Lactacyd Baby: Teman Si Kecil Agar Kulitnya Sehat Bebas Iritasi Kulit




Bagaimana rasanya menjadi ibu? Mendapat kepercayaan dari Tuhan, berupa buah hati yang lucu sungguh sangatlah membahagiakan dan sangat disyukuri. Memiliki bayi membuat saya belajar banyak hal, bagaimana merawat, menjaga agar ia merasa nyaman, tumbuh sehat dan memiliki tumbuh kembang yang baik. Kulit bayi sangat sensitif, rawan terkena iritasi kulit. Apalagi jika terjadi perubahan cuaca, lingkungan kotor, atau memiliki alergi terhadap makanan tertentu maupun debu.Kulit bayi memang masih tipis, sensitif dan rawan infeksi serta iritasi. Semakin aktif si kecil semakin saya menjaga agar ia tetap sehat dan terhindar dari iritasi dan penyakit kulit.


Ada beberapa penyakit kulit yang biasanya ditemui pada bayi dan anak-anak yang tentu saja harus diwaspadai oleh para ibu seperti saya. Beberapa penyakit di bawah ini adalah contohnya.
  • Eksim
Eksim yang bernama medis dermatitis atopik ini merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan kulit merah dan gatal. Meski sering terjadi pada anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa terbebas dari penyakit ini. Eksim adalah jenis penyakit kulit jangka lama (kronik) dan cenderung kambuh secara tiba-tiba, namun kemudian mereda. Pada sebagian individu, eksim bisa disertai dengan asma.
  • Ruam popok (Diaper dermatitis)
Ruam popok atau peradangan pada daerah yang tertutup popok, seperti bokong. Penyakit yang satu ini ditengarai sebagai akibat dari kulit yang terlalu lama bersentuhan dengan air kencing dan tinja.


Ruam popok juga bisa disebabkan oleh paparan air yang terlalu banyak ataupun adanya sisa sabun dalam popok yang bersentuhan dengan kulit dalam waktu lama. Gangguan yang satu ini jangan dianggap remeh karena kondisi ini merupakan bentuk dasar dari dermatitis kontak iritan. Beruntung, gangguan kulit ini biasanya terbatas pada lokasi yang ditutupi popok saja sehingga penanganan dapat difokuskan pada daerah tersebut.
  • Kerak kepala bayi (Cradle cap)
Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir hingga berusia tiga tahun. Hal ini ditandai dengan adanya sisik putih atau kuning yang tebal di permukaan kulit kepala. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan cradle cap yang merupakan istilah umum dari dermatitis seboroik. Pada orang dewasa, gangguan ini biasa disebut sebagai ketombe.
Meski jarang, gangguan ini terkadang bisa terjadi di beberapa bagian tubuh lain, seperti pada alis, kelopak mata, telinga, lipatan hidung, belakang leher, atau ketiak. Dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa menyebabkan kulit terbelah dan mengeluarkan cairan kuning. Meski demikian, biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. Namun jika tidak hilang juga, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
  • Campak
Jenis penyakit yang umum menimpa anak-anak lainnya adalah campak. Ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan penyebaran yang cepat. Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit campak dapat mengakibatkan komplikasi serius pada anak-anak, seperti pneumonia (peradangan pada paru-paru).
Kini sudah ada vaksinasi campak sebagai langkah pencegahan. Jika anak-anak sudah mendapatkan vaksin campak, maka kemungkinan mereka terkena penyakit ini akan makin minim.
  • Kutil
Kutil merupakan pertumbuhan kulit yang disebabkan oleh virus HPV. Sebenarnya banyak sekali jenis virus HPV alias human pappillomavirus, yaitu lebih dari 60 jenis, namun hanya sebagian yang cenderung menyebabkan tumbuhnya kutil pada kulit. Virus HPV akan merangsang pertumbuhan sel-sel pada lapisan luar kulit dengan cepat hingga menumbuhkan kutil. Kutil pada anak dapat muncul pada muncul di jari, telapak tangan, telapak kaki, lutut, ataupun siku.
  • Cacar air
Cacar air adalah penyakit yang sangat umum menimpa kulit anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang bernama varicella-zoster. Gejala penyakit ini biasanya berupa demam panas disertai muncul ruam di kulit. Ruam sendiri muncul dalam bentuk melepuh seperti tetesan embun, bintik-bintik, dan koreng. Biasanya cacar air menimpa anak selama seminggu dan bisa menular kepada anak lain dalam waktu cepat. Beruntung, kini ada vaksinasi yang dilakukan secara luas sehingga penyakit kulit ini jarang diderita oleh anak-anak.
  • Impetigo
Penyakit kulit yang menimpa anak-anak ini bisa membuat bingung orang tua si kecil yang menderitanya. Hal ini karena impetigo memiliki bentuk hampir sama dengan penyakit infeksi kulit lain seperti selulitis dan kurap. Impetigo sendiri disebabkan oleh bakteri dan untungnya penyakit ini bisa dengan mudah dibasmi dengan antibiotik. Penyakit ini umumnya menyerang daerah sekitar mulut dan hidung anak, meski di tempat lain juga bisa terkena. Ciri impetigo adalah muncul ruam yang mengeluarkan air, melepuh, dan berwarna merah yang kemudian bisa berubah menjadi kerak berwarna kekuningan. Jika digaruk, penyakit ini bisa menyebar dan menjadi makin parah.
  • Biang keringat
Satu lagi jenis penyakit kulit yang sering menyerang tubuh anak-anak adalah biang keringat. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan pada pori kulit sehingga keringat tidak dapat keluar. Biang keringat kemudian akan menyebabkan munculnya bintik-bintik seperti jerawat yang memenuhi bagian leher dan kepala. Biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. Orang tua harus memakaikan pakaian yang nyaman agar biang keringat tidak bertambah parah.


Biang keringat ini termasuk sering menyerang anak-anak karena di masa pertumbuhannya mereka aktif dan banyak bergerak. Proses tumbuh kembang dari bayi, tengkurap, merangkak lalu belajar berjalan, hingga saat ia bisa berjalan, si kecil sangat semangat mengeksplorasi dunia luar. Hal ini tentu membutuhkan energi dan dukungan kita untuk mensupport si kecil agar tetap sehat, ceria dan aktif. Biang keringat ini juga suka hinggap di tubuh ketiga anak kami. Apalagi saat mereka habis bermain dan suhu udara yang panas.


Terdapat beberapa jenis biang keringat menurut tingkat keparahannya. Tanda dan gejala yang muncul juga bervariasi pada setiap jenisnya. Berikut ini adalah jenis-jenis yang diketahui:
  • Miliaria kristalina. Ini adalah jenis biang keringat yang paling ringan dan hanya memengaruhi saluran keringat dari lapisan kulit teratas. Kondisi ini bisa ditandai dengan kemunculan bintil-bintil berisi cairan berwarna jernih yang mudah pecah. Miliaria kristalina lebih cenderung terjadi pada bayi dibandingkan orang dewasa. Biang keringat jenis ini biasanya tidak gatal dan tidak terasa sakit.
  • Miliaria rubra. Biang keringat jenis ini muncul di lapisan kulit yang lebih dalam dan biasanya terjadi pada daerah bersuhu panas atau lembap. Gejala dari kondisi ini adalah berupa sensasi gatal dan menyengat disertai munculnya bintil merah. Kulit akan mengalami peradangan dan terasa sakit akibat dari keringat yang tidak bisa keluar dari permukaan kulit.
  • Miliaria pustulosa. Ini adalah perkembangan dari miliaria rubra di mana bintil mengalami peradangan dan berisi nanah.
  • Miliaria profunda. Ini adalah jenis biang keringat yang paling jarang terjadi, dan berdampak pada dermis atau lapisan kulit yang lebih dalam. Biang keringat jenis ini bisa bersifat kronis dan sering kambuh. Kondisi ini lebih cenderung terjadi pada orang dewasa setelah melakukan aktivitas fisik yang menghasilkan banyak keringat. Tanda-tanda yang terlihat dari miliaria profunda adalah bintil berwarna merah yang berukuran lebih besar dan lebih keras.
Ketiga anak kami, juga pernah mengalami iritasi dan penyakit kulit. Isya (7y3m) saat kecil sering terkena biang keringat dan biang keringat itu berkembang menjadi bisul. Mungkin karena cuaca yang panas, dan hal ini bukan cuma dialami Isya tapi juga teman sebayanya.

Lain halnya dengan Himda (5y2m). Anak ini alhamdulillah kulitnya tidak sesensitif kakaknya. Himda tidak memiliki masalah dengan iritasi kulit, dia juga tidak memiliki alergi terhadap makanan. Lain lagi dengan Navid. Bulan ini usia Navid (22m). Dan sejak bayi, Navid mulai menunjukkan perbedaan yang berarti dengan kedua kakaknya. Navid memiliki kulit yang sensitif, mudah iritasi. Dia sensitif ruam popok sehingga jarang menggunakan diapers. Saya selalu sedia diapers cream karena kulitnya mudah merah meski baru sebentar memakai popok. Otomatis saya selalu membatasi pemakaian pospak maupun clodi pada Navid. Sisi positifnya, jadi lebih irit dan sekarang toilet trainingnya mulai berhasil ^^.

Dan beberapa hari ini, kami mulai melihat perbedaan di kulitnya Navid. Kakinya tidak sehalus bayi pada umumnya. Ada beberapa bruntusan di salah satu pahanya. Dan di punggung serta salah satu pundaknya ada kemerahan dan bernanah. Kami agak khawatir dan sempat terfikir akan membawa ke dokter. Dan sebelum mengambil langkah tersebut, saya melakukan beberapa hal ini:
  • Mencuci handuk dan pakaian Navid secara terpisah agak tidak bercampur dengan milik kedua kakaknya.
  • Mengevaluasi makanan, meski selama ini Navid tidak menunjukkan gejala alergi makanan, saya membatasi ikan asin dan telur serta memperbanyak buah, sayur, air putih dan madu untuk menguatkan daya tahan tubuh.
  • Mengganti sabun mandi. Selama ini Navid belum pernah ganti sabun mandi. Dan kulitnya masih suka bruntusan. Karena salah satu pencegahan biang keringat adalah menggunakan sabun yang tidak membuat kulit menjadi kering dan tidak mengandung parfum.
  • Sering mengganti pakaiannya, dan memakaikan pakaian yang longgar.
  • Mengoles kulit yang luka dengan minyak kelapa.
Saya pun mengganti sabun lama Navid dengan Lactacyd baby. Saya menggunakan Lactacyd liquid baby isi 60ml. Harganya Rp. 24.000. Lactacyd baby ini memiliki kemasan karton dengan dominan warna putih dengan seal di bagian tutupnya. Botolnya juga dominan warna putih dan bagian belakang botol tertera komposisi, kegunaan dan cara pemakaiannya. Saya paling suka tutupnya dengan model fliptop sehingga tak khawatir tumpah. Lactacyd baby ini terdiri dari 3 kemasan yaitu 60 ml, 150 ml, 230 ml.



 Saya mengganti sabun Navid dengan Lactacyd baby, karena:


Lactacyd Baby yang diproduksi oleh PT Sanofi Aventis Indonesia ini sudah melalui tahap uji klinis, sehingga sangat aman untuk bayi.
  • PH kulit bayi berkisar antara 6-7, sedangkan PH kulit orang dewasa 3-4. Itulah sebabnya kulit bayi lebih rentan terhadap iritasi, infeksi bakteri, bahkan reaksi alergi. Supaya kulit bayi tetap sehat, maka PH-nya harus diturunkan menjadi sekitar 3-4. Lactacyd Baby memiliki yang PH yang sesuai dengan yang dibutuhan anak, yakni 3-4.
  • Salah satu kandungan Lactacyd Baby adalah ekstrak susu sapi yang membuat kulit bayi lebih halus dan lembut.
  • Bisa dipakai untuk seluruh tubuh. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. Menjaga kesehatan dan kelembutan kulit kepala si kecil beserta seluruh badannya.
Cara pakai Lactacyd baby:
  • Kocok sebelum pemakaian
  • Untuk mandi setiap hari: Untuk bayi: encerkan 2-3 sendok teh (sekitar 5 ml) ke dalam wadah mandi. Gosok dengan lembut lalu bilas dengan air bersih. Untuk anak: Gunakan seperti memakai sabun cair lalu bilas dengan air bersih.
  • Untuk merawat kulit kepala gunakan seperti memakai shampoo.
  • Untuk hasil optimal gunakan dua kali sehari pada saat mandi setiap hari.
Karena Navid sedang terkena penyakit kulit, saya memakai Lactacyd seperti memakai sabun cair yaitu langsung diusap lembut ke seluruh tubuh lalu bilas dengan air bersi. Alhamdulillah, setelah 2 hari pemakaian kulitnya yang kemerahan dan bernanah mulai sembuh. Nanahnya mengering dan mulai mengelupas.

Anak-anak belajar dari keluarga dan lingkungannya. Saat dia belajar dia melihat, mendengar, mendapat ilmu dan pemahaman baru. Anak aktif adalah anak yang tanggap dan ingin tahu. Yuk, jaga kesehatan kulit buah hati kita dengan Lactacyd baby, dan jangan biarkan iritasi/penyakit kulit datang menghampirinya. Itu pengalaman saya dengan Lactacyd baby. Bagaimana denganmu, share yuk di kolom komentar.
Terima kasih sudah membaca.

#LactacydBaby
#BabySkinExpert



Sumber gambar dan referensi:
1. Fanpage Facebook: Lactacyd Baby
2. http://www.alodokter.com

Komentar

  1. Suka kasihan kalau lihat si kecil bermasalah dengan kulitnya. Untung sekarang ada salah satu solusinya, ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

Jamu, Menyingkap Sejarah Kesehatan Nenek Moyang Indonesia