilitas terutama saat tengah hari. Saat mau pulang, jangan lupa capingnya dikembalikan ke tempat semula ya.




Anak-anak langsung bersorak, begitu memasuki area. Untungnya kami berangkat saat pagi. Menikmati udara yang dingin, sejuk, dan pemandangan pegunungan Dieng yang tampak hijau dari kejauhan membuat kami makin betah disini. Sementara anak-anak bermain, kita para orang tua bisa sambil duduk-duduk di gazebo sambil foto-foto. Terdapat sebuang panggung, yang biasa digunakan untuk komunitas seni, ataupun untuk menghibur pengunjung. Dengan banyaknya fasilitas yang ada, wajar kalau tempat ini sering dijadikan sebagai arena outbound anak-anak, sekolah ataupun acara-acara komunitas atau instansi.

Tempat Rekreasi Keluarga

Tidak salah memang menjadikan Wonoland sebagai destinasi wisata keluarga. Setelah anak-anak ketawa-ketiwi di taman, kami menuju tempat berikutnya. Bunga-bunga tertata dengan cantik, kami pun menuju ke kandang kelinci. Kandang kelinci ini cukup luas, banyak kelinci berlarian kesana-kemari. Anak-anak juga boleh masuk dengan membayar Rp. 2.000 nanti akan diganti dengan sayur atau wortel yang dipotong menjadi beberapa bagian untuk makan kelinci. Saat kami ke sana, ada juga musang dan kelinci anggora di kandang. Kelinci-kelinci berlarian, kadang bersembunyi di rumah-rumah kelinci lucu, atau menggali tanah. Kita juga bisa minta petugas untuk membantu menggendong kelinci. Jangan salah menggendongnya ya. Anak-anak paling betah di sini, berinteraksi dan memberi makan kelinci sampai puas.




Setelah asyik di kandang kelinci, kami ke kandang domba melewati deretan tanaman bunga Matahari. Ada beberapa domba terlihat sedang memakan rumput. Bahkan beberapa diantaranya mendekat ke pagar pembatas seolah menyapa pengunjung. Beberapa pengunjungpun tampak mengambil rumput untuk diberikan ke domba-domba yang mendekat. Meski jinak, tetap hati-hati ya.

Tempat wisata alam yang kekinian

Selain menjadi taman rekreasi edukasi yang ramah anak, tempat ini juga mengusung konsep kekinian dengan menyediakan beberapa spot foto seperti landmark kincir angin, rumah Hobbit, sepatu raksasa, taman bunga matahari, dan spot foto keren lainnya. Ada juga bangunan kecil ala Korea dan Jepang lengkap dengan pohon sakura artifisial. Ga lengkap rasanya jika tidak berselfie ala Korea. Jangan khawatir, pihak pengelola juga menyediakan penyewaan kostum tradisional ala Jepang atau Korea. Ada kostum untuk anak juga lho. Selain kostum tradisional, ada juga kostum ala princess untuk anak-anak.

 
Setelah keluar dari area wisata, kami menuju ke restauran, sayangnya masih tutup. Kamipun menuju pintu keluar, dan bertemu petugas yang menawarkan untuk naik kuda, biayanya Rp. 15.000. Di luar area, masih ada  spot foto balon udara, area panahan dan atv.


Setelah keluar dari area taman Wonoland, kita masih disuguhkan dengan spot yang kece untuk selfie/wefie. Bagi penggemar tanaman bunga, bisa juga lho menambah koleksi dengan membeli bibit tanaman bunga di sini.




Jika teman-teman memiliki memiliki agenda berwisata menikmati segarnya dataran tinggi Dieng, jangan lupa mampir ke sini ya, terima kasih sudah membaca. ^_^

Jumat, 08 Maret 2019

Patra Semarang Hotel, Menikmati Sejuknya Perbukitan Semarang Bersama Keluarga

Assalamualaikum,

Pertengahan Januari 2019 lalu, kebetulan kami sekeluarga ada acara ke Semarang. Jauh-jauh hari sebelumnya, kami udah cari-cari hotel yang cocok di Traveloka. Cocok di budget dan oke fasilitasnya karena kami kan bawa 3 krucil dan ibu mertua juga. Jadi cari hotel yang family friendly.


Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya kami memilih Patra Semarang Hotel. Dari Wonosobo kami berangkat pagi, karena sebelum chek-in ada beberapa agenda yang harus diselesaikan di Semarang, lalu Mas Suami juga harus menjemput ibu mertua di terminal juga, dan alhamdulillah semua bisa selesai tepat waktu.

Kenapa memilih Hotel Patra Jasa?

Pertama, kita sudah tahu lokasinya. Terletak di Semarang Selatan, hotelnya luas banget. Dulu saat masih kerja, saya pernah ke hotel ini dalam acara pergantian kepala kantor wilayah. Hotel ini juga ramah anak, ada kolam renangnya, jogging track, parkirnya luas, saat membaca review di internet rata-rata bagus. Selain itu, pernah  punya niat pengen nginep di sini sama anak-anak,  Ya, semacam keinginan yang belum kesampaian, dan alhamdulillah bisa terwujud sekarang.

Patra Semarang Hotel merupakan hotel berbintang empat yang berlokasi di Candi Baru di salah satu sisi bukit Semarang, dari hotel ini kita bisa menikmati pemandangan kota Semarang, termasuk view ke Pelabuhan Tanjung Mas dan Gunung Ungaran. Hotel ini berjarak sekitar 8,1 km dari Stasiun Tawang, 4,1 km dari Simpang Lima, 6 km dari Lawang Sewu dan sekitar 9,4 km dari Bandara Ahmad Yani.  Jadi bisa dibilang dari sisi lokasi Patra Semarang Hotel ini strategis banget. Hotel yang dibangun sejak tahun 1974 bisa dibilang merupakan hotel yang terkeren pada jamannya. Karena sudah lama dibangun, tak heran bangunan dan desainnya juga terkesan klasik.

Hotel ini memiliki lahan parkir yang luas. Nyaris tidak ada kesulitan dalam memilih tempat parkir. Keamanan terjaga selama 24 jamSetelah parkir, kami tidak langsung masuk hotel, karena anak-anak justru berlarian melihat kolam dan taman kecil di sini. Setelah merasa cukup kami pun segera masuk ke lobby untuk chek-in



Lobby Utama Hotel

Lobby nya luas dan lapang. Suasananya modern tapi tetap ada unsur klasik dengan kursi-kursi kayu dan ornamen tradisional seperti dakon dan gamelan. Lorong lobbynya juga longgar. Di sebelah kiri lobby terdapat Cokrokembang Lounge dan Kendalisodo Brasserie. Di lobby utama hotel, terdapat ukiran kayu yang keren, unik dan tampak klasik. Konon, ukiran ini dibuat pada tahun 1970-an oleh seniman Bali bernama Agung Boenakoer Parto Widjojo. Ukiran ini bercerita tentang Hutan Dandaka, yaitu hutan tempat petualangan Rama dan Shinta, sebelum Shinta diculik oleh Rahwana Ruangan di sini mengambil unsur pewayangan seperti Ramayana, Rama Shinta, Arimbi, Poncowati, Srikandi, Kahyangan, Indrajit, dan lain-lain. Setelah chek-in kami menuju kamar yang disediakan. Kamar kami berada di lantai 1 tidak jauh dari lobby melewati lorong berkarpet.



 

Cokrokembang Lounge


Kendalisodo Brasserie

Dan....this is it my room ^.^

Pertama kali ditunjukkan kamar, agak kaget-kaget seneng. Karena ternyata kamar yang kita pesan di upgrade ke tipe Deluxe Balcony Room. Jadi kamarnya terletak di lantai satu, tidak jauh dari lobby dengan balkon. Anak-anak suka banget, begitu masuk kamar, langsung membuka pintu balkon. Ada sepasang kursi kayu, dan rerumputan di depan balkon. Kita bisa melihat view kota Semarang, apalagi karena posisi hotel ini terletak di perbukitan candi baru, yang udaranya masih sejuk. Saat malam tiba, terlihat kerlap-kerlip lampu yang membuat suasana terasa nyaman dan syahdu. Setelah shalat Ashar, saya dan ibu mertua mengantar 3 bocil yang udah gak sabar ingin nyebur ke kolam renang. Ada 2 kolam, kolam dewasa dengan kedalaman 1,5 M, dan kolam anak. Sebenernya pengen banget berendam di jacuzzi buat melepas penat setelah perjalanan dari pagi, apalah daya harus jagain 3 bocah berenang, dan waktu yang sudah makin sore.




Deluxe Balcony Room


Kami memilih double bed di kamar berukuran 40.0 m2 ini. Rate yang kami dapatkan Rp.373.122 termasuk sarapan. Fasilitas kamar yang kita dapatkan antara lain free Wifi, AC, Air mineral beserta gula, teh, kopi, creamer, teko pembuat teh/kopi, 2 mug, 2 gelas, kulkas, minibar, televisi, desk, brankas dalam kamar dan teras. Selain itu disediakan juga 2 pasang sandal hotel dan laundry bag.





Lantai kamar juga dilapisi karpet sehingga hangat dan nyaman untuk shalat, maupun sekedar duduk-duduk santai. Sayangnya saat susah liat televisi, kami saluran tidak ditemukan. Jadi gak bisa nonton tivi deh. Di masing-masing bed terdapat sebuah bantal, dan ternyata ada 2 bantal tambahan di lemari jadi total ada 4 bantal. Selain itu bednya juga lumayan besar. Muatlah buat uyel-uyelan 3 bocil ini. Suasana kamar juga makin terasa elegan dengan gorden tebal berwarna silver dan filtrasi putih.


Salah satu yang kami perhatikan saat masuk kamar adalah arah kiblat. Umumnya, arah kiblat di hotel dada di langit-langit kamar. Berupa tanda panah menunjukkan arah kiblat. Dan suka banget ternyata di kamar sudah disediakan sebuah sajadah. Selain itu karena lantainya sudah dilapisi karpet, saya menambahkan kain penghias bed (eh, apasih namanya?) sebagai sajadah tambahan. Di kamar ini, arah kiblat membelakangi televisi, menghadap ke tempat tidur. Luas banget untuk berjamaah kita berenam. Kamar ini penerangannya juga bagus, AC nya tidak berisik, dan stop kontaknya juga lebih dari cukup, ada di sisi bed, maupun di dekat meja.

Sebelum tidur, kami sempat jalan-jalan dan foto-foto di depan balkon serta ke teras Kendalisodo Brasserie, melihat view Semarang di waktu malam. Sesekali anak-anak heboh melihat pesawat lewat. Karena di Wonosobo, pesawat terbang tidak terlihat sejelas di sini. 



Kami harus bangun dini hari sebelum shubuh karena harus segera melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah kamar mandi fasilitasnya lengkap, ada air panas, shower, wastafel, keran air dan  toiletries. Keran air ini penting banget untuk memudahkan berwudhu. Toiletriesnya terdiri dari  dentist kit, soap, samphoo, sanitary bag dan shower cup. Suka banget sama samponya, karena sudah terdaftar di BPOM dan tanggal kedaluwarsanya tertera dengan jelas. Tissu toiletnya tertutup jadi tidak basah saat terciprat air dan disediakan hair dryer. Hair dryernya halus, suaranya gak berisik.


Breakfast Time

Kami bersiap sejak dini hari, tak lama kemudian tampak sinar matahari mulai terbit. Udara segar menguar, mengantar kami yang segera ke Kendalisodo Brasserie untuk menikmati sarapan pagi. Ada beberapa menu tersedia, western food yang terdiri dari pasta melanaise, vegetables ratattouli, potatos wedges, grill tomato, dan beef bacon. Kalau traditional food gak lengkap tanpa sambal dan kerupuk, western food ini kurang sip kalau tanpa saus.
 


Anak-anak memilih menu mainstream, yang gak aneh di lidah, nasi goreng dan ifu mie. Di sini juga terdapat traditional food yang menyediakan soto Kudus, nasi pindang, pindang daging, tempe goreng, bacem, dan dilengkapi aneka sambal dan kerupuk. Menurut suami yang nyobain soto Kudus, kuahnya enak, sambalnya oke, santannya terasa, hanya saja di sini sotonya menggunakan daging ayam, bukan daging Kerbau sebagaimana di Kudus.






Untuk minumannya, tersedia fresh milk, air mineral, infused water tomat dan lemon, juice, jamu beras kencur dan kunyit asam, teh, kopi dan cereal. Terdapat juga kue-kue, dan roti tawar beserta aneka isiannya seperti mentega, keju, dan selai, hingga dessert yang beragam. Selain itu ada juga bubur ayam dan jajanan pasar seperti bubur mutiara. Staffnya ramah dan gercep, begitu selesai makan, piring gelas kotor langsung diambil. Sayangnya, kami tidak bisa berlama-lama dan juga ga bisa icip-icip aneka menu yang ada karena harus segera berangkat.

Nah, buat yang mau liburan atau bepergian ke Semarang, Patra Semarang hotel ini bisa jadi pilihan untuk menginap. Cocok banget dan family friendly. Hotel ini dekat dengan pom bensin dan supermarket. Hotel ini juga mendukung fasilitas bisnis dan pernikahan, pusat kebugaran, serta menyediakan  akses parkir dan peralatan bagi penyandang disabilitas. Di sini juga disediakan kolam renang dan playground sehingga cocok untuk liburan keluarga. Dari keseluruhan fasilitas yang kami dapatkan alhamdulillah lebih dari cukup, dan kami merasa senang, hingga insyaallah di bulan Maret kami kembali menginap di hotel ini lagi.

Happ Traveling, semoga kita semua sehat selalu :)