Cerita di Balik Pulsa

Hari gini, siapa yang tak punya ponsel? Saat ini, komunikasimerupakan hal yang sangat penting. Ponsel sudah menjadi soulmate bagi sebagian besar orang. Tidur sama ponsel, bangun tidur liat ponsel, kemana-mana selalu bawa ponsel, gimana gak soulmate coba? Apalagi saat ini ponsel bukan hanya untuk telepon dan sms, tapi juga internet sehingga kapanpun dan dimanapun ponsel bisa digunakan untuk membantu kelancaran usaha dan pekerjaan juga sarana bersosialisasi dengan adanya sosial media. Adanya internet juga memudahkan kita mengakses informasi kapan saja. Misalnya nih, saya biasa bawa ponsel ke dapur sambil liat-liat resep masakan yang mau dipraktekkan sambil menjalankan usaha onlineshop yang sudah berjalan sekitar dua tahun ini. Tapi apalah artinya ponsel tanpa pulsa, ibarat kendaraan tanpa bbm. Tidak bisa jalan, tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Jika produsen ponsel berlomba-lomba meluncurkan ponsel dengan berbagai fitur yang menarik dengan berbagai model dan harga, berbeda dengan pulsa. Pulsa lebih mudah diperjual belikan dengan harga yang terjangkau sesuai kebutuhan dan kondisi kantong kita. 
Saya agak telat menggunakan ponsel, sekitar tahun 2003 atau 2004 baru memiliki ponsel. Saat itu saya biasa membeli voucher fisik yang memiliki bagian hologram. Hologram ini bila digosok akan menampilkan sejumlah angka yang dimasukkan ke ponsel. Setelah itu baru pulsa terisi. Dulu, saya suka mengkoleksi voucher fisik karena gambarnya yang menarik.
Seiring waktu berlalu, pasar beralih ke pulsa elektrik. Jauh lebih praktis dan ekonomis. Kita hanya perlu ke konter selular, sambil menyampaikan nominal pulsa dan no ponsel ke pemilik konter, hanya hitungan menit, pulsa sudah terisi. Tapi jika tidak hati-hati, salah mengisi nominal atau no ponsel bisa merugikan si penjual pulsa atau pembeli lho.

Pernah suatu ketika, saat itu siang hari, saya masih beraktivitas di kantor. Tiba-tiba ponsel berbunyi, saat saya angkat, tiba-tiba si penelpon berkata:
"Mba, maaf ya saya salah kirim pulsa ke nomor mba, bisa tidak pulsanya dikembalikan ke nomor saya?"
Nah lho, ternyata si penelpon adalah penjual pulsa yang salah kirim pulsa dan si pembeli nungguin karena pulsanya salah masuk ke orang lain. Saya yang gak tau apa-apa langsung cek pula, ternyata memang bertambah 20.000. Langsung deh pulsanya saya kirim balik.

Setelah kejadian itu, saya mengalami peristiwa yang sama bedanya saya yang jadi "korban". Pulang kerja, saya mampir ke konter pulsa untuk membeli pulsa, saya tunggu belum masuk juga, lalu si pemilik konter menunjukkan kuitansi sambil berkata,"Dikirim ke nomor ini kan, mba?"
Ya Allah, entah saya yang ngelamun, atau si penjual yang salah tulis. Tapi dia ngotot kalo saya menyebutkan sejumlah nomor yang dia tulis di kuitansi. Karena sudah dikirim otomatis pulsanya gak bisa balik. Jadilah hari itu saya beli pulsa tanpa dapet pulsa.

Jualan pulsa bikin untung? Saya setuju, dengan banyaknya pengguna ponsel di Indonesia, apalagi saat ini seseorang seringkali memiliki lebih dari satu ponsel. Konter ponsel juga gampang banget ditemukan di pinggir jalan hingga di kampung-kampung. Selain itu saking praktisnya kita juga bisa lho jualan pulsa tanpa harus punya konter. Salah satu kisah sukses berjualan pulsa dialami oleh De'Abid, demikian kami memanggilnya. De' singkatan dari pakdhe, karena memang masih ada hubungan saudara. De'Abid tinggal tidak jauh dari rumah ibu mertua di Jepara. Rumah ibu terletak di desa kecil yang diapit sawah dan dua sungai. Meski sudah memiliki pekerjaan, De'Abid membuka usaha berjualan pulsa di rumahnya yang dibantu oleh salah satu keponakannya. De'Abid menjual pulsa elektronik, pulsa listrik, pulsa internet, hingga tagihan kredit kendaraan bermotor secara online. Usahanya sangat maju, mungkin karena lokasinya di desa sehingga tidak memiliki banyak saingan. Selain itu De'Abid juga memiliki hubungan yang baik dengan warga sekitar, sehingga istilahnya, bagi warga beli pulsa ya di tempat De'A

Lokasinya yang dekat dengan rumah ibu, memudahkan kami untuk beli pulsa kapan saja. Namun ibu mertua punya pengalaman yang kurang baik dengan pulsa, yang membuat beliau saat ini enggan menggunakan ponsel. Jadi begini ceritanya, setelah bapak mertua meninggal, ibu tinggal sendiri di rumah, menghabiskan waktu untuk beribadah dan menjahit. Dari kelima putra-putri ibu, hanya si bungsu yang belum menikah dan masih kuliah di Semarang. Beberapa tahun lalu, di tengah malam ibu tengah tertidur lelap, tiba-tiba ponsel beliau berbunyi, Dalam keadaan  setengah mengantuk beliau pun mengangkat telepon, lalu terdengarlah suara isak tangis seorang lelaki muda di seberang sana. Ibu kaget.
"Iki Fudin, kamu kenapa, Din?" (Fudin adalah putra bungsu ibu yang di Semarang)
Penelpon akhirnya tahu bahwa putra ibu bernama Fudin.
"Nggih, Bu. Iki Fudin."
Si "Fudin" berkata ia terlibat dalam kecelakaan di jalan dan saat ini tengah diproses di kantor polisi. Ibu panik mendengarnya. Si "Fudin" lalu meminta ibu mentransfer sejumlah pulsa ke nomor yang ia berikan ke ibu. Sendirian di rumah, dan mendengar anaknya mendapat masalah, saat itu juga ibu pergi ke rumah De'Abid. De'Abid lalu mentransfer pulsa sebanyak 800 ribu ke nomor "Fudin".
Setelah tenang, paginya ibu menghubungi kakak ipar dan juga Fudin. Ternyata Fudin baik-baik saja, semalam ia tidur nyenyak di kostnya di Semarang dan alhamdulillah sampai saat ini tidak terlibat masalah apapun. Kami sama sekali tidak menyesali kejadian tersebut. Nyatanya, ibu, tinggal sendirian di rumah. Tidak ada yang menemani saat menjumpai kejadian yang mengagetkan seperti itu. Alhamdulillah semua keluarga selamat, tidak bermasalah. Justru yang kami sesalkan kenapa ada pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, memanfaatkan kelengahan orang di waktu malam untuk menipu. Kejadian tersebut tidak hanya dialami ibu, tapi juga saya, suami, dan beberapa keluarga. Pulsa memang mudah diperjualbelikan dan juga mudah ditransfer. Kemudahan teknologi ini ternyata telah dimanfaatkan untuk tujuan yang salah.

Kesuksesan berjualan pulsa juga dialami oleh salah satu tetangga kami, Pak Tomo namanya. Awalnya, di dekat rumah orangtua saya ada dua warung. Warung Mbah Misem, warung kecil, menjual sayur dan sembako dalam skala kecil, berada persis di sebelah kiri rumah bapak ibu saya. Yang satu warung Bu Suniah, terletak di gang belakang rumah, menjual sayur dan sembako, lebih banyak dari warung Mbah Misem. Meski bukan skala besar, tapi sudah cukup untuk ukuran di desa kami. Lalu Pak Tomo membuat kios kecil. Letaknya di depan warung Mbah Misem. Tidak ada persaingan, karena kios Pak Tomo serupa toko kecil, tidak menjual sayur tapi menjual sembako, gas, galon dan juga pulsa yang tidak di jual di warung Mbah Misem dan Bu Suniah. Tentulah toko Pak Tomo ini laris, apalagi lokasinya di pinggir jalan dan di belakang toko terdapat lapangan badminton. Lengkaplah sudah. Pulsa dan dagangan lain saling melengkapi, misalnya saya beli pulsa, sekalian deh beli diapers atau cemilan buat anak, ibu beli pulsa sekalian beli telor. Begitulah, toko Pak Tomo menjadi tujuan warga sekitar untuk beli pulsa. Meski akhirnya belum lama ini ada tetangga yang juga membuka kios dan juga berjualan pulsa, toh semuanya laris. Karena pulsa memang telah menjadi kebutuhan pokok dan rezeki juga tak akan tertukar.

Setelah kami pindah ke Wonosobo, kami juga sama sekali tidak sulit menemukan penjual pulsa apalagi di kompleks kampus yang banyak terdapat berbagai penjual. Pernah, suatu ketika saat kami butuh pulsa dan tidak bisa keluar rumah suami sms temannya untuk beli pulsa. Praktis kan? Saking praktisnya sampai saya sering berfikir untuk berjualan pulsa . Bisa deposit berapapun, dan selain di jual juga bisa dipakai sendiri. Saat ini semua-mua kan pakai pulsa, lisrik, internet, dan komunikasi, membuat kita harus mengalokasikan anggaran untuk pulsa. Apalagi sebagai pengguna internet, tiap bulan pulsa internet sudah jadi kebutuhan pokok

Untuk berjualan pulsa juga gampang, gak ribet karena ada pulsa murah Jakarta, salah satu dari sekian banyak server pulsa elektronik nasional di Indonesia yang berpengalaman menangani penjualan pulsa selama 6 tahun. Ada banyak keuntungan berjualan pulsa melalui pulsa elektrik Jakarta, antara lain:
  • Daftar gratis tanpa biaya sedikitpun
  • Deposit bebas sesuai kebutuhan
  • Transaksi via YM, Gtalk dan Facebook
  • Harga pulsa bersaing dan kompetitif
  • SMS to end user
  • Transaksi tanpa kode produk
  • Support token PLN prabayar
  • Fasilitas onlineWebreport
  • Transaksi nonstop 24 jam
  • Komplain cepat dan ramah
  • Komisi dapat ditukar kapanpun
  • Support PPOB
  • Bonus transaksi terbanyak
  • Kuis dan undian berhadiah
Berjualan pulsa jadi praktis dan makin menguntungkan. Bisa dijalankan oleh siapa saja dan dimana saja, Banyak sudah kisah sukses mereka yang meraup untung dari bisnis pulsa meski ada juga kisah sedih gara-gara pulsa, dan meski sudah banyak konter pulsa diberbagai tempat, berjualan pulsa melalui pulsa elektrik Jakarta juga salah satu peluang usaha yang bisa dimanfaatkan. Untuk diri sendiri misalnya, bisa beli pulsa dengan harga lebih murah, daftarnya gratis, depositnya bebas, dan bisa jualan di rumah sambil ngurus anak atau di perjalanan, karena kebutuhan pulsa itu tak kenal waktu. Toh rezeki kan tidak akan tertukar, siapa yang berusaha akan menuai hasilnya.

Komentar

  1. zaman skrg gadget sm pulsa lebih penting dr sebungkus nasi heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, udh jd kebutuhan pokok sih :)

      Hapus
  2. sekarang hidup tanpa pulsa internet galau abis y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, apalagi klo punya bisnis online, pulsa intrrnet wajib ada :)

      Hapus
  3. jaman skarang lbh baik ga punya cemilan daripada ga punya pulsa

    obat herbal asam urat

    BalasHapus
  4. WAHH! gak nyangka ada bisnis pulsa kecil2an tapi bisa jadi GEDE2AN modalnya mulai 10rb sudah bisa dijalankan.. Dijamin bisnis halal karena produknya dibutuhkan semua orang! Kalo ditekunin dalam 6 bulan bisa dapat pasif income 15juta setiap bulan! ANTI RUGI

    Penasaran?! Daftar aja dulu gak pake bayar alias GRATISS!!

    Dengan format SMS :

    DAFTAR*NamaAnda*NoHP*Bank*10000*12448630

    CONTOH :
    DAFTAR*DINNY HAYATI*081234567890*BCA*10000*12448630

    kirim SMS ke 082244823999

    DAFTAR melalui WEBSITE ini juga ok klik aja :

    info lengkap dan daftar disini )

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

Jamu, Menyingkap Sejarah Kesehatan Nenek Moyang Indonesia