Pendidikan TK di Jepang: Kokoro Dulu Sebelum Calistung

Assalamualaikum ww

Sekian lama berlangganan Tabloid Halo Jepang, baru kali ini mendapat artikel yang pas banget di hati saya. Seluruh artikel di tabloid ini selalu positif, berbobot dan informatif. Hanya saja kali ini berbeda. Temanya sesuai untuk emak-emak macam saya  Tentang pendidikan TK dan pendidikan dasar di Jepang. Tabloid Jepang edisi Juli 2017/V memiliki liputan utama Budi Pekerti Dahulu, Kemampuan Akademik Belakangan. Untuk para orang tua, saya khususnya, artikel ini bisa memberi referensi bagaimana sih pendidikan anak usia dini di Jepang. Dan barangkali bisa diampil sisi positifnya untuk kita terapkan ke anak-anak.

Liputan utama ini terdiri dari 3 tulisan:
1. Budi pekerti dahulu, kemampuan akademik belakangan oleh Joko Harismoyo
2. Pembentukan 'Kokoro' lebih penting dari calistung oleh Diyah Triarsari
3. Wajib mengenal huruf Jepang sejak kecil oleh Yuliani Tri Astuti

Nanti akan saya ringkas menjadi 2 bagian yaitu pendidikan anak usia dini (TK) dan pendidikan dasar.
Saya mulai dari pendidikan TK di Jepang.

Anak-anak TK di Jepang belum belajar baca tulis dan berhitung (calistung). Di usia dini ini anak-anak dibekali agar menjadi pribadi yang penuh dan mandiri. Pelajaran itu diberikan sambil bermain. Dengan sistem demikian, pendidikan Jepang masuk dalam liga elit bersama negara-negara maju lainnya.

Di TK anak-anak Jepang tidak banyak belajar. Pasalnya pendidikan mereka berbasis pada pendidikan karakter. Kegiatan belajar di TK Jepang berlangsung pukul 08:00-11.30. Selama di kelas anak-anak bermain, menyanyi, mendengarkan dongeng. Tak ada alat peraga angka atau huruf yang menunjukkan anak akan diberi pelajaran. Pelajaran menonjol adalah pelajaran bersikap dan kemandirian.
Anak-anak harus bisa membuka sepatu sendiri, meletakkannya di tempat sepatu dan memakai sepatu untuk di dalam ruangan. Ia juga harus menyimpan tas dan jaket sendiri. Anak-anak lalu diajari menata sendiri bangku-bangku dan mengembalikan mainan ke tempat semula. Tak kalah penting, anak juga diajari buang sampah pada tempatnya dan membersihkan sampah yang terlihat. Semua pelajaran ini dilakukan sambil bermain.
Sumber:http://www.japanindocuteculture.com

Pembentukan karakter memang menjadi inti pendidikan dasar di Jepang. Okamoto Kaoru dalam buku Education of The Rising Sun, An Introduction to Education in Japan menyebutkan hanya aktivitas yang bertujuan membentuk, membangun dan menyempurnakan karakter dapat dipandang sebagai pendidikan. Kegiatan yang hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan dikategorikan 'training.'

Okamoto menyebutkan pendidikan pembentukan karakter penuh itu sebagai pendidikan kokoro. Kokoro secara harfiah berarti hati, pikiran, spirit, mentalitas dan kemanusiaan. Menurut Okamoto, tujuan paling penting pada pendidikan dasar adalah untuk memperkaya kokoro anak-anak.


Semoga bermanfat.

Wassalamualaikum ww

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

Jamu, Menyingkap Sejarah Kesehatan Nenek Moyang Indonesia