Hal-Hal Yang Disyukuri Saat Berpuasa di Tengah Pandemi


Bepuasa di tengah pandemi memang bukan sesuatu yang mudah. Bagi umat Islam Bulan ramadhan merupakan waktu dilipatgandakan amal kebaikan sekaligus menjadi momen penuh kebersamaan bersama keluarga dan oang-orang terdekat. Namun adanya penerapan physical dan social distancing selama pandemi Covid-19 membuat kita semua tidak bisa berkumpul untuk beribadah dan berbuka puasa seperti ramadhan di tahun-tahun sebelumnya.

Meski begitu ada banyak hal yang dapat kita syukuri di tengah pandemi ini. Dalam beribadah kita memiliki banyak waktu beribadah bersama keluarga dari sahur hingga berbuka. Berjamaah shalat lima waktu hingga tarawih lalu bertadarus bersama. Jika selama ini kita sibuk dengan acara berbuka puasa bersama teman-teman, tahun ini waktu bersama keluarga semakin berkualitas. Kta sehat, keluarga sehat, itu adalah anugerah yang patut disyukuri.

Selama pandemi semua orang merasakan dampaknya, meski levelnya berbeda-beda. Ada orang-orang yang selalu bahagia dan rajin menyemangati di grup WA, hal ini juga perlu disyukuri karena kita dikelilingi keluarga, tetangga dan teman-teman yang baik karena rasa bahagia bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh. Bayangkan jika kita dikelilingi orang-orang yang suka mengeluh dan pesimis, tentu kita menjadi ikut pusing dan stress

Selama pandemi ini kita juga bisa berbelanja dan memenuhi kebutuhan melalui layanan pesan antar atau berbelanja online. Adanya teknologi informasi perlu kita syukuri karena memudahkan kita untuk berbelanja tanpa keluar rumah. Selama bulan ramadhan kita juga tetap dapat menjaga silaturahmi secara daring. Ada banyak aplikasi yang bermanfaat untuk berkomunikasi seperti WhatsApp, Facebook Messenger, Google Duo, Zoom, Skype, FaceTime, Discord dan juga Houseparty. Kita bisa sahur dan berbuka puasa dengan anggota keluarga atau orang terdekat melalui video, atau bertadarus dan mengaji secara online dari rumah.

Ramadhan yang dinanti tetaplah harus disambut dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Ramadhan tahun ini justru menjadi momen penting dimana kita bisa menyambut ramadhan bersama keluarga tercinta dalam suasana yang penuh kesederhanaan. Disaat kita bisa beraktivitas di rumah, di luar sana telah banyak orang-orang yang terinfeksi dan meninggal dunia. Adapula yang tidak memiliki apapun bahkan untuk sekedar makan. Adanya virus corona membuat  banyak yang kehilangan mata pencaharian karena lesunya perekonomian. Kita dapar membantu dengan membagikan rasa optimis dan bahagia serta ikut peduli dengan kondisi orang lain.

Situasi saat ini memang tidak mudah namun selalu ada alasan untuk tetap bersyukur. Selalu ada hikmah di setiap musibah karena ridha  akan takdir baik dan buruk yang Allah berikan merupakan kunci untuk membalik keterpurukan menjadi keberkahan. Akhir kata, kita tidak boleh putus asa karena masih punya harapan. Sebaik-baik harapan adalah doa pada  Allah Yang Maha Mengatur  alam semesta dan segala isinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jamu, Menyingkap Sejarah Kesehatan Nenek Moyang Indonesia

Resep dan Cara Memasak Ikan Pari Goreng Gurih Tanpa Bau

Review Kosmetik Organik Aquila Herb: Day Cream, Gamat Cream, dan Sabun Sereh