Lindungi Anak Dari Covid-19

Begitu virus Covid-19 masuk ke Indonesia, portal berita dan media dipenuhi dengan berita tentang virus ini. Berbagai poster dan spanduk tindakan preventif mencegah penyakit Covid-19 dipasang di berbagai tempat. Tingkat kenaikan penderita yang bertambah menunjukkan bahwa virus ini perlu diwaspadai karena penularannya yang cepat.
Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan dari saluran napas orang yang terinfeksi (yang keluar melalui batuk dan bersin). Orang juga dapat terinfeksi karena menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini lalu menyentuh wajahnya (mata, hidung, mulut). Virus ini dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam namun dapat dibunuh dengan desinfektan biasa. Meski vaksin untuk Covid-19 belum tersedia, banyak gejala penyakit ini dapat diobati dan perawatan sejak awal oleh tenaga kesehatan dapat mengurangi bahaya penyakit ini. 

Sebagai ibu dari anak usia balita dan usia sekolah, kekhawatiran akan adanya virus ini ditambah gempuran berita dari berbagai media sempat 
membuat saya dan suami mengurangi intensitas penggunaan media sosial. Pada awal SFH, anak-anak merasa gembira karena libur sekolah, namun kami sekeluarga berkomunikasi tentang keadaan saat ini yang sangat tidak memungkinkan untuk keluar rumah dan memberi edukasi seputar Covid-19 yang bisa diterima anak-anak yang pada intinya adalah bagaimana agar kita tidak tertular dan menularkan virus serta bagaimana memperlambat dan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini.


Sebagai orang tua, kami tidak memberi terlalu banyak informasi pada anak-anak agar mereka tidak panik dan khawatir serta serta merasa tenang meski situasi tak lagi sama seperti biasanya. Yang kami komunikasikan pada anak tentang tindakan preventif agar terhindar dari virus Covid-19, diantaranya:
  • Mengajarkan anak cara mencuci tangan dengan sabun karena bisa membunuh virus. 
Anak-anak perlu sering-sering diingatkan agar mencuci  tangan dengan benar terutama sebelum dan sesudah makan, setelah meniup hidung, batuk, atau bersin, dari kamar mandi/toilet, dan setiap tangan terlihat kotor. Tangan harus dicuci dengan sabun dan air mengalir, jika tidak ada kita bisa menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol paling tidak 60%.
  • Mengingatkan anak untuk menutup batuk dan bersin dengan tisu atau siku terlipat dan jangan menyentuh wajah, mata dan hidung.
 Agar lebih mudah kami menggunakan boneka untuk bermain mencontohkan gejala (saat batuk dan bersin) lalu apa yang harus dilakukan saat sakit, dan menghibur orang yang sakit untuk melatih empati anak.
  • Mengingatkan anak untuk tidak berbagi makanan, minuman dan perlengkapan makan.
 Meski awalnya hal ini bukan masalah serius namun saat ini menjadi perhatian khusus karena virus dapat menular melalui droplet sedangkan anak-anak masih dalam masa pertumbuhan yang harus dijaga daya tahan tubuhnya agar tetap sehat.
  • Beraktivitas dan bermain  #dirumahaja. 
Jika sebelumnya anak-anak bebas bermain di luar rumah, kali ini kami mengkondisikan bagaimana mereka tetap beraktivitas di rumah, paling jauh naik sepeda di depan rumah saat pagi. Kadangkala kami juga berolahraga melalui video senam di youtube, membaca buku, belajar melalui printable, atau ikut beberes rumah.
  • Social Distancing
Selama social distancing ini, anak-anak tetap #dirumahaja. Hanya saya atau suami yang keluar rumah saat keperluan rumah tangga habis, itupun beberapa hari sekali. Hal ini membuat mereka sempat bertanya,"Bu, bagaimana kalau aku lupa nama temenku?" Hmm.."Ya kenalan lagi nanti saat bisa ketemu lagi.". Tidak mudah bagi anak-anak saat mereka tidak bebas bermain seperti sebelumnya. Selain itu mereka juga mulai kangen kakek neneknya, meski sudah ada teknologi yang mendekatkan seperti video call, tetaplah bertemu langsung rasanya lebih hangat dan nyaman, namun bagaimana lagi. Tahun ini menjadi lebaran pertama kami tidak mudik.
  • Menyediakan stok makanan yang cukup dan keperluan kebersihan. 
Di awal berita masuknya Covid-19, kami menyiapkan beberapa stok untuk sekeluarga. Bukan dalam jumlah besar, secukupnya untuk kami sekeluarga agar tidak sering keluar. Kami hanya menyiapkan bahan makanan pokok saja. Untuk sayur dan buah tetap ke tukang sayur beberapa hari sekali karena makanan fresh lebih baik dan sehat.Selain itu kami juga menyiapkan kurma, madu dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh karena bulan ramadhan akan segera tiba.
  • Berdoa bersama sekeluarga.
 Bagaimanapun, anak-anak perlu mengetahui bahwa semua yang terjadi menurut kehendak Allah. Masa-masa #dirumahaja juga bermanfaat bagi kami sekeluarga untuk shalat berjamaah, berdoa bersama, dan meningkatkan iman untuk selalu meminta perlindungan hanya pada Allah.

Hal penting yang perlu diperhatikan sebenarnya bagaimana kita sebagai orang tua memberi edukasi dan berkomunikasi pada anak tentang adanya Covid-19 dengan bahasa yang mudah dipahami. Agar berikutnya mereka mampu cuci tangan dengan benar, bisa menjaga kebersihan dan kesehatan, serta menjauh dari orang yang sakit agar tidak terinfeksi. Insyaallah dengan berusaha menjaga kebersihan dan banyak berdoa semoga semua akan baik-baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jamu, Menyingkap Sejarah Kesehatan Nenek Moyang Indonesia

Resep dan Cara Memasak Ikan Pari Goreng Gurih Tanpa Bau

Review. Roro Mendut Kulit Manggis Starter Package