Meningkatkan Empati Saat Pandemi


WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi yang artinya wabah ini menjangkau berbagai negara, melintasi benua, menelan banyak korban termasuk di Indonesia. Penerapan social distancing dan lockdown sebagai salah satu cara memutus rantai penyebaran Covid-19 sangat berpengaruh pada perekonomian dunia. Ini menjadi sesuatu yang tidak mudah, dimana manusia merupakan makhluk sosial yang harus berinteraksi. Sementara interaksi  ini harus dibatasi agar tidak semakin banyak yang tertular.

Di Indonesia, terdapat peningkatan grafik penderita Covid-19, sehingga beberapa daerah mulai menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Di dunia dan di Indonesia wabah ini sangat memukul perekonomian baik jangka pendek maupun jangka panjang. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas, dimana sektor pariwisata merupakan salah satu primadona dalam di sektor ekonomi.

Menurut Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pemerintah pada 18 Maret 2020, segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor yang terkait pariwisata dan ekonomi kreatif di tunda sementara waktu demi mengurangi penyebaran corona. Hal ini mendorong adanya PHK karena ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah. Selain itu menurunnya daya beli juga membuat perusahaan sulit bertahan.
 
Kondisi ekonomi yang menurun sementara setiap orang perlu berjuang bertahan hidup di tengah pandemi ini membuka mata kita, bahwa semua orang perlu megasah simpati meningkatkan empati dimana banyak saudara kita yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam membantu sesama saat pandemi ini diantaranya:

  • Mendahulukan keluarga/tetangga terdekat
Tetangga adalah keluarga terdekat. Kita bisa mengetahui tetangga mana yang benar-benar kesulitan secara ekonomi. Setiap RT bisa mendata warganya lalu menggalang dana bantuan untuk keluarga yang kekurangan tersebut. Apabila dana tersebut tidak mencukupi, kita bisa merekomendasikan keluarga yang kekurangan tersebut ke pihak-pihak terkait atau lembaga sosial agar bisa mendapat bantuan
  • Berbelanja di teman atau tetangga
Adanya PSBB dan social distancing membuat masyarakat tidak bebas bepergian dan harus tetap di rumah. Jika biasanya belanja di mall atau supermarket karena adanya promo atau diskon tertentu, saat ini kita bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari di tetangga. Meski tidak ada promo, hal ini bisa kita lakukan untuk membantu perekonomian tetangga terdekat.

Pandemi Covid-19 ini juga berdampak langsung pada para pedagang. Banyak pedagang yang mengalihkan usahanya menjadi via online dengan membagikan di social media atau grup whatsapp. Kita bisa membantu dengan membeli sesuai kebutuhan dan semampu kita, dan juga mempromosikannya ke orang lain atau melalui social media.

  • Mengirim donasi melalui lembaga-lembaga sosial
Saat ini banyak lembaga sosial, organisasi nirlaba, pegiat sosial media, perusahaan hingga komunitas yang membuka keran donasi untuk disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan maupun tenaga  medis. Pastikan lembaga tersebut bisa dipercaya dan amanah dalam mengelola dan menyalurkan donasi.
  • Tidak menimbun
Pada awal wabah Covid-19 terjadi penimbunan masker besar-besaran, hand sanitizer dan panic effect yang membuat sebagian masyarakat berbelanja berlebihan. Para tenaga medis lebih membutuhkan masker dan APD, selain itu berbelanja berlebihan selain boros juga mengurangi kesempatan orang lain mendapatkan barang kebutuhannya. Masyarakat bisa menggunakan masker kain, dan berbelanjalah secukupnya agar makanan yang kita konsumsi fresh dan sehat.
  • Berkata baik atau diam
Menurut Imam al Ghazaly, lidah itu sangat kecil dan ringan. Tapi bisa mengangkatmu ke derajat yang paling tinggi dan bisa menjatuhkanmu ke derajat paling rendah. Ini adalah masa-masa sulit yang harus kita lalui dengan bekerjasama dan banyak berdoa. Jika tidak bisa membantu secara tenaga atau materi, lidah dan jari kita pun perlu kita jaga agar tidak melukai. Kita bisa membantu dengan harapan dan doa semoga wabah ini segera berlalu. #dirumahaja adalah salah satu cara sederhan yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain agar tidak tertular dan tidak menularkan. 
Semoga kita semua tetap sehat walafiat

Komentar

  1. Iya saya juga kalau belanja mending pilih2 temen dulu, Mba. Saya suka sedih kalau jualan mereka belum ada yang beli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba, selama pandemi ini sy bbrp kali beli di tetangga :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jamu, Menyingkap Sejarah Kesehatan Nenek Moyang Indonesia

Resep dan Cara Memasak Ikan Pari Goreng Gurih Tanpa Bau

Review. Roro Mendut Kulit Manggis Starter Package